fbpx

BRI sudah selesaikan 70% rekomendasi hasil pemeriksaan BPK


ILUSTRASI. Antrean nasabah di kantor cabang BRI, Tangerang Selatan, Jumat (23/10/2020). KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sepanjang 2018-2019, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 27 temuan dalam dengan rekomendasi terhadap PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). 

Adapun perinciannya, 20 temuan merupakan penyaluran kredit di segmen korporasi pada 2018, dan telah dirampungkan 30 rekomendasi, sementara 18 lainnya masih dalam status pantau kemudian ada 7 temuan di semen trade finance, treasury, dan dana pihak ketiga (DPK) dimana seluruh rekomendasi yaitu 12 item telah diselesaikan BRI. 

“70% Rekomendasi telah dinyatakan selesai,” tulis BRI dalam paparannya saat Rapat Dengar Pendapat bersama Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Senin (23/11).

Baca Juga: Dua debitur trade finance dan treasury Bank Mandiri dimasalahkan BPK

Adapun rekomendasi yang masih berstatus dalam pantauan berasal dari 7 temuan kredit korporasi pada 2018 yang meliputi aspek analisis kredit, perjanjian kredit, pencairan kredit, pengikatan agunan dan asuransi agunan, affirmative and negative convenant, serta restrukturisasi kredit. 

Terkait temuan berstatus pantau, BRI menyatakan telah melakukan sejumlah tindak lanjut. Misalnya soal analisis kredit, perseroan telah analisis berdasar arus kas debitur teranyar. Pun sudah disepakati penyelesaian kredit secara bertahap melalui lelang agunan dan penawaran kepada investor. Serta perseroan juga telah menerima initial payment, US$ 25.000 dan pembayaran Rp 27 miliar. 

Sementara terkait perjanjian kredit, BRI bilang telah melakukan revisi klausul. Selanjutnya soal pencairan kredit juga telah dipenuhi oleh debitur dan objek pembiayaan telah ada. Pun debitur telah membayar agunan Rp 31,5 miliar. 

Kemudian soal pengikatan dan asuransi agunan, seluruh temuan disebut BRI telah dilindungi asuransi dengan bankers clause. Adapun ihwal temuan affrimative and negative convenant perseroan telah melakukan penyelesaian kredit via lelang, dan menerima angsuran dari debitur Rp 20 miliar. 

Baca Juga: BNI Syariah bakal luncurkan uang elektronik syariah

Selain dua temuan tersebut, BPK juga turut menemukan 9 temuan dan memberikan 22 rekomendasi terkait penghitungan bunga KUR 2019. Temuan tersebut terkait pengelolaan, persyaratan izin usaha, kelebihan plafon, administrasi debitur, analisis, keterlambatan penerbitan sertifikat, klaim penjaminan, saldo subrogasi, dan kelebihan imbas jasa penjaminan. 

“BRI telah menindaklanjuti seluruh rekomendasi dan masih dalam tahap verifikasi BPK,” lanjut BRI.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Direktur Kepatuhan BRI Wisto Prihadi diberhentikan


ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Bank Rakyat Indonesia (BRI). KONTAN/Cheppy A. Muchlis

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memberhentikan sementara Direktur Kepatuhannya Wisto Prihadi. Konon, ini akibat gagalnya Wisto lolos uji kelaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (13/11) Corporate Secretary BRI Aestika Oryza alasan pemberhentian Wisto dilakukan dengan sejumlah ketentua OJK soal jabatan direksi emiten, dan uji kelaikannya:

POJK 33/2014 tentang Direksi dan Komisaris Emiten; POJK 27/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi PIhak Utama Lembaga Jasa Keuangan; dan SEOJK 39/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Calon Pemegang Saham Pengendali, Alon Anggota Direksi, dan Calon Anggota Komisaris Bank. Juga Anggaran Dasar BRI

Baca