OJK Evaluasi Sistem IT Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menunggu hasil pemeriksaan teamnya yang terjun langsung ke PT Bank Mandiri Tbk yang mana rencana penyelesaiannya akan berakhir pada minggu ini. Hal tersebut sebagai bentuk tindak lanjut atas kejadian kesalahan data saldo rekening nasabah perseroan yang terjadi beberapa waktu silam.

Hizbullah selaku Kepala Departemen Pengawasan Bank I OJK menegaskan bahwa team dari instansinya memeriksa sistem informasi dan teknologi (IT) Bank Mandiri mulai senin 20 Juli lalu. Target penyelesaian proses pemeriksaan tersebut hingga 10 hari dan harapannya akan membawa hasil pada hari Jumat 2 Agustus minggu ini. Berdasarkan pemeriksaan sementara, penyebab kesalahan data saldo nasabah adalah malfungsi pada perangkat keras (hardware) pada waktu peralihan sistem. 

Probabilitas kejadiannya sebenarnya sangat kecil namun ternyata terjadi pada Bank Mandiri. Apabila ternyata ada kesalahan manusia (human error), OJK dapat menjatuhkan sanksi berupa surat peringatan. Bahkan, jika terbukti kelalaian dilakukan secara sengaja untuk disalahgunakan (fraud) pihak terkait bisa terancam sanksi pidana. Tim yang diturunkan OJK juga bertugas membantu perseroan untuk memastikan keandalan dan keamanan sistem IT yang dioperasikan. Hizbullah mengungkapkan begitu ada kejadian perubahan saldo nasabah, OJK langsung menjalankan fungsi pengawasan dengan langsung mengklarifikasi ke Bank Mandiri.

OJK juga meminta perseroan untuk memastikan sistem IT yang digunakan sekarang aman untuk ke depannya. Terlebih, perbankan mulai masuk ke era digital. Lebih lanjut, Hisbullah juga meminta seluruh perbankan untuk selalu memperbarui dan menyempurnakan sistem IT-nya. Hal itu dilakukan untuk menjamin keamanan dan mengantisipasi serangan siber. Sebagai informasi, kesalahan sistem Bank Mandiri pada Sabtu 20 Juli yang berimbas pada perubahan saldo rekening milik sekitar 1,5 juta nasabahnya. Perubahan saldo yang terjadi ada yang berkurang dan ada yang bertambah dari yang semestinya. Manajemen perseroan menyatakan telah memulihkan seluruh sistemnya dan menjamin dana nasabah tetap aman.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190729141424-78-416435/