KUR terserap hingga 97,21% berkat tumbuhnya UMKM

Peranan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di perekonomian nasional terhitung cukup besar. Pada tahun 2018, jumlah tersebut mencapai 99,9% dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 97% (diolah dari BPS Juni 2018). Saat ini, UMKM menyumbang hingga 60,34% untuk Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Dengan demikian, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM Imendorong berbagai program yang diciptakan untuk memfasilitasi UMKM agar naik kelas.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, Yuana Sutyowati mengatakan, bahwa selain memberikan sumbangsih yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia, UMKM juga merupakan salah satu solusi untuk mengurangi ketimpangan maupun kesenjangan pendapatan masyarakat Indonesia.

“Karena UMKM ini mempunyai ketahanan ekonomi yang tinggi, maka Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus mondorong, menciptakan dan mendukung program pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan.”

Yuana juga menambahkan bahwa beberapa program prioritas nasional Kementerian Koperasi dan UKM khususnya bidang pembiayaan, yang diantaranya yaitu Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Bantuan Pemerintah Bagi Wirausaha Pemula (WP), Program Sertiflkat Hak Atas Tanah (SHAT), dan Program Dukungan Bidang Pembiayaan Lainnya.

Terkait salah satu program tersebut, Yuana menyampaikan, bahwa KUR merupakan program Prioritas Nasional dalam rangka meningkatkan akses pembiayaan UMKM ke lembaga keuangan formal dengan pola penjaminan, sejalan dengan regulasi keberpihakan kepada UMKM. Sejak tahun 2015 KUR menggunakan pola Skema subsidi Imbal Jasa Penjaminan (IJP) dan subsidi bunga.

Sejak tahun 2015 pemerintah melalui Komite Kebijakan KUR memperluas jangkauan KUR dengan mereview kebijakan KUR, seperti penurunan besaran suku bunga KUR tahun 2018 dari 9% menjadi 7% efektif per tahun. Kemudian target penyaluran KUR dinaikan menjadi senilai Rp123,8 triliun, dan Skema Baru KUR. Realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai dengan 31 Desember 2018 yaitu sebesar Rp334,22 triliun yang disalurkan ke 13,89 juta debitur.

Kemudian untuk penyaluran KUR di tahun 2018, Yuana menyampaikan, sampai dengan 31 Desember 2018 sudah mencapai Rp120,08 atau (97,21% dari target tahun 2018 sebesar Rp123,8 triliun) dengan 4.440.028 debitur. Penyaluran KUR masih didominasi untuk skema KUR Mikro (61,34%) diikuti dengan skema KUR kecil (38,18%) dan KUR TKI (0,48%).

Penyalur KUR sampai dengan tahun 2018 sebanyak 42 lembaga keuangan dari 36 lembaga perbankan dan 6 LKBB termasuk diantaranya 2 KSP dengan Lembaga Penjamin KUR sebanyak 11 perusahaan.

Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read212594/umkm-tumbuh-pesat-kur-terserap-hingga-9721-dari-target.html