fbpx

Fixed Income, Instrumen Pilihan Investor Asing



Jakarta, CNBC Indonesia- Menilik kinerja PDB Q3-2020, CIO Eastspring Investments Indonesia, Ari Pitoyo menilai perbaikan ekonomi RI masih memiliki sejumlah PR terkait turunnya impor yang berarti masih tertahannya aktivitas bisnis serta dunia usaha yang juga menahan investasi dan ekspansi.

Ari juga menyebutkan minat investor di pasar modal domestik saat ini lebih didorong oleh kepastian pasar AS sehingga investor mulai masuk ke emerging market terutama ke instrumen fixed income. Lalu seperti apa pasar melihat minat investor asing di pasar modal domestik? Selengkapnya simak dialog Erwin Surya Brata dengan CIO Eastspring Investments Indonesia, Ari Pitoyodalam Squawk Box,CNBCIndonesia (Jum’at, 06/11/2020)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Kemenag Dorong Investor Asing Tanam Modal di Tanah Wakaf



Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian Agama mendorong investor asing untuk menanamkan modalnya di tanah wakaf. Pasalnya, nadzir di Indonesia tidak memiliki banyak modal sehingga pengembangan tanah wakaf kurang maksimal.

Untuk diketahui, nadzir merupakan pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif (pemberi wakaf) untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Tarmizi Tohor mengatakan Indonesia memiliki tanah wakaf seluas 522.517 ribu meter persegi.







“Saya sering katakan bagaimana kami bisa tarik investasi dari luar negeri, untuk bisa kerja sama dalam pengembangan sektor ekonomi di tanah wakaf yang ada di Indonesia ini. Karena pada umumnya nadzir tidak punya modal, makanya perlu ada investor orang yang bisa bantu dalam rangka untuk kembangkan aset-aset tanah wakaf di Indonesia ini,” katanya dalam diskusi Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), Jumat (30/10).

Sejalan dengan itu, ia mengatakan pihaknya akan mengembangkan kompetensi nadzir. Sebab, tingkat profesionalisme nadzir di Indonesia masih rendah sehingga aset wakaf cenderung dibiarkan begitu saja.

“Ke depan, kalau orang ditunjuk jadi nadzir ini sudah punya kompetensinya dan tidak semua orang boleh jadi nadzir karena kami ingin kembangkan tanah wakaf ini menjadi aset produktif,” ucapnya.

Ia menuturkan Kementerian Agama tengah membuat standarisasi kompetensi nadzir sebanyak 37 kompetensi. Targetnya, kompetensi tersebut bisa diterapkan pada 2021 mendatang.

Sementara itu, ia mengungkapkan potensi wakaf di Indonesia masih besar khususnya wakaf uang. Berdasarkan perhitungan Badan Wakaf Indonesia (BWI) potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 triliun per tahun.

“Kemudian menurut BWI, potensi wakaf uang di Indonesia ini ada Rp180 triliun per tahunnya. Ini cukup lumayan sekali sepersekian persen dari APBN,” katanya.

Saat ini, Kementerian Agama telah menunjuk 22 bank syariah untuk mengelola wakaf uang atau Lembaga Keuangan Syariah Pengelola Wakaf Uang (LKS-PWU). Ke depan, ia berharap masyarakat yang ingin memberikan wakaf uang tak perlu lagi mengunjungi 22 bank tersebut, seperti yang selama ini berjalan.

Melainkan, kata dia, wakaf uang bisa dilakukan melalui sistem online.

“Misalnya mau wakaf Rp100 ribu, pergi ke bank ongkosnya lebih dari Rp100 ribu, apalagi di Jakarta macet, dan sebagainya. Jadi, bagaimana dari rumah dari online mereka bisa wakaf dan tinggal upload bukti dia sudah setor wakaf,” ucapnya.

(ulf/ayp)

[Gambas:Video CNN]





Source link

DKI Perpanjang PSBB, Bagaimana Dampaknya ke Pergerakan IHSG Hari Ini?

DKI Perpanjang PSBB, Bagaimana Dampaknya ke Pergerakan IHSG Hari Ini?


