Tumbuh kembangkan Kewirausahaan di Indonesia dengan beberapa kegiatan

Program kementerian koperasi dan UKM menegaskan tahun ini akan terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan kewirausahaan yang ada di Indonesia. Perkembangan kewirausahaan pada 8.790 kepada calon wirausaha melalui permasyarakatan kewirausahaan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan technopreneur serta kewirausahaan sosial. Yang kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kualitas SDM UMKM bagi 3.500 pengusaha UMKM melalui pelatihan vokasi. Selanjutnya pengembangan SDM UKM bagi 500 pemuda melalui fasilitas magang.

Untuk meningkatkan daya saing pada UMKM melalui kewirausahaan, Rulli Nuryanto selaku Deputi Bidang Perkembangan SDM menyampaikan bahwa pihaknya akan terus konsistem dalam mendukung pengusaha lokal dengan beberapa gerakan seperti Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) dan Gerakan Mahasiswa Pengusaha (GMP).

Di tahun 2019 ini kementerian KUKM akan terus menumbuh kembangkan budaya kewirausahaan antara lain dengan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi seluruh Indonesia dan pelatihan bagi 7.050 mahasiswa, sarjana, generasi muda, dan kelompok masyarakat strategis lainnya. Sedangkan untuk meningkatkan daya saing koperasi dan UMKM, Kemenkop dan UKM akan melaksanakan program peningkatan kualitas SDM koperasi bagi 4.530 pelaku koperasi melalui pelatihan perkoperasian, pengembangan standardisasi, dan sertifikasi bagi 2.010 pelaku koperasi dan UMKM melalui pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi SDM KUKM, dan peningkatan kapasitas pengelola LKM berbasis kompetensi dan pelatihan manajemen SDM KUKM berbasis kompetensi.

Untuk menguatkan kapasitas pembina, pendamping koperasi dan UMKM dan petugas penyuluh lapangan, kemenkop dan UKM akan melakukan program pelatihan bagi penyuluh koperasi dengan peserta sebanyak 350 orang, sedangkan pelatihan bagi pendamping SDM sebanyak 300 orang dan pelatihan bagi pembina KUMKM daerah sebanyak 150 orang. Untuk pengefektifan dan pengefisienkan penyelenggaraan dalam peningkatan SDM KUKM, kementerian koperasi dan UKM telah mengalokasikan anggaran untuk pelatihan dan pendampingan di Provinsi dan Kabupaten/Kota melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp.200 Milliar, yang mana dana tersebut dialokasikan ke 34 Provinsi dan 172 Kabupaten/Kota dengan target peserta sebanyak 56.056 orang dengan pendamping sebanyak 1.279 orang. Yang mana sebelumnya, DAK 2018 telah dialokasikan Kemenkop dan UKM sebesar Rp.100 Milliar ke 34 Provinsi dengan target peserta sebanyak 23.545 dan dengan pendamping sebanyak 1.500 orang.

Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read214081/alokasikan-rp200-miliar-untuk-kewirausahaan-ini-program-kemenkop-dan-ukm.html