Meningkatkan Kesejahteraan Pekerja Dengan Koperasi

Meningkatkan Kesejahteraan Pekerja Dengan Koperasi

Meningkatkan Kesejahteraan Pekerja Dengan Koperasi

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah terus mendorong agar koperasi benar-benar bisa menjadi soko guru perekonomian para pekerja. Hal tersebut menurutnya bisa meningkatkan kesejahteraan para pekerja. Hal tersebut ia ungkapkan saat memberikan sambutan dalam acara Tour Akbar Koperasi Karyawan (Kopkar) PT Muara Tunggal (kabupaten Sukabumi) di Jakarta Utara. Selain itu, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan saat ini, jumlah koperasi pekerja di seluruh Indonesia terdapat 4.441 unit, dengan total jumlah anggota sebanyak 362.949 pekerja/buruh. Terdiri dari 302.160 anggota pekerja laki-laki dan 60.789 perempuan.

Hanif yang kala itu didampingi Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Direktur Persyaratan Kerja Siti Junaedah dan Direktur Kelembagaan dan Kerja sama Hubungan Industrial (KKHI) Aswansyah, menyambut positif Kopkar PT Muara Tunggal yang dapat memenuhi kebutuhan simpan pinjam dan konsumsi bulanan secara rutin bagi 3.500 karyawannya. Hanif juga menambahkan tour akbar sebagai salah satu ekspresi, sekaligus bentuk perwujudan dari pentingnya koperasi di kalangan pekerja.

Tour Akbar juga dihadiri oleh Kadiskop UKM Jabar Kusmana Hartaji, Ketua Kopkar PT Muara Tunggal Sudarno Rais dan 5.030 karyawan dan keluarga PT Muara Tunggal. Senada dengan Hanif, Kadiskop UKM Jabar Kusmana Hartaji mengatakan koperasi merupakan solusi bagi peningkatan ekonomi karyawan atau pekerja. Termasuk ketika pekerja membutuhkan pembiayaan, bisa memanfaatkan koperasi karyawannya.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4460278/menaker-kopkar-bisa-tingkatkan-kesejahteraan-pekerja

273 Pengusaha di Gorontalo Mendapatkan Pinjaman Usaha

273 Pengusaha di Gorontalo Mendapatkan Pinjaman Usaha

273 Pengusaha di Gorontalo Mendapatkan Pinjaman Usaha

Sebanyak 273 pengusaha di Provinsi Gorontalo telah mendapatkan pembiayaan dari program ultra mikro (UMi). Penyaluran kredit ini dalam rangka menuju kemandirian usaha. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dari sebanyak 273 debitur ini mendapat dana pinjaman sebesar Rp 1,89 miliar. Program UMi adalah program yang merupakan pelengkap dari program KUR. Di Gorontalo ada 273 debitur, ini provinsi baru sekali yang dapat Umi. Kami berharap bisa ditingkatkan yaitu meminjam Rp 1,89 miliar.

UMi merupakan program pembiayaan kepada masyarakat usaha mikro di lapisan terbawah yang belum dapat difasilitasi oleh perbankan, dengan pembiayaan paling banyak Rp 10 juta per nasabah. Sri Mulyani menjelaskan, anggaran UMi saat ini mencapai Rp 7 triliun, dikelola oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang merupakan BLU di bawah Kementerian Keuangan.

Awalnya, kata Sri Mulyani, program UMi baru berlangsung 2017 dengan anggaran pinjaman Rp 1,5 triliun, kemudian tahun-tahun selanjutnya ditambah lagi Rp 2,5 triliun dan ditambah lagi Rp 3 triliun. Kami berharap dengan adanya ini, kita berharap, karena dari Rp 7 triliun baru tersalurkan Rp 2 triliun. Jadi sebetulnya ada anggarannya. K,apasitas menyalurkan akan kita evaluasi. Dalam penyaluran pembiayaan ultra mikro ini, terdapat beberapa lembaga penyalur. Mulai dari PT Pegadaian (Persero), PT PNM (Persero), Bahana Artha Ventura (BAV). Penyaluran dilakukan kepada 6.000 channel, di mana sekitar 4.000 lewat Pegadaian, sekitar 1.000 channel milik PNM, dan BAV baru memiliki 26 cabang. Kita berharap pedagang mendapatkan manfaat dari dana yang sudah disalurkan, tidak hanya pemberian kredit tapi meningkatkan kapasitas usaha.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4449154/sri-mulyani-273-orang-di-gorontalo-dapat-pinjaman-usaha-rp-189-m

