fbpx
Saham Big Caps Berjatuhan, IHSG Anjlok 2,02 Persen

Saham Big Caps Berjatuhan, IHSG Anjlok 2,02 Persen


TEMPO.CO, Jakarta – Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG selama dua pekan terakhir langsung sirna setelah mencetak koreksi 108,17 atau 2,02 persen ke posisi 5.238,48 pada akhir perdagangan hari ini, Senin, 31 Agustus 2020.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka di posisi 5.346,65 dan bergerak di rentang 5.233,14  hingga 5.369,44 sepanjang perdagangan.

IHSG sempat menguat 0,38 persen di awal perdagangan sebelum terjerumus ke zona merah sejam selepas perdagangan. Di sesi pertama, IHSG terkoreksi 0,13 persen. Kejatuhan IHSG dimulai di awal sesi kedua hingga akhirnya anjlok 2 persen.

Saham-saham berkapitalisasi jumbo berjatuhan dan menjadi sasaran jual investor asing. Net sell asing tercatat mencapai Rp 1,79 triliun.

  • Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. turun 4,88 persen, aksi jual bersih tercatat Rp 446 miliar
  • Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. turun 4,42 persen, aksi jual bersih tercatat Rp 299 miliar
  • Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) turun 3,38 persen, aksi jual bersih tercatat Rp 236,7miliar

Secara umum saham 124 menguat, saham 313 melemah, dan saham 142 stagnan. Total transaksi perdagangan mencapai 13,58 lembar saham dengan nilai transaksi Rp 10,85 triliun.

Kinerja IHSG selama Agustus 2020 secara kumulatif mengalami kenaikan 2,45 persen Dalam sebulan terakhir, IHSG bahkan mencetak kinerja sempurna pada 10-14 Agustus 2020. Saat itu, dalam sepekan IHSG mencetak kenaikan lima sesi beruntun.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan bahwa secara teknikal penurunan terjadi karena terlihat pola tweezer top candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG. sehingga berpeluang menuju ke support terdekat.
Adapun, berdasarkan rasio fibonacci, support dan resistance berada pada 5293.98 maupun 5380.54.

“Secara fundamental, adanya kekhawatiran pasar mengenai resesi perekonomian Indonesia menjelang pengumuman PDB kuartal III/2020 menyebabkan IHSG ditutup di zona negatif pada akhir bulan ini,” ujar Nafan saat dihubungi Bisnis.

Sementara itu,  bursa Asia ditutup dengan hasil bervariasi di tengah kenaikan pasar Amerika Serikat yang kembali mencatatkan rekor kenaikan tertinggi harian.

Dilansir dari Bloomberg, indeks Topix Jepang ditutup pada posisi 1.618,18 atau naik 0,83 persen. Kenaikan ini ditopang oleh pembelian saham pada lima perusahaan investasi Jepang oleh perusahaan milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway Inc.

Indeks Shanghai Composite China terpantau menguat tipis 0,09 persen di level 3.406,94 sementara indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,13 persen ke level 25.454,08.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia ditutup di zona merah setelah melemah 0,22 persen dan parkir di level 6.060,50. Sementara koreksi terdalam terjadi pada indeks Kospi Korea Selatan yang terjerembab 1,17 persen di 2.326,17.

BISNIS





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *