fbpx

56 Persen Pekerjaan di 5 Negara ASEAN Terancam Hilang


Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyatakan 56 persen pekerjaan di lima negara ASEAN terancam hilang akibat otomatisasi. Ini terjadi seiring dengan perkembangan digital yang semakin massal di masa pandemi Covid-19.

Mengutip setkab.go.id, Jokowi menyatakan ketergantungan dunia dengan teknologi semakin besar. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jaringan seluler telah mengjangkau lebih dari 95 persen populasi dunia dan 56 persen populasi di ASEAN adalah pengguna internet.

“Banyak jenis usaha lama yang tutup, banyak jenis pekerjaan lama yang tutup. Sekitar 56 persen pekerjaan di lima negara ASEAN terancam hilang akibat otomatisasi,” ujar Jokowi dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (14/11).







Tantangan lainnya, sambung Jokowi, adalah kesenjangan digital di negara ASEAN juga masih sangat besar. Sebab, penetrasi internet sendiri belum merata di semua negara anggota.

“Dari 10 negara, hanya tiga negara yang memiliki penetrasi internet di atas 80 persen,” imbuh Jokowi.

Untuk itu, Jokowi sadar bahwa pemerintah harus melakukan berbagai terobosan. Menurutnya, Indonesia harus mempercepat transformasi digital.

“Apalagi saat ini kegiatan ekonomi digital ASEAN masih kecil, hanya 7 persen dari total produk domestik bruto (PDB),” terang dia.

Ia mengatakan ada tiga hal yang harus dilakukan untuk mendorong transformasi digital dalam rangka menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Pertama, memastikan revolusi digital yang inklusif.

“Revolusi digital yang inklusif ini membutuhkan access, affordability, dan ability. Tiga hal ini harus kami upayakan agar demokratisasi akses digital dapat berjalan, misalnya persiapan infrastruktur digital yang memadai dan merata,” papar Jokowi.

Kedua, ASEAN harus menjadi pemain besar dalam ekonomi berbasis digital. Menurutnya, ASEAN tidak boleh hanya sekadar menjadi pasar dari ekonomi digital semata.

“Ekonomi digital harus membantu UMKM kawasan ASEAN untuk masuk dalam rantai pasok global. UMKM adalah tulang punggung ekonomi ASEAN karena UMKM mewakili 89 sampai 99 persen dari seluruh perusahaan di ASEAN,” jelas mantan Wali Kota Solo itu.

Untuk itu, ia percaya transformasi digital UMKM akan mendorong perekonomian di ASEAN. Makanya, pemerintah di masing-masing negara ASEAN harus punya andil yang lebih besar dalam mendorong transformasi digital.

“Ini penting untuk menjadikan ASEAN menjadi kawasan yang digital friendly,” katanya.

Sementara, Jokowi mengklaim Indonesia punya ekosistem yang cukup menjanjikan. Pasalnya, jumlah perusahaan rintisan di Indonesia mencapai 2.993 pada 2019 lalu. Jumlah itu menjadi yang terbesar di dunia.

Selain itu, Indonesia juga memiliki satu decacorn dan empat unicorn. Pemerintah, kata Jokowi, terus memberikan dukungan pengembangan digital dengan memberikan insentif berupa super tax deduction bagi industri yang berinvestasi dalam riset dan pengembangan.


Infografis Lika-liku Sejarah InternetInfografis Lika-liku Sejarah Internet. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Ketiga, pemerintah harus memperkuat sinergi untuk menciptakan ekosistem digital yang kondusif di ASEAN. Masing-masing negara di kawasan ASEAN harus bekerja sama untuk mengeliminasi hambatan perdagangan digital, membangun kepastian hukum, dan memperkuat kemitraan.

“Sinergi ini harus bersifat inklusif, tidak ada satupun yang boleh tertinggal. Itulah prasyarat jika ingin menjadikan kawasan ASEAN sebagai pemenang dalam era transformasi digital ini,” tutup Jokowi.

Sebelumnya, lembaga McKinsey Indonesia mengatakan 23 juta pekerjaan akan tergantikan dengan otomatisasi. Otomatisasi sendiri merupakan penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin yang bekerja secara otomatis tanpa pengawasan manusia.

(aud/arh)

[Gambas:Video CNN]






Source link

RI Perkuat Kerja Sama dengan Asean di Forum AECC



Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia baru saja memperkuat kerja sama dagang dengan para negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) di forum ASEAN Economic Community Council (AECC) yang diselenggarakan oleh Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Acara diadakan secara virtual pada Selasa (10/11) ini.

Dalam forum itu, ada sejumlah hal yang dibahas dan sudah disepakati. Pertama, Indonesia dan ASEAN menyepakati tujuh dari 13 pembahasan prioritas.

Sedangkan sisanya akan diselesaikan secara bertahap. Rinciannya, satu prioritas akan diselesaikan pada RCEP Summit, tiga prioritas masih berstatus on going, namun diharapkan selesai sebelum 2020, dan dua prioritas lain on going dan diharapkan selesai Januari 2021.







“Indonesia mendorong penyelesaian enam prioritas yang tersisa terkait transformasi digital dan revolusi industri 4.0 dengan penyusunan road map dan rencana aksi mendorong smart manufacturing di ASEAN, serta guide line dan road map pembangunan 5G di ASEAN agar ASEAN menjadi kawasan berdaya saing, modern, dan punya daya tahan yang tinggi,” ungkap Airlangga saat konferensi pers kepada awak media secara virtual.

