fbpx

Isu Vaksin Buat IHSG Makin Kencang Dijalur Hijau


JawaPos.com – Pasar saham Indonesia dibuka menguat pada awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini menguat ke level 5.583. Bahkan sempat berada di level tertinggi 5.607 dan terendah 5.583.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, sebanyak 213 emiten menguat, 76 emiten melemah dan 188 emiten stagnan. Mayoritas investor asing memborong saham dengan nilai pembelian netto sebesar Rp62,10 miliar dengan volume 237.165 saham.

Seluruh sektor bergerak menguat. Sektor konsumer melaju 0,70 persen menjadi 1.869, perkebunan bertambah 0,20 persen menjadi 1.240, dan manufaktur meningkat 0,82 persen menjadi 1.289, infrastruktur melonjak 1,80 persen menjadi 952, dan properti naik 0,59 persen menjadi 354.

Sektor sektor pertambangan melompat 1,08 persen menjadi 1.579, aneka industri meningkat 1,03 persen atau 1.018, keuangan naik tipis 0,18 persen menjadi 1.275, industri dasar melaju 0,91 persen menjadi 843 dan perdagangan naik 0,46 persen menjadi 661.

Direktur Anugerah Mega Investasma Hans Kwee mengatakan, isu vaksin masih memberikan pengaruh kepada pergerakan pasar keuangan. Sebab, minggu lalu pasar sangat positif akibat kemajuan ke efektivitasan vaksin Covid-19.

Data final vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech menunjukkan efektif 95 persen mencegah virus tersebut. Vaksin yang diberi nama BNT162b2 terbukti efektif melawan virus Covid-19 setelah 29 hari pemberian dosis pertama dan dinyatakan konsisten di semua umur, ras, dan etnik. Untuk usia lanjut vaksin ini juga efektivitas sampai lebih dari 94 persen.

Moderna juga merilis data awal bahwa vaksinnya menunjukan efektivitas 94,5 persen, serta Rusia yang mengklaim vaksin eksperimental dari hasil uji coba tahap akhir dengan jumlah pegetesan besar efektif lebih dari 90 persen.

“Vaksin menimbulkan harapan ekonomi dunia akan segera pulih di semester dua 2021,” ujarnya dalam pesan singkatnya, Senin (23/11).

Menururnya, Vaksin Covid-19 dari Moderna memberikan harapan yang lebih besar karena dapat tetap stabil pada suhu 36 hingga 46 derajat Fahrenheit. Suhu ini merupakan suhu standar lemari es rumah atau medis dan dapat disimpan hingga 30 hari. Bila suhu negative 4 derajat Fahrenheit maka vaksin ini dapat disimpan hingga enam bulan. Sebelumnya Vaksin Pfizer membutuhkan suhu penyimpanan minus 94 derajat Fahrenheit, sehingga akan mempersulit pendistribusian vaksin.

“Harapkan vaksin yang efektif dan mudah distribusikan membawa harapan pandemi Covid-19 akan berlalu,” tuturnya.

Selain itu, hasil uji coba vaksin beberapa perusahaan di atas akan diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM (FDA) Amerika Serikat untuk disetujui. Pfizer telah mengumpulkan data keamanan selama dua bulan dari 19.000 subjek studi yang diminta oleh FDA tetapi sampai saat ini masih meninjau hasil pengujian.

Moderna masih menunggu lebih banyak data yang menunjukan vaksin aman dan tinjauan peraturan di Amerika Serikat sebelum disahkan untuk penggunaan darurat pada bulan Desember.

Akhir tahun ini Pfizer memperkirakan ada 50 juta dosis vaksin sedangkan Moderna ada 60 juta dosis vaksin tersedia. Vaksin baru tersedia untuk keperluaan darurat dan masih menunggu pengesahan untuk pemakaian umum dan masal.

Di Indonesia sendiri, konsumsi masyarakat atau rumah tangga menyumbang lebih dari setengah produk domestik bruto Indonesia mengalami penyusutan 3,49 persen pada kuartal ketiga. Hal ini yang mendorong ekonomi ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.

Disisi lain, Bank Indonesia pada RDG November menurunkan BI7 DRRR menjadi 3,75 persen dari sebelumnya 4 persen untuk mendorong pertumbuhan kredit agar dapat menggerakan perekonomian. Di triwulan IV 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan berada di level -1 persen hingga 0,4 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diperkirakan akan berada di level -1,7 persen hingga 0,6 persen.

