fbpx
DPR Dorong Kementan Percepat Rencana Kerja Tahun Depan

DPR Dorong Kementan Percepat Rencana Kerja Tahun Depan


Jakarta, CNN Indonesia —

Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) segera mempersiapkan rencana kerja tahun 2021 secara detail. Menurutnya, saat ini persoalan pangan menjadi bagian yang paling penting sebagai pijakan kehidupan masyarakat berkelanjutan.

“Apapun akan kita lakukan untuk kepentingan pertanian karena sektor ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Suhardi saat menghadiri Rapar Kerja (Raker) bersama Kementan, Senin, (21/9).

Suhardi mengatakan anggaran Kementan untuk tahun 2021 telah disetujui dan harus diimplementasikan dengan sangat baik. Terlebih ada peningkatan anggaran sekitar 50 persen dibandingkan tahun 2020 yang dipatok mencapai Rp 14,06 triliun.







“Anggaran ini sudah diberikan untuk kepentingan para petani. Karena itu kita harus pastikan bahwa petani tidak boleh lagi mendapat kesusahan. Apapun keperluan petani harus kita berikan, karena ini menyangkut kepentingan nasional,” katanya.

Seperti diketahui, Komisi IV DPR RI menyetujui Pagu Anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam RKA K/L Tahun 2021 sebesar Rp 21,83 triliun. Nantinya anggaran tersebut akan digunakan menjalan rencana kerja dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

Selain itu, Suhardi berharap peningkatan anggaran Kerja dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP). Ia menilai kesejahteraan petani bisa terus terdorong dengan NTP yang semakin tinggi.

“Saya berharap NTP bisa meningkat secara bertahap dan mampu memberikan kesejahteraan bagi para petani,” ucapnya.

Sebagai informasi, NTP pada bulan Agustus 2020 sebesar 100,65 atau meningkat 0,56 persen dibanding bulan Juli 2020 yang besarnya 100,09. Berdasarkan sub sektor, nilai NTP yang mengalami peningkatan antara lain sub sektor tanaman pangan dan sub sektor perkebunan.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *