fbpx
Bank BRI Melakukan Konservasi Sungai Pagarsih di Jawa Barat

Bank BRI Melakukan Konservasi Sungai Pagarsih di Jawa Barat


Suara.com – Bank BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) “BRIPeduli Konservasi Sungai” melakukan Konservasi Sungai Pagarsih, yang terletak di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat. Program ini dimulai pada November 2019 dan telah selesai pada Agustus 2020.

Kondisi sungai sebelumnya yang penuh dengan sampah kini sudah bersih dan tertata rapi, serta dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Konservasi
Konservasi “Sungai Pagarsih”, yang terletak di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jabar. (Dok : BRI)

Dalam program ini, BRI juga memberikan edukasi lingkungan sehat kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar. Masyarakat juga diberikan pelatihan tentang daur ulang sampah dimana sampah dari sungai akan didaur ulang dan bernilai ekonomis.

Di pinggir Sungai Pagarsih, BRI juga membangun sarana dan prasarana seperti ruang terbuka hijau dan area taman yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai fasilitas umum. Konservasi Sungai Pagarsih diharapkan dapat mendorong kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai dan kebersihan lingkungan.

Konservasi
Konservasi “Sungai Pagarsih”, yang terletak di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jabar. (Dok : BRI)





Source link

Jadi Bank Kustodian Tapera, Ini Strategi Bank BRI

Jadi Bank Kustodian Tapera, Ini Strategi Bank BRI



Suara.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk jadi Bank Kustodian dalam program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Bank kustodian atau disingkat kustodian adalah suatu lembaga yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan dari suatu perusahaan ataupun perorangan.

Executive Vice President Investment Services Bank BRI Tjondro Prabowo mengatakan, sebagai Bank Kustodian perseroan dapat dua mandat yaitu mengelola dana Tapera dan aset BP Tapera.

Tjondro melanjutkan, dalam mengelola dana Tapera Bank BRI memiliki 3 kewajiban, pertama wajib mencatat besaran simpanan dana-dana Tapera beserta pemupukannya.

Dalam pengelolannya, Tjondro menjelaskan Bank BRI memiliki tiga kewajiban atau tugas yang harus dijalankan.

Pertama, Bank BRI berkewajiban untuk mencatat besaran simpanan dana dana Tapera peserta beserta pemupukannya. Kedua, menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB) dana Tapera pada setiap hari bursa.

Terakhir, Bank BRI wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan dana Tapera, yang telah diaudit.

“Untuk mendukung program Tapera, kami menyiapkan unit khusus, selain kustodian team yang sudah ada,” ujar Tjondro sebah diskusi InfobankTalknews secara virtual, Jumat (28/8/2020).

Dalam hal Bank BRI juga menyediakan, infrastruktur dan proses bisnis agar pengelolaan dana Tapera bisa berjalan dengan baik.

“Kami juga mempersiapkan pula infrastruktur, dan business proses yang memadai, serta orang-orang kompeten yang menanganinya. Semuanya tentu akan berjalan lancar dengan kerja sama dari setiap pihak,” kata Tjondro.





Source link

BRI Berhasil Jaga Pertumbuhan Bisnis di Tengah Upaya Penyelamatan UMKM

BRI Berhasil Jaga Pertumbuhan Bisnis di Tengah Upaya Penyelamatan UMKM



Suara.com – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar Public Expose (Pubex) secara daring di Jakarta, yang merupakan rangkaian Pubex Live 2020. Acara ini diinisiasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 – 28 Agustus 2020. 

Direktur Utama BRI, Sunarso mengungkapkan, kinerja BRI mampu tetap tumbuh di tengah upaya perseroan melakukan penyelamatan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi.

“BRI telah secara masif melakukan upaya penyelamatan UMKM terdampak Covid-19 melalui restrukturisasi kredit, dengan nilai Rp 183,7 triliun kepada lebih dari 2,9 juta debitur. Selanjutnya, kami fokus untuk mendukung pemulihan bisnis nasabah, baik melalui dukungan modal kerja, layanan dan produk yang inovatif maupun melalui akselerasi implementasi program PEN, seperti subsidi bunga, pejaminan kredit dan penyaluran banpres produktif untuk pelaku usaha mikro (BPUM), dimana posisi BRI terdepan. Hal ini tidak terlepas dari kesiapan infastruktur baik people dan sistem, sehingga meskipun saat ini fokus BRI melakukan penyelematan UMKM, bisnis BRI mampu tetap tumbuh,” ujar Sunarso.

Sunarso juga menambahkan, di tengah kondisi yang sangat menantang ini, strategi BRI tetap diarahkan untuk mewujudkan visi perusahaan di tahun 2022, yaitu menjadi “The Most Valuable Bank di Asia Tenggara dan Home to The Best Talent”.

“Untuk mencapai visi tersebut, sejak 2016, kami telah memulai proses transformasi yang kami namakan BRIVolution, yang berorientasi pada transformasi digital dan culture dengan fokus pertumbuhan pada segmen mikro, kecil dan konsumer peningkatan profitabilitas pada segmen korporasi dan peningkatan sinergi perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group,” urainya.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Direktur Keuangan BRI, Haru Koesmahargyo dan Direktur Manajemen Risiko BRI, Agus Sudiarto tersebut, juga disampaikan bahwa kinerja dan strategi BRI telah diapresiasi oleh investor, khususnya retail domestik. Sebagai buktinya, selama dua tahun terakhir investor ritel BBRI tumbuh secara signifikan hingga enam kali lipat.

Sampai saat ini, BRI konsisten mampu memberikan value bagi pemegang saham. Sejak IPO pada 2003, harga saham BRI telah memberikan total return kepada pemegang saham sebesar 69 kali.

“Sudah menjadi tugas saya sebagai CEO BRI untuk terus meng-create dan men-deliver value secara sustain bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat dengan tetap fokus di segmen UMKM, khususnya mikro. Go Smaller, Go Shorter dan Go Faster, tentunya melalui digitalisasi,” pungkas Sunarso.





Source link