fbpx
Menteri Teten: Serapan Dana PEN untuk UMKM Sudah 61 Persen

Menteri Teten: Serapan Dana PEN untuk UMKM Sudah 61 Persen



Suara.com – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengatakan hingga Agustus 2020, serapan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang fokus pada UMKM sudah mencapai 61 persen dari anggaran Rp 78,8 Triliun untuk penempatan dana melalui perbankan yang telah tersalurkan ke 1,02 juta UMKM.

Program Subsidi Bunga juga telah membantu lebih dari 7,8 juta pelaku UMKM dengan subsidi total Rp 2,5 triliun, alias 7,2 persen dari alokasi dana R p35,3 triliun, untuk total nilai pinjaman Rp 317 triliun.

“Kalau hari ini sudah 61 persen penyerapannya dari sejak launching bulan Agustus di Istana oleh pak presiden. Jadi ini memang kita perlu percepat Kenapa ? karena banyak usaha mikro terutama yang unbankable yang belum pernah pinjam kredit dari perbankan, modal Mereka banyak sudah terus dipakai untuk konsumsi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujar Teten dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk “Bantuan UMKM Efektifkah?” secara daring, Jumat (4/9/2020).

Diketahui, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dalam kebijakan ini terdapat serangkaian skema kebijakan afirmasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp695 triliun untuk tahun 2020.

Kebijakan PEN meliputi upaya pemulihan pada sisi permintaan dan pada sisi penawaran masyarakat secara simultan.

Program PEN ini seiring dengan anggaran pemulihan kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun yang dikelola Satgas Penanganan Covid-19.

Teten menyebut, pada krisis ekonomi di masa lalu, UMKM telah berperan penting menjadi backbone dan buffer zone yang menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan krisis ekonomi yang semakin dalam.

Dalam kerangka memitigasi krisis ekonomi inilah, kebijakan afirmatif berupa Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk Usaha Mikro telah digulirkan.

Selain memberikan stimulus sebagai tambahan modal usaha bagi pelaku usaha kelompok kategori mikro, program Banpres diharapkan dapat menahan gerusan daya beli masyarakat di tingkat bawah sehingga menjaga sisi permintaan.





Source link

Menkop UKM Dorong Semangat UMKM di Tengah Pandemi

Menkop UKM Dorong Semangat UMKM di Tengah Pandemi


JawaPos.com – Agustus menjadi bulan semangat bagi semua elemen bangsa. Pada bulan itu semangat kemerdekaan begitu berkibar.

Di tengah pandemi Covid-19, banyak sektor usaha mengalami goncangan, termasuk di sektor UMKM. Pelaku UMKM harus diselamatkan karena mereka adalah urat nadi ekonomi di tengah masyarakat.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meminta para pelaku usaha kelontong dan UMKM di seluruh Indonesia harus tetap menjaga semangatnya dalam menjalankan usaha.

“Bagi seluruh toko kelontong dan UMKM di Indonesia jangan menyerah, tetap kibarkan semangat, dengan sikap gotong-royong. Bulan-bulan berlalu, keringat dan air mata kita rasakan, tapi satu yang selalu menjadi harapan, UMKM untuk Indonesia Maju,” tegas Teten melalui video singkatnya, Minggu (30/8).

Baca juga: Bantuan Sektor Koperasi dan UMKM Baru Terserap 45,76 Persen

Teten Masduki mengapresiasi para pedagang kelontong dan UMKM tetap bersemangat menghiasi warungnya dengan nuansa kemeriahan kemerdekaan dan merah putih.

Semangat para UMKM dan toko kelontong itu pun mendapat dorongan dari Sampoerna Retail Community (SRC). Direktur PT SRCIS Henny Susanto mengatakan, pihaknya terus menyebarkan semangat positif kepada UMKM Indonesia agar dapat melewati masa sulit ini bersama-sama.

“Kami terus berupaya untuk memberikan dampak positif bagi UMKM di Indonesia melalui pendampingan berkelanjutan dan selama masa pandemi. Komitmen ini semakin teguh kami jalankan,” kata Henny.

Baca juga: Peluang UMKM Ikut Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Diperbesar

Henny menuturkan, walaupun perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini cukup berbeda dibanding tahun sebelumnya, namun semangat kebersamaan dan gotong-royong tetap terwujud. Banyak toko dan warung kelontong membuat hiasan bernuansa merah putih.

Bahkan gerakan menghias toko secara serentak ini berhasil memecahkan Rekor Dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori ‘Lomba Menghias Toko Kelontong dengan Nuansa Merah Putih Terbanyak’.





Source link

Peluang UMKM Ikut Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Diperbesar

Peluang UMKM Ikut Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Diperbesar


JawaPos.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, dalam membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pihaknya membantu memasarkan produk dengan menyertakan UMKM dalam platform belanja pemerintah serta platform belanja BUMN. Tahun ini, setidaknya ada potensi senilai Rp 321 triliun belanja pengadaan barang dan jasa pemerintah yang telah diarahkan Presiden Jokowi untuk dapat dioptimalkan UMKM.

Di samping itu, lanjutnya, pihaknya juga telah bekerja sama dengan LKPP untuk menghadirkan Laman UMKM dan BeLa Pengadaan untuk program ini. Mereka juga melakukan pendampingan dan pelatihan bagi UMKM untuk dapat hadir dalam platform ini.

“Bersama Kementerian BUMN, kami juga sudah bekerja sama untuk memastikan belanja barang dan jasa di bawah nilai Rp 14 miliar agar UMKM dapat ikut serta melalui Pasar Digital UMKM yang memiliki potensi setidaknya Rp 35 triliun dan 27 kategori produk,” tuturnya dalam acara diskusi secara virtual, Minggu (30/8).

Saat ini, 9 BUMN telah siap dan secara bertahap ke BUMN lainnya untuk menyerap produk UMKM. Contoh kategorinya adalah alat tulis kantor, catering dan snack, souvenir dan merchandise, pengadaan dan sewa furniture, jasa event organizer, dan lain-lain.

Tak hanya itu, dia menambahkan, pihaknya juga melakukan on-boarding digitalisasi UMKM di daerah-daerah dengan memanfaatkan katalog digital atau e-Brochure. Katalog digital ini nantinya berisikan produk UMKM serta hyperlinks atau tautan kontak penjual.

Inovasi dalam ekosistem digital juga terus digalakkan. Salah satunya, dengan program Pahlawan Digital yang menghadirkan perusahaan rintisan lokal yang menjadi inovator solusi teknologi dan membantu kegiatan usaha UMKM.

“Sehingga, dapat disebarkan dengan sederhana melalui platform chat ataupun media sosial dan jika di-klik akan langsung terhubung ke WA penjual,” imbuhnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri





Source link