fbpx
PSBB Total DKI Jakarta, Gojek Tunggu Peraturan Gubernur

PSBB Total DKI Jakarta, Gojek Tunggu Peraturan Gubernur


JawaPos.com – Gojek Indonesia mengaku siap untuk menaati Peraturan Pemerintah Pusat dan Daerah. Saat ini, pihaknya tengah menunggu Peraturan Gubernur DKI Jakarta mengenai PSBB yang mulai diterapkan pada 14 September mendatang.

“Gojek terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Chief of Corporate Affairs Nila Marita dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Kamis (10/9).

Ia menyampaikan, sejak awal Gojek telah sigap beradaptasi menyesuaikan operasionalnya mengikuti kondisi dan kebutuhan masyarakat menghadapi pandemi. Yakni dengan mewajibkan seluruh ekosistemnya termasuk mitra driver untuk selalu mengedepankan protokol Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan (J3K).

Dari sisi teknologi, pengaturan geofencing yang dimiliki Gojek dapat memastikan layanan tidak dapat beroperasi pada wilayah zona merah. “Kami juga melengkapi inovasi tersebut dengan berbagai inisiatif yang dapat mendukung produktifitas masyarakat dengan tetap memperhatikan prosedur pencegahan secara menyeluruh,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya mewajibkan seluruh mitra melakukan pengecekan suhu tubuh, melakukan disinfeksi kendaraan secara rutin di Posko Aman J3K yang tersebar di wilayah DKI Jakarta dan kota-kota lain. Serta menggunakan masker di tempat umum dan saat sedang bertugas.

Penggunaan sekat pelindung yang berfungsi meminimalisasi penyebaran virus melalui droplet juga telah diimplementasikan secara bertahap kepada belasan ribu armada roda empat GoCar di 16 kota operasional utama. Fasilitas yang sama juga diterapkan secara bertahap pada armada roda dua GoRide.

“Gojek mewajibkan penumpang dan mitra driver menggunakan masker selama perjalanan. Apabila ada salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, baik mitra driver dan penumpang berhak membatalkan pemesanan dan membuat laporan di aplikasi,” ucapnya.

Terakhir, mengoperasikan puluhan Zona Nyaman J3K termasuk di empat Stasiun Terpadu Pemprov DKI Jakarta. Di tempat ini terdapat empat jenis layanan yaitu pengukuran suhu tubuh bagi pelanggan dan mitra driver, pengelolaan antrian dengan prinsip physical distancing, penyediaan hand sanitizer, hairnet, dan distribusi masker.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Romys Binekasri





Source link

Gojek Lindungi Mitra UMKM dari Penipuan Berbasis Social Engineering

Gojek Lindungi Mitra UMKM dari Penipuan Berbasis Social Engineering



Suara.com – Sebagai bentuk kepedulian Gojek untuk memastikan mitra GoFood terlindungi dari modus penipuan berbasis teknik rekayasa sosial (social engineering), Gojek secara konsisten memberikan pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi keamanan digital para mitra UMKM-nya.

Upaya yang ditempuh Gojek dilakukan atas kesadaran pentingnya menjaga kerahasiaan data usaha maupun data pribadi dalam transaksi secara digital.

Head of Merchant Platform Business Gojek Novi Tandjung, mengatakan pihaknya telah memfasilitasi para mitra UMKM yang bernaung di bawah GoFood untuk meningkatkan kompetensi keamanan digital mereka dengan menyematkan berbagai fitur keamanan pada aplikasi GoBiz yang telah menjadi andalan mitra GoFood untuk mengelola bisnis mereka.

Di antara fitur keamanan yang dapat diakses melalui aplikasi GoBiz adalah verifikasi PIN validasi terhadap driver yang mengambil pesanan, fitur pengaturan peran pengguna untuk akses pemilik, manajer, dan kasir, dan fitur konfirmasi sebagai pemilik untuk verifikasi kepemilikan data sebagai pemilik outlet.