“Baru diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan membaik di tahun 2021 menjadi 4,5 persen sampai 5,5 persen. Tetapi hal ini sangat terpengaruh oleh vaksin covid 19,” tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Romys Binekasri





Source link

Hepi Cuan di Bursa ASia, tapi Hang Seng Merana Sendiri



Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia mayoritas masih bergerak di zona hijau pada pukul 11:00 WIB, di tengah sentimen terkait vaksin virus corona (Covid-19) yang masih menjadi katalis positif hingga kini.

Pada Pukul 11:00 WIB, indeks KOSPI Korea Selatan memimpin penguatan bursa Asia, di mana KOSPI meroket 1,93%. Kemudian Shanghai Composite China melesat 0,86% dan Straits Times Index (STI) Singapura menguat 0,7%.

Namun, penguatan tersebut tidak dialami oleh indeks Hang Seng di Hong Kong, di mana pada pukul 11:00, Hang Seng melemah 0,17%. Sedangkan untuk indeks Nikkei Jepang hari ini tidak dibuka karena sedang libur nasional memperingati hari penghormatan untuk para pekerja.


Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan pada pukul 11:00 terpantau melesat 0,92% ke level 5.622,82 dan berhasil menyentuh level psikologisnya di 5.600.

Bursa saham di kawasan Asia masih bergerak menghijau karena pasar masih merespons positif terkait perkembangan vaksin virus Covid-19, di mana kabar positif terakhir yakni efektivitas lanjutan dari vaksin Pfizer yang diklaim sukses dalam uji klinis tahap akhirnya hingga 95%.

Sebelumnya, Pfizer telah resmi mengajukan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) terhadap vaksin yang mereka kembangkan kepada otoritas pengawas obat dan makanan AS (US FDA). Ini adalah proposal izin EUA pertama yang diajukan ke FDA.

“Pengajuan izin ini menandakan pencapaian baru dalam usaha kami mengantarkan vaksin Covid-19 kepada dunia. Kami sudah memiliki gambaran yang lebih lengkap tentang keamanan vaksin ini,” kata CEO Pfizer Albert Bourla, sebagaimana diwartakan Reuters.

FDA belum bisa berkomentar kapan EUA bisa diberikan. Namun yang jelas FDA akan mengadakan rapat pleno pada 10 Desember 2020 di mana para anggota akan membahas penggunaan vaksin.

Alex Azar, Menteri Kesehatan AS, memperkirakan izin EUA akan keluar pada pertengahan Desember.

“Jika datanya solid, maka dalam hitungan minggu izin bisa keluar terhadap vaksin yang memiliki efektivitas 95%,” ungkap Azar dalam wawancara dengan CBS, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Hasil uji coba akhir vaksin Pfizer dan BioNTech menunjukkan tingkat efektivitas mencapai 95%. Tidak ada efek samping yang signifikan selama pelaksanaan uji coba.

Sementara itu, data pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2020 di Singapura yang dapat diukur melalui produk domestik bruto (PDB) menunjukan pemulihan.

Berdasarkan data Trading Economics, secara kuartalan (quarter-to-quarter/QtQ), PDB Negeri Singa tumbuh ke zona positif, yakni 9,2%, artinya secara QtQ, Singapura resmi melepas status resesinya.

Namun, secara tahunan (year-on-year/YoY), PDB Singapura masih terkontraksi, yakni -5,8%. Walaupun masih berkontraksi, namun pertumbuhannya sudah lebih baik.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)




Source link

Ledakan Kasus Covid Menghantui Sentimen Pasar Pekan Depan



Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar finansial dalam negeri bergerak bervariasi pada pekan ini. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan harga surat berharga negara (SBN) pekan ini sama-sama masih mencatatkan kinerja yang cukup positif. Lain halnya untuk rupiah, pada pekan ini cenderung flat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan penguatan 2,03% ke 5.571,66. Data perdagangan mencatat investor asing melakukan jual bersih (net sell) sebesar Rp 321,93 miliar pada perdagangan akhir pekan lalu (20/11/2020).


Sementara itu, di kawasan Asia, penguatan IHSG berada di posisi ketujuh, di mana posisi pertama diduduki oleh Straits Times Index (STI) Singapura yang berhasil menguat 3,75% pada pekan ini.

