fbpx
Besok, UU Ciptaker Diberikan ke Pemerintah

Besok, UU Ciptaker Diberikan ke Pemerintah



Jakarta, CNN Indonesia —

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan naskah Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) akan diserahkan DPR kepada pemerintah Rabu (14/10) besok.

Hal tersebut ia sampaikan dalam dialog virtual Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bertajuk Kewenangan Daerah dalam Bidang Investasi dan Perijinan dalam UU Ciptaker.

Bahlil menambahkan naskah UU Ciptaker yang akan diserahkan ke pemerintah setebal 812 halaman. Namun ia meminta kepala daerah untuk tak melakukan sosialisasi atau menyebarkan terlebih dahulu naskah tersebut sampai pemerintah pusat menerimanya.







“Mungkin besok DPR akan menyerahkan itu kepada eksekutif dan saya pikir Pak Ketum Apkasi sudah mendapatkan drafnya. Dan insyallah draf itu sudah final. Namun jangan dulu disebarkan karena besok baru disiarkan secara resmi,” ujarnya, Selasa (13/10).

Secara umum, menurut Bahlil, UU Ciptaker terdiri dari 15 bab 11 klaster dengan jumlah total 812 halaman. “Di dalamnya juga terdapat 186 pasal dan terakhir itu adalah akumulasi dari 76 undang-undang dicopot,” imbuhnya.

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengklaim UU Ciptaker bisa mencegah praktik korupsi dalam proses mengurus perizinan berusaha.

Sebab, UU Ciptaker menyederhanakan sejumlah perizinan yang tumpang tindih dan ego sektoral di kementerian/lembaga serta daerah. Karenanya Bahlil meyakini dengan terselesaikannya masalah perizinan itu, Indonesia semakin mudah mendatangkan investasi.

[Gambas:Video CNN]

“Saya juga ingin menyampaikan fakta juga sekarang bahwa terjadi ego sektoral yang sangat besar di republik ini dalam hal perizinan. Dalam perizinan berusaha itu masing-masing ego sektoral nya kementerian teknis minta ampun,” ucapnya.

Ia menambahkan masuknya modal itu berujung pada pembukaan lapangan kerja. Ia mengungkapkan saat ini Indonesia sangat membutuhkan lapangan pekerjaan baru.

Pasalnya, terdapat kurang lebih belasan juta orang membutuhkan lapangan pekerjaan di dalam negeri. Angka itu,  7 juta orang di antaranya berasal dari angkatan pencari kerja, 2,9 juta orang angkatan kerja baru tiap tahun yang merupakan lulusan perguruan tinggi, dan 6 juta pengangguran korban PHK karena covid-19.

“Ini lah sekarang yang kita harus siapkan lapangan pekerjaan. Nah karena oleh undang-undang pemerintah diwajibkan menyiapkan lapangan pekerjaan dalam pandangan kami tidak mungkin mereka ini semua bisa diterima oleh PNS lewat BUMN atau TNI Polri itu tidak mungkin. Maka harus di lakukan terobosan proposalnya ini tidak lain adalah bagaimana kita mendatangkan investasi,” tandasnya.

(hrf/agt)





Source link

Bahlil-Erick Kejar Investasi Baterai Mobil Listrik ke Korsel

Bahlil-Erick Kejar Investasi Baterai Mobil Listrik ke Korsel


Jakarta, CNN Indonesia —

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Menteri BUMN Erick Thohir berusaha menarik investor Korea Selatan (Korsel) untuk terus berinvestasi di Indonesia, khususnya pada industri hilirisasi. Salah satunya, baterai kendaraan listrik.

“Untuk mendorong realisasi investasi, kami bersama Menteri BUMN (Erick Thohir) ke Korea Selatan untuk membahas hilirisasi EV (Electric Vehicle) battery,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, dikutip Senin (28/9).

Kedua anak buah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini berkunjung ke negeri ginseng pada 23 – 24 September 2020. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka menindaklanjuti sejumlah rencana investasi perusahaan asal Korsel di Indonesia.







Minat investor Korsel tercermin dari data realisasi investasi kuartal II 2020 yang mencapai US$552,6 juta atau melonjak sebesar 340 persen dari total investasi kuartal I 2020, sebesar US$130,4 juta. Oleh karena itu, Indonesia perlu menunjukkan keseriusan dalam menjemput investor dari Korea.

“Ini sinyal positif. Indonesia masih dilirik oleh investor di tengah pandemi covid-19. Jadi kami harus serius memfasilitasi sampai jadi. Sesuai arahan Presiden, investasi yang kita dorong adalah yang mendukung transformasi ekonomi, ada nilai tambah dan tentu juga investasi padat karya. Indonesia butuh lapangan kerja dan investasi solusinya,” ucap Bahlil.

Jika dilihat berdasarkan semester I 2020, realisasi investasi dari Korsel meningkat sebesar 25 persen dengan total sebesar US$683 juta, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, US$548,4 juta.

Dalam keterangan resmi yang sama, Erick menyampaikan pemerintah terus agresif untuk mendatangkan investasi meski di tengah pandemi covid-19.

“Keberangkatan kami ke Korea Selatan ini karena memang ada minat serius dari beberapa perusahaan Korea. Artinya Indonesia memiliki daya tarik dan kami tindaklanjuti itu,” ujar Erick.

Sejak 2015, Korsel menjadi negara asal investasi terbesar ke-7 di Indonesia, setelah Singapura, Jepang, Tiongkok, Hongkong, Malaysia, dan Belanda. Korea Selatan membukukan total investasi mencapai US$7,7 miliar.

Berdasarkan data yang ada di Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (Pusat KOPI) BKPM, investasi dari Korsel pada periode 2016 sampai semester I 2020 didominasi oleh sektor Listrik, Gas, dan Air (US$944,3 juta); Industri Mesin, Elektronik, Instrumen Medis, Peralatan Listrik, Presisi, Optik, dan Jam Tangan (US$902,5 juta); Industri Kimia dan Farmasi (US$749,6 juta); Industri Barang Kulit dan Alas Kaki (US$552,0 juta); dan Industri Lainnya (US$528,7 juta).

Berdasarkan lokasi, investasi Korea Selatan mayoritas berada di Jawa (US$4,5 miliar). Kemudian disusul oleh Kalimantan (US$1,0 miliar), Sumatera (US$372,4 juta), Papua (US$246,8 juta), dan Maluku (US$226,3 juta).

[Gambas:Video CNN]

(sfr/agt)





Source link