fbpx

Pendapatan bunga turun, bank getol mengais biaya-biaya dari nasabah


ILUSTRASI. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/02/11/2017

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan kian getol mengais pendapatan non bunga di tengah seretnya pendapatan berbasis bunga saat ini. Di tengah digitalisasi layanan perbankan, nasabah harus menanggung berbagai biaya. 

PT Bank BTPN Tbk misalnya,  melalui produk tabungan digitalnya bertajuk Jenius telah mengumumkan bahwa seluruh fitur dalam aplikasi Jenius bakal dikenakan biaya berlangganan (Feesible) sebesar Rp 10.000 per bulan mulai Januari 2021.

Irwan Sutjipto Tisnabudi, Head of Digital Banking BTPN menerangkan, seesible merupakan biaya berlangganan untuk memanfaatkan seluruh layanan dalam ekosistem finansial yang terhubung dengan akun Jenius. Feesible akan berlaku bagi seluruh pengguna Jenius tanpa terkecuali.

Ia menambahkan, biaya berlangganan ini diberlakukan agar Jenius dan penggunanya dapat bersama-sama mewujudkan impian. “Dengan adanya Feesible, pengguna dapat menikmati kemudahan pengelolaan finansial dan saat yang sama akan membantu Jenius mewujudkan mimpi yang lebih besar untuk membangun bisnis digital yang berkelanjutan melalui inovasi dan peluncuran fitur-fitur baru,” katanya pada KONTAN, Kamis (19/11).

Namun, nasabah Jenius masih tetap dibebaskan dari biaya transaksi saat mengirimkan uang ke bank lain dan melakukan tarik tunai di ATM mana pun jika saldo rata-rata bulanannya di atas Rp 1 juta.

BTPN belum mematok target fee based income tahun dengan adanya biaya berlangganan tersebut. Irwan bilang, masih terlalu dini untuk menentapkan target. Fokus perseroan saat ini adalah memberikan layanan yang prima bagi nasabah.

Baca Juga: Ekonom: Beda dengan krisis 1998, likuiditas perbankan saat ini sangat kuat

Penarikan fee based income juga dilakukan bank lewat dari sisi kartu kredit maupun kartu debit. Untuk kartu kredit, ada bank yang mengenakan biaya untuk laporan tagihan lewat SMS di samping biaya iuran tahunan. 

Namun, Bank CIMB Niaga menegaskan tidak mengenakan biaya kepada nasabah atas laporan tagihan yang dikirimkan ke nasabahnya. Bank ini hanya mengenakan biaya tahunan, biaya over limit dan biaya bunga jika mencicil. ” Biaya tahunan kartu kredt tergantung jenisnya. Tetapi ada juga jenis kartu yang bebas biaya tahunan,” kata Lani Darmawan, Direktur Konsumer CIMB Niaga. 

Produk tabungan di bank ini juga tidak semuanya dikenakan biaya admin. Lani mengatakan, penarikan biaya dilakukan tergantung feature dan jenis tabungannya. Perseroan bisa mengratiskan biaya rata-rata transaksi sampai 20 kali per bulan. 

Sementara Bank Mandiri mengenakaan biaya dan bunga kartu kredit secara bervariasi tergantung jenis kartunya. “Adapun besar biaya notifikasi via SMS adalah sesuai dengan standar biaya pengiriman SMS di masing-masing provider,” kata Rudi Aturridha, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Maybank ungkap kejanggalan kasus pembobolan dana senilai Rp 22,87 miliar


ILUSTRASI. Maybank ungkap kejanggalan kasus pembobolan dana senilai Rp 22,87 miliar.

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Maybank Tbk (BNII) mengungkapkan adanya sejumlah kejanggalan dalam kasus pembobolan dana nasabahnya atas nama Winda Lunardi dan Ibunya Fioletta Lizzy Wiguna senilai Rp 22,87 miliar.

“Kalau seperti kasus Malinda Dee dia ambil uang nasabah digunakan secara pribadi selesai, sehingga bank harus ganti uang nasabah. Tapi Maybank ini kasusnya berbeda, ini bukan pembobolan sederhana, jika demikian pasti langsung akan kami ganti. Namun ada aliran dana dari nasabah ke sejumlah pihak termasuk orang tua nasabah, lantas peranan nasabah apa, kita lihat hasil penyidikan,” ujar Kuasa Hukum Maybank Hotman Paris di Jakarta Senin (9/11).

Kejanggalan pertama disebut Hotman adalah bahwa sejatinya dana di rekening Winda dan ibunya sejatinya sudah kosong sejak 2016, namun laporan kepada kepolisian baru dilakukan pada Mei 2020 lalu.

Baca Juga: Hotman Paris ungkap keanehan raibnya dana Rp 22 miliar atlet Winda di Maybank

Adapun National Head Anti Farud Maybank Andiko dalam kesempatan yang sama bilang Rekening Winda mulai dibuka pada 27 Oktober 2014 dengan setoran awal berasal dari transfer Ayahnya Herman Lunardi senilai Rp 2 miliar. Secara bertahap dana kemudian terhimpun hingga Rp 17,9 miliar.

Rekening kedua kemudian dibuka oleh Fioletta Rp 5 miliar yang juga berasal dari transfer Herman Lunardi. Sehingga total dana menjadi Rp 22,9 miliar.

“Yang aneh adalah selama tabungan aktif, Winda dan Fioletta tak pernah memegang buku tabungan maupun ATM. Seluruhnya dipegang oleh tersangka A. Namun ada bukti penyerahan buku tabungan dan ATM yang ditandatangani oleh Winda,” jelas Andiko.

Baca Juga: Laju kredit UMKM masih tersendat walau ada program PEN, begini strategi perbankan

Andiko menambahkan, saat membuka rekening pun seluruh isian dilakukan oleh tersangka A, namun ada tanda tangan dari Winda. Atas hal ini pula Tersangka A bisa memiliki akses terhadap rekening Winda dan Fioletta.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Kredit UMKM belum tumbuh optimal hingga September 2020


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kredit di segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) perbankan hingga September 2020 masih belum bergerak cukup positif. Padahal, segmen ini merupakan fokus utama pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN). Penempatan dana program PEN di bank sebagian besar diperuntukkan guna memacu kredit segmen ini. 

Data Otoritas  Jasa Keuangan (OJK), kredit UMKM per September masih tercatat turun sebesar 1,57% dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). Tetapi secara bulanan sudah masih naik tipis yakni 0,7%. 

Perdagangan besar dan eceran serta sektor industri pengolahan yang berkontribusi paling besar dari total kredit UMKM terkontraksi paling dalam pada September dibanding posisi Maret, masing-masing turun 13,9% dan 5%. 

PT Bank Mandiri misalnya hanya mencatat pertumbuhan tipis  kredit segmen kecil dan menengah (UKM) pada kuartal III 2020 yakni hanya naik 0,8% secara YoY menjadi Rp 52,3 triliun dan 0,9% dibanding kuartal sebelumnya. Sedangkan segmen mikro masih turun 9% secara YoY menjadi Rp 117,4 triliun tetapi sudah tumbuh 4,8% secara kuartalan.

Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto mengaku, kredit segmen kecil dan menengah (small and medium enterprise/ SME) belum optimal di tengah pandemi Covid-19 karena keterbatasan ruang gerak perseroan untuk melakukan akuisisi baru, menurunnya permintaan kredit dan adanya alokasi Sumber Daya Manusia (SDM) perseroan yang difokuskan melakukan restrukturisasi kredit.

Namun, Bank Mandiri sudah mulai mendorong ekpansi sejak Juli dan penyaluran kredit sudah perlahan meningkat bulan per bulan. “Sudah terjadi pertumbuhan secara bulanan di Juli, Agustus, September dan Oktober,” kata Aquarius pada Kontan.co.id, Jumat (6/11). 

Baca Juga: Ini saran ekonom Indef bagi pemerintah untuk ungkit perekonomian Indonesia

Aquarius merinci, kredit SME telah naik Rp 2,4 triliun dari posisi Juni 2020 dengan gross ekpansi (Juli – September 20) sebesar Rp 11.8 Tn. Dari gross ekspansi pada kuartal III itu, terdapat limit tambahan sebesar Rp 19,2 triliun dimana 61% didukung dari program PEN dengan limit Rp 12,3 triliun. 

Dari segmen SME yang tumbuh paling tinggi di Bank Mandiri berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran, lalu sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan, serta sektor kontruksi. Sedangkan yang turun tajam adalah sektor real estate dan jasa perusahaan, sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya dan huburan, serta sertor pertambangan dan penggalian. 

Untuk mendorong kredit segmen SME, Aquarius bilang Bank Mandiri akan memaksimalkan penyaluran program PEN. Selanjutnya, perseroan fokus ekpansi ke nasabah value chain dan prima. Ekspansi akan dilakukan menggunakan unit UKM Center.