Di pasar obligasi pemerintah, Seluruh tenor surat berharga negara (SBN) mengalami kenaikan harga selama sepekan yang tercermin dari penurunan yield-nya, di mana penurunan yield terbesar ada di SBN bertenor 20 tahun yang turun 21,8 basis poin pekan ini

Sementara itu, yield SBN dengan tenor 10 tahun yang merupakan acuan yield obligasi negara selama sepekan turun 12,4 basis poin ke level 6,900% pada hari ini.

Yield berlawanan arah dari harga, sehingga penurunan yield menunjukkan harga obligasi yang naik. Demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.

Hal ini juga didukung dari minat investor terhadap obligasi Indonesia yang kembali tinggi, tercermin dari lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (17/11/2020) lalu yang kelebihan permintaan (oversubscribed) 5 kali lipat dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 104,7 triliun, lebih tinggi dari penawaran yang masuk dalam lelang 2 pekan sebelumnya Rp 66,27 triliun.

Target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp 20 triliun, dan dimenangkan dengan nilai sebesar Rp 24,6 triliun.

Namun, penguatan IHSG dan harga SBN tidak dibarengi oleh pergerakan rupiah, di mana pada pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung stagnan di level Rp 14.150/US$.

Hal ini karena rupiah sudah menguat selama tujuh pekan berturut-turut, sehingga investor cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking). Selain itu, kombinasi sentimen jangka pendek negatif dan positif juga membuat pergerakan rupiah cenderung datar.

Rupiah pada perdagangan Jumat (20/11/2020) ditutup pada level Rp 14.150 per dolar Amerika Serikat (AS), atau tak berubah dibandingkan dengan posisi penutupan sepekan lalu. Penguatan hanya terjadi pada Senin dan Selasa, dan selanjutnya melemah hingga akhir pekan.

Sepanjang pekan ini, cukup banyak sentimen positif yang datang, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri.

Di dalam negeri, sentimen positif yang datang sepanjang pekan ini adalah terkait rilis data suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) periode Oktober 2020 dan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III-2020.

Pada Kamis (19/11/2020), BI RDG BI edisi November 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%. Sementara itu, suku bunga Deposit Facility turun menjadi 3% dan suku bunga Lending Facility sekarang di 4,5%.

“Keputusan ini mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga dan langkah pemulihan ekonomi nasional,” kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai RDG.

Hal ini tidak diperkirakan oleh mayoritas pelaku pasar. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dan Reuters menghasilkan proyeksi BI 7 Day Reverse Repo Rate tetap di 4%.

Artinya, suku bunga acuan kini berada di di posisi terendah sejak diperkenalkan pada Agustus 2016 menggantikan BI Rate.

Dalam kondisi normal, penurunan suku bunga acuan membuat rentang (spread) imbal hasil SBN suatu negara menipis jika dibandingkan dengan negara maju, yang pda gilirannya menekan harga surat utang.

Kemudian pada Jumat (20/11/2020), BI mencatat, NPI pada kuartal III-2020 surplus sebesar US$ 2,1 miliar melanjutkan capaian surplus sebesar US$ 9,2 miliar pada triwulan sebelumnya.

Surplus NPI yang berlanjut tersebut didukung oleh surplus transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial.

Pada kuartal III-2020, transaksi berjalan (current account) mencatat surplus sebesar US$ 1 miliar atau 0,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menjadikan transaksi berjalan Indonesia berhasil mencatatkan surplus setelah selama 9 tahun mengalami defisit.

Surplus transaksi berjalan ditopang oleh surplus neraca barang seiring dengan perbaikan kinerja ekspor di tengah masih tertahannya kegiatan impor sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat.

Selain dari dalam negeri, sentimen positif dari global yang datang yakni kabar positif dari vaksin Covid-19 besutan Moderna, di mana pihak perseroan mengklaim berhasil membentuk antibodi di tubuh orang dewasa pada vaksin tersebut.

Moderna, perusahaan bioteknologi asal AS mengembangkan vaksin untuk Covid-19 dengan platform yang sama dengan vaksin besutan Pfizer dan BioNTech yang menggunakan molekul RNA.

“Kita akan memiliki vaksin yang dapat menghentikan Covid-19,” kata Presiden Moderna Stephen Hoge dalam wawancara telepon dengan Reuters.

Analisis sementara Moderna didasarkan pada 95 infeksi di antara peserta uji coba yang menerima vaksin atau plasebo. Hanya lima infeksi terjadi pada sukarelawan yang menerima vaksin mRNA-1273, yang diberikan dalam dua suntikan dengan selang waktu 28 hari.

“Vaksin benar-benar cahaya di ujung terowongan,” kata Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS.



Source link

Lonjakan Kasus Covid-19 Dunia dan Optimisme Vaksin Bayangi IHSG Pekan Depan


TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal terkonsolidasi melemah pada pekan depan. “Support IHSG di level 5,541 sampai 5,462 dan resistance di level 5,628 sampai 5,657,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Ahad, 22 November 2020.

Meningkatnya kasus positif Covid-19 di beberapa negara disertai mulai turunnya optimisme terkait vaksin menjadi sentimen yang membuat pasar saham terkonsolidasi melemah pekan depan. Perkara stimulus di Amerika Serikat dan pasar keuangan yang naik banyak beberapa pekan terakhir juga membuka koreksi sehat pada IHSG.

Hans mengatakan pada pekan lalu pasar sangat positif akibat kemajuan efektivitas vaksin. Data final vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech menunjukkan efektif 95 persen mencegah virus tersebut.

Moderna juga merilis data awal bahwa vaksinnya menunjukkan efektivitas 94,5 persen, serta Rusia yang mengklaim vaksin eksperimental dari hasil uji coba tahap akhir dengan jumlah pengetesan besar efektif lebih dari 90 persen. “Vaksin menimbulkan harapan ekonomi dunia akan segera pulih di semester dua 2021,” ujar Hans.

Belum lagi, kata Hans, vaksin dari Moderna memberikan harapan yang lebih besar karena dapat tetap stabil pada suhu 36 hingga 46 derajat Fahrenheit. Suhu ini merupakan suhu standar lemari es rumah atau medis dan dapat disimpan hingga 30 hari. Bila suhu negatif 4 derajat Fahrenheit maka vaksin ini dapat disimpan hingga enam bulan.

Sebelumnya, vaksin Pfizer membutuhkan suhu penyimpanan minus 94 derajat Fahrenheit, sehingga akan mempersulit pendistribusian vaksin. Harapkan vaksin yang efektif dan mudah didistribusikan membawa harapan pandemi segera berlalu. Hasil uji coba vaksin beberapa perusahaan di atas akan diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM (FDA) Amerika Serikat untuk disetujui.

“Akhir tahun ini Pfizer memperkirakan ada 50 juta dosis vaksin sedangkan Moderna ada 60 juta dosis vaksin tersedia. Vaksin baru tersedia untuk keperluan darurat dan masih menunggu pengesahan untuk pemakaian umum dan masal,” kata Hans.

Hans melihat pasar saham mengalami kenaikan akibat optimisme vaksin. Hal tersebut terlihat dari aliran dana masuk ke pasar saham. Sektor yang naik terutama bank, tur dan perjalanan, serta komoditas. Selain itu terlihat investor mulai beralih ke saham Asia Tenggara sebagai rotasi global dari sektor bernilai tinggi ke sektor yang bertumbuh. Kenaikan pasar keuangan di Asia Tenggara termasuk Indonesia di tahun depan diperkirakan masih akan terjadi, terutama bila vaksin efektif dan berhasil didistribusikan.

Meski demikian, di tengah harapan vaksin yang merupakan sentimen positif di jangka menengah panjang, terjadi lonjakan kasus Covid-19 di beberapa Negara. Di Amerika Serikat Minggu ini terjadi kenaikan rata-rata mingguan 26 persen kasus di bandingkan pekan sebelumnya. Hal yang hampir sama terjadi di beberapa Negara Eropa mendorong potensi pertumbuhan ekonomi negatif di kuartal ke 4 tahun 2020.

“Peningkatan langkah penguncian ekonomi dapat mengganggu proses pemulihan ekonomi dan menjadi sentimen negatif bagi pasar saham Dunia,” ujar Hans.

Di tengah kenaikan kasus positif Covid-19, Hans melihat pasar keuangan akan memperhatikan masalah antara The Fed dan Departemen Keuangan terkait program kredit bantuan pandemi. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan program kredit bantuan pandemi sebesar USD 455 miliar yang dialokasikan musim semi lalu di bawah undang-undang CARES harus dikembalikan ke Kongres untuk dialokasikan kembali sebagai hibah untuk perusahaan kecil.

Program ini, ujar Hans, dianggap penting bagi bank Sentral dan bila dihentikan akan berdampak tidak baik bagi perekonomian. Ketika kasus infeksi baru Covid-19 meningkat diikuti pembatasan kegiatan sosial dapat mendorong gelombang PHK baru dan perlambatan pemulihan ekonomi.

“Hal ini mengecewakan pelaku pasar keuangan yang berhadap The Fed dan Departemen Keuangan dapat bekerja sama mengatasi dampak Pandemi yang akhir-akhir ini meningkat risikonya,” tuturnya





Source link

Ketidakpastian Mereda, IHSG Berpeluang Tembus 6.000 di 2021



Jakarta, CNBC Indonesia- Head of Investment & Research BNI Asset Management, Yekti Dewanti menilai pada posisi IHSG di level 5.500 saat ini, mendorong investor ritel dan institusi untuk melakukan aksi ambil untung. Meskipun demikian, kuatnya aliran modal asing masih mampu mendorong penguatan indeks dalam jangka menengah.

Selain itu, Yekti juga melihat adanya pergeseran alokasi aset kelas ke aset yang lebih berisiko seperti pasar saham. Dimana IHSG diproyeksi akan menyentuh level 6.000 di tahun depan sangat terbuka ditopang meredanya ketidakpastian pasar global serta besarnya peluang stimulus fiskal di masa mendatang.

Selengkapnya saksikan dialog Maria Katarina dengan Head of Investment & Research BNI Asset Management, Yekti Dewanti dalam Closing Bell,CNBCIndonesia (Rabu, 18/11/2020)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

IHSG Menguat ke 5.557 pada Hari Ini, 18 November



Jakarta, CNN Indonesia —

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.557 pada rabu (18/11). Posisi itu menguat 0,50 persen dibandingkan Selasa (17/11). 

Data RTI Infokom menunjukkan investor melakukan transaksi sebesar Rp12,26 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,35 miliar saham. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp722,44 miliar.

Pada penutupan kali ini, 232 saham menguat, 210 terkoreksi, dan 175 lainnya stagnan. Terpantau, enam dari sepuluh indeks sektoral menguat, dipimpin oleh kenaikan sektor pertambangan sebesar 1,36 persen.







Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pukul 16.00 WIB terpantau melemah 0,3 persen ke level Rp14.102 per dolar AS.

Di sisi lain, bursa saham Asia bergerak bervariasi. Tercatat, indeks Nikkei225 tertekan 1,1 persen, indeks Hang Seng Composite di Hong Kong hijau 0,57 persen, dan indeks Kospi di Korea Selatan menguat 0,26 persen.

Sedangkan, bursa saham Eropa terlihat kompak melempem. Terpantau, indeks FTSE100 di Inggris turun 0,28 persen, indeks CAC All-Tradable di Prancis melemah 0,04 persen, dan indeks DAX di Jerman merah 0,02 persen.

[Gambas:Video CNN]

(wel/agt)






Source link

Dear Investor, Jadi Perlukah Aksi Ambil Untung Hari Ini?



Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar modal nasional kompak menguat dan semarak pada perdagangan Selasa (17/11/2020), menyusul kabar positif hasil uji coba vaksin Moderna. Hari ini, eforia berpeluang agak terganggu oleh buruknya data penjualan ritel Amerika Serikat (AS).

Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau dengan naik 0,64% 35,1 poin ke 5.529,940. Data perdagangan mencatat 252 saham mengalami apresiasi, 187 saham terkoreksi dan 178 saham stagnan.


Nilai transaksi yang tercatat hingga berakhirnya perdagangan mencapai Rp 14,38 triliun. Investor asing masuk ke pasar saham Indonesia dengan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp 680,76 miliar.

Reli tersebut mengikuti tren kawasan di mana mayoritas bursa Asia menguat, seperti misalnya Strait Times Singapura yang melonjak 1,1%, Hang Seng Hongkong yang tumbuh 0,13% dan Nikkei Jepang yang menguat 0,42%.

Pemicu aksi beli kemarin adalah rilis Moderna mengenai hasil uji coba vaksin tahap ketiga yang menunjukkan bahwa produk anti Covid-19 besutannya memiliki tingkat efikasi, atau persentase sukarelawan penerima vaksin yang sukses membentuk antibodi, mencapai 94,5%.

