Perjanjian Perdagangan Bebas Antara Indonesia dan Negara Teluk

Dr. Abdul Latif bin Rashid Al-Zayani & Retno Marsudi

Ada kemungkinan Indonesia dan Negara-negara teluk akan membuat Perjanjian Perdagangan Bebas karena Hubungan kemitraan keduanya yang selalu meningkat positif. Hal tersebut menjadi poin penting yang timbul dari pertemuan antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dengan Sekretaris Jenderal Gulf Cooperation Council of the Arab States (GCC) Dr. Abdul Latif bin Rashid Al-Zayani, hari Rabu, 28 Agustus 2019 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta.

Yang mana Retno menyampaikan bahwa dalam pembentukan pengaturan kerangka kemitraan ekonomi Indonesia-GCC itu termasuk dalam menjajaki kemungkinan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) diantara keduanya. Hal tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan akses perdagangan dan penurunan hambatan kerjasama ekonomi. Yang pada akhirnya dapat memberikan dorongan dari peningkatan investasi langsung negara-negara Teluk di Indonesia.

Loct : Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (KEMLU), Jakarta.

Dalam 2 tahun terakhir, kemitraan Indonesia dan Negara Teluk dinilai terus berkembang. Adanya peningkatan perdagangan sebesar 40% dari yang sebelumnya pada tahun 2016 sebesar 8,68 Milliar dolar AS dan kini pada tahun 2018 menjadi 12,15 Milliar dolar AS. Dan pada saat yang sama, total investasi Negara Teluk di Indonesia juga mengalami peningkatan sebesar 26% yang mana sebelumnya 60,3 Juta Dolar AS kini menjadi 76,1 Juta Dolar AS.

Sekjen GCC tak hanya dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan Menlu saja melainkan pada hari ini, Kamis 29 Agustus 2019, Ia mengadakan pertemuan dengan BKPM dan Kementerian Perdagangan. Yang mana pada pertemuan tersebut akan membahas sejumlah rencana aktivitas kerjasama untuk disepakati dalam sebuah Joint Plan of Action (JPoA) antara Indonesia dan GCC. Yang mana JPoA tersebut akan melengkapi MoU yang telah ditandatangani dengan beberapa aspek kerjasama yang konkret dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan negara-negara GCC.

Sumber : https://ekbis.rmol.id/read/2019/08/28/401013/