fbpx

Sentuh Harga Rp 32.500, Jahja Setiaatmadja Jual Saham BCA



Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja kembali menjual saham perseroan yang menjadi miliknya sebanyak 100.000 lembar. Jahja menjual pada harga Rp 32.500 per saham, yang dilakukan pada 17 November 2020.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan BCA ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka, BCA melaporkan ini berdasarkan Surat Kuasa tertanggal 16 September 2019.

“Jumlah saham dan persentase kepemilikan saham sebelum transaksi adalah 8.005.463 lembar, kemudian setelah transaksi 7.905.463 lembar,” ujar Corporate Secretary BCA Raymon Yonarto dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (21/11/2020).


Dari transaksi tersebut artinya bos BCA Jahja Setiaatmadja mendapatkan dana Rp 3,25 miliar dengan status kepemilikan adalah langsung.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia total saham BCA yang dicatatkan sebanyak 24.408.459.900. Dari total jumlah tersebut PT Dwimuria Investama Andalan memiliki sebanyak 13,54 miliar saham dengan persentase kepemilikan 54,94%.

Kemudian masyarakat 11,10 miliar lembar saham dengan persentase kepemilikan 45,06%, sehingga total jumlah saham BCA 24,65 miliar saham.

Sekadar informasi pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan adalah Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono. Pemegang saham pengendali terakhir BCA adalah Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono.

Kemudian pada komposisi saham yang dimiliki masyarakat, 2,49% dimiliki oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama Andalan.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)




Source link

Abis Bicara Saham, Yusuf Mansur Komen Soal Bunga Acuan BI



Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah sebelumnya Yusuf Mansur mengajak agar anak muda melek investasi, kali ini dia angkat bicara mengenai turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia atau 7 day repo rate (7DRR) sebanyak 25bps dari sebelumnya 4% menjadi 3,75%.

Dalam unggahan di akun instagram pribadinya @yusufmansurnew, dia menyebutkan setelah BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga, dampaknya belum akan langsung terasa oleh publik. Lantaran bank-bank masih memerlukan waktu untuk menyesuaikan.

Jika dibanding dengan bank-bank di luar negeri yang dinilai sudah lebih efisien, selisih (spread) antara suku bunga bank sentral dengan suku bunga bank paling besar 3%. Namun di Indonesia spread yang dikenakan kepada nasabah masih cukup tinggi, bisa mencapai 6%.


[Gambas:Instagram]

Namun demikian, implementasi teknologi di perbankan dinilai akan dapat memberikan penurunan spread ini.

“Kalo transmisinya, dari penurunan suku bunga kebijakan moneter itu, melalui suku bunga simpanan (khusus deposito, karena giro dan tabungan bunganya sudah sangat rendah). Kemudian baru ke suku bunga kredit. Selain komponen biaya dana yang berasal dari bunga simpanan masyarakat, bank masih terkena biaya operasional, premi risiko & profit marjin,” kata dia dalam unggahan tersebut, dikutip Jumat (20/11/2020).

Menurut dia, untuk mendorong turunnya suku bunga ini bisa dilakukan terlebih dahulu oleh bank-bank milik pemerintah, mulai dari bank yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) hingga BPD.

“Ambil untungnya jangan gede-gede. Apalagi sekarang ada dana PEN [Pemulihan Ekonomi Nasional]. Dana dari Kemenkeu. Atau juga dari RKUD pemerintah daerah,” lanjutnya.

Dengan adanya penempatan dana ini, dengan tingkat bunga yang dikenakan pemerintah pusat maupun daerah kepada bank tersebut di bawah 3%, seharusnya bank-bank ini bisa menurunkan bunga kredit ke kisaran 9%-7% per tahun.

Dia melanjutkan, upaya penurunan suku bunga ini bisa didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator untuk mengatur batas maksimal spread yang lebih rendah dengan mendorong bank pelat merah sebagai leader perbankan nasional.

“Tapi dari sisi penabung, langsung rugi biasanya, kalo niat nabungnya karena bunga. Sebab penurunan BI Rate ini, yang duluan diturunin, suka bunga tabungan & deposito, hehehe,” kata dia.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)






Source link

Garuda Gelar RUPSLB Hari Ini, Analis Prediksi Saham Emiten Akan Terbang


TEMPO.CO, Jakarta – Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bakal meroket setelah perusahaan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). RUPSLB dihelat hari ini, Jumat, 20 November 2020.

