fbpx

Vaksin Pfizer Efektif, Siap-siap Ekonomi AS Meroket di 2021!



Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan terbaru vaksin Covid-19 membuat prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih cerah. Negeri Paman Sam diperkirakan dapat meningkatkan PDB-nya.

Seperti diketahui, awal pekan lalu, Pfizer dan BioNTech telah mengumumkan bahwa uji klinis vaksin Covid-19 mereka lebih dari 90% efektif dalam mencegah penyakit tersebut. Pengumuman ini pun memicu optimisme bahwa pandemi dapat segera berakhir, dan meningkatkan pasar saham secara global.

Ekonom UBS pun memperkirakan kenaikan PDB negeri Paman Sam, setelah awalnya memperkirakan bahwa jumlah infeksi virus korona di AS akan mendekati nol pada akhir 2021. Namun, berita vaksin telah membuat bank memajukan perkiraan itu dalam enam bulan.

“Kami mungkin mendapatkan situasi di mana kasus Covid yang dilaporkan di AS sangat mendekati nol pada kuartal II tahun depan. Perbedaan enam bulan itu, perbedaan dua kuartal itu sangat berarti, itu berarti kenaikan 1 hingga 1,25 poin persentase tambahan dalam PDB tahun depan,” kata Kepala Ekonom AS di UBS Seth Carpenter, dikutip dari CNBC International, Minggu (15/11/2020).

Dia menambahkan bahwa berita vaksin “sangat menggembirakan” karena tingkat kemanjurannya jauh lebih tinggi daripada yang diantisipasi pasar.

AS telah melaporkan lebih dari 10 juta kasus Covid-19 sejak pandemi dimulai. Negara ini telah mencatat rekor tertinggi pekan ini pada kasus rawat inap virus corona dan infeksi harian, dengan 153.496 kasus pada Kamis, menurut catatan Universitas Johns Hopkins.

Ini muncul ketika spekulasi meningkat tentang apakah ekonomi AS akan di-lockdown lagi. Seorang penasihat Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan bahwa menutup ekonomi selama empat hingga enam minggu dapat membantu mengurangi jumlah infeksi dan membuat ekonomi berada di jalur yang benar sampai vaksin disetujui dan didistribusikan.

Komentar Carpenter ini berbeda dengan peringatan para ahli seperti penasihat penanganan Covid-19 Gedung Putih Dr. Anthony Fauci. Dia memperingatkan vaksin mungkin tidak cukup untuk membantu memberantas penyakit itu.

“Saya ragu kami akan memberantas ini. Saya pikir kita perlu merencanakan bahwa ini adalah sesuatu yang mungkin perlu kita pertahankan secara kronis. Mungkin ada yang endemik, yang harus kita waspadai,” ujarnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)




Source link

Trump ‘Haramkan’ AS Investasi di 31 Perusahaan China



Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden AS Donald Trump melarang investor dan perusahaan Amerika berinvestasi di 31 perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan oleh militer China.

Larangan tersebut tertuang dalam perintah eksekutif dan telah ditandatangani oleh Trump, seperti dilansir CNN Business, Kamis (12/11).

Trump mengungkapkan investasi di 31 perusahaan yang dimaksud memungkinkan pengembangan dan modernisasi militer China, dan secara langsung ‘mengancam’ keamanan AS.







Tak cuma itu, Trump juga melarang investor AS memiliki atau memperdagangkan saham sekuritas apapun yang berasal atau diekspos ke perusahaan-perusahaan China yang masuk daftar hitam.

Dalam perintahnya, Trump memberikan waktu kepada investor memiliki hingga November 2021 mendatang untuk melakukan divestasi saham dari perusahaan ‘terlarang’ China.

Kebijakan Trump ini mulai berlaku pada 11 Januari 2021 nanti, persis menandai tahun ketiga berlangsungnya perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.

Produsen ponsel pintar Huawei dan pemasok pengawasan video terbesar di dunia Hikivision adalah beberapa contoh yang masuk dalam daftar hitam Trump.

Kemudian, adapula China Telecom dan China Mobile yang melantasi di papan bursa saham New York.

[Gambas:Video CNN]

(bir)






Source link

Airlangga Berharap Kemenangan Biden Berdampak Bagus ke RI



Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap kondisi geopolitik Amerika Serikat (AS) dan China membaik di bawah presiden terpilih Joe Biden. Jika hubungan keduanya membaik, maka akan memberikan ketenangan dan kepastian bagi banyak negara termasuk Indonesia.

“Geopolitik AS dan China penting, jadi kami berharap negara kami butuh ketenangan dan kepastian. Ketenangan dan kepastian baru ada kalau geopolitik aman,” ungkap Airlangga dalam diskusi virtual bertajuk Penanganan Covid-19, Pemulihan Ekonomi Nasional, dan Ketahanan Pangan, Senin (9/11).

Jika situasi dunia aman, maka akan berdampak positif bagi ekonomi Indonesia. Dengan demikian, optimisme terhadap perekonomian akan tumbuh di masa pandemi covid-19 ini.







“Ini bukan hanya nasional, tapi regional. Jika ekonomi regional aman, maka perekonomian ini bisa membuat rakyat sejahtera,” tutur Airlangga.

Diketahui, Biden-Kamala Harris berhasil memenangkan pemilihan presiden (pilpres) AS 2020. Mereka mengalahkan pasangan Donald Trump-Mike Pence.

Namun, Ekonom Senior Faisal Basri berpendapat Indonesia tak akan lebih diuntungkan dengan kemenangan Biden. Sebab, Biden memiliki kebijakan fiskal yang berlawanan dengan Trump.

Menurut Faisal, Partai Demokrat yang mengusung Biden memiliki persyaratan yang lebih ruwet dalam bisnis bilateral. Pasalnya, partai itu selalu memasukkan isu kemanusiaan (human rights) dan energi baru terbarukan.

Hal ini berbanding terbalik dengan Trump yang tak terlalu peduli dengan isu kemanusiaan dan energi baru terbarukan. Trump biasanya lebih mementingkan keuntungan bisnis semata.

Selain itu, Faisal menyatakan Partai Demokrat terlalu hati-hati dalam menekan defisit fiskal. Ini juga akan merugikan RI.

Sebab, AS berpotensi lebih sedikit memberikan stimulus dan cetak uang. Dengan demikian, dolar AS akan menguat dan rupiah merosot.

(aud/agt)






Source link

Biden Menang, Indef Duga Tensi Perang Dagang AS-China Naik



Jakarta, CNN Indonesia —

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho memprediksi tensi perang dagang Amerika Serikat dan China di era kepemimpinan Presiden terpilih Joe Biden akan lebih tinggi dibandingkan Donald Trump.

Pasalnya, dia mengatakan Biden sempat mengkritik Trump dalam kesepakatan dagang fase pertama dengan China. Biden menilai Trump tidak berhasil meningkatkan produksi dalam negeri AS.

“Apakah perang dagang akan menurun tensinya? Saya rasa tidak akan, tetap ada bahkan meningkat, karena salah satu kritik Biden terhadap Trump adalah ketika Trump menandatangani perjanjian fase 1 dengan China. Di bawah kesepakatan fase 1 dengan China itu (AS dinilai) tidak bisa meningkatkan industri produksi dalam negeri,” katanya dalam diskusi daring pada Minggu (8/11).







Pernyataan Biden terkait AS ‘kalah besar’ dalam kesepakatan dagang tersebut dinilai Andry sebagai indikasi bahwa pemerintah AS di bawah kepemimpinan Biden masih akan bersitegang dengan China.

Untuk diketahui, pada Januari lalu AS dan China meneken kesepakatan damai dagang fase pertama. Dalam salah satu poin dalam kesepakatan itu, China setuju membeli barang dari AS senilai setidaknya US$200 miliar.

Sebaliknya, AS setuju untuk menangguhkan tarif pada sejumlah produk elektronik senilai US$160 miliar dolar AS. Sedianya, tarif tersebut berlaku pada 15 Desember 2019 lalu.

Namun, akibat pandemi, pembelian produk AS oleh China masih jauh tertinggal. Biden di berbagai kesempatan mengkritik lemahnya komitmen China dalam kesepakatan tersebut.

Lebih lanjut, Andry juga menyebutkan bahwa tensi akan meningkat karena Biden diprediksi akan bersekutu dengan negara lainnya untuk menetapkan perang dagang terhadap China.

“Selanjutnya Biden akan kerjasama dengan sekutu AS untuk sama-sama menetapkan trade war kepada China, kemungkinan besar tensi akan meningkat,” tambahnya.

Dalam agenda pemulihan ekonomi Biden pun, kata Andry, akan mendorong produk-produk buatan dalam negeri AS dan pengadaan infrastruktur menggunakan produk yang diproduksi AS.

Melihat arah kebijakan Biden ke depan, membuatnya yakin Biden akan cenderung melakukan perjanjian atau kerja sama regional, bukan bilateral.

“Legacy (warisan) Trump adalah perang dagang dan resesi ekonomi, kemungkinan besar beberapa tahun ke depan masih akan dialami AS dan ini menjadi tantangan,” tutupnya.

(wel/bmw)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Faisal Basri Nilai Kemenangan Trump akan Untungkan Ekonomi RI



Jakarta, CNN Indonesia —

Ekonom Senior Faisal Basri menilai Indonesia akan lebih diuntungkan oleh kemenangan kandidat petahana Donald Trump dibandingkan Joe Biden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) tahun ini.

Pasalnya, ia menyebut Partai Demokrat pengusung Joe Biden, cenderung lebih ‘ribet’ dalam persyaratan bisnis bilateral. Hal itu berbeda dengan Partai Republik, partai pengusung Trump, yang lebih menekankan keuntungan bisnis.

“Saya enggak suka jawabannya, kalau Trump (menang) lebih menguntungkan untuk Indonesia, ini dari pengalaman. Partai Republik kerjanya stimulus, cetak uang sehingga dolar AS merosot dan rupiah menguat tanpa usaha” katanya pada Diskusi Online bertajuk Resesi dan Percepatan Pemulihan Ekonomi, Rabu (4/11).







Partai Republik, sambung Faisal, memiliki kecenderungan menggelontorkan dana stimulus raksasa demi memastikan bisnis-bisnis besar dapat bertahan.

Sementara, Demokrat cenderung menahan defisit fiskal dan menaikkan pajak orang kaya yang akan berdampak positif bagi perekonomian Negeri Paman Sam.

Tak hanya itu, Republik juga dinilainya rajin mencetak uang untuk pembiayaan fiskal. Hal ini, menjadikan dolar AS melemah dibandingkan dengan mata uang dunia lainnya, termasuk rupiah.

Ujung-ujungnya, pemerintah RI tak perlu kerja keras dalam upayanya menjaga nilai tukar mata uang garuda.

[Gambas:Video CNN]

Jika Biden menang, Faisal khawatir faktor-faktor eksternal yang selama ini menguntungkan RI kala Trump menjabat terancam lenyap.

Seperti diketahui, AS telah mengadakan pemungutan suara pada Pilpres yang diselenggarakan pada 3 November waktu setempat.

Meski belum diketahui pasti kapan hasil pemilu akan diumumkan, diperkirakan perhitungan akan memakan waktu hingga akhir pekan. Pelantikan dijadwalkan pada 20 Januari 2021 mendatang.

(wel/sfr)






Source link

Bursa Saham AS Kompak Menguat di Tengah Pilpres



Jakarta, CNN Indonesia —

Berbagai saham utama di pasar modal Amerika SerikatWall Street menguat pada perdagangan Selasa (2/11) waktu setempat.

Indeks Dow Jones mengalami reli dan bahkan mencapai kinerja terbaiknya sejak Juli. Itu terjadi karena saham AS melanjutkan penguatan beruntun mereka yang sudah terjadi sejak awal pekan lalu.

Dow Jones ditutup menguat 2,06 persen dan menetap di level 27.480. Sementara itu, indeks S&P 500 menghijau 1,78 persen ke level 3.369, diikuti indeks Nasdaq yang terkerek 1,85 persen ke posisi 11.160.







Investor terus bertaruh dan mendukung mantan Wakil Presiden Joe Biden memenangkan pemilihan.

Analis di Goldman Sachs (GS) menyatakan ada peluang pemenang pilpres akan diumumkan Selasa malam karena negara bagian swing seperti Florida, Arizona, Georgia dan North Carolina akan melaporkan hasil dengan cepat.

Hasil di sejumlah negara bagian ini adalah kunci bagi pasar saham yang membenci ketidakpastian. Pasalnya, tidak mengetahui pemenang pilpres selama berhari-hari bisa menjadi  mimpi buruk bagi investor.

Pasar keuangan juga telah bergerak di tengah harapan lebih banyak stimulus fiskal dari Washington selama berbulan-bulan sekarang. Kini investor mengharapkan paket stimulus yang lebih besar di bawah pemerintahan Demokrat.

[Gambas:Video CNN]

“Saya pikir (pasar naik) pada dua hal; beberapa menelusuri kembali kerugian minggu lalu, tetapi saya juga berpikir ada perasaan bahwa siapa pun yang menang akan ada uang jangka pendek yang datang, apakah itu stimulus atau infrastruktur,” kata JJ Kinahan, kepala strategi pasar di TD Ameritrade dikutip CNN Business, Rabu (4/11).

Secara umum, perekonomian AS memang telah memulai perjalanan panjang menuju pemulihan. Tapi para ekonom dan gubernur bank sentral setuju bahwa diperlukan lebih banyak stimulus pemerintah untuk menjaga perbaikan terus berjalan.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan pada Selasa pagi di “Fox & Friends” bahwa dia yakin pasar akan naik karena investor berbondong-bondong mendukungnya.

Trump telah berulang kali mengatakan pasar akan jatuh jika Biden terpilih. Klaim itu dibantah pelaku pasar karena mereka lebih bergantung pada pengeluaran pemerintah yang diharapkan untuk mendorong pemulihan.

(hrf/agt)






Source link

Warga Inggris Bertaruh Rp18,9 M untuk Biden di Pilpres AS



Jakarta, CNN Indonesia —

Euforia Pemilihan Presiden (PilpresAmerika Serikat (AS) terasa di sejumlah negara, termasuk Inggris. Bahkan, seorang warga Inggris berani memasang taruhan sebesar 1 juta poundsterling Inggris(setara Rp18,9 miliar mengacu kurs Rp18.900 per dolar AS) untuk Joe Biden, penantang Donald Trump.

Mengutip CNN, Selasa (3/11) taruhan itu dilakukan di Betfair Exchange pada 29 Oktober lalu. Ini merupakan bursa taruhan online terbesar di dunia yang merupakan tempat para penjudi bertemu dengan penjudi lainnya yang memiliki taruhan sepadan.

Namun, identitas orang yang memasang taruhan itu tidak diketahui. Jika menang, ia akan mengantongi keuntungan 540 ribu poundsterling Inggris setara US$696.170, ditambah dengan modal taruhannya US$1,29 juta.







Nilai taruhan itu menjadi terbesar ketiga dalam sejarah Betfair. Taruhan terbesar tercatat senilai 1,1 juta poundsterling Inggris untuk pemain tenis Rafael Nadal di Prancis Terbuka 2010, disusul untuk Floyd Mayweather Jr. dalam pertandingannya melawan Conor McGregor senilai 1 juta poundsterling Inggris pada 2017 lalu.

Taruhan Pilpres AS di bursa taruhan legal Inggris memang melonjak. Ini membuat pemungutan suara AS menjadi acara yang paling banyak dipertaruhkan dalam sejarah. Berbeda dengan Inggris, pemerintah AS tidak mengizinkan taruhan resmi dalam pemilihan umum (Pemilu).

Sementara itu, Oddsmaker memperkirakan peluang Biden untuk menang sebesar 65 persen dan Trump lebih rendah yaitu 35 persen. Peluang Trump menang itu sedikit lebih baik daripada survei Five Thirty Eight yang sebesar 10 persen.

Taruhan itu bisa menjadi pertanda baik bagi Biden. Pasalnya,10 taruhan terbesar dalam sejarah Betfair sebelumnya untuk acara olahraga, semuanya menjadi pemenang.

Manajer hubungan masyarakat OddsChecker AS Pete Watt mengatakan petaruh kakap biasanya bertaruh untuk calon favorit. Selain itu, karakteristik mereka adalah memasang taruhan mendekati acara.

“Perbedaan kecil dalam peluang akan membuat perbedaan besar dalam keuntungan para petaruh besar,” katanya.

Karenanya, para pemasang taruhan itu menunggu sampai mereka yakin bisa mendapatkan peluang terbaik untuk taruhan mereka.

Tercatat, nilai taruhan yang mengalir ke Betfair mencapai rekor yakni 274 juta poundsterling atau US$353 juta hingga Senin (2/11) pagi. Namun, itu belum termasuk taruhan jumbo yang dipasang pada 29 Oktober itu lantaran Betfair membutuh beberapa hari untuk merekam nilai taruhan.

[Gambas:Video CNN]

Jadi total taruhan pada pemungutan suara AS dipastikan jauh lebih besar dari posisi tersebut. Betfair sendiri memperkirakan total taruhan Pilpres AS 400 juta poundsterling Inggris.

Sebelumnya, Betfair mencatat taruhan politik terbesar yakni untuk Trump pada Pilpres 2016 yakni 555 ribu poundsterling Inggris.

(ulf/sfr)






Source link

Teten Masduki Ajak UMKM Manfaatkan Fasilitas GSP Ekspor Produk ke AS


TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM mengajak para pelaku UMKM yang telah siap mengekspor untuk memanfaatkan Generalized System of Preference (GSP) atau fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk yang memungkinkan produk UMKM lebih banyak diekspor ke Amerika Serikat.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan GSP menjadi peluang bagi produk UMKM untuk memperluas pasar ke AS dengan lebih mudah. “GSP ini fasilitas yang diberikan secara unilateral oleh pemerintah AS kepada negara berkembang sejak tahun 1974 yang harus dimanfaatkan dengan baik sebagai peluang oleh UMKM di Indonesia,” kata Teten dalam keterangan tertulis, Senin, 2 November 2020.

Keputusan pemberian GSP diambil AS melalui United States Trade Representative (USTR) pada Sabtu, 30 Oktober 2020. Keputusan ini diambil setelah USTR melakukan review terhadap fasilitas GSP untuk Indonesia selama kurang lebih 2,5 tahun sejak Maret 2018.

Terdapat 3.572 pos tarif yang telah diklasifikasikan oleh US Customs and Border Protection(CBP) pada level Harmonized System(HS) 8-digit yang mendapatkan pembebasan tarif melalui skema GSP. Ekspor GSP Indonesia pada 2019 berasal dari 729 pos tarif barang dari total 3.572 pos tarif produk yang mendapatkan preferensi tarif GSP mencakup produk-produk manufaktur dan semimanufaktur, pertanian, perikanan, dan juga industri primer. Indonesia saat ini merupakan negara pengekspor GSP terbesar ke-2 di AS setelah Thailand.

Teten menilai hal ini harus dimanfaatkan sebagai peluang mengingat saat ini harga komoditas Cina menjadi tidak kompetitif di pasar AS karena adanya penerapan tarif impor dari AS, sehingga volume komoditas yang berasal dari Cina berkurang.

Di samping itu AS memiliki potensi pasar yang besar sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia (tercatat pada 2020 mencapai US$ 22,34 triliun) dengan konsumsi domestik masyarakat AS yang sangat besar dan daya beli tinggi (GDP per kapita US$ 53.240).





Source link

Jokowi Minta Perpanjangan Fasilitas GSP Digunakan untuk Menarik Investasi


TEMPO.CO, Jakarta – Pasca pertemuan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, pemerintah AS baru-baru ini mengumumkan perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) untuk Indonesia. Fasilitas GSP ini memungkinkan produk-produk Indonesia untuk lebih mudah memasuki pasar negara tersebut.

