fbpx

Jokowi Tambah Modal AirNav Rp904 Miliar



Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau yang dikenal dengan nama AirNav Indonesia senilai Rp904,69 miliar.

Hal ini tertuang di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 65 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia. Beleid diteken pada 6 November dan diundangkan pada 10 November 2020.

“Untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia, perlu melakukan penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia,” ungkap Jokowi dalam beleid tersebut seperti dikutip CNNIndonesia.com pada Jumat (13/11).







Alokasi PMN berasal dari pengalihan Barang Milik Negara (BMN) di Kementerian Perhubungan yang pengadaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tepatnya, APBN 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, 2007, 2008, 2009, dan 2010.

Di sisi lain, pemberian modal negara ini sejalan dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2012 tentang Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia. Khususnya mengenai asal modal perusahaan.

Ke depan, bisnis AirNav Indonesia rencananya akan berada di bawah holding BUMN penerbangan alias aviasi. Holding akan dipimpin oleh PT Survai Udara Penas (Persero).

Selain AirNav, holding akan berisi PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Pelita Air (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Targetnya holding terbentuk pada akhir tahun ini. 

[Gambas:Video CNN]

(uli/agt)






Source link

AirNav Indonesia Tingkatkan Layanan di Bandara Nusawiru Pangandaran


TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau yang dikenal dengan AirNav Indonesia meningkatkan layanan navigasi penerbangan di Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat, dari yang sebelumnya aerodrome flight information services (AFIS) menjadi aerodrome control tower (TWR).

Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno menyampaikan bahwa peningkatan layanan tersebut mulai efektif pada Kamis, 5 November 2020 pukul 06.00 WIB. “Perbedaan mendasarnya adalah pada AFIS, AirNav memberikan informasi kepada pilot dan keputusan berada pada pilot. Sedangkan pada TWR, AirNav memberikan pemanduan lalu lintas kepada pilot,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 November 2020.

Pramintohadi menuturkan peningkatan layanan ini bertujuan untuk peningkatan keselamatan dan efisiensi penerbangan. Selain itu, peningkatan layanan ini dapat meningkatkan konektivitas udara terutama di selatan Jawa, sehingga diharapkan berkontribusi pula terhadap bergeraknya roda perekonomian di wilayah tersebut.

“Pergerakan pesawat udara di Bandara Nusawiru saat ini 90 persen didominasi oleh pesawat latih dari lima flying school yang berada di wilayah ini. Rata-rata pergerakan pesawat udara per harinya adalah 41 pergerakan, dengan jumlah per bulan mencapai sekitar 1.500 pergerakan. Pesawat udara yang bisa beroperasi di bandara ini yaitu ATR 72,” kata Pramintohadi.

AirNav Indonesia menyiapkan enam personel air traffic controller (ATC) untuk melayani navigasi penerbangan di Bandara Nusawiru  Pangandaran. Personel teknik navigasi penerbangan untuk perawatan peralatan di Nusawiru akan dikirim dari AirNav Indonesia Cabang Bandung.

“Dari sisi peralatan dan fasilitas penerbangan, kami sudah melakukan peningkatan-peningkatan teknis untuk memenuhi persyaratan minimal pelayanan TWR, sesuai dengan standar yang diterapkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization) dan Kementerian Perhubungan. Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga sudah melakukan verifikasi lapangan dan dokumen terhadap peningkatan layanan ini,” ujarnya.

Stakeholder penerbangan, khususnya maskapai penerbangan, menurut Pramintohadi, telah mengetahui peningkatan layanan di Nusawiru melalui publikasi yang dapat diakses oleh seluruh stakeholder penerbangan melalui website AIM Indonesia milik Kementerian Perhubungan.

“Dengan peningkatan layanan TWR di Bandara Nusawiru, konektivitas udara di selatan Jawa semakin meningkat. Apalagi, sebelumnya Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo, juga sudah beroperasi,” tutur dia.

CAESAR AKBAR





Source link

Oktober 2020, AirNav Indonesia: Pergerakan Pesawat Naik 8,05 Persen


TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia mencatat peningkatan pergerakan pesawat udara di ruang udara Indonesia sebesar 8,05 persen dari September ke Oktober 2020. 

Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno mengatakan total pergerakan pesawat udara yang dikelola oleh AirNav Indonesia pada September 2020 sejumlah 77.006 pergerakan dan meningkat pada Oktober 2020 menjadi 83.207 pergerakan.

“Kami mengelola layanan navigasi penerbangan yang terus meningkat untuk rute domestik maupun internasional di seluruh ruang udara Nusantara. Hal ini tentunya menandakan bahwa penerapan protokol kesehatan yang ketat di industri penerbangan mendapatkan respon yang positif dari pengguna jasa transportasi udara di Indonesia,” kata Pramintohadi dalam siaran pers, Kamis 5 November 2020.

Dia menuturkan terdapat tiga bandara yang memberikan kontribusi peningkatan pergerakan pesawat udara tertinggi pada periode September sampai dengan Oktober 2020.

Ketiga bandara tersebut adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, dengan pertumbuhan 19,46 persen, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dengan pertumbuhan 14,82 persen dan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, dengan pertumbuhan 14,42 persen.





Source link