fbpx
DKI Perpanjang PSBB, Bagaimana Dampaknya ke Pergerakan IHSG Hari Ini?

DKI Perpanjang PSBB, Bagaimana Dampaknya ke Pergerakan IHSG Hari Ini?


TEMPO.CO, Jakarta – Pergerakan Indeks harga saham gabungan atau IHSG hari ini diperkirakan bakal terimbas negatif akibat keputusan pemerintah DKI Jakarta memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memprediksi sentimen dari lokal bakal cukup mempengaruhi pergerakan IHSG. “Salah satu faktor yang diperkirakan membuat dana asing keluar adalah penanganan Covid-19 yang lemah dan kasus baru yang terus naik,” katanya seperti dikutip dari siaran pers, Ahad, 27 September 2020.

Perpanjangan PSBB di wilayah DKI Jakarta sampai Oktober, menurut Hans, menjadi sentimen negatif bagi pasar. Sebab, walau kebijakan itu hanya diberlakukan di wilayah ibu kota, Jakarta dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Hans memprediksi IHSG berpeluang menguat pada awal pekan ini dan cenderung melemah di tengah sampai akhir pekan. Indeks diramal bergerak dengan level support 4.820 sampai 4.754 dan resistance 4.978 sampai 5.187 dengan kecenderungan melemah dalam sepekan ke depan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya memutuskan memperpanjang PSBB ketat untuk wilayah ibu kota hingga 11 Oktober 2020. Kebijakan itu telah berlaku terhitung mulai 14 September 2020.

Adapun IHSG pada penutupan akhir perdagangan Jumat pekan lalu menguat 2,13 persen ke level 4.945,791. Rebound terjadi di tengah aksi jual asing yang mencapai Rp 829,60 miliar.

Tercatat, sebanyak 302 saham menguat, 136 terkoreksi, dan 134 stagnan. Total nilai transaksi di seluruh papan perdagangan Rp 7,33 triliun.

Hans Kwee menyebutkan dana asing terlihat terus keluar dari bursa Indonesia. Pihaknya mencatat asing terus melakukan penjualan selama 16 pekan.

“Selama 3 bulan terakhir, asing tercatat melakukan penjualan Rp 28,39 triliun dan bila ditarik dari year to date, asing tercatat keluar Rp 58,42 triliun. Hal ini tentu tidak baik karena investor asing tercatat memiliki 49,95 persen saham non warkat atau scripless,” katanya.

BISNIS

Baca: Sri Mulyani Revisi Proyeksi Perekonomian jadi Minus, IHSG Jeblok ke Level 4.934





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *