fbpx

RCEP Terbuka untuk India Bila Ingin Kembali Bergabung



Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengungkap hasil perjanjian perdagangan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sepakat untuk tetap membuka pintu bagi India bila ingin kembali bergabung dalam perjanjian yang sudah disepakati mulai hari ini, Minggu (15/11).

Hal ini disampaikan Agus usai menyelesaikan proses penandatanganan perjanjian dagang RCEP yang dilakukan para menteri perdagangan dan menteri-menteri yang mewakili pada hari ini. Penandatanganan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Para pimpinan negara lain sepakat bahwa RCEP akan tetap terbuka bagi India bila sudah siap bergabung kembali sebagai origin negotiating third party,” ungkap Agus saat konferensi pers virtual bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (15/11).







Agus mengatakan para negara anggota RCEP yang terdiri dari negara di kawasan Asia Tenggara dan lima negara lain, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru, menghargai sikap India yang menarik diri dari perundingan pada 2019 lalu.

“Khusus mengenai India, pada KTT RCEP ketiga tahun lalu di Bangkok, India menarik diri dari proses perundingan RCEP,” imbuhnya.

Penarikan diri itu dilakukan India di tengah dinamika perekonomian domestik yang sedang dihadapi negara di kawasan Asia Selatan itu.

“Kita semua memahami tantangan ekonomi domestik yang sedang dihadapi India, sehingga belum berada pada posisi untuk kembali ke meja perundingan,” katanya.

Sementara saat ini, India menjadi salah satu negara yang paling terpukul dari sisi ekonomi akibat tekanan pandemi virus corona atau Covid-19. Tercatat, ekonomi Negeri Bollywood terkontraksi 23,9 persen pada kuartal II 2020.

India diperkirakan jatuh ke jurang resesi pada kuartal III dengan proyeksi ekonomi minus 10,4 persen. Padahal, ekonomi India masih positif 3,1 persen pada kuartal I 2020.

(uli/wis)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Kontribusi Sektor Ritel terhadap PDB Tetap Positif di Tengah Pandemi


JawaPos.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut kontribusi bisnis ritel bagi pertumbuhan ekonomi tetap tinggi di tengah pandemi Covid-19. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong agar bisnis ritel tetap tumbuh. Itu juga bertujuan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan bahwa kontribusi bisnis ritel dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 positif. Jika melihat sumbangsihnya bagi produk domestik bruto (PDB), kontribusi ritel dari sisi perdagangan mencapai 12,83 persen. Sementara itu, kontribusi dari sisi konsumsi berkisar 57,31 persen.

Selama lima tahun terakhir, lanjut Agus, sektor perdagangan selalu berkontribusi lebih dari 10 persen terhadap PDB. Sementara itu, konsumsi selalu memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDB. Melihat daya tahan ritel pada masa pandemi ini, pemerintah yakin ritel bisa mengerek pertumbuhan ekonomi nasional.

“Berbagai upaya kami lakukan untuk menjaga kinerja sektor ritel selama pandemi. Di antaranya, dengan usulan pemberian stimulus ekonomi untuk sektor ritel, pembukaan aktivitas perdagangan dengan protokol kesehatan yang ketat, dan dukungan terhadap transformasi digital,” papar Agus Jumat (13/11).

Menurut dia, pemerintah juga telah memberikan insentif untuk bisnis ritel. Yakni, insentif pajak. Dengan insentif pajak, beban pengeluaran pelaku usaha ritel berkurang sehingga dapat menjaga arus kas perusahaan. Agus juga menekankan pentingnya transformasi digital pada sektor ritel.

“Dengan niaga elektronik, pelaku ritel dapat menjangkau konsumen dalam skala yang lebih luas, bukan hanya di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri.”

Agus berharap Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dapat terus meningkatkan perannya sebagai mitra pemerintah. Terutama menjaga stabilitas harga dan pasokan serta membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program kemitraan.

Sementara itu, terkait dengan upaya kemitraan dengan pengusaha kecil, Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengklaim bahwa sebanyak 35 persen produk ritel modern merupakan produk UMKM. Mulai makanan dan minuman (mamin), pakaian, aksesori, hingga kosmetik.

“Ke depannya, Aprindo terus memperaiki kemitraan dengan UMKM. Semua peritel menjaga kebersamaan dengan UMKM untuk bisa maju bersama,” pungkas Roy.

PERTUMBUHAN INDUSTRI RITEL NASIONAL

Tahun | Pertumbuhan

2017 | 3,7%

2018 | 9%

2019 | 8,5%

2020 | 3–3,5%*

*) prediksi

Sumber: Apindo





Source link