Pelatihan Pembuatan Bakery bagi Wirausaha Pemula dari Kemenkop

Pelatihan Pembuatan Bakery bagi Wirausaha Pemula dari Kemenkop

Pelatihan Pembuatan Bakery bagi Wirausaha Pemula dari Kemenkop

Kemenkop dan UKM mengadakan pelatihan pembuatan bakery bagi para calon wirausaha pemula yang diadakan pada 22 hingga 23  Februari 2019 di Bogor. Pembukaan acara di isi oleh Haryanto selaku Asisten Deputi Peran serta Masyarakat Kementerian Koperasi dan UKM, ia menyampaikan bahwasannya pemerintah memberikan peluang kepada para calon wirausaha pemula untuk dapat mempelajari dan membekali diri
dengan keterampilannya sebelum memulai usaha.

Pada kegiatan tersebut juga di hadiri oleh puluhan wartawan dari anggota Forum Wartawan Koperasi dan UKM (Forwakop) yang juga mengikuti pelatihan kewirausahaan yang bertujuan untuk mengasah keterampilan dengan membuat bakery. Kemenkop dan UKM memberikan fasilitas kepada para calon
wirausaha untuk mendapatkan bekal dan pengalaman dengan mendatangkan narasumber yang professional di bidangnya.

Tak hanya itu, pada kegiatan ini juga menghadirkan pemilik usaha Titi Sumarni selaku pemilik Titi Bakery, pelaku UKM di Depok yang sukses membesarkan usaha bakerynya sejak tahun 2003. Ia memberikan bantuan kepada para wartawan yang telah bergabung ke dalam Koperasi Forsema berupa peralatan seperti peralatan produksi  bakery termasuk oven gas kapasitas medium, mixer dan lain-lain.

Haryanto berharap dengan adanya pelatihan intensif ini para calon wirausaha dapat segera mengaplikasikan bekal pengetahuan yang didapatkan dan dapat langsung berwirausaha. Dan menurut Titi Sumarni, ia senang dapat berbagi pengetahuan serta pengalamannya dan juga dapat membagikan kisah-kisah inspirasinya kepada para calon wirausaha muda. Ia juga merasakan jatuh bangun dalam merintis usahanya hingga saat ini usahanya telah memiliki brand yang telah banyak dikenal dalam pasar online serta telah memiliki sertifikat halal dan HAKI.

Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read216849/kemenkop-gelar-pelatihan-pembuatan-bakery-bagi-calon-wirausaha-pemula.html

Pelatihan Pendamping UKM Ekspor Bersama Elemen Sosial dan Kemenkop

Pelatihan Pendamping UKM Ekspor Bersama Elemen Sosial dan Kemenkop

Pelatihan Pendamping UKM Ekspor bersama Elemen Sosial dan Kemenkop

Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), FTA Center Kemendag, Bea Cukai, Rumah Ekspor BNI, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar kegiatan sinergitas program dalam peningkatan ekspor dan internasionaliasi UKM berupa Training of Mentors AMEN Indonesia dan Bimbingan Teknis Tata Cara Mekanisme Ekspor bagi UKM.

Acara yang berlangsung pada 26-28 Februari 2019 di The Alana Hotel, Solo ini diikuti 50 peserta mentor dan 45 UKM yang berasal dari 13 kabupaten dan tujuh kota, yang tersebar di lima provinsi. Peserta merupakan kalangan entrepreneurs, pembina UMKM, dosen, pengelola CSR, pendamping UMKM, dan para penggerak komunitas UMKM, maupun pelaku UKM.