“Saham Garuda bisa kembali terbang. Kemungkinan hari ini 20 persen,” kata Ibrahim saat dihubungi pada Jumat, 20 November.

Saham emiten berkode GIAA itu pada penutupan perdagangan Kamis, 19 November, melemah 0,51 persen ke level 390 per lembar saham. Dalam sepekan terakhir, laju saham Garuda melandai di kisaran 380-392.

Ibrahim mengatakan, setelah rapat pemegang saham, sentimen pasar terhadap emiten akan positif. Sebab, Garuda akan memperoleh kepastian pinjaman dari pemerintah senilai Rp 8,5 triliun pada hari ini.

Di samping itu, Garuda pun kemungkinan akan melakukan perombakan personel. Langkah ini, tutur Ibrahim, menunjukkan bahwa pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas Garuda serius membenahi manajemen perseroan yang sejak lama porak-poranda.





Source link

Gak Ada Cuan, Rig Tender Tutup 4 Anak Usaha di Singapura



Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan jasa pelayaran dan pendukung industri migas, PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) menghentikan atau menutup aktivitas operasi tiga anak usaha dan satu perusahaan patungan (joint venture) milik perusahaan.

Direktur Rig Tenders Doddy Irawan mengatakan perusahaan-perusahaan yang ditutup yakni Rig Tenders Marine Pte Ltd (RTM), CH Logistic Pte Ltd (CHL), dan CH Ship Management Pte Ltd (CHS).

“Ketiganya adalah anak cabang dari Rig Tenders Indonesia yang sahamnya dimiliki 100 persen oleh perseroan,” kata Doddy dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (19/11/2020).


Satu perusahaan lagi yakni Rig Tenders Offshore Pte Ltd (RTO) yang merupakan joint venture, di mana saham Rig Tenders sebesar 70%, sementara sisanya dipegang MP Ventures Pte Ltd (MVP) sebesar 30%.

Perusahaan ini didirikan untuk menjadi bareboat charterer kapal AHTS yakni RT Kris. Kapal jenis Anchor Handling tug and supply (AHTS) merupakan kapal untuk menunjang kegiatan operasi lepas pantai (offshore).

Dia mengatakan perseroan telah menghentikan aktivitas operasi RTM, CHL, CHS, dan RTO efektif pada 9 November 2020.

“Penghentian ini telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan dan prosedur yang berlaku di Singapura dan telah mendapatkan persetujuan dari IRAS dan ACRA Singapore (Accounting and Corporate Regulatory Authority).

Dia menjelaskan, tidak adanya aktivitas yang dapat memberikan keuntungan kepada perseroan merupakan pertimbangan dihentikannya aktivitas operasi RTM, CHL dan CHS.

“Penghentian ini juga dimaksudkan untuk efisiensi biaya-biaya operasional yang harus dikeluarkan perusahaan, termasuk biaya konsultan pajak Singapura, penyewaan virtual office, biaya auditor, dan biaya-biaya jasa profesional lainnya,” jelasnya.

Adapun penghentian operasi RTO karena perusahaan in didirikan untuk menjadi bareboat charterer kapal AHTS dengan nama RT Kris, tapi sejak September 2015, sewa bareboat telah dihentikan karena kondisi pasar yang menantang. Pada 26 Maret 2018, Kapal RT Kris juga telah terjual dan tidak ada lagi aktivitas untuk perusahaan ini.

“Dampak terhadap kondisi operasional dan keuangan berdampak cup baik karena perseroan dapat melakukan efisiensi biaya,” kata Doddy.

Data BEI mencatat, pada perdagangan sesi I, saham RIGS tercatat naik 4,50% di level Rp 232/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 141,32 miliar. Selama 6 bulan terakhir saham ini naik 17%.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)




Source link

IHSG Menguat ke 5.557 pada Hari Ini, 18 November



Jakarta, CNN Indonesia —

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.557 pada rabu (18/11). Posisi itu menguat 0,50 persen dibandingkan Selasa (17/11). 

