fbpx

OJK menyetujui sembilan perusahaan asuransi jual paydi secara online


ILUSTRASI. OJK memberikan izin kepada sembilan perusahaan asuransi untuk menjual produk terkait investasi (paydi) secara online.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan izin usaha kepada sembilan perusahaan asuransi untuk melakukan penjualan produk terkait investasi (paydi) secara online. 

“Dari 14 perusahaan yang mengajukan, sembilan perusahaan sudah disetujui untuk melakukan penjualan secara tanpa tatap muka atau secara virtual dan ini kita terus monitor,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi, pekan lalu.

Regulator telah menerbitkan SEOJK Nomor 19/2020 tentang Saluran Pemasaran Produk Asuransi. Kehadiran aturan itu sebagai rambu-rambu yang harus dipatuhi perusahaan asuransi dalam menjalin kerja sama pemasaran produk baik dengan agen, bank, serta badan usaha selain bank. 

Riswinandi berharap, melalui kerja sama tersebut akses masyarakat terhadap produk asuransi semakin terbuka lebar. Dengan demikian, akan mendorong peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia. 

“Kami juga berharap peraturan ini menjadi acuan sehingga pemasaran produk asuransi bisa terselenggara baik secara prudent dan mengedepankan aspek perlindungan konsumen. Dalam hal ini, perlindungan konsumen menjadi prasyarat yang sangat penting untuk mendorong inklusi asuransi,” kata dia. 

Di samping itu, OJK bersama asosiasi sedang mematangkan dan segera menerbitkan aturan mengenai minat berasuransi, khususnya terkait paydi. OJK bersama-sama asosiasi asuransi mendalami aturan-aturan yang terkait perlindungan konsumen dan mengamankan posisi perusahaan asuransi.

Generali Kantongi Izin OJK

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) sudah mengantongi izin terkait pemasaran unitlink secara daring. Chief Marketing & Customer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama mengatakan, pihaknya sudah mendaftarkan proses ini ke OJK sesuai ketentuan yang berlaku. “Seluruh ketentuan yang disyaratkan OJK sudah kita penuhi,” kata Vivin. 

Dari situ, penjualan unitlink secara online akan dibantu para agen. Dengan demikian, seluruh prosesnya dijalani secara online baik ketika melakukan submit aplikasi dan persetujuan. Beberapa produk unitlink yang dijual secara daring seperti GenSMART dan iPLAN. 

Namun hingga saat ini, kata dia, penjualan unitlink secara online belum tumbuh signifikan karena daya beli masyarakat selama pandemi Covid-19 turun. Kehadiran aturan ini lebih ke arah penggantian proses penjualan dari sebelumnya harus melalui pertemuan langsung menjadi online. “Kami berharap semua proses ini baik dari sisi pengajuan, persetujuan produk baru atau lainnya bisa lebih cepat,” tutupnya. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

PFI Mega Life dan Bank Permata luncurkan Mega Loan Protection


ILUSTRASI. Pelayanan asuransi Mega Life

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan patungan Prudential Financial Life, dan CT Corporation yaitu PFI Mega Life kembali meluncurkan produknya yaitu mega Loan Protection dengan menggandeng PT Bank Pemata Tbk (BNLI).

Chief of Bancassurance PFI Mega Sri Imelda Marbun menjelaskan, produk ini bisa jadi salah satu solusi bagi para nasabah Bank Permata menghadapi situasi sulit seperti pandemi kini.

“Melihat kondisi pasar kini dengan kegiatan simpan pinjam via bank masih menjadi yang sering dilakukan, kami ingin terliba dalam proses perlindungan nasabah dan pemberi pinjaman,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Senin (16/11). 

Baca Juga: Soal kasus pembobolan Maybank, OJK: Tunggu proses hukum

Adapun Head Secured Lending Bank Permata Rosalia Abadi juga menyambut baik kerja sama ini. Ia bilang pihaknya juga ingin memberikan keamanan ekstra buat para nasabahnya melalui produk anyar ini. 