Victoria br Simanungkalit selaku deputi di Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM mengungkapkan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menggerakkan UMKM, mereka membutuhkan kontribusi dan kolaborasi dari berbagai stakeholder elemen sosial seperti sektor swasta, pengusaha, akademisi, asosiasi usaha maupun komunitas atau lembaga pendampingan UMKM. Untuk dapat mencetak UKM yang mandiri serta mampu bersaing dalam pasar global, diperlukan pengembangan UMKM yang tangguh melalui edukasi, membina serta mementori UKM untuk dapat memiliki pengembangan wawasan dan keterampilan. Kualitas ekspor merupakan hal terpenting karena selain untuk meningkatkan nilai ekspor yang terpenting lagi juga dapat mempertahankan pasar Indonesia yang dapat menjadi incaran produk luar. Karena masih banyak produk UMKM yang masih belum terpenuhi standart kualitasnya baik dalam kemasan produk hingga pentingnya memahami tata cara ekspor mandiri.

Selain itu, dengan adanya pelatihan ini diharapkan para mentor dapat memeberikan pendampingan para UKM ekspor untuk dapat bersaing di pasar global dengan strategi 3 Go UMKM yakni :

Go Modern

yang artinya para pelaku UKM dapat memiliki jiwa entrepreneurship dengan dapat mengembangkan inovasi, memiliki orientasi naik kelas serta dengan mengelola usahanya secara profesional.

Go Digital

yang artinya para pelaku UKM memiliki toko online di e-commerce dan bergabung di platform informasi digital.

Go Global

yang artinya para pelaku UKM dapat mengikuti marketplace global, pameran internasional serta dapat memberikan kontribusi melalui ekspor produk-produk unggulan.

Sebagai tempat untuk membentuk suatu media bagi UKM agar dapat mengakses 3M (Money, Market dan Mentorship) dan juga untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas dan dapat mendorong UKM untuk dapat naik kelas. Kegiatan ini dibagi menjadi 6 sisi dengan beberapa tema antara lain : 

  • UMKM Go Global melalui 3M AMEN
  • Peluang Pasar Global UKM dan Cara Menembusnya
  • Cara Mencari Buyer
  • Kalkulasi Harga Ekspor
  • Dasar-Dasar Mentorship dan Menyusun Rencana Kerja
  • Implementasi dan Pelaporan Mentorship

Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read217543/kemenkop-dan-ukm-bersama-elemen-sosial-latih-pendamping-ukm-ekspor.html

Kembangkan Bisnis UKM dengan Biaya Promosi Yang Murah

Kembangkan Bisnis UKM dengan Biaya Promosi Yang Murah

Kembangkan Bisnis UKM dengan Biaya Promosi Yang Murah

Saat ini untuk mengembangkan bisnis yang pertama perlu dilakukan yakni pemasaran. Untuk mengenalkan produk kita kepada konsumen salah satunya yakni melalui marketing, maka memang saat ini banyak pelaku bisnis yang menghabiskan banyak uangnya untuk melakukan pemasaran produknya. Namun yang sering kali terjadi bagi para pelaku bisnis UKM adalah besarnya biaya promosi yang tidak sebanding. Lantas bagaimana cara pelaku UKM untuk melakukan pemasaran produknya? Berikut ulasannya

Yang pertama yakni dengan memanfaatkan media sosial. Pemasaran ini tidak mengeluarkan banyak biaya, pasalnya anda hanya membutuhkan koneksi internet dan sebuah smartphone yang pastinya semua orang saat ini sudah memilikinya. Setelah itu anda hanya perlu membuat akun sosial media khusus untuk bisnis yang Anda jalankan. Sesuaikan merk produk dengan nama akunnya untuk memudahkan konsumen saat mencari profil bisnis anda. Lewat sebuah profil, konsumen dapat membaca ulasan, testimoni, ataupun mengecek produk-produk terbaru Anda.

Yang kedua yakni dengan memaksimalkan layanan iklan gratis yang ada di sosial media tersebut. Media sosial seperti Instagram kini telah menyediakan fitur untuk promosi secara gratis. Caranya dengan menghubungkan akun Instagram ke akun Facebook untuk beralih ke akun bisnis. Pastikan Anda mengelola sebuah halaman di Facebook, sehingga proses ini berjalan lancar. Jika belum memiliki halaman Facebook sendiri, Anda bisa membuatnya dalam waktu 5-10 menit saja. Setelah pembuatan halaman berhasil, lakukan promosi agar akun Instagram bisnis Anda muncul di timeline para pengguna Instagram.

