fbpx
Sri Mulyani soal Vaksin Corona: Tantangan, Mental Harus Siap

Sri Mulyani soal Vaksin Corona: Tantangan, Mental Harus Siap



Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai produksi dan distribusi vaksin corona di tahun depan tak akan serta-merta mengakhiri kasus covid-19 dan memulihkan perekonomian. Ia memprediksi akan ada berbagai kendala dalam tahap pelaksanaan dan butuh waktu sampai semua masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi.

“Penemuan vaksin diupayakan, namun tidak akan segera. Pelaksanaan vaksinasi akan tetap menghadapi tantangan. Jadi, secara mental kita harus tetap bersiap,” ujarnya dalam Spectaxcular 2020 Virtual Festival yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (23/10).

Selain itu, Ani, panggilan akrabnya, juga mengingatkan pentingnya menjaga stamina untuk bisa bertahan sampai situasi benar-benar kembali normal.







Masyarakat juga diminta mulai terbiasa dengan protokol kesehatan covid-19 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dari perkiraan. 

“Tentu, kita harus saling memberikan semangat, karena bagaimana pun juga tadinya kita pikir kalau hanya satu bulan work from home atau PSBB masih bisa oke. Tapi ternyata ini sudah lebih dari 7 bulan dan tahun depan pun kita akan menghadapi  ketidakpastian ini,” tuturnya.

Lebih lanjut Ani mengingatkan jajaran pegawai DJP untuk tetap menjalankan tugasnya dalam mengumpulkan penerimaan negara, meski sebagian besar wajib pajak juga tengah menghadapi situasi sulit.

“Kita akan menjaga mereka melewati masa sulit dan kalau mereka punya kemampuan membayar, kita juga akan tetap mengoleksi itu,” terang dia.

Selain itu, ia meminta jajaran pegawai DJP terus mensosialisasikan berbagai insentif yang disiapkan pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional.

Beberapa di antaranya adalah pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), pembebasan PPh Pasal 22 impor.

Kemudian, diskon angsuran 50 persen PPh Pasal 25, serta restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dipercepat.  

“Karena dalam situasi yang sulit ini instrumen APBN itu menjadi andalan yang luar biasa penting, Kita semuanya tetap harus melaksanakan tugas negara ini dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(hrf/bir)





Source link

Erick Thohir Patok 70 Persen Penduduk Dapat Vaksin Corona

Erick Thohir Patok 70 Persen Penduduk Dapat Vaksin Corona


Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah menargetkan dapat memberikan vaksin covid-19 kepada 70 persen penduduk Indonesia secara massal pada 2021. Itu berarti, sebanyak 161 juta orang penduduk ditargetkan menerima vaksin dengan asumsi jumlah penduduk 230 juta.

“Kita dengan penduduk 230 juta, kami baru memfokuskan untuk mendapatkan 70 persen,” ujar Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir, usai rapat bersama IDI dan PPNI, Kamis (3/9).

Jumlah tersebut, kata dia, mengecualikan penduduk dengan usia 18 tahun. Pasalnya, pemerintah belum melakukan uji coba klinis kepada penduduk usia tersebut.


Selain itu, penduduk usia 18 tahun dinilai memiliki daya tahan tubuh sangat bagus.

“Tapi, bukan berarti nanti generasi muda dikorbankan, bukan. Ini nanti ada yang melintir generasi muda dikorbankan,” ujarnya.

Pemberian vaksin nantinya, lanjut Erick, akan dilakukan oleh 1,5 juta dokter, perawat, dan bidan. Dalam hal ini, pemerintah akan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mendapatkan data tenaga kesehatan tersebut.

Termasuk penentuan kriteria dokter, perawat, dan bidan yang akan melakukan imunisasi.

“Ini menjadi kekuatan kami untuk nanti melakukan imunisasi massal atau vaksinasi massal awal tahun yang kami usahakan lebih cepat lagi kalau bisa. 1,5 juta ini yang harus mendapatkan vaksin duluan karena beliau ini yang terdepan,” ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Erick yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu menargetkan program imunisasi massal bisa dilakukan awal 2021 mendatang. Untuk pengadaan vaksin covid-19 ini pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp18 triliun.

Saat ini, pemerintah terus mengembangkan vaksin baik secara mandiri maupun kerja sama dengan pihak asing. Misalnya, PT Bio Farma (Persero) tengah melakukan uji coba tahap ketiga vaksin covid-19. Perusahaan BUMN kesehatan itu bekerja sama dengan produsen vaksin asal China, Sinovac dalam pengembangan vaksin.

Lalu, PT Kimia Farma (Persero) dan PT Indo Farma (Persero) dengan perusahaan teknologi kesehatan asal Uni Emirat Arab, G42. Secara mandiri, Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin Merah Putih oleh LBME Eijkman.

(agt)





Source link

Erick Thohir Sebut Vaksin Corona Gratis Buat Peserta BPJS

Erick Thohir Sebut Vaksin Corona Gratis Buat Peserta BPJS

Jakarta, CNN Indonesia –Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir menyatakan peserta BPJS Kesehatan akan mendapat bantuan vaksin corona gratis dari pemerintah. Rencananya, vaksinasi dilakukan pada awal 2021 jika uji klinis berhasil.

Ia mengusulkan ada dua program vaksinasi yaitu vaksinasi gratis dan mandiri atau berbayar bagi masyarakat yang mampu.

“Kami juga mengusulkan bila memungkinkan untuk masyarakat juga bisa membayar vaksin mandiri untuk yang mampu. Jadi memang yang terdata di BPJS kesehatan itu gratis tetapi dengan tingkat daya beli berapa itu harus mandiri,” katanya pada rapat kerja dengan komisi IX DPR RI, Kamis (27/8).


Namun, Erick belum merinci masyarakat berpenghasilan berapa yang terbilang mampu sehingga dapat melakukan vaksinasi mandiri.

Usulan vaksinasi mandiri dilatarbelakangi oleh kemampuan anggaran pemerintah yang terbatas.

“Kebutuhan APBN yang selama ini kita tahu juga defisit anggaran terus melebar dan kalau dilihat dari data-data ekonominya sendiri pemasukan kepada negara cukup rentan,” lanjutnya.

Di kesempatan sama, Erick juga menyatakan bahwa pada akhir tahun ini, vaksin covid-19 akan mulai disuntikkan kepada 15 juta orang. Jika kerja sama pemerintah dengan Sinovac, China dan G24, Uni Emirat Arab berjalan sesuai rencana, diproyeksikan pemerintah dapat memproduksi 30 juta vaksin siap pakai.

[Gambas:Video CNN]

“Per orang butuh dua kali suntik, jadi 30 juta dosis untuk 15 juta orang, ini diberikan dalam jeda waktu 2 minggu,” jelasnya.

Sementara, komitmen untuk 2021, pada kuartal pertama direncanakan dari G24 sebanyak 50 juta dosis vaksin sudah dapat diproduksi. Dari Sinovac, akan ada 250 juta dosis disiapkan sepanjang 2021.

(wel/sfr)

Source link