Kesuksesan tersebut mengamplifikasi optimisme pekan lalu ketika perusahaan farmasi AS Pfizer dan perusahaan Jerman BioNTech mengumumkan tingkat efikasi vaksin mereka mencapai lebih dari 90%.

Pergerakan positif juga terjadi di pasar uang, meski belum cukup untuk membawa rupiah melewati level psikologis 14.000. Di pasar spot rupiah tercatat menguat 0,5% ke Rp 14.030 per dolar AS pada sesi penutupan.

Melansir data dari Refinitiv, rupiah membuka perdagangan di level Rp 14.000/US$ alias melesat 0,71% di pasar spot. Sayangnya, level “keramat” alias level psikologis tersebut gagal dipertahankan karena setelah itu rupiah surut ke Rp 14.065/US$. Namun, capaian kemarin cukup untuk membawa rupiah menjadi mata uang berkinerja terbaik di Asia.

Sementara itu, harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) kompak ditutup menguat. Seluruh tenor SBN ramai dikoleksi oleh investor, ditandai dengan imbal hasil (yield) yang kompak mengalami penurunan.

Yield SBN dengan tenor 10 tahun yang merupakan acuan harga obligasi negara turun 7 basis poin ke level 6,207%. Yield berlawanan arah dari harga, sehingga penurunan yield menunjukkan harga obligasi yang naik. Demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.



Source link

Diwarnai Aksi Profit Taking, IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas



Jakarta, CNBC Indonesia- Indeks saham gabungan berhasil dibuka di zona hijau dan menguat 0,42% di level 5.493 pada perdagangan pukul 09:46 WIB, Senin (16/11/2020). Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Rendy Wijaya menilai bahwa penguatan IHSG yang ditopang sejumlah sentimen positif juga akan diwarnai dengan aksi ambil untung investor sehingga potensi penguatannya terbatas namun sampai akhir perdagangan masih dapat bertahan di zona Hijau.

seperti apa analis melihat arah pergerakan IHSG? Selengkapnya simak dialog Erwin Surya Brata dengan Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Rendy Wijaya dalam Squawk Box,CNBCIndonesia (Senin, 16/11/2020)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Faktor-faktor yang Berpotensi Melemahkan IHSG Pekan Ini


TEMPO.CO, Jakarta – Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada pekan ketiga November 2020. Pelemahan IHSG dipengaruhi sejumlah sentimen dari eksternal dan domestik.

“Memudarnya optimisme vaksin Covid-19 dan mulai turunnya Biden Effect, serta meningkatnya kasus Covid-19 di beberapa negara yang diikuti penguncian sosial terbatas membuat kami perkirakan IHSG berpeluang konsolidasi melemah di pekan ini,” ujar Hans dalam pernyataan di Jakarta, Minggu, 15 November 2020.

Menurut Hans, pelaku pasar berhati-hati karena lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara. Penghitungan Reuters, menunjukkan kasus Covid-19 telah naik lebih dari 100 persen di 13 negara bagian Amerika dalam dua pekan terakhir.

Terkait kenaikan kasus tersebut, beberapa negara bagian di AS mulai melakukan pembatasan aktivitas. Negara bagian Chicago mengeluarkan peringatan untuk warganya tetap tinggal di rumah dan negara bagian New York menerapkan jam malam bagi restoran, bar dan pusat kebugaran sebagai upaya untuk menurunkan penyebaran Covid-19.

“Pembatasan kegiatan sosial dapat menurunkan pemulihan ekonomi sehingga berpotensi mendorong stimulus fiskal dan moneter lebih besar,” kata Hans.

Setelah peningkatan kasus Covid-19 yang diikuti pembatasan kegiatan sosial serta kemenangan Joe Biden di pilpres, mendorong optimisme stimulus fiskal US$ 2,2 triliun. Stimulus dianggap sangat penting untuk membangkitkan kembali perekonomian AS di tengah tekanan pandemi.

Di sisi lain, petinggi Demokrat di Kongres AS mendorong dilakukan negosiasi kembali atas proposal bantuan Covid-19 yang bernilai triliunan dolar. Tetapi dikabarkan petinggi Partai Republik masih menolak pendekatan itu karena dinilai terlalu mahal.





Source link