Sementara UMKM di BRI masih tumbuh jauh di atas industri.  Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, pertumbuhan itu ditopang oleh segmen mikto yang per September berhasil naik di atas 7,5% secara YoY. 

Untuk mendorong pertumbuhan kredit khususnya di segmen mikro,   BRI akan melakukan ekspasi secara selektif pada sektor-sektor ekonomi yang masih berprospek bagus. “Sektor seperti sektor pangan, perdagangan terkait makanan dan minuman, serta sektor terkait industri kesehatan menjadi sektor prioritas kami dalam.ekspansi kredit,” kata Supari.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Bos Maybank bicara soal pengembalian uang nasabah yang hilang Rp 22 miliar


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) menjelaskan soal mekanisme kasus hilangnya dana nasabah. Sejauh ini, Maybank belum menunjukkan komitmen yang jelas apakah akan mengembalikan atau mengganti dana nasabah atau menyerahkan sepenuhnya itu pada urusan hukum.

Seperti diketahui, saat ini perkara tersebut telah dilakukan penyelidikan oleh Bareskrim Polri.

Direktur Utama Maybank Indonesia Taswin Zakaria menegaskan, saat ini pihaknya masih menunggu kelanjutan proses tersebut. “Mohon kita sama-sama mengikuti dan menghormati dulu proses yang sedang berjalan,” katanya kepada Kontan.co.id, Jumat (6/11).

Dia juga menegaskan bahwa saat ini kasus tersebut tengah berjalan di pihak Kepolisian dan Pengadilan Negeri. Dalam hal ini, Maybank Indonesia bertindak sebagai pelapor.

Baca Juga: Bukopin dan Bank Mayora paling tinggi pasang bunga deposito, bagaimana di bank lain?

“Maybank di sini juga sebagai pelapor, mohon perlindungan hukum dan investigasi kemungkinan keterlibatan pihak-pihak selain internal,” sambungnya.

Bank bersandi saham BNII juga mengatakan pihaknya juga telah melakukan penyelidikan secara internal, sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Mengutip Kompas.com (6/11) Bareskrim Polri menetapkan Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial A sebagai tersangka kasus hilangnya uang di rekening milik atlet e-sport, Winda D Lunardi alias Winda Earl dan ibunya.

“Telah menetapkan tersangka atas nama A selaku Kepala Cabang Cipulir Maybank,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Helmy Santika dalam keterangannya, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga: Cari bunga deposito tinggi di akhir pekan ini? Cek daftarnya di sini

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Soal pengembalian dana nasabah yang raib Rp 22 miliar, simak penjelasan Bos Maybank


ILUSTRASI. Soal pengembalian dana nasabah yang raib Rp 22 miliar, simak penjelasan Bos Maybank.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) menjelaskan soal mekanisme kasus hilangnya dana nasabah. Sejauh ini, Maybank belum menunjukkan komitmen yang jelas apakah akan mengembalikan atau mengganti dana nasabah atau menyerahkan sepenuhnya itu pada urusan hukum.

Seperti diketahui, saat ini perkara tersebut telah dilakukan penyelidikan oleh Bareskrim Polri.

Direktur Utama Maybank Indonesia Taswin Zakaria menegaskan, saat ini pihaknya masih menunggu kelanjutan proses tersebut. “Mohon kita sama-sama mengikuti dan menghormati dulu proses yang sedang berjalan,” katanya kepada Kontan.co.id, Jumat (6/11).

Dia juga menegaskan bahwa saat ini kasus tersebut tengah berjalan di pihak Kepolisian dan Pengadilan Negeri. Dalam hal ini, Maybank Indonesia bertindak sebagai pelapor.

Baca Juga: Bukopin dan Bank Mayora paling tinggi pasang bunga deposito, bagaimana di bank lain?

“Maybank di sini juga sebagai pelapor, mohon perlindungan hukum dan investigasi kemungkinan keterlibatan pihak-pihak selain internal,” sambungnya.

Bank bersandi saham BNII juga mengatakan pihaknya juga telah melakukan penyelidikan secara internal, sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Mengutip Kompas.com (6/11) Bareskrim Polri menetapkan Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial A sebagai tersangka kasus hilangnya uang di rekening milik atlet e-sport, Winda D Lunardi alias Winda Earl dan ibunya.

“Telah menetapkan tersangka atas nama A selaku Kepala Cabang Cipulir Maybank,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Helmy Santika dalam keterangannya, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga: Cari bunga deposito tinggi di akhir pekan ini? Cek daftarnya di sini

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Ini kata pengamat soal UU Cipta Kerja yang dinilai mudahkan asing masuk bank syariah

Ini kata pengamat soal UU Cipta Kerja yang dinilai mudahkan asing masuk bank syariah


ILUSTRASI. Customer Service melayani nasabah di kantor cabang BRI Syariah. KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Undang-Undang Cipta Kerja telah merombak aturan mengenai pendirian Bank Syariah oleh pihak asing di Indonesia. Hal itu tertuang dalam Paragraf 4 pasal 79 UU Cipta Kerja.

Namun, bukan mempersulit asing untuk berinvestasi di bank syariah dalam negeri, justru aturan ini mempermudah akses asing untuk masuk.

Menurut Pengamat Ekonomi Syariah Universitas Indonesia Yusuf Wibisono, aturan baru ini tentu sejalan dengan visi pemerintah dan regulator untuk memperbesar pangsa pasar (market share) perbankan syariah.

“Menurut saya, arah pengaturan kepemilikan asing di Omnibus Law itu selaras dengan UU Perbankan Syariah, yaitu mempermudah kepemilikan asing,” katanya kepada Kontan.co.id, Jumat (16/10).

Baca Juga: Catat! 4 Hal ini yang perlu Anda lakukan untuk persiapan masa pensiun

Hal itu menurutnya cukup positif, sebab sampai dengan saat ini share perbankan syariah masih kecil, alias baru di kisaran 6% dari total perbankan nasional.

Praktis, perluasan dan kemudahan investasi di bank syariah sudah pasti menjadi agenda prioritas pemangku kebijakan.

“Karena hanya dengan share yang lebih besarlah perbankan syariah akan semakin kompetitif dan dapat menunjukan karakteristik unik yang lebih ramah dengan sektor riil,” imbuhnya.

Tapi, ada masukan yang disematkan oleh Yusuf dalam aturan ini. Menurutnya, sah-sah saja kalau asing dipermudah aksesnya ke perbankan syariah. Namun sebaiknya, pemerintah membuat aturan yang membuat asing tidak diperbolehkan membeli bank syariah yang sudah ada atau eksisting.

Singkatnya menurut Yusuf, asing seharusnya hanya diperbolehkan masuk ke industri perbankan syariah dengan membeli kepemilikan bank konvensional dan mengkonversinya menjadi bank syariah.

Baca Juga: Saham BRI Syariah (BRIS) naik 6,49% ke Rp 1.395 per saham (16/10),

Bukan tanpa alasan, lantaran menurut Dia agenda terpenting perbankan syariah nasional saat ini adalah membesarkan pangsa pasar. Artinya, jika asing masuk hanya membeli bank syariah yang sudah ada, dampaknya terhadap peningkatan pangsa pasar tidak terlalu signifikan.

Sementara, bila asing masuk membeli bank konvensional dan kemudian mengkonversinya menjadi bank syariah, sudah sepatutnya dipermudah. Tentu, secara otomatis hal itu bakal meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah lebih signifikan.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Syariah Adiwarman Karim menjelaskan sejatinya UU Omnibus Law mengubah aturan yang sebelumnya tertuang dalam pasal 9 UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Kalau dirinci secara sekilas, sebenarnya tidak terlalu terlihat perubahan aturan dalam kedua pasal tersebut. Namun, jika ditelusuri ternyata perbedaannya cukup besar. Adiwarman menjelaskan, ada dua perbedaan yang mencolok dalam aturan ini.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

DPK bank tumbuh lebih tinggi dari kredit, ini sebabnya

DPK bank tumbuh lebih tinggi dari kredit, ini sebabnya


ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi melalui ATM. KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dalam masa pandemi Covid-19, permintaan kredit memang melandai. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kredit perbankan per Agustus 2020 yang menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) cuma 1,04%.

Tetapi di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan tumbuh lebih tinggi yakni sebesar 11,64% secara year on year (yoy). Lebih baik ketimbang periode Juli 2020 yang kala itu disebut OJK tumbuh 8,53% secara tahunan.

Beberapa bankir yang dihubungi Kontan.co.id mengamini, peningkatan DPK memang tinggi. Selain karena tren menabung yang tinggi di tengah pandemi, hal ini juga disebabkan minimnya permintaan kredit. Walhasil, secara suplai pendanaan alias likuiditas saat ini bisa dikatakan ada di level paling longgar.