Jokowi meminta kesempatan tersebut dipergunakan untuk memulihkan sekaligus meningkatkan kondisi investasi di Indonesia di tengah tekanan akibat pandemi Covid-19 ini. “Ini menjadi kesempatan. Kita harapkan ekspor kita akan bisa naik, melompat karena fasilitas GSP ini diberikan kepada kita,”  kata Jokowi dalam keterangan tertulis, Senin, 2 November 2020.

Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat, melalui United States Trade Representative (USTR) secara resmi telah mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang pemberian fasilitas GSP kepada Indonesia.

Perpanjangan fasilitas GSP tersebut, kata Presiden, juga dapat dipergunakan untuk menarik investasi ke Indonesia.

“Karena kita ada fasilitas itu, sehingga orang ingin mendirikan industri, pabrik, perusahaan di Indonesia akan menjadi lebih menarik karena untuk masuk ke Amerika kita diberikan fasilitas dari Amerika,” ujarnya.

Terkait investasi, dia sudah mengingatkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia untuk menjaga agar pertumbuhan investasi berada di bawah minus lima persen pada kuartal III. Namun hal tersebut belum dapat terwujud.

“Oleh sebab itu, agar ini dikejar di kuartal IV dan nanti di kuartal I (bulan Januari, Februari, dan Maret) itu sudah mulai bergerak lagi,” katanya.

HENDARTYO HANGGI

Baca juga: AS Perpanjang Fasilitas GSP, Luhut Sebut Kinerja Ekspor RI Akan Meningkat





Source link

RI Incar Perjanjian Dagang Terbatas dengan AS



Jakarta, CNN Indonesia —

Indonesia menargetkan fasilitas pembebasan bea masuk Amerika Serikat (AS) dalam kerangka Generalized System of Preferences (GSP) menjadi perjanjian perdagangan terbatas (Limited Trade Deal/LTD).

Duta Besar Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi menuturkan bahwa peningkatan fasilitas tersebut dapat membuat volume perdagangan dua arah antara Indonesia dan AS dapat naik hingga US$60 miliar pada 2024.

Ekspor Indonesia menggunakan fasilitas GSP sendiri mencapai US$2,61 miliar pada. Nilai itu setara dengan 13,1 persen dari keseluruhan ekspor Indonesia ke AS yang berjumlah US$20,1 milyar.







Sementara untuk periode Januari-Agustus 2020, nilainya berjumlah US$1,87 milyar atau naik 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Targetnya sebelum saya pulang, harusnya nilai perdagangan sudah double (volume ekspornya), tiga tahun lagi,” ujarnya dalam Konferensi Pers Virtual Terkait Perpanjangan Fasilitas GSP kepada Indonesia, Senin (2/11).

Luthfi menyampaikan AS merupakan satu-satunya negara di dunia yang bisa melakukan LTD. Fasilitas ini juga diproyeksikan dapat mengoptimalkan potensi kerja sama di luar perdagangan barang, khususnya perdagangan digital, energi dan infrastruktur, serta peningkatan arus investasi.

Hal tersebut dapat meningkatkan arus perdagangan dua arah dan merupakan pintu masuk bagi perluasan kerja sama investasi.

[Gambas:Video CNN]

Indonesia, sambung Lutfi, tengah memperhatikan perjanjian perdagangan antara Jepang dan AS di pasar digital. Pasalnya, pasar digital Indonesia sangat menarik untuk dimasuki investor dan pasar yang makin terbuka dapat mengakselerasi perbaikan di berbagai sektor.

“Kalau seumpama kita membuka pasar digital kita yang sudah terbuka, kita bisa mendatangkan investasi dengan platform digital dan Indonesia bisa jadi pasar kelas dunia dengan harapan itu akan memperbaiki sektor logistik, teknologi dan menjadikan Indonesia tujuan utama pasar digital,” tandasnya.

(hrf/sfr)





Source link