Dengan berbagai fitur tersebut, informasi data sensitif dan akses fitur premium hanya dapat diakses oleh pemilik outlet.

“Seluruh upaya inovasi teknologi Gojek dan edukasi kompetensi keamanan digital yang konsisten bagi mitra usaha ini diharapkan dapat mendukung mitra dalam melindungi keamanan data pribadi dan data usaha. Semua ini dilakukan agar para mitra usaha dapat menjalankan bisnis dengan aman, dan mampu terus bertumbuh serta,” ujar Novi dalam keterangannya, Jumat (28/8/2020).

Menurut Novi, Gojek menyadari pentingnya untuk memberikan edukasi ini secara berkesinambungan setelah semakin banyak UMKM yang merambah teknologi digital untuk mengembangkan usahanya di masa pandemi.

Gojek mencatat sekitar lebih dari 120.000 UMKM mendorong pivot bisnisnya ke ranah digital dengan bergabung melalui program #MelajuBersamaGojek agar mereka dapat memperoleh akses terhadap solusi bisnis yang komprehensif (dari hulu ke hilir) dan inklusif dari Gojek.

Selain itu, pentingnya menjaga kerahasiaan data usaha dan data pribadi menjadi topik yang terus didorong secara reguler oleh GoFood kepada mitra UMKM kuliner melalui berbagai kanal, aplikasi GoBiz, media sosial, dan Komunitas Partner GoFood (KOMPAG).

Oleh karenanya, kompetensi keamanan digital yang baik menjadi kunci utama dalam melindungi diri saat dihadapkan dengan upaya penipuan dengan teknik rekayasa sosial (atau yang sering kita kenal sebagai manipulasi psikologis) yang tengah menjadi tren modus penipuan digital.





Source link

Gojek Perluas Jangkauan Layanan GoSend

Gojek Perluas Jangkauan Layanan GoSend



Suara.com – Aplikasi transportasi online Gojek memperluas layanan pengiriman antarkota. Layanan tersebut diberi nama GoSend Intercity Delivery.

Pada saat bersamaan juga diluncurkan fitur pemesanan yaitu GoSend Web Portal.

Head of Logistics Gojek Group Junaidi mengatakan, inovasi terbaru GoSend ini merupakan perwujudan seluruh upaya dan teknologi dalam ekosistem Gojek yang membantu UMKM untuk memudahkan penerapan digitalisasi operasional bisnisnya.

“Kami melihat logistik sangat menyulitkan bagi para pelaku UMKM. Pertama, UMKM sulit untuk dapat akses layanan logistik. Kedua, area layanan yang terbatas. Ketiga, keterlambatan pengiriman dan keempat biaya tinggi,” ujar Junaidi dalam keterangannya, Jumat (28/8/2020).

Inovasi GoSend terbaru ini, menurut Junaidi untuk menggerus empat momok logistik yang dihadapi UMKM tersebut. 

“Para pelaku UMKM bisa mendapatkan solusi ekosistem Gojek yang paling tepat sesuai dengan bisnis mereka. Kami berikan solusi lengkap untuk UMKM secepat mungkin agar bisa go-digital,” jelasnya.

Setelah sebelumnya menjalankan layanan di Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi (Jadetabek) dan Bandung, GoSend yang berkolaborasi dengan Paxel, startup logistik same-day delivery service, memperluas jangkauan layanan ke Jawa Tengah. Dengan ekspansi tersebut, GoSend Intercity Delivery kini juga hadir di Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Manfaat layanan GoSend Intercity Delivery tidak hanya dirasakan pengguna Gojek individu, tetapi juga para pelaku UMKM dan komunitas social seller yang terus berupaya mendorong produktivitas. 

Pada saat yang sama dilakukan upaya meminimalkan tantangan logistik pada saat mengirim barang ke konsumen. 

Sejak diluncurkan pada April 2020, layanan GoSend Intercity Delivery untuk area Jadetabek dan Bandung telah mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat.





Source link