Mega Loan Protection merupakan produk Asuransi Jiwa Kredit yang akan memang dirancang khusus untuk melindungi pemegang polis terhadap risiko tutup usia yang dapat mengakibatkan ketidaksanggupan sang debitur untuk membayar sisa angsuran pinjaman kepada Pemegang Polis.

Mega Loan Protection akan memberikan manfaat kepada tertanggung dengan usia masuk hingga 64 tahun.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Ini kinerja 5 emiten asuransi umum di kuartal III-2020


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis emiten asuransi umum dan reasuransi belum sepenuhnya pulih di tengah pandemi. Dari lima emiten asuransi umum yang telah merilis kinerja kuartal ketiga 2020, terdapat dua perusahaan yang mengalami penurunan.

PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASTJ) misalnya membukukan pendapatan premi bruto perusahaan mencapai Rp 129,03 miliar pada September 2020. Nilai itu turun 25% secara year on year (yoy) apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 172,91 miliar.

Kinerja ini dipengaruhi oleh menurunkan beberapa lini bisnis seperti properti turun 22,5% yoy menjadi Rp 61,13 miliar. Begitupun pada asuransi kendaraan bermotor turun 13,33% yoy menjadi Rp 11,31 miliar.

Adapun bisnis asuransi rekayasa juga mengalami penurunan 10,09% yoy menjadi Rp 28,06 miliar. Lini rangka kapal turun terkontraksi 91,5% yoy menjadi Rp 1,87 miliar.

Sedangkan libi bisnis aneka tumbuh 8,13% yoy menjadi Rp 11,57 miliar. Lalu diikuti oleh lini suretyship melonjak 31,07% yoy menjadi Rp 7,93 miliar.

Direktur Utama Asuransi Jasa Tania Megang Kacaribu memproyeksi pendapatan premi hingga akhir tahun mencapai Rp 206 miliar. Nilai itu mendekati dengan perolehan bisnis pada tahun lalu. Namun perusahaan masih optimis dengan bisnis di tahun depan.

Baca Juga: Imbal hasil investasi Jasa Raharja capai 4,30% per September 2020

“Strategi di 2021 dengan penguatan pasar eksisting dan pembangunan segmen retail dengan produk yang difokuskan pada kebutuhan pasar. Juga melakukan penjualan secara online dan digitalisasi pelayanan,” ujar Megang pada pekan lalu.

Bisnis PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk juga mengalami tekanan. Emiten dengan sandi saham TUGU ini membukukan penurunan pendapatan premi pada kuartal ketiga 2020 sebesar 7,88% menjadi Rp 4,57 triliun dari posisi yang sama tahun lalu Rp 4.93 triliun.

Penurunan pendapatan premi terjadi hampir di seluruh lini bisnis. Asuransi kebakaran (properti) turun 12,65% yoy dari Rp 1,66 triliun menjadi Rp 1,45 triliun pada September 2020. Asuransi penerbangan turun 8% yoy dari Rp 876,42 miliar menjadi Rp 806,28 miliar di sembilan bulan pertama 2020.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

APARI menggaet penghargaan sebagai penyedia layanan pendidikan asuransi terbaik


Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI) menyabet penghargaan sebagai Lembaga Penyedia Layanan Pendidikan Terbaik (Educational Service Provider of the Year 2020) di bidang asuransi dalam ajang 24th Asia Insurance Industry Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Asia Insurance Review. Predikat bergengsi se-Asia Pasifik itu diraih APARI di tengah industri asuransi yang sedang dihantam dampak pandemi Covid-19. 

Bambang Suseno, Ketua Umum APARI mengatakan penghargaan ini diberikan oleh para dewan juri karena APARI mempunyai standar tinggi dalam pendidikan dan pelatihan kepialangan asuransi dan reasuransi. Didirikan sejak 1993, saat ini pialang asuransi dan reasuransi, asuransi, loss adjuster, agen asuransi, konsultan klaim dan lain-lain mengikuti pendidikan dan pelatihan bersama APARI, yang telah berkembang signifikan 12 bulan terakhir.