Yang ketiga yakni anda dapat membuat kontes giveaway di media sosial anda. Untuk memasarkan produk anda dapat dengan meningkatkan partisipasi pengguna sosial media anda seperti di instagram. Untuk yang pertama anda tidak harus mengeluarkan biaya yang langsung besar, anda dapat memberikan give away dengan nilai yang kecil-kecil saja namun tetap menarik supaya banyak konsumen yang menunggu giveaway selanjutnya dan tetap staytune di sosial media anda. Dengan begitu anda dapat memasarkan produk anda dengan mudah karena sedikit banyak masyarakat sudah mengenal produk anda.

Yang keempat yakni dengan menjadi sponsor untuk kegiatan tertentu. Tips ini sangat ampuh untuk menarik perhatian publik, terutama untuk acara-acara besar seperti seminar dan pelatihan. Menjadi sponsor di sini bukan berarti mensponsori rangkaian acara secara keseluruhan, tetapi ikut berpartisipasi memberikan dana dalam konteks “sesuai kemampuan” saja. Misalnya adalah memberi bantuan seminar kit dalam acara wawancara di kampus. Cukup bermodal Rp 500 ribu, logo atau banner bisnis Anda akan tertempel di pamflet atau poster acara seminar tersebut. Dengan begitu, bisnis Anda akan dikenal oleh orang lain, atau mungkin malah diajak bekerja sama untuk acara yang akan datang.

Yang kelima yakni dengan menempelkan pamflet di pusat keramaian. Terdengar sedikit kuno, tetapi cara ini bisa dicoba, apalagi biayanya cukup ekonomis. Buatkan desain logo bisnis Anda sekreatif mungkin, lalu cetak dan tempelkan di berbagai pusat keramaian, misalnya jalan raya, kafe, atau tiang listrik. Tapi perlu diingat, menempel pamflet atau stiker tidak boleh sembarangan. Mintalah izin kepada pihak berwenang atau masyarakat setempat terlebih dahulu, agar Anda tidak disangka mengotori lingkungan.

Sumber : https://www.suara.com/bisnis/2018/11/15/201632/punya-bisnis-ukm-ini-6-cara-agar-biaya-promosi-murah

Penyebab Pasifnya Pertumbuhan UMKM di Indonesia

Penyebab Pasifnya Pertumbuhan UMKM di Indonesia

Penyebab Pasifnya Pertumbuhan UMKM di Indonesia

Dewi Meisari Haryanti selaku Associate Director UKM Center Universitas Indonesia menjelaskan bahwa Usaha Mikro Kecil menengah khususnya usaha mikro di Indonesia memiliki potensi bisnis yang sangat besar, feasible dan sustainable. Namun sektor ini tidak menarik dimata perbankan. Hal tersebut lantaran sulit ya akses modal untuk pengembangan usaha, karena pola transaksi mereka yang kecil-kecil, sering dan berputar cepat sehingga sulit untuk mengakumulasi laba atau aset. Padahal, Usaha mikro adalah usaha yang perputaran usahanya sampai dengan Rp 300 juta per tahun. Jadi kalau dalam satu tahun ada 300 hari kerja efektif, maka penghasilan rata-rata maksimum adalah Rp 1 juta per hari. Yang termasuk dalam skala ini adalah pedagang kaki lima (PKL), tukang ojek, atau anak-anak muda yang suka berdagang di online shop.