Kedua, para negara ASEAN juga menyepakati cetak biru dari pelaksanaan lanskap strategi regional dan global serta dampaknya terhadap integrasi ekonomi di kawasan sampai 2025.

Ketiga, Indonesia mengapresiasi deklarasi ASEAN terkait wisata digital yang merupakan inisiatif dari para menteri pariwisata di ASEAN untuk lebih banyak menerapkan teknologi pada pengelolaan sektor wisata.

[Gambas:Video CNN]

Airlangga juga melaporkan bahwa Indonesia sudah mengimplementasikan 60 prioritas atau sekitar 38,9 persen dari total 154 prioritas. Dari 154 prioritas itu, 19 prioritas diantaranya merupakan prioritas secara individu negara, Indonesia sudah mengimplementasikan 12 prioritas diantaranya.

Sementara secara kolektif, implementasi dari negara-negara ASEAN sudah mencapai 55 prioritas atau 35,2 persen dari 156 prioritas.

Keempat, para negara ASEAN menyepakati kerangka kerja pemulihan ekonomi bertajuk ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF) yang fokus pada penanganan dampak pandemi virus corona atau covid-19 yang cepat dan fleksibel.

“Indonesia menyampaikan mengenai kebijakan pemerintah melalui program penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN),” tuturnya.

Selain itu, pentinganya pemanfaatan teknologi dan penerapan protokol kesehatan yang ketat melalui ASEAN Travel Corridor.

Kelima, para negara ASEAN juga membahas mengenai industri 4.0 di ASEAN agar bisa dipercepat. “Indonesia mendukung inisiatif ini sebagai salah satu upaya Indonesia dalam mewujudkan prioritas nasional ‘Making Indonesia 4.0’,” tandasnya.

(uli/agt)






Source link

RI Catat IPO Terbanyak di ASEAN saat Pandemi Corona



Jakarta, CNN Indonesia —

Bloomberg mencatat Indonesia sebagai negara dengan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) terbanyak selama pandemi covid-19 di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Berdasarkan data Bloomberg, pada Januari-September 2020, Indonesia mencatat 46 IPO. Jika tren berlanjut, Indonesia berpotensi meraih jumlah IPO terbanyak di antara bursa Asia Tenggara pada tahun ini.

Menurut Bloomberg, jumlah IPO di Indonesia pada tahun ini juga merupakan yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, Malaysia mencatat 10 IPO, lalu tujuh dari Thailand, dan tujuh di Singapura untuk periode sama.







Sekitar US$385 juta atau setara Rp5,5 triliun (kurs Rp14.300 per dolar AS) dana telah dihimpun oleh perusahaan yang berkantor pusat di Indonesia melalui IPO dalam sembilan bulan pertama ini.

Meski menjadi yang terbaik di ASEAN, nilai tersebut turun 50 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Sementara, besaran rata-rata setiap penawaran adalah US$8,4 juta atau merosot 59 persen dari rata-rata 2019 yaitu US$20,5 juta.

Di sisi lain, lebih banyak perusahaan yang menghimpun modal ‘kecil’ atau kurang dari US$10 juta. Pada tahun lalu, 63 persen perusahaan tercatat menghimpun dana kurang dari US$10 juta, tahun ini meningkat menjadi lebih dari 70 persen.

“Di tengah pandemi covid-19, Indonesia mencatat ada 46 perusahaan yang mencari modal dengan go public, menunjukkan ketahanan pasar modal Indonesia. Meskipun nilai rata-rata lebih kecil dibanding tahun lalu, IPO baru tersebut telah berkinerja dengan baik, dan rata-rata menghasilkan sekitar 80 persen di atas harga IPO pada akhir September,” kata Vatsan Sudersan, Kepala Data Global APAC, Bloomberg dikutip dari rilis, Senin (9/11).

Lebih lanjut, Sudersan menyebut perusahaan dari sektor keuangan dan konsumen non-siklus mendominasi pasar IPO RI tahun ini. Masing-masing menyumbang 33 persen dari total jumlah dana yang terkumpul.

Sebagai perbandingan, sektor keuangan menyumbang 58 persen dari total dana yang dihimpun melalui IPO tahun lalu. Sektor finansial secara konsisten, menurut dia, telah mengumpulkan dana terbanyak di pasar IPO Indonesia selama tiga tahun terakhir.

Ini merupakan pergeseran dari sektor Industrial atau industri konsumen non-siklus yang biasanya mendominasi IPO.

[Gambas:Video CNN]

Ia juga bilang perseroan di industri kesehatan termasuk di antara yang berkinerja terbaik dalam IPO tahun ini. Sejauh ini, PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE), perusahaan dengan besaran penawaran IPO terbesar pada 2020 mengalami kenaikan harga saham sebesar 263 persen sejak IPO hingga 30 September lalu.

Hal serupa juga terjadi pada produsen vitamin dan obat-obatan PT Soho Global Health Tbk (SOHO), harga sahamnya melonjak 388 persen sejak pencatatan hingga akhir kuartal ketiga.

(wel/sfr)






Source link