TEMPO.CO, Jakarta – Pergerakan Indeks harga saham gabungan atau IHSG hari ini diperkirakan bakal terimbas negatif akibat keputusan pemerintah DKI Jakarta memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memprediksi sentimen dari lokal bakal cukup mempengaruhi pergerakan IHSG. “Salah satu faktor yang diperkirakan membuat dana asing keluar adalah penanganan Covid-19 yang lemah dan kasus baru yang terus naik,” katanya seperti dikutip dari siaran pers, Ahad, 27 September 2020.

Perpanjangan PSBB di wilayah DKI Jakarta sampai Oktober, menurut Hans, menjadi sentimen negatif bagi pasar. Sebab, walau kebijakan itu hanya diberlakukan di wilayah ibu kota, Jakarta dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Hans memprediksi IHSG berpeluang menguat pada awal pekan ini dan cenderung melemah di tengah sampai akhir pekan. Indeks diramal bergerak dengan level support 4.820 sampai 4.754 dan resistance 4.978 sampai 5.187 dengan kecenderungan melemah dalam sepekan ke depan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya memutuskan memperpanjang PSBB ketat untuk wilayah ibu kota hingga 11 Oktober 2020. Kebijakan itu telah berlaku terhitung mulai 14 September 2020.

Adapun IHSG pada penutupan akhir perdagangan Jumat pekan lalu menguat 2,13 persen ke level 4.945,791. Rebound terjadi di tengah aksi jual asing yang mencapai Rp 829,60 miliar.

Tercatat, sebanyak 302 saham menguat, 136 terkoreksi, dan 134 stagnan. Total nilai transaksi di seluruh papan perdagangan Rp 7,33 triliun.

Hans Kwee menyebutkan dana asing terlihat terus keluar dari bursa Indonesia. Pihaknya mencatat asing terus melakukan penjualan selama 16 pekan.

“Selama 3 bulan terakhir, asing tercatat melakukan penjualan Rp 28,39 triliun dan bila ditarik dari year to date, asing tercatat keluar Rp 58,42 triliun. Hal ini tentu tidak baik karena investor asing tercatat memiliki 49,95 persen saham non warkat atau scripless,” katanya.

BISNIS

Baca: Sri Mulyani Revisi Proyeksi Perekonomian jadi Minus, IHSG Jeblok ke Level 4.934





Source link

Teken Perjanjian Utang Sindikasi, PT SMI Dapatkan Pinjaman Rp 10,26 T

Teken Perjanjian Utang Sindikasi, PT SMI Dapatkan Pinjaman Rp 10,26 T


TEMPO.CO, Jakarta – PT Sarana Multi Infrakstruktur (Persero) | SMI hari ini menandatangani perjanjian fasilitas utang sindikasi sebesar USD 700 juta atau Rp. 10,26 triliun. Fasilitas pinjaman tersebut didapat dari mitra perbankan Indonesia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Penandatanganan perjanjian tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad bersama beberapa perwakilan Mandated Arrangers and Bookrunners (MLAB)
di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis 10 September 2020.

“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan mitra perbankan asing dan semua pihak yang bekerja untuk terlaksananya perjanjian sindikasi yang pernah dibukukan oleh institusi ini,” sebut Edwin dalam keterangan tertulisnya, Kamis. 

PT SMI menargetkan pinjaman awal sebesar US$ 500 juta dengan opsi greenshoe sebesar US$ 200 juta. Dengan begitu, PT SMI berhasil mendapatkan utang sindikasi sebesar US$ 700 juta di tengah lemahnya perekonomian Indonesia yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.





Source link

Saham Big Caps Berjatuhan, IHSG Anjlok 2,02 Persen

Saham Big Caps Berjatuhan, IHSG Anjlok 2,02 Persen


TEMPO.CO, Jakarta – Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG selama dua pekan terakhir langsung sirna setelah mencetak koreksi 108,17 atau 2,02 persen ke posisi 5.238,48 pada akhir perdagangan hari ini, Senin, 31 Agustus 2020.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka di posisi 5.346,65 dan bergerak di rentang 5.233,14  hingga 5.369,44 sepanjang perdagangan.

IHSG sempat menguat 0,38 persen di awal perdagangan sebelum terjerumus ke zona merah sejam selepas perdagangan. Di sesi pertama, IHSG terkoreksi 0,13 persen. Kejatuhan IHSG dimulai di awal sesi kedua hingga akhirnya anjlok 2 persen.

Saham-saham berkapitalisasi jumbo berjatuhan dan menjadi sasaran jual investor asing. Net sell asing tercatat mencapai Rp 1,79 triliun.

  • Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. turun 4,88 persen, aksi jual bersih tercatat Rp 446 miliar
  • Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. turun 4,42 persen, aksi jual bersih tercatat Rp 299 miliar
  • Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) turun 3,38 persen, aksi jual bersih tercatat Rp 236,7miliar

Secara umum saham 124 menguat, saham 313 melemah, dan saham 142 stagnan. Total transaksi perdagangan mencapai 13,58 lembar saham dengan nilai transaksi Rp 10,85 triliun.

Kinerja IHSG selama Agustus 2020 secara kumulatif mengalami kenaikan 2,45 persen Dalam sebulan terakhir, IHSG bahkan mencetak kinerja sempurna pada 10-14 Agustus 2020. Saat itu, dalam sepekan IHSG mencetak kenaikan lima sesi beruntun.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan bahwa secara teknikal penurunan terjadi karena terlihat pola tweezer top candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG. sehingga berpeluang menuju ke support terdekat.
Adapun, berdasarkan rasio fibonacci, support dan resistance berada pada 5293.98 maupun 5380.54.

“Secara fundamental, adanya kekhawatiran pasar mengenai resesi perekonomian Indonesia menjelang pengumuman PDB kuartal III/2020 menyebabkan IHSG ditutup di zona negatif pada akhir bulan ini,” ujar Nafan saat dihubungi Bisnis.

Sementara itu,  bursa Asia ditutup dengan hasil bervariasi di tengah kenaikan pasar Amerika Serikat yang kembali mencatatkan rekor kenaikan tertinggi harian.

Dilansir dari Bloomberg, indeks Topix Jepang ditutup pada posisi 1.618,18 atau naik 0,83 persen. Kenaikan ini ditopang oleh pembelian saham pada lima perusahaan investasi Jepang oleh perusahaan milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway Inc.

Indeks Shanghai Composite China terpantau menguat tipis 0,09 persen di level 3.406,94 sementara indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,13 persen ke level 25.454,08.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia ditutup di zona merah setelah melemah 0,22 persen dan parkir di level 6.060,50. Sementara koreksi terdalam terjadi pada indeks Kospi Korea Selatan yang terjerembab 1,17 persen di 2.326,17.

BISNIS





Source link

Akhiri Reli Penguatan 4 Hari, IHSG Ditutup Melemah 0,46 Persen

Akhiri Reli Penguatan 4 Hari, IHSG Ditutup Melemah 0,46 Persen


TEMPO.CO, Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengakhiri reli penguatan empat hari berturut-turut setelah ditutup di zona merah pada hari ini, Jumat, 28 Agustus 2020.

IHSG berakhir melemah 0,46 persen atau 24,81 poin pada perdagangan hari ini ke level 5.346,66, setelah bergerak di rentang 5.325,6 – 5.381,95.

Terpantau 189 saham menguat, 238 saham melemah, dan 173 saham stagnan.

Indeks sempat berfluktuasi pada awal perdagangan dengan menguat tipis ke level 5.371,59, namun bergerak melemah kemudian. Adapun pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup di level 5.371,47, level tertinggi sejak 6 Maret 2020.

Sebanyak 5 dari 10 indeks sektoral mengalami pelemahan, didorong oleh sektor barang konsumsi yang ditutup melemah 1,13 persen dan infrastruktur yang melemah 0,84 persen.

Di sisi lain, sektor properti memimpin penguatan indeks sektoral dengan ditutup naik 0,45 persen, disusul oleh sektor industri dasar yang menguat 0,22 persen.

Volume transaksi pada perdagangan hari ini mencapai 14,09 miliar lembar saham, dengan nilai mencapai Rp 7,97 triliun. Adapun, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net sell) mencapai Rp 1,15 triliun.

Sementara itu, bursa saham di Asia bergerak variatif hari ini. Indeks Topix dan Nikkei 225 ditutup turun masing-masing 0,68 persen dan 1,41 persen menyusul kabar rencana pengunduran diri Perdana Menteri Shinzo Abe.

Di sisi lain, indeks Hang Seng menguat 0,48 persen, indeks Shanghai Composite menguat 1,6 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan ditutup naik 0,4 persen.

BISNIS

Baca juga: IHSG di Zona Hijau, Naik 0,02 Persen di Awal Perdagangan





Source link