 “Kami memiliki total 3.000 lulusan per 30 April 2020 atau meningkat dibandingkan dengan 2.400 lulusan tahun sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11). 

Menurut Bambang, APARI juga mendapatkan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengakui standar silabus pendidikan APARI dan membuat aturan bagi para praktisi kepialangan asuransi untuk menjadi anggota APARI. Program pendidikan APARI juga telah diakui oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Perasuransian Indonesia (LSPPI) di bawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai portofolio kualifikasi untuk mencapai kompetensi level 5, 6 dan 7. 

Baca Juga: Jiwasraya: Restrukturisasi 282 polis nasabah korporasi mencapai Rp 1,03 triliun

“Secara internasional, silabus dan kualifikasi APARI telah diakui oleh The Australian and New Zealand Institute of Insurance and Finance (ANZIIF) berdasarkan mutual recognition agreement,” ungkap Bambang. 

Setelah meluncurkan inisiatif Go International pada 2018, kata Bambang, APARI juga menyelenggarakan program pelatihan dan seminar pada tahun lalu, bekerja sama dengan para mitra di dalam negeri dan luar negeri bagi para praktisi perasuransian maupun masyarakat luas. Namun seiring masa pandemi Covid-19 dan diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), APARI meluncurkan inisiatif baru dengan menyediakan akses pendidikan dan informasi secara daring. Sebagai asosiasi perasuransian pertama di Indonesia yang menerapkan program pendidikan secara daring, memungkinkan APARI memperluas jangkauannya.

“Mewakili 1.300 orang anggota, APARI menyampaikan terima kasih atas pengakuan yang diberikan oleh Asia Insurance Review dan dewan juri. Pengakuan ini merupakan suatu kehormatan yang tinggi bagi APARI,” kata Bambang. 

Baca Juga: Per 4 November, dua asuransi pelat merah ini sudah jamin kredit PEN Rp 10,9 triliun

Bambang menjelaskan APARI dikelola oleh para profesional di bidang perasuransian yang mempunyai komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan perasuransian dengan penuh integritas. “Pencapaian ini merupakan testimoni dari tagline APARI: Imagine, Believe and Achieve. APARI akan terus menyebarkan semangat ini kepada seluruh pemangku kepentingan untuk kemanfaatan masyarakat yang lebih luas” ujar Bambang.

Asia Insurance Industry Awards (AIIA) merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan Asia Insurance Review sejak 1997. Tahun ini, APARI jadi salah satu dari 17 penerima penghargaan yang dinobatkan sebagai pahlawan di bidang perasuransian, dari sebanyak 305 calon yang mengirimkan aplikasi untuk penghargaan yang paling dihormati di Asia Pasifik tersebut. 

Baca Juga: Jadi induk holding BUMN asuransi, IFG bakal disuntik Rp 22 triliun

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

OJK Nilai Asuransi Umum Lebih Tahan Efek Covid Ketimbang Jiwa



Jakarta, CNN Indonesia —

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sektor asuransi umum lebih tahan (resilience) pada dampak pandemi covid-19 ketimbang sektor asuransi jiwa. Namun, secara umum kinerja premi, investasi, dan premi industri jasa asuransi mengalami kontraksi.

“Dalam hal ini, dampak pada sektor industri asuransi jiwa relatif lebih dalam kalau dibandingkan asuransi umum,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi, dalam acara Indonesia Financial Sector Outlook 2021, Selasa (27/10).

Data OJK menyebut premi industri asuransi tercatat sebesar Rp176,32 triliun pada Agustus 2020. Angka itu turun 6,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp187,70 triliun.







Detailnya, premi asuransi jiwa turun 9,3 persen dari Rp120,84 di Agustus 2019 menjadi Rp109,60 triliun tahun ini. Kemudian, premi asuransi umum berkurang 4,62 persen dari Rp51,68 triliun menjadi Rp49,29 triliun.

