fbpx

Per Hari Ini, Visa Umrah Jemaah Indonesia Mulai Diterbitkan Kembali


TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Bidang Umrah Asosiasi Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) sekaligus CEO Khazzanah Tours Zaky Zakaria memastikan per hari ini visa umrah jemaah mulai diterbitkan kembali. 

“Insya Allah akan berangkat di tanggal 22 November,” katanya melalui keterangan resmi, Kamis, 19 November 2020. Sebelumnya penerbitan visa umrah jemaah Indonesia sempat ditunda oleh otoritas Arab saudi karena temuan 13 jemaah positif Covid-19.

Terkait hal ini, Amphuri menyampaikan terima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi dan Kementerian Agama terkait pelaksanaan umrah tersebut. Asosiasi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait pedoman penyelenggaraan umrah di tengah pandemi.

Zaky menyatakan Keputusan Menteri Agama No. 719/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah Pada Masa Pandemi Covid-19 telah menjelaskan secara detail pelaksanaan umrah agar jemaah tetap terjaga. “Insya Allah Amphuri akan terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan Pemerintah/Kemenag dalam penyelenggaraan umrah dan haji,” katanya.

Kementerian Agama sebelumnya menyebutkan bahwa Pemerintah Arab Saudi menutup proses visa umrah jemaah Indonesia seiring dengan evaluasi pelaksanaan umrah di negara itu kepada jemaah luar negeri.

Evaluasi tersebut dilakukan setelah 13 jemaah dinyatakan positif Covid-19 di Arab Saudi. Belasan orang yang berasal dari Indonesia itu merupakan jemaah dari dua penerbangan pertama yaitu penerbangan 1 dan 3 November 2020.

Adapun jemaah pada penerbangan 8 November asal Indonesia serta jemaah Pakistan dipastikan nihil kasus Covid-19. Di sisi lain, Pakistan telah mendapatkan visa umrah sejak beberapa hari lalu.

BISNIS

Baca: Biro Travel: Biaya Umrah Naik hingga 40 Persen





Source link

Asosiasi Minta Jemaah Waspada Tawaran Biaya Umrah Murah


TEMPO.CO, Jakarta – Pembukaan kembali perjalanan umrah oleh Pemerintah Arab Saudi tidak secara langsung mendorong bisnis perjalanan umrah di Indonesia menggeliat. Sebab, terdapat sejumlah persyaratan yang dinilai cukup menyulitkan untuk penyelenggaraan umrah di di saat pandemi Covid-19.

Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi), Syam Resfiadi, mengatakan penyelenggara umrah dalam negeri akan cukup kesulitan dalam hal pengurusan visa. Menurut dia, dari 700 penyedia visa Arab Saudi, baru 15 yang diberikan izin.

“Dari 15 itu belum diketahui juga apakah pernah menjadi mitra dengan perusahaan penyelenggara di Indonesia. Semua masih dalam tahap uji coba dan perbaikan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk merapikan sistem tata cara umrah pada masa pandemi,” ujar Syam mengutip Bisnis.Com, Rabu, 4 Oktober 2020.

Selain itu, Syam menilai, penyelenggara umrah dalam negeri belum dapat berbuat banyak seiring dengan sejumlah persyaratan yang dianggap memberatkan jemaah umrah yang ingin berangkat.

Sejumlah persyaratan baru bagi calon jemaah umrah diantaranya batasan usia 18-50 tahun, karantina selama 3 hari, dan tes PCR yang dikatakan hanya dapat dilakukan oleh klinik sesuai dengan standar Pemerintah Arab Saudi.

Dari segi harga, penyelenggaraan umrah di Indonesia juga dibebani dengan kenaikan hingga 30 persen. Dari hitungan Sapuhi, harga umrah bagi penyelenggara yang menjual layanan dengan fasilitas hotel bintang 4 dan 5 mencapai Rp36 juta.

Adapun, harga referensi penyelenggaraan umrah dengan pelayanan hotel bintang 3 nilainya mencapai Rp26 juta sudah termasuk kenaikan 30 persen. Jemaah umrah pun diminta berhati-hati untuk penawaran dengan harga di bawah tersebut.

“Masyarakat harus tahu kalau sekarang ada kenaikan harga. Jadi, jangan beli tiket dengan harga di bawah itu. Bisa jadi ada penipuan. Apabila harga di bawah itu harus dilaporkan ke Kementerian Agama,” ujar Syam.

Baca juga: Garuda Tunggu Pemerintah Soal Izin Penerbangan Umrah ke Arab Saudi





Source link