Jokowi Mendapatkan Masukan Untuk Mengurangi Ekspor Batu Bara

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memberikan masukan kepada pemerintah untuk menurunkan jumlah ekspor batu bara. Yang mana usulan tersebut mereka ungkapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2020-2024.

Hanan Nugroho selaku Perencana Utama Kedeputian Maritim dan Sumber Daya Mineral Bappenas mengungkapkan bahwa penurunan ekspor tersebut penting dilakukan demi memperkuat ketahanan energi nasional. Tambahnya lagi bahwa Indonesia masih butuh batu bara dalam negeri untuk jangka waktu panjang. Ia tak menyebut pasti berapa penurunan yang diusulkan oleh Bappenas kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk periode lima tahun ke depan. Pasalnya, usulan tersebut masih berbentuk rancangan atau belum final.

Dalam RPJMN 2015-2019, pemerintah mematok target produksi batu bara per tahunnya rata-rata 400 juta ton. Rinciannya, target produksi batu bara 2015 sebanyak 425 juta ton, 2016 sebanyak 419 juta ton, 2017 sebanyak 413 juta ton, 2018 sebanyak 406 juta ton, dan 2019 sebanyak 400 juta ton. Dari total produksi itu, target ekspor ditetapkan bervariasi dan cenderung menurun. Pada 2015 targetnya mencapai 323 juta ton, 2016 sebanyak 308 juta ton, 2017 sebanyak 292 juta ton, 2018 sebanyak 275 juta ton, dan 2019 sebanyak 160 juta ton. Meski target dalam RPJMN terlihat turun, tapi realisasinya justru menanjak. Pada 2018 misalnya, pemerintah menaikkan kuota produksi batu bara untuk kebutuhan ekspor sebanyak 100 juta ton. Pemerintah berdalih kenaikan kuota bertujuan untuk menggenjot devisa negara pada tahun lalu. Selain itu, peningkatan ekspor batu bara juga dilakukan demi menyelamatkan rupiah yang sedang terperosok terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Secara terpisah, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Ditjen Minerba Kementerian ESDM Sri Raharjo mengatakan pihaknya berharap RPJMN periode selanjutnya bisa lebih realistis. Masalahnya, jumlah produksi batu bara sejumlah perusahaan meningkat. Menurutnya, jumlah produksi batu bara dalam dua tahun terakhir lebih tinggi daripada target dalam RPJMN. Untuk usulan target produksi dan ekspor selanjutnya, Raharjo menyatakan masih dalam tahap proses.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190718174739-85-413364/