“Dampak pada sektor industri asuransi jiwa relatif lebih dalam kalau dibandingkan asuransi umum. Salah satunya terkait portofolio bisnis asuransi jiwa yang sebagian besar didominasi produk terkait dengan investasi dan Paydi (Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi),” katanya.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memaparkan per semester I 2020 mayoritas investasi perusahaan asuransi jiwa ditempatkan pada reksa dana yakni Rp142,95 triliun. Disusul, portofolio saham senilai Rp113,85 triliun, SBN Rp76,89 triliun, dan deposito Rp36,24 triliun.

Di sisi lain, iklim investasi pasar modal cenderung fluktuatif karena pandemi covid-19 yang memengaruhi perekonomian.

[Gambas:Video CNN]

Namun, Riswinandi mengatakan kondisi pasar modal saat ini membaik ketimbang periode Maret-April dimana IHSG saat itu sempat menyentuh level terendah di 3.997. IHSG telah kembali ke level psikologis 5.000-an pada Oktober ini.

“Tapi, kami menilai dinamika di pasar modal masih akan sangat dipengaruhi oleh upaya penanganan pandemi oleh pemerintah. Ini kami simpulkan dimana pasar modal sempat mengalami sentimen negatif akibat PSBB tahap 2 di Indonesia terutama di DKI Jakarta,” ucapnya.

(ulf/sfr)





Source link

Klaim Asuransi Jiwa untuk Covid-19 Capai Rp200 Miliar



Jakarta, CNN Indonesia —

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkapkan total klaim polis yang diberikan terkait pandemi covid-19 mencapai Rp200 miliar pada periode Juli 2020.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan pembayaran klaim untuk covid-19 seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, lantaran sudah ditetapkan sebagai pandemi. Namun, ia mengatakan sebagian besar perusahaan asuransi jiwa masih memberikan komitmen untuk membayar klaim terkait covid-19.

“Sejauh ini industri sudah bayar sekitar Rp200 miliar sampai Juli. Kalau Oktober, (pembaran klaim) mungkin lebih tinggi lagi,” ujarnya dalam acara Indonesia Financial Sector Outlook 2021, Selasa (27/10).







Namun, lanjutnya, klaim untuk vaksinasi, rapid test, swab test, dan sebagainya bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan. Pasalnya, setiap perusahaan memiliki protokol dan kebijakan pemegang saham yang harus dipenuhi.

Secara total, pembayaran klaim asuransi jiwa pada semester I 2020 mencapai Rp64,52 triliun, turun 1,9 persen dari semester I 2019 yang senilai Rp65,77 triliun.

Ia menyatakan komitmen asuransi jiwa membayar klaim tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan penilaian nasabah pada industri ini. Justru, pandemi covid-19 ini dinilai menjadi pembelajaran pentingnya kepemilikan asuransi jiwa.

“Saya mau katakan bahwa situasi 1-2 perusahaan tidak bisa generalisasi situasi industri,” imbuhnya.

Sementara itu, total premi pada periode yang sama mencapai Rp88,02 triliun, turun 2,5 persen dari semester I 2019. Investasi asuransi jiwa juga merosot 10,5 persen dari Rp483,79 triliun menjadi Rp432,87 triliun.

Kondisi ini tidak lepas dari kinerja pasar modal yang terguncang ketidakpastian pandemi covid-19. Pasalnya, mayoritas investasi perusahaan asuransi jiwa ditempatkan pada reksa dana yakni Rp142,95 triliun. Disusul, portofolio saham senilai Rp113,85 triliun, SBN Rp76,89 triliun, dan deposito Rp36,24 triliun.

“Jadi, memang situasi yang terjadi di pasar modal sangat mempengaruhi asuransi jiwa dan nature asuransi jiwa itu memang investasi,” ucapnya.

Sedangkan, total aset perusahaan asuransi jiwa mencapai Rp493,99 triliun, turun 10,2 persen dari semester I 2019.

