fbpx

Kemendag: Fluktuasi Harga Tambang Internasional Pengaruhi Biaya Patokan Ekspor


TEMPO.CO, Jakarta – Fluktuasi harga internasional memengaruhi penetapan harga patokan ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) periode November 2020. Dibandingkan dengan HPE periode Oktober 2020, sebagian besar komoditas mengalami penurunan HPE. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 85 Tahun 2020, tanggal 23 Oktober 2020.

“HPE produk pertambangan periode November 2020 yang mengalami fluktuasi, diantaranya komoditas konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu. Harga beberapa komoditas produk pertambangan mengalami kenaikan dikarenakan adanya permintaan dunia yang meningkat,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Oktober 2020.

Didi menambahkan, komoditas konsentrat tembaga; konsentrat besi; konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit); konsentrat timbale; konsentrat seng; konsentrat pasir besi; dan konsentrat rutil mengalami penurunan dikarenakan industri belum stabil sebagai dampak pandemi Covid-19.

Sejumlah produk tambang yang dikenakan bea keluar adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).





Source link

Penuhi Tuntutan Pedemo, Freeport Kembali Beroperasi

Penuhi Tuntutan Pedemo, Freeport Kembali Beroperasi


Jakarta, CNN Indonesia —

PT Freeport Indonesia kembali beroperasi, pada Sabtu (29/8), setelah manajemen setuju untuk menyediakan bus antar-jemput karyawan dan memberikan tunjangan Rp750 ribu kepada mereka yang memilih tinggal di perusahaan.


Sebelumnya, akses jalan tambang di Ridge Camp, Mile 72, Tembagapura, Papua, sempat ditutup 1.000 karyawan yang berdemo sejak Senin (24/8). mereka memprotes kebijakan perusahaan yang melarang karyawan pulang ke rumah selama pandemi virus corona.

Keputusan tertuang dalam surat interoffice memorandum manajemen Freeport yang ditujukan kepada seluruh karyawannya.


“Perusahaan menghargai kinerja angkatan kerja kita, terutama kesabaran dan pengorbanan mereka selama krisis kesehatan masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Terima kasih atas semua upaya anda, kita mampu menjaga suatu lingkungan kerja yang sehat,” tulis manajemen Freeport dalam memo seperti dikutip dari Antara, Sabtu (29/8).

Manajemen Freeport pun memastikan bahwa perusahaan akan mengatur layanan bus Shift Day Off (SDO) dengan tetap mempertahankan protokol Covid-19 yang berlaku di wilayah kerja dan komunitasnya.

Untuk perjalanan dari dataran tinggi (Tembagapura) ke Timika, perusahaan akan menyediakan kapasitas tempat duduk bus maksimal 600 kursi. Layanan tersedia untuk semua karyawan yang berdomisili di Timika atau pemegang KTP Timika.

Protokol sanitasi di bus seperti pemeriksaan suhu tubuh akan dilakukan sebelum naik dan semua penumpang akan diminta untuk memakai masker saat berada di bus. Sementara, jarak fisik dianjurkan untuk diterapkan secara praktis.

“Kapasitas tes dan persyaratan jaga jarak fisik akan mengakibatkan pembatasan kapasitas masuk menjadi sekitar 250 orang per hari,” lanjut pernyataan manajemen Freeport.


Infografis Perbedaan proses Pengambilalihan Freeport dan Blok RokanFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Bagi mereka yang memperoleh hasil tes reaktif atau positif saat pengujian untuk perjalanan ke Timika, manajemen akan menerapkan karantina.

“Mari kita bekerja sama untuk segera memulihkan operasi dan produksi kita. Hal ini akan memungkinkan kita untuk terus mencapai tujuan jangka panjang dan menghargai upaya para pekerja kita untuk mendukung mitigasi Covid-19 yang berkelanjutan dan produksi yang aman,” kata Juru Bicara Freeport Riza Pratama.

Mengutip dari AFP, juru bicara Freeport di Tembagapura Kerry Yarangga mengatakan bus-bus pengantar itu sudah mulai bergerak sejak Jumat malam lalu. Para pekerja yang telah memenuhi syarat, katanya, ikut ke Mimika dengan bus tersebut.

Kapolsek Tembagapura Ipda Aduard Edison mengatakan situasi kamtibmas di wilayah Tembagapura tetap kondusif meski beberapa hari akses di jalan Mile 72 diblokade karyawan.

“Palangnya sudah dibuka tadi siang. Pihak perusahaan sudah mengeluarkan Interoffice Memorandum yang dibacakan dihadadapan karyawan bersama Ketua DPRD Mimika Robby Omaleng,” kata Edison.

(wel/kid)

[Gambas:Video CNN]





Source link