Upaya Kemenkop dan OJK Dalam Restrukturisasi KUMKM di Daerah Bencana Alam

kementerian_koperasi_dan_ukm_2018_03_16_155856_small

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengan (Kemenkop-UKM) rencananya akan melakukan restrukturisasi karena adanya beberapa daerah yang terkena dampak bencana alam seperti erupsi dunung merapi dan tsunami seperti di Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah yang berimbas pada keberlangsungan usaha Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) pada daerah tersebut. Abdul Kadir Damanik selaku deputi bidang restukrisasi usaha kemenkop dan UKM menyampaikan dalam upaya restrukturisasi ini khususnya adalah KUMKM yang memiliki pinjaman kepada lembaga keuangan. Kewenangan dalam upaya ini sepenuhnya dimiliki oleh OJK, kemenkop hanya mengajak OJK untuk berupaya membantu nasib KUMKM di wilayah tersebut. Perlakuan terhadap KUMKM terdampak bencana juga diserahkan kepada masing-masing bank atau lembaga keuangan, khususnya yang berfungsi sebagai penyalur KUR. Menurutnya bisa saja bank mengeluarkan kebijakan seperti perpanjangan masa kredit, pengurangan suku bunga kredit, dan sebagainya. Bahkan, OJK membolehkan bank untuk memberikan kredit baru bagi KUMKM terdampak bencana. Itu mungkin langkah-langkah restrukturisasi usaha bagi KUMKM yang bisa dilakukan bersama.

Hasilnya dalam Provinsi Bali, jumlah debitur KUR sebanyak 24,955 unit dengan outstanding Rp2,2 triliun telah direstrukturisasi sebanyak 84 debitur dengan outstanding Rp61 miliar. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), jumlah debitur KUR 12,214 unit dengan outstanding Rp227 miliar telah direstrukturisasi sebanyak 6,365 debitur dengan outstanding Rp107,9 miliar.

Sedangkan, jumlah debitur non KUR sebanyak 11,682 unit dengan outstanding Rp1,17 triliun telah direstrukturisasi sebanyak 4,457 unit dengan outstanding Rp634,6 miliar. Di Sulawesi Tengah (Sulteng), jumlah debitur KUR 57,443 unit dengan outstanding Rp1,32 triliun telah direstrukturisasi sebanyak 9,805 debitur dengan outstanding Rp283,3 miliar.

Selanjutnya jumlah debitur non KUR sebanyak 43,467 unit dengan outstanding Rp3,82 triliun telah direstrukturisasi sebanyak 12,520 unit dengan outstanding Rp2,38 triliun. Sementara di Banten, jumlah debitur KUR 1.077 unit dengan outstanding Rp16,3 miliar. Sedangkan, jumlah debitur non KUR sebanyak 411 unit dengan outstanding Rp39,4 miliar. Di Lampung, jumlah debitur KUR 82 unit dengan outstanding Rp2,9 miliar. Jumlah debitur non KUR sebanyak 99 unit dengan outstanding Rp6 miliar.

Sementara realisasi kegiatan penanganan dampak bencana oleh Kemenkop pada 2018, di antaranya memberikan bantuan pemerintah sebesar Rp450 juta kepada 100 KUKM yang terdampak bencana di tiga Kabupaten di Aceh (Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun). Kedua, menyelenggarakan berbagai kegiatan Bimbingan Teknis di NTB, di antaranya pelatihan anyaman berbahan baku ketak bagi 30 UMK.

Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/1374867/34/kemenkop-ojk-restrukturisasi-kumkm-di-wilayah-bencana-1548858931