Harga minyak melemah karena belum selesainya negoisasi dagang as dan china

Harga minyak mentah dunia melemah dikarenakan lambatnya perkembangan negosiasi perdangangan antara Amerika Serikat dan China sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global. Tak hanya itu, pelemahan ini juga disebabkan oleh stock minyak mentah AS yang diprediksi akan melambung.

Harga minyak mentah berjangka Brent merosot US $1,36 atau 1,9% menjadi US $69,98 tiap barelnya. Harga tersebut merupakan harga terendah sejak 4 April 2019. Sedangkan untuk harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) merosot dari US $0,85 atau 1,4% menjadi US $61,4 tiap barelnya yang mana harga tersebut merupakan harga terendah sejak 29 Maret 2019.

Berdasarkan survei beberapa analis, stock minyak mentah Amerika Serikat naik ke level tertinggi sejak bulan September 2017 dan diperkirakan akan bertambah menjadi 1,2 juta barel pada minggu lalu. Yang mana survei tersebut dilakukan sebelum laporan stock mingguan yang dirilis oleh institut Perminyakan Amerika dan Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), yang selanjutnya berdasarkan Laporan Proyeksi Energi Jangka Pendek EIA, produksi minyak mentah Amerika Serikat diperkirakan akan naik ke level 12,5 juta barel tiap harinya (bph) di tahun 2019, yang mana hal tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang masa. Ditahun lalu, rata-rata produksi minyak mentah Amerika Serikat berada di level 11juta bph.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190508070219-85-392892/