Relokasi Industri China ditampung di Jateng dan Batam

Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator bidang Kemaritiman menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan dua lokasi untuk menampung industri yang melakukan relokasi dari China, yang mana kedua daerah tersebut adalah Jawa Tengah dan Batam. Ia melanjutkan bahwa perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadikan iklim investasi di negara tersebut tidak kondusif. Dengan naiknya bea masuk Amerika Serikat atas impor produk China, seluruh proyek investasi riil disana tidak dapat melakukan ekspor dengan leluasa. Sehingga, perusahaan di China akan merelokasi fasilitas produksinya ke negara lain agar ekspornya tetap bisa berdaya saing, dan salah satu negara yang diincar perusahaan-perusahaan tersebut adalah Indonesia.

Luhut sangat optimis akan banyak perusahaan yang merelokasi fasilitas produksinya dari China ke Indonesia seiring tensi perang dagang yang semakin hari semakin bengis. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China memasuki bab baru bulan ini setelah Amerika Serikat telah menaikkan tarif bea impor China yang sebelumnya hanya 10% menjadi 25% untuk impor senilai US$200 Juta. Harapannya beberapa produk elektronik seperti ponsel pintar, komputer dan yang lainnya yang dapat masuk ke Indonesia.

Kedepannya, relokasi dari China ke Indonesia akan digabungkan dengan Amerika Serikat yang kemudian akan dijadikan Perusahaan Patungan (Joint Venture). Dengan demikian Luhut ingin menjadikan Indonesia suaka bagi perusahaan Amerika Serikat dan China yang tidak rela jika menjadi korban perang dagang antara dua pemerintahan tersebut.

Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190530173519-92-399836/