Namun pertumbuhannya bisa dibilang stagnan. Karena, perputaran uangnya itu telalu cepat, dapat uang hari ini, besok sudah dibelanjakan lagi. Jadi mereka tidak sempat menabung. Hal ini membuat pertumbuhan UMKM di Indonesia stagnan karena kesulitan mendapatkan modal. Makanya beruntung ada Fintech. Lebih cepat mendapatkan modal. Menurutnya, kemudahan prosedur yang dihadirkan oleh Fintech sangat membantu UMKM terbukti dengan peningkatan akun borrower hampir 600 persen periode Januari sampai September 2018. Agunan bisa diganti dengan rekomendasi kelompok, adanya pembina atau koperasi sebagai penjamin dan bahkan rekam jejak borrower yang tersimpan baik di sistem dapat berperan sebagai agunan. Jadi dengan adanya perkembangan Fintech ini, diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku UMKM di Indonesia. Sehingga sektor ini bisa membantu mendongkrak perekonomian di Indonesia. Hal tersebut juga bisa mengurangi jerat rentenir yang marak di daerah-daerah pelosok. Jadi tidak usah lagi pinjem ke retenir, kalau pinjam ke fintech pelaku usaha bisa berusaha dengan nyaman.

Sumber : https://www.suara.com/bisnis/2018/12/11/151038/alasan-pertumbuhan-umkm-di-indonesia-tumbuh-stagnan

Bunga Rendah Dari LPDB Membantu Koperasi Monjari 45

Bunga Rendah Dari LPDB Membantu Koperasi Monjari 45

Bunga Rendah Dari LPDB Membantu Koperasi Monjari 45

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Monjari 45 bersyukur mendapat fasilitas pinjaman dana bergulir dengan bunga rendah yang diberikan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM). Fasilitas ini secara langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh para anggota koperasi Monjari 45. Hal itu disampaikan oleh Ketua KSP Monjari 45, Sutrisno, kepada wartawan, di sela-sela menerima kunjungan kerja tim LPDB ke pasar Notoharjo Solo, Kota Surakarta, beberapa waktu lalu.

Yang mana dana pinjaman LPDB ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi koperasi kami, tapi juga bagi para anggota koperasi Monjari 45. Bunga yang diberikan sangat rendah, sehingga kami dapat menjual kembali kepada anggota dengan bunga yang rendah juga. Koperasi Monjari 45 bukan semata-mata mengutamakan keuntungan, tapi bagaimana anggota menjalankan usahanya dengan mudah dan berkembang. Dengan membesarkan koperasi ini, Sutrisno bertekad memperkecil adanya rentenir yang sangat 'mencekik' masyarakat. Koperasi ini diharapkan menjadi pilihan masyarakat, supaya masyarakat tidak lagi terjerat rentenir, tidak ke koperasi saya ya ke koperasi yang lain tidak masalah, asal bukan ke rentenir.
Koperasi yang pada awalnya hanya mempunyai aset sekitar Rp 200 juta dan hanya mampu membiayai sekitar 50 anggota itu, kini mampu mengelola aset sebesar Rp 5 miliar dan bisa membiayai 2 ribu anggota yang merupakan pelaku UKM di Kota Surakarta, dengan rata-rata pinjaman sebesar Rp 25 juta per anggota.Sejauh ini, koperasi yang berlokasi di Pasar Notoharjo Solo ini sudah menerima fasilitas pinjaman dana bergulir kurang lebih Rp 5 miliar dan berharap dapat kembali mendapatkan fasilitas dana bergulir demi memenuhi kebutuhan anggotanya.

Sumber : https://www.suara.com/news/2018/12/05/140000/koperasi-ksu-monjari-45-terbantu-dengan-bunga-rendah-lpdb

LPDB KUMKM Koordinasi Dengan KPKNL Untuk Menyelesaikan Piutang Pembiayaan

LPDB KUMKM Koordinasi Dengan KPKNL Untuk Menyelesaikan Piutang Pembiayaan

LPDB KUMKM Koordinasi dengan KPKNL
untuk menyelesaikan piutang pembiayaan

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) menyelesaikan pinjaman/pembiayaan yang telah digulirkan kepada para mitra. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan fungsi pengamanan dan mengoptimalkan upaya penanganan maksimal terhadap mitra-mitra dengan klasifikasi E (Macet). Koordinasi dengan KPKNL ini dapat mengatasi secara baik dan optimal para mitra berkualifikasi E tersebut. Selain itu koordinasi ini juga membahas secara menyeluruh prosedur pengurusan piutang negara oleh pihak KPKNL, baik berupa aturan-aturan yang berlaku maupun dampak-dampak yang timbul sebagai akibat dari proses pengurusan piutang negara.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) menyelesaikan pinjaman/pembiayaan yang telah digulirkan kepada para mitra. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan fungsi pengamanan dan mengoptimalkan upaya penanganan maksimal terhadap mitra-mitra dengan klasifikasi E (Macet). Koordinasi dengan KPKNL ini dapat mengatasi secara baik dan optimal para mitra berkualifikasi E tersebut. Selain itu koordinasi ini juga membahas secara menyeluruh prosedur pengurusan piutang negara oleh pihak KPKNL, baik berupa aturan-aturan yang berlaku maupun dampak-dampak yang timbul sebagai akibat dari proses pengurusan piutang negara.