[Gambas:Video CNN]

Dari sisi penetrasi asuransi jiwa dibandingkan jumlah penduduk sebesar 6,1 persen. Sedangkan, penetrasi dibandingkan nilai PDB lebih kecil yakni 1,2 persen.

Ia mengatakan tingkat penetrasi tersebut cenderung stagnan setiap tahun. Sisi positifnya, rendahnya tingkat penetrasi menandakan jika industri asuransi jiwa masih berpotensi dikembangkan.

“Sejauh ini bisa dibilang masih flat, ini mengindikasikan bahwa ada orang yang punya polis lebih dari 1 tapi orangnya itu-itu saja,” katanya.

(ulf/sfr)





Source link

Asuransi jiwa bayar klaim terkait Covid-19 sebesar Rp 216,02 miliar hingga Juni 2020

Asuransi jiwa bayar klaim terkait Covid-19 sebesar Rp 216,02 miliar hingga Juni 2020


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim asuransi terkait corona (Covid-19) senilai Rp 216,02 miliar untuk 1.642 polis di kuartal kedua tahun 2020 menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). 

Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menegaskan, pembayaran klaim tetap dilaksanakan meski pemerintah telah menyatakan bahwa Covid-19 merupakan pandemi. Artinya, biaya pengobatan terkait Covid-19 menjadi tanggungan pemerintah.

“Klaim khusus Covid-19, akibat mereka yang terpapar dan telah dibayarkan. Sebagian besar adalah klaim asuransi jiwa dan kesehatan,” kata Wiroyo, dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Jumat (25/9). 

Baca Juga: Jadi bank mitra, tujuh bank ini dapat Rp 1 triliun dari dana PEN

Pembayaran klaim asuransi terbesar di wilayah Jakarta yakni Rp 146,92 miliar. Menyusul Jawa Timur Rp 21,11 miliar, Jawa Barat Rp 19,23 miliar, Banten Rp 13,16 miliar, Jawa Tengah Rp 3,74 miliar dan lainnya.  “Adapula perusahaan Indonesia atau nasabah lagi di luar negeri tapi bayar asuransi jiwa di Indonesia seperti di Singapura, dan Amerika Serikat,” ungkapnya. 

Salah satu pemain, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia telah membayarkan klaim Covid-19 Rp 10,9 miliar hingga 31 Agustus 2020. CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman mengatakan, klaim tersebut telah dibayarkan kepada 120 orang nasabah baik individu maupun grup dengan rincian 114 klaim pengobatan dan 6 klaim kematian akibat Covid-19. 

“Ini merupakan wujud komitmen Generali untuk menjadi lifetime partner yang selalu mendampingi di setiap tahap kehidupan nasabah, khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang ini,” kata Edy. 

Baca Juga: Bisnis unitlink pemain asuransi jiwa mulai membaik

Generali Indonesia juga mendukung keluarga yang membutuhkan bantuan berupa sembako, pendampingan vaksin dan imunisasi pada balita. Perusahaan juga memberikan sejumlah gadget serta wifi gratis kepada anak-anak kurang beruntung di wilayah Jakarta, Tangerang dan Depok.

“Semua program ini tergabung dalam program The Human Safety Net, sebuah gerakan rantai kebaikan yang menghubungkan banyak orang untuk saling membantu sesama,”tutupnya. 

 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Perkuat permodalan, Indosurya Life buka peluang cari investor baru

Perkuat permodalan, Indosurya Life buka peluang cari investor baru


ILUSTRASI. Data Nilai Aktiva Bersih (NAB) produk PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses (Indosurya Life)

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses (Indosurya Life) tengah menyiapkan strategi untuk menambah permodalan pada tahun ini. Rencananya, Indosurya Life akan menjual sahamnya atau diakuisisi oleh pihak lain. 

Direktur Utama Indosurya Life Lucky Siahaan mengaku, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan investor lokal maupun asing yang akan mangakuisisi Indosurya Life. 