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri: Kredit perbankan hanya tumbuh 1,5% di 2020

PT Bank CIMB Niaga Tbk misalnya yang mencatatkan DPK Rp 203,98 triliun per Juli 2020, naik 18,51% dari periode sama setahun lalu yang sebesar Rp 172,12 triliun.

Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan menyebutkan, mayoritas penopang pertumbuhan tersebut tak terlepas dari kenaikan dana murah (CASA) yang juga sebesar 18%. Namun, pertumbuhan deposito cenderung melambat karena CIMB Niaga lebih fokus menjaring dana murah.

“Secara total, DPK kami tumbuh positif. Nasabah mungkin lebih nyaman ke tabungan daripada deposito karena lebih fleksibel dan banyak fasilitas lewat mobile banking,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (24/9) lalu.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) pun menyerukan hal senada. Walau tidak sederas industri, menurut Direktur Bank BTN Jasmin, per Agustus 2020 DPK BTN sudah naik 6,5%. Pertumbuhan itu didominasi dana murah yakni giro sebesar 15,5% yoy.

Malah bila dirinci, dari Juni 2020 ke bulan Agustus 2020 ada peningkatan cukup tinggi sekitar 9% dari Rp 226,32 triliun menjadi Rp 246,53 triliun. “Tren DPK di bulan eptember 2020 diperkirakan juga tetap naik,” kata Jasmin kepada Kontan.co.id, Jumat (25/9).

Walau punya potensi besar, bank bersandi bursa BBTN ini tidak ngotot menargetkan DPK jumbo tahun ini. Menurut Jasmin, DPK hanya ditargetkan tumbuh sekitar 7%-8% saja sepanjang tahun 2020. Ini karena BTN ingin memperbesar porsi dana murah (rasio CASA).

Menurut Jasmin, wajar kalau DPK tumbuh jauh melampaui pertumbuhan kredit. Sebab, kebanyakan nasabah atau debitur pastinya tengah mengerem kredit di masa pandemi. Walhasil, bisa dibilang dana-dana tersebut sedang diparkir di instrumen DPK, setidaknya sampai ekonomi stabil.

“Kami tidak mematok tinggi. Permintaan kredit juga masih jauh dari normal. Semoga tahun depan ekonomi kita membaik,” terangnya.

Baca Juga: Ini progres restrukturisasi kredit korporasi bank besar

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Dituding tidak transparan, begini pembelaan Dirut Bank Bukopin (BBKP)

Dituding tidak transparan, begini pembelaan Dirut Bank Bukopin (BBKP)


ILUSTRASI. Rivan Achmad Purwantono, Dirut Bank Bukopin.

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) Rivan A. Purwantono membantah tudingan bahwa pihaknya tak melakukan transparansi terkait aksi penambahan modal via private placement yang bakal dieksekusi KB Kookmin Bank.

“Tidak ada aksi korporasi Bank Bukopin yak tak transparan, pelaksanaan PUT V, maupun private pelacement diberitahukan kepada seluruh pemegang saham, sekaligus mesti mendapatkan persetujuan OJK maupun bursa,” katanya kepada KONTAN, Senin (31/8).

Meski demikian, Rivan mengaku sejumlah aksi tersebut memang terjadi cukup cepat sebab memang ada keterdesakan untuk menyelamatkan perseroan.

Baca Juga: Polemik pengendali Bukopin memanas, pemegang saham minoritas akan lapor polisi

“Yang perlu dicatat aksi korporasi ini dalam rangka penyelamatan bank, bukan proses korporasi demi menjaga nasabah bank, sekaligus stabilitas perekonomian nasional,” sambungnya.

Sebelumnya KONTAN melaporkan, pemegang saham minoritas Bank Bukopin berencana melaporkan direksi lantaran dinilai tak transparan terkait aksi private placement.

Pelaporan bakal dilakukan oleh sejumlah induk koperasi seperti Induk Koperasi Usaha Daerah (Inkud), Induk Koperasi Veteran RI (Inkoveri), Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas), dan Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) yang kurang lebih memegang 7% saham Bank Bukopin.

Baca Juga: Bank kecil-menengah mulai pesimistis dapat mempertahankan kinerja

“Rencananya baru akan melaporkan pada Rabu (2/9) besok, ini hasil dari rapat koordinasi induk-induk koperasi pemegang saham Bukopin Jumat (28/8) lalu.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link