Harapannya output dari rapat koordinasi ini dapat menentukan strategi dan langkah-langkah yang tepat dan efektif terhadap mitra bermasalah yang berpotensi dilakukan pengurusan piutang negara melalui KPKNL dalam rangka pengamanan keuangan negara. Salah satu komitmen LPDB adalah menjalankan proses, mulai dari review analisa sampai dengan komite, SP3 dan akad kredit dengan cara prosedural. Untuk ke depannya harus tertib administrasi, SOP harus dijalankan secara benar. Sistem pengawasan internal juga akan terus dilibatkan untuk meyakinkan, apa yang kita lakukan sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada. Di tempat yang sama, Direktur Pengembangan Usaha LPDB KUMKM, Iman Pribadi mengungkapkan, piutang yang bermasalah dan sudah tidak bisa ditagih lagi harus dialihkan ke Kementerian Keuangan.

Yang harus kita tingkatkan adalah koordinasi dan komunikasi. Acara seperti ini penting, namun ke depan harus dilakukan di daerah masing-masing dan memberdayakan dinas untuk mengetahui database koperasi. Total penyerahan berkas piutang negara atas nama LPDB-KUMKM yang telah dilakukan penanganan/pengurusan oleh KPKNL sejumlah 301 berkas piutang, yang tersebar ke 50 KPKNL dalam 16 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Sebanyak 260 berkas masih dalam proses pengurusan, 3 berkas telah terbit PSBDT (Piutang Sementara Belum Dapat di Tagih), 10 berkas dinyatakan selesai/lunas, 8 berkas dikembalikan dan 20 berkas ditolak.

Hadir pada acara tersebut para Direksi LPDB KUMKM, Kepala Seksi Piutang Negara I C Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain DJKN Kementerian Keuangan, para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI, para Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Bank Jateng, Jamkrida Jateng dan lain-lain.

Sumber : https://www.suara.com/bisnis/2018/12/13/102627/selesaikan-piutang-pembiayaan-lpdb-kumkm-koordinasi-dengan-kpknl

KSU Rejosari Menjadi Koperasi Percontohan Untuk Meningkatkan Perekonomian

KSU Rejosari Menjadi Koperasi Percontohan Untuk Meningkatkan Perekonomian

KSU Rejosari Menjadi Koperasi Percontohan Untuk Meningkatkan Perekonomian

Koperasi yang dibentuk pada bulan April 1988 ini atas desakan ekonomi rakyat dan fokus pada unit simpan pinjam. Berkat komitmen kepatuhan tinggi serta pinjaman modal dana bergulir yang diberikan LPDB-KUMKM, koperasi ini berhasil mendapatkan beberapa keuntungan. Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil (LPDB-KUMKM) terbukti mampu membawa perubahan ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya terlihat dari perkembangan yang terjadi di Koperasi Serba Usaha (KSU) Rejosari yang terletak di Jalan Swadaya, Rejosari, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau.