Baca Juga: Allianz Utama luncurkan portal klaim digital di tengah pandemi

“Setelah beralih pemegang saham, juga akan digelar rights issue untuk menambah permodalan perusahaan. Jadi dalam waktu dekat akan ada suntikan dana segar,” kata Lucky, pekan lalu. 

Lucky menargetkan aksi korporasi tersebut bisa rampung sebelum akhir tahun. Dengan begitu, perusahaan bisa memperkuat permodalan sekaligus posisi bisnis di industri asuransi nasional.   

Sementara itu, tahun ini Indosurya Life gencar mengoptimalkan penjualan secara digital di masa pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan meluncurkan produk baru yang masih menunggu izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  

“Kami sudah submit tiga produk ke OJK. Jika sudah mendapat approval dari OJK, kami segera luncurkan,” kata Lucky, pekan lalu. 

Baca Juga: Tunggu restu OJK, Indosurya Life siap luncurkan produk baru

Guna mendukung pemasaran secara digital, berbagai persiapkan telah dilakukan termasuk konsolidasi internal serta transformasi bisnis. Tujuannya untuk menjangkau lebih banyak nasabah potensial. 

“Termasuk melakukan penetrasi lebih dalam ke pasar asuransi jiwa di Indonesia, sampai dampak pandemi mereda dan daya beli kembali meningkat,” tutupnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Penerapan Manajemen Risiko, Kunci Keamanan Asuransi Generali

Penerapan Manajemen Risiko, Kunci Keamanan Asuransi Generali


Jakarta, CNBC Indonesia- PT Asuransi Jiwa General Indonesia menerapkan manajemen rikio yang ketat guna memastikan kesehatan dan keberlangsungan perusahaan ditengah tekanan ekonomi. Menurut CEO Asuransi Jiwa General Indonesia, Edy Tuhirman, bahwa Asset and liability management sangat penting, dimana semua aspek terkait manjemen pengelolaan aset dan cash flow dijaga ketat sehingga dapat memberikan pelayanan yang aman dan nyaman ke nasabah.

Seperti apa upaya industri asuransi menjaga kepercayaan nasabah pada industri asuransi? Selengkapnya saksikan dialog Aline Wiratmaja dengan CEO PT Asuransi Jiwa General Indonesia, Edy Tuhirman dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Jum’at, 28/08/2020).




Source link

Gara-gara corona, premi asuransi jiwa diproyeksi turun sampai akhir tahun

Gara-gara corona, premi asuransi jiwa diproyeksi turun sampai akhir tahun


ILUSTRASI. asuransi jiwa

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis asuransi jiwa terkontraksi sejak awal tahun akibat pandemi corona (Covid-19). Akibatnya, pendapatan premi asuransi jiwa anjlok dan diperkirakan berlanjut sampai akhir tahun. 

“Prediksi ke depan penurunan tetap terjadi tapi tidak terlalu besar. Kami harap kinerja stabil untuk ke depan walaupun menurun,” kata Kepala Departemen Hubungan Internasional AAJI Nelly Husnayati dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (28/8).

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), premi industri asuransi jiwa melorot 10,69% secara year on year (yoy) per Juli 2020. Padahal Juni lalu turun lebih rendah atau 10,01% yoy.

Baca Juga: Banyak kasus gagal bayar asuransi, puluhan nasabah mengadu ke DPR

Menurutnya, penyebab penurunan karena kemampuan masyarakat untuk membeli produk asuransi di masa pandemi merosot. Khususnya produk asuransi dengan premi tinggi. 

Meski demikian, pendapatan premi industri akan membaik karena perekonomian mulai bergeliat. Hal ini akan berdampak pada perbaikan bisnis asuransi di kuartal ketiga dan keempat tahun ini. 

“Dari sisi positif, kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi kesehatan semakin meningkat. Kita sama – sama menyadari bahwa proteksi kesehatan itu penting di masa pandemi,” ungkapnya. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link