Target Penyaluran Dana LPDB di Tahun 2019

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) memberikan target untuk penyaluran dana bergulir di tahun 2019 ini sebesar Rp.1,5 triliun, yang terdiri dari Rp.975 miliar untuk pembiayaan konvensional dan Rp.525 miliar untuk pola syariah. Yang mana penyaluran dana bergulir ini lebih memprioritaskan sektor produktif.

Pernyataan tersebut di sampaikan oleh Braman Setyo, selaku Direktur Utama LPDB-KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM, dalam kegiatan “Sosialiasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir LPDB-KUMKM”, di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Yang juga turut hadir dalam acara tersebut di antaranya : Irianto Lambrie selaku Gubernur Kaltara dan Yuana Setyowati, selaku Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Selain itu hadir pula Jaenal Aripin, selaku Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM, Krisdianto Sudarmono, selaku Direktur Bisnis LPDB-KUMKM, Ahmad Zabadi, selaku Kepala Biro Perencanaan Kementerian Koperasi dan UKM, Rita Ratina Irianto selaku Ketua Dekranasda Kaltara, Hartono selaku Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltara, serta 200 pelaku usaha koperasi dan UMKM Kaltara.

Untuk pola penyaluran, Braman mengatakan akan bekerja sama dengan dinas-dinas yang membidangi koperasi dan UMKM. Selain untuk memperkuat permodalan bagi koperasi dan UMKM, penyaluran dana bergurlir juga bertujuan untuk memperkuat peran koperasi dan UMKM dalam mendukung upaya perluasan kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan.

Kaltara merupakan salah satu provinsi yang minim menyerap pembiayaan dana bergurlir LPDB-KUMKM. Hingga saat ini, total penyaluran dana bergulir di provinsi termuda di Indonesia ini baru Rp12 miliar.

Untuk itu, LPDB-KUMKM menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis ini untuk menggaet pelaku usaha koperasi dan UMKM dalam mengakses dana bergulir lebih banyak lagi.

Pada 2018, LPDB-KUMKM menyiapkan dana bergulir untuk Kaltara sebesar Rp.100 miliar. Namun minimnya respons dari mitra akhirnya realisasinya jauh dari target, yakni hanya 5 proposal pengajuan yang masuk dalam tahap analisis dan 13 proposal lainnya harus dikembalikan, karena tidak memenuhi syarat pengajuan, salah satunya terkait laporan keuangan.

Pada kesempatan yang sama, Irianto menyatakan bahwa ia mengakui, masalah sumber daya manusia (SDM) yang rendah mempengaruhi tingkat penyerapan dana bergulir. Demi menindaklanjuti sosialisasi dan bimtek LPDB-KUMKM, ia menginstruksikan Disperindagkop dan UMKM Kaltara untuk membuat pelatihan peningkatan SDM bagi pelaku usaha koperasi dan UKM. Sejak ditetapkan sebagai salah satu daerah otonomi baru pada 2018, Kaltara sedang berupaya untuk membangun pondasi ekonominya, dengan mengoptimalkan peran koperasi dan UMKM.

Sumber : https://www.suara.com/bisnis/2019/01/24/084350/pada-2019-lpdb-targetkan-penyaluran-dana-bergulir-rp15-t-di-kaltara