Data RTI Infokom menunjukkan investor melakukan transaksi sebesar Rp12,26 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,35 miliar saham. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp722,44 miliar.

Pada penutupan kali ini, 232 saham menguat, 210 terkoreksi, dan 175 lainnya stagnan. Terpantau, enam dari sepuluh indeks sektoral menguat, dipimpin oleh kenaikan sektor pertambangan sebesar 1,36 persen.







Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pukul 16.00 WIB terpantau melemah 0,3 persen ke level Rp14.102 per dolar AS.

Di sisi lain, bursa saham Asia bergerak bervariasi. Tercatat, indeks Nikkei225 tertekan 1,1 persen, indeks Hang Seng Composite di Hong Kong hijau 0,57 persen, dan indeks Kospi di Korea Selatan menguat 0,26 persen.

Sedangkan, bursa saham Eropa terlihat kompak melempem. Terpantau, indeks FTSE100 di Inggris turun 0,28 persen, indeks CAC All-Tradable di Prancis melemah 0,04 persen, dan indeks DAX di Jerman merah 0,02 persen.

[Gambas:Video CNN]

(wel/agt)






Source link

Poseidon Tukar Utang Jadi Saham di Emiten Sawit Grup Bakrie



Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten perkebunan sawit Grup Bakrie, PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP), mengumumkan rencana penambahan modal tanpa melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dalam rangka mengkonversi utang perseroan menjadi saham.

Dalam pengumuman di laman keterbukan informasi Bursa Efek Indonesia, perseroan berencana melaksanakan private placement sebanyak 806,44 juta saham baru atau setara 24,39% dari modal disetor perusahaan. Harga pelaksanaan private placement ini sebesar Rp 300 per saham, dengan demikian, emiten bersandi UNSP ini meraih dana sebesar Rp 241,39 miliar.


Tujuan perseroan melakukan rencana transaksi tersebut untuk merestrukturisasai utang kepada Poseidon Corporate Services Ltd sebesar Rp 176,59 miliar melalui skema konversi utang menjadi saham. Poseidon adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha investasi yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Seychelles dan beralamat di Oliaji Trade Center, Victoria.

Selanjutnya, menyelesaikan utang kepada kreditur PT Mateo Sagraha Atlantis (MSA) sebesar Rp65,33 miliar melalui skema yang sama.

“Dengan dilakukannya rencana transaksi, perseroan berharap dapat memperbaiki posisi keuangan perseroan, di mana perseroan akan memiliki rasio utang yang lebih sehat, beban keuangan yang semakin berkurang dan kas yang lebih kuat di masa yang akan datang,” tulis manajemen UNSP, dikutip Kamis (18/11/2020).

Berkaitan dengan rencana transaksi tersebut, perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB pada 23 Desember 2020 untuk memperoleh persetujuan pemegang saham.

Seperti diketahui, latar belakang dilaksanakannya konversi utang menjadi saham tersebut lantaran terjadinya penurunan pendapatan perseroan imbas dari penurunan harga minyak sawit sejak tahun 2014 yang berlanjut sampai dengan 2019 di mana referensi harga jual minyak sawit dunia rata-rata semakin turun menjadi US$ 483 per ton yang menyebabkan perseroan semakin turun menjadi Rp 1,98 triliun.

Tak hanya itu, pandemi Covid-19 yang merebak sejak kuartal pertama 2020 memberikan ketidakpastian bagi dunia usaha. Sehingga, memeberikan pengaruh bagi perseroan dalam kemampuannya melunasi kewajiban kepada debitur.

Sampai dengan 31 Oktober 2020 struktur kepemilikan saham perseroan digenggam oleh Indo Alam Resources Pte Ltd dengan kepemilikan sebesar 17,46 persen, Ernawati Ali sebesar 10,96 persen, Lie Leonard Djajali sebesar 9,21 persen, Paradiso Resouces Ltd. sebesar 5,89 persen, dan saham publik sebesar 56,48 persen.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)




Source link

Airbnb Bakal IPO di Tengah Kenaikan Kasus Covid-19



Jakarta, CNN Indonesia —

Perusahaan jasa pemesanan hotel dan penginapan daring, Airbnb telah meluncurkan prospektus dalam rangka penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Perusahaan tetap akan go public di pasar saham di tengah kenaikan kasus pandemi covid-19.

Melansir CNN, Selasa (17/11), perusahaan mengajukan dokumen IPO yang telah lama ditunggu-tunggu pada awal pekan ini. Dalam prospektus itu, perseroan mengungkap bahwa mereka berhasil menghasilkan keuntungan sebesar US$219 juta pada kuartal III 2020 dan pendapatan US$1,34 miliar.

Namun, capaian tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagai perbandingan, perusahaan mencetak laba US$227 juta selama kuartal III 2019 dan berhasil mengantongi pendapatan US$1,65 miliar.







Sementara itu, paruh pertama 2020 merupakan periode suram bagi Airbnb lantaran dampak pandemi covid-19. Platform yang digunakan pada lebih dari 220 negara itu mengalami kerugian bersih sebesar US$916 juta dengan pendapatan US$1,18 miliar.

Prospektus IPO Airbnb muncul saat kondisi pandemi covid-19 memburuk. Kondisi ini telah diantisipasi oleh perusahaan dengan perkiraan penurunan lebih besar dalam pemesanan kamar hotel.

“Selama kuartal IV 2020, gelombang infeksi covid-19 muncul lagi,” tulis perusahaan dalam pernyataan resmi.

Airbnb berencana untuk mendaftar sahamnya di bursa saham Nasdaq, dengan kode saham ABNB. Rencana IPO ini sudah diumumkan perseroan pada pada September 2019 lalu.

Setahun kemudian, tepatnya pada Agustus 2020, perusahaan mengatakan telah menyerahkan dokumen rahasia kepada pihak sekuritas dan bursa AS untuk penawaran umum perdana, sehingga memperjelas rencana go public itu.

Airbnb sendiri berdiri pada 2008 sebagai Airbed & Breakfast oleh Brian Chesky, Joe Gebbia, dan Nathan Blecharczyk. Sejak saat itu, perusahaan telah memperluas penawarannya mencakup apartemen, rumah, dan hotel serta perjalanan.

Namun, bisnis perusahaan terpukul parah oleh pandemi pada Maret dan April ketika banyak terjadi pembatalan pemesanan. Tetapi, perseroan telah melihat peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, didorong penggunaan Airbnb untuk perjalanan domestik dan jarak pendek.

“Kami percaya pandemi covid-19 memperkuat bahwa perjalanan adalah keinginan manusia yang abadi, bahkan dalam menghadapi tantangan. Orang-orang semakin mencari opsi perjalanan yang lebih dekat dengan rumah,” kata perusahaan itu.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/bir)






Source link

Mimpi Erick Thohir! Simbiosis Mutualisme BRI, PNM & Pegadaian



Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten perbankan Pelat Merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tengah menjadi sorotan pelaku pasar. Bagaimana tidak sejak 5 November lalu harga saham BBRI sudah terbang 21,58% ke harga penutupan Jumat (13/11/20) kemarin di level Rp 4.000/unit

Ternyata terungkap, selain sentimen global yang sedang bagus-bagusnya yakni kabar vaksin corona dari Pfizer yang memiliki efektivitas di atas 90%, Rabu kemarin (11/11/2020) BBRI mengumumkan rencana aksi korporasi besar yang akan dilakukan.

Belum jelas memang aksi korporasi apa yang akan dilakukan oleh BBRI namun tentunya para investor sudah bisa mengendus aksi korporasi ini dari jauh-jauh hari.


Jejak aksi korporasi BBRI sudah ditinggalkan saat akhir Oktober dimana kala itu merupakan batas terakhir pengumpulan laporan keuangan Q3. BBRI mengumumkan akan mengaudit laporan keuangannya sehingga tenggat waktu pengumpulan laporan keuangan hasil audit diperpanjang.

Tanda tanya tentunya muncul di benak para pelaku pasar karena laporan keuangan kuartal ketiga tidak wajib untuk diaudit, apabila perseroan mengaudit laporan keuangan biasanya akan diadakan aksi korporasi besar-besaran.

Bahkan jejak aksi korporasi BBRI bisa ditelisik hingga awal tahun 2020. Kala itu, Menteri BUMN, Erick Thohir, selaku pemegang saham mayoritas di BRI sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia pernah memberikan petunjuk mengenai arah pengembangan BRI ke depan.

Hal ini disampaikan Erick saat menjadi pembicara dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook pada Februari 2020. Erick mengatakan, Kementerian BUMN akan mensinergikan BRI dengan Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Kami sudah rapat dengan BRI, kami ingin memastikan Juni ini terjadi sinergi yang luar biasa dengan Pegadaian (PT Pegadaian) dan PMN(PT Permodalan Nasional Madani). Jadi jelas, tidak ada lagi overlapping kebijakan di situ, dan target market-nya jelas, ini kalau terjadi, BRI akan jadi bank luar biasa. Cepat-cepat beli sahamnya!” ujar Erick saat itu.

Belum jelas memang sinergi apa yang dimaksudkan Erick di antara ketiga BUMN tersebut, namun yang jelas dengan adanya ‘kerja sama’ di antara ketiga perusahaan tersebut akan menguntungkan ketiganya alias simbiosis mutualisme.

Dari sisi BBRI, keuntungan datang dari dukungan terhadap arah bisnis BBRI ke depan yakni go smaller yaitu memberikan kredit ke segmen ultra mikro. Dengan arah ini, maka BRI mengincar porsi pembiayaan UMKM bisa naik ke 85% dari posisi sebelumnya sekitar 80%.

Segmen ultra mikro yang masih unbankable atau tidak terjangkau layanan perbankan memang belum banyak digarap oleh BRI selama ini. Segmen ini terdiri dari bagian, termasuk productive poor yang diyakini memiliki pangsa pasar sangat besar, namun hanya sangat sedikit bank yang bermain di Indonesia.

Perlu diingat jumlah masyarakat yang memiliki rekening bank per 2019 hanyalah sebesar 49% dan tentunya angka ini akan terus turun apabila dibagi kembali menjadi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Segmen yang selama ini digarap oleh perusahaan pembiayaan non bank, seperti BUMN Pegadaian maupun Permodalan Nasional Madani (PNM) sehingga dengan bersinerginya ketiga perusahaan tersebut, gol BBRI untuk merambah pasar ultra mikro akan lebih mudah tercapai.

Dari sisi PNM dan Pegadaian keuntungan yang didapat tentu saja berupa pendanaan dan likuiditas dari Bank sekelas BBRI yang memiliki aset terbesar di Indonesia.

Sebelumnya pendanaan kedua perusahaan hanya bisa diamankan melalui penerbitan obligasi korporasi ataupun pinjaman kepada bank.

Catat saja menurut data Refinitiv saat ini Pegadaian memiliki total Outstanding Bonds senilai Rp 10,8 triliun hingga tahun 2025 dimana lebih dari setengahnya yakni Rp 5,8 triliun akan jatuh tempo tahun depan.

Apalagi ternyata jumlah ini terus meningkat dimana total nilai obligasi jatuh tempo sebelumnya selama 22 tahun terakhir ‘hanyalah’ Rp 13,42 trilun yang menunjukkan kebutuhan dana Pegadaian dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Hal yang serupa terjadi pula pada PNM dimana perseroan memiliki total Outstanding Bonds yang bahkan lebih besar yakni senilai Rp 12,37 triliun hingga tahun 2025 dimana Rp 4,1 triliun akan jatuh tempo tahun depan.

Jumlah kebutuhan PNM akan dana segar juga terus meningkat yang ditunjukkan dengan total nilai obligasi jatuh tempo sebelumnya selama 9 tahun terakhir ‘hanyalah’ Rp 6,9 triliun

Hal inilah yang tentunya menyebabkan biaya dana atau biasa lebih dikenal dengan sebutan cost of funds perusahaan membengkak dari tahun ke tahun. Tercatat biaya bunga PNM pada tahun 2019 sebesar Rp 1,59 triliun naik hampir dua kali lipat dari posisi tahun sebelumnya di angka Rp 0,99 triliun.

Dengan sinergi antara ketiga perusahaan Pelat Merah ini tentu saja nantinya Pegadaian dan PNM tidak perlu lagi mencari sumber dana segar dan kalaupun ingin menerbitkan obligasi, suku bunga obligasi nantinya bisa ditekan karena memiliki daya tawar lebih tinggi sehingga cost of funds dapat ditekan.

Jadi nantinya sinergi antara BBRI, Pegadaian, dan PNM diprediksikan benar-benar akan menguntungkan semua pihak. Bukan begitu Pak Erick ?

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)




Source link

Vaksin & Biden Picu Asing Borong Saham, IHSG Terbang!



Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan inimelesat kencang2,35% dan ditutup di level 5.461,05. Indeks acuan pasar modal Tanah Air masih mampu terbang melanjutkan reli pekan lalu.

Sentimen positif memang sedang membanjiri pasar modal baik pasar modal dalam negeri maupun pasar modal global berupa kemenangan Calon Presiden Partai Demokrat, Joe Biden dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) dan efektivitas vaksin corona Pfizer yang disebut lebih dari 90%.


Data perdagangan mencatat, meskipun sideways pekan ini perdagangan kembali ramai dengan total transaksi mencapai Rp 61,59 triliun atau rata-rata Rp 12.31 triliun per hari.

Transaksi tergolong sangat ramai sekali setelah pekan lalu IHSG melesat dari level 5.100 sehingga pasar modal tanah air sedang menjadi primadona para investor.

Hal ini diaminkan oleh investor asing yang kembali masuk ke pasar modal Garuda dengan total beli bersih yang sangat masif yakni sebesar Rp 4,45 triliun di pasar reguler pada perdagangan pekan ini.

Saham yang paling banyak dilego asing pekan ini adalah PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) dengan jual bersih sebesar Rp 357 miliardan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 162 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan beli bersih sebesar Rp 1,2 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan net buy sebesar Rp 2,6 triliun.

Reli kencang pasar modal tidak terlepas dari dua sentimen positif yang datang secara beriringan. Pertama tentunya adalah kabar kemenangan calon Presiden Partai Demokrat, Joe Biden yang unggul dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Biden digadang-gadang sanggup untuk menghentikan perang dagang dengan China yang sebelumnya dilancarkan oleh Trump sehingga perekonomian global akan pulih lebih cepat di tengah serangan Covid-19 tanpa adanya drama lanjutan.

Selanjutnya, sifat Joe Biden yang cenderung tidak se-impulsif Trump tentu saja juga menjadi kabar baik bagi pasar karena volatilitas pasar akibat cuitan-cuitan Trump akan terhenti. Ingat ketidakpastian adalah musuh pasar modal.

Selain itu kebijakan Partai Demokrat yang cenderung ‘doyan’ meningkatkan pajak terutama pajak korporasi untuk membiayai besarnya stimulus fiskal yang dikucurkan tentu saja akan menyebabkan investor Wall Street berpikir ulang untuk menempatkan dananya di perusahaan AS.

Hal ini menyebabkan ada kemungkinan investor menarik dananya dari Bursa Paman Sam dan memindahkan-nya ke bursa efek emerging market dan bukan tidak mungkin bursa efek Tanah Air akan kecipratan.

Selanjutnya sentimen kedua yang tidak kalah heboh datang dari vaksin Pfizer dimana sebelumnya diberitakan Chairman & CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan perkembangan terakhir tersebut menjadi hari yang indah bagi ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Efikasi final dari vaksin tersebut dikatakan aman.

“Hasil pertama dari uji klinis fase tiga uji vaksin mengindikasikan kemampuan vaksin kami untuk mencegah Covid-19,” ujar Bourla dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir CNBC International.

“Dengan berita hari ini kami sudah makin dekat untuk menyediakan vaksin kepada masyarakat di seluruh dunia, dan diharapkan bisa membantu mengakhiri krisis kesehatan dunia,” ungkap Bourla.

Kedua perusahaan tersebut berencana untuk mengajukan penggunaan darurat vaksin kepada Food and Drug Administration (FDA) AS pada pekan ketiga November 2020.

Kabar tersebut memunculkan harapan hidup akan segera kembali normal, roda bisnis perlahan kembali berputar, dan perekonomian segera bangkit.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)




Source link