Salah satu keuntungan yang didapat yaitu adanya kenaikan omzet pesat. Pada awal terbentuk KSU Rejosari, omzet yang didapatkan hanya Rp 94.500. Hingga saat ini nilainya sudah hampir mencapai 7 miliar. Selain itu, kenaikan jumlah anggota juga menunjukkan peningkatan yang diraih oleh KSU Rejosari. Sebelum mendapatkan bantuan dana pemerintah, anggota awal berjumlah 127 orang. Saat ini anggota sudah mencapai 320 orang. Hasil itu telah mewujudkan capaian yang maksimal, Rejosari sudah memiliki aset dan sertifikat serta sudah membangun gedung 2 lantai dengan ukuran 10x18 m. Semuanya adalah bantuan dana dari pemerintah yang kami bangun dengan penguatan modal. Capaian itu tidak terlepas dari peran LPDB-KUMKM yang telah menyalurkan dana bergulir kepada KSU Rejosari pada tahun 2011 dengan suntikan dana yang diberikan sebesar Rp 500 juta. Hingga terakhir yang diberikan di tahun 2014 sebesar Rp 3 miliar. Dalam kurun waktu 21 tahun perjalanan koperasi ini sudah menorehkan sejumlah kemajuan. Pada 2016 meraih penghargaan dari Walikota Pekanbaru sebagai Koperasi Terbaik se-Indonesia dengan aset lebih dari Rp 6,8 miliar.

KSU Rejosari ini menjadi role model di Kota Pekanbaru. Koperasi ini telah menjadi contoh bagi koperasi lain yang berada di luar pulau, yaitu Sumatra dan Jawa. Mereka mengadakan studi banding di KSU Rejosari dengan tujuan mempelajari bagaimana menyatukan persepsi setiap anggota, sehingga mampu memajukan koperasi. Harapan tinggi kepada LPDB kedepannya, hendaknya LPDB yang kita dambakan sebagai lembaga keuangan yang berpihak pada koperasi untuk Indonesia dapat memberikan kemudahan peminjaman, terutama kepada koperasi yang sudah dijamin sehat agar dipermudah dan bunganya diperkecil lagi.

Sumber : https://www.suara.com/news/2019/02/12/095349/tingkatkan-perekonomian-koperasi-rejosari-jadi-percontohan-daerah-lain

Dukungan Menaker untuk Pendirian Koperasi Pekerja

Dukungan Menaker untuk Pendirian Koperasi Pekerja

Dukungan Menaker untuk pendirian Koperasi Pekerja

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mendorong pendirian dibentuknya koperasi pekerja yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh Indonesia dan menjadi lembaga yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Melalui koperasi pekerja, Hanif optimistis pekerja buruh semakin cepat memperoleh peningkatan kesejahteraan dan terorganisir ekonominya secara lebih baik. Hanif Dhakiri berpendapat pekerja atau buruh memiliki kontribusi besar untuk menopang perekonomian negara. Selain sebagai penggerak ekonomi, tapi juga pelaku utama pembangunan. Jumlah buruh/pekerja yang sangat besar, menjadi salah satu kekuatan utama dalam menentukan arah perekonomian negara secara keseluruhan.

Untuk membangun kemandirian ekonomi dan mensejahterakan pekerja/buruh, maka sangat positif dibentuknya koperasi pekerja. Adi Mahfud yang didampingi oleh Joko Santoso (Ketua Dewan Pengawas), Adi Setianto selaku penasehat (mantan Direktur BTN dan BNI), Bibit (Bendahara/KSPSI), Surnadi (Sekum/KSBSI), Dani (Sekum/Apindo), Indrayana (KSPN) dan Tukino (mantan GM TI BNI) menyatakan KOPBI merupakan KOPBI merupakan koperasi konsumen berskala nasional dengan jasa pendukung distribusi, pemasaran, transportasi dan simpan pinjam. Adi Mahfud mengatakan visi KOPBI ingin menjadikan koperasi yang terpercaya dengan memberikan manfaat lebih dan bernilai terhadap pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan para Anggota serta turut berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara misi KOPBI ingin memberikan pelayanan prima kepada pelanggan dan anggota, menyediakan produk dan jasa pangan, papan, kebutuhan utama para anggotanya dengan harga dan kualitas yang bersang. KOPBI juga ingin menyediakan produk dan jasa pembiayaan yang komprehensif, kompetitif, mudah diperoleh dan aman sesuai kebutuhan anggotanya. Saat ini jumlah koperasi pekerja di seluruh Indonesia terdapat 4.441 unit, dengan total jumlah anggota sebanyak 362.949 pekerja/buruh. Terdiri dari 302.160 anggota pekerja laki-laki dan 60.789 perempuan.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4435977/menaker-dorong-pendirian-koperasi-pekerja