Tidak Ada Uang Ganti Rugi Bagi Penumpang Pesawat Karena Karhutla

Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan menjelaskan bahwa tidak ada ganti rugi bagi penumpang pesawat yang delay (tertunda) akibat kabut asap di Pulau Kalimantan karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hal tersebut dinilai karena kondisi itu adalah kejadian diluar kemampuan manusia (force majeure) dan bukan bentuk kesalahan dari pihak maskapai penerbangan. Ia juga menambahkan bahwa karhutla juga memberikan kerugian bagi industri penerbangan. Hal serupa juga dialami penumpang yang terpaksa menunda kepergiannya. Namun, Ia mengaku pemerintah juga masih belum memberikan angka estimasi kerugian tersebut. Pemerintah juga belum mendapatkan solusi jangka panjang untuk langkah antisipatif dalam hal tersebut, dan satu-satunya cara saat ini adalah mencegah karhutla.

Dalam kesempatan yang sama, Polana B. Pramesti selaku Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menjelaskan bahwa pihaknya masih menghitung total penerbangan yang mengalami delay. Karena angkanya terus bergerak setiap hari. Untuk wilayah terparah korban kabut asap saat ini adalah Sampit, Kalimantan Tengah dan Pontianak, Kalimantan Barat. Yang mana kondisi tersebut sangat mengganggu dan sebanyak 80% penerbangan di Bandara Supadio Pontianak lumpuh. Sebelumnya Dwikorita Karnawati selaku Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penilaian bahwa langkah penanggulangan bencana karhutla terkendala kondisi langit yang cenderung bersih dan tidak berawan. Dan menurutnya kondisi tersebut dapat menyulitkan upaya pemerintah dengan membuat hujan buatan di kawasan yang terdapat titik api (hotspot).

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190916195716-92-431007/