fbpx

Tips Memutar Modal Untuk Usaha Di Tengah Pandemi

By LUSIANA DARMAWAN

Lesunya perekonomian membuat marak penutupan usaha di berbagai sektor. Penutupan ini berujung kehilangannya mata pencaharian sebagian orang. Tak sedikit yang mulai putar otak untuk mengakali pendapatan di tengah pandemi ini. Salah satunya banting setir usaha. Langkah ini diambil agar tak terus menerus meratapi isi dompet yang kian menipis.

Lusiana Darmawan selaku Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning menyampaikan bahwa pemasukan baru dapat diciptakan jika jeli melihat kesempatan di tengah pandemi virus corona saat ini. Peluang usaha pun bisa dicari sesuai dengan musimnya.

Lusi mencontohkan memasuki bulan Ramadan dan menjelang Lebaran seperti saat ini. Ia menyarankan untuk merambah ke bisnis kuliner baik menjual kue-kue kering, menu berbuka puasa, hingga parsel khas Lebaran. Pasalnya, produk-produk ini diperkirakan akan banyak yang memburu beberapa pekan ke depan. Namun, sebelum memulai bisnis, Lusi menyarankan untuk mencermati kondisi keuangan serta bisnis yang hendak dijamah.

Dia juga menyarankan untuk memulai bisnis dari kecil, tak perlu muluk-muluk dan juga cari tahu ukuran pasar yang ada. Dengan demikian, kalkulasi pun akan lebih mudah dilakukan. 
Lusi memberikan tip lainnya yakni dengan mencari tahu target pasar atau calon pembeli, pemasaran bisa dimulai dari keluarga, kerabat, mau pun tetangga. Sementara untuk modal, tak perlu pusing-pusing cari keluar. Menurut Lusi, peralatan masak di rumah seperti kompor, oven, bahan masakan, rempah-rempah, dan lainnya dapat digunakan sehingga tak perlu merogoh kocek untuk beli baru. Apa lagi, jika harus sampai mengambil pinjaman demi memulai bisnis. Lusi menyebut sebaiknya hindari pinjaman selama pemasukan tidak stabil, terutama dari pihak ketiga yang akan menjadi beban di kemudian hari. Namun jika tak memiliki tabungan untuk dijadikan modal awal, siasatnya ialah dengan mendata aset menganggur yang dapat diuangkan.

Untuk meminimalisir kerugian jika bisnis tak sesuai harapan, jualan dapat dimulai dengan sistem pre-order (PO) ke kerabat terdekat sehingga kue-kue yang dibuat tak berlebih dan sesuai dengan pesanan. Keuntungan yang didapat pun dapat dimanfaatkan menjadi modal. Namun, bagaimana untuk mereka yang sama sekali tak memiliki uang simpanan atau dana menganggur sebagai modal? Lusi bilang, modal dapat dihimpun dari sistem pembayaran uang muka (down payment) sebagian atau lunas sekaligus. Dengan begitu, uang yang masuk di muka dapat dibelanjakan sebagai bahan masakan. Dalam memulai usaha tak selalu harus dilakukan secara mandiri, orang-orang terdekat pun dapat diajak dalam bentuk usaha bersama (joint venture). Tak hanya meringankan biaya modal, cakupan pasar pun dapat bertambah luas. Untuk pemasarannya, sosial media dapat dijadikan pilihan. Selain mudah dan murah, jangkauan pemasaran online pun tak terbatas.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200429105838-83-498349/