fbpx
Jumlah Pengunjung Anjlok 68 Persen, PT Pembangunan Jaya Ancol Rugi Rp 146,37 M

Jumlah Pengunjung Anjlok 68 Persen, PT Pembangunan Jaya Ancol Rugi Rp 146,37 M


TEMPO.CO, Jakarta – Emiten taman rekreasi dan pariwisata PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengalami penurunan pengunjung hingga 68,18 persen pada semester I 2020 yang berimbas kepada anjloknya kinerja keuangan.

Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali mengatakan bisnis perseroan termasuk yang terdampak pandemi Covid-19. Penutupan operasional tak terhindarkan dan menyebabkan jumlah pengunjung turun signifikan pada semester I 2020 dibandingkan kondisi normal.

Berdasarkan paparan perseroan, pada periode Januari—Juni 2020 tercatat total pengunjung sebanyak 3,35 juta orang di kawasan Beach Park, Dufan, Atlantis, Sea World, dan Ocean Dream Samudra.

Jumlah ini turun sekitar 68,18 persen dari jumlah kunjungan periode yang sama tahun lalu sebanyak 10,53 juta pengunjung.

Adapun, operasional Taman Impian Jaya Ancol ditutup sejak Maret 2020 dan baru dibuka kembali pada 20 Juni 2020. Saat ini, Sahir menyebut pihaknya masih membatasi pengunjung sebanyak 50 persen dari kapasitas normal.

Selain itu, pengunjung yang diizinkan masuk harus memiliki KTP berdomisili DKI Jakarta dan usia dibatasi 9 tahun ke atas.

Setelah dibuka pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, jumlah pengunjung di Taman Impian Jaya Ancol terdata masih 10 persen dari jumlah pengunjung pada hari normal.

“Ini tentunya berdampak ke kinerja kami di semester I/2020, ini menyebabkan penurunan pendapatan kurang lebih sebesar 58 persen dan kami mengalami kerugian sebesar 306 persen atau 146 miliar,” kata Direktur Keuangan Pembangunan Jaya Ancol Hari Sundjojo, Senin, 24 Agustus 2020.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2020, operator Taman Impian Jaya Ancol ini membukukan pendapatan sebesar Rp 254,21 miliar atau turun 58,18 persen dari Rp 607,89 pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan mengalami kerugian Rp 146,37 miliar pada semester I 2020, berbalik dari posisi laba Rp 71,22 miliar pada semester I tahun lalu.

Teuku Sahir Syahali mengatakan lini usaha rekreasi melalui penjualan tiket tetap menjadi unggulan emiten bersandi saham PJAA tersebut.

“Ticketing baik itu Dufan, pantai Ancol, Sea World, Gelanggang Samudra, dan lainnya tetap menjadi tulang punggung kami di 2020,” kata Sahir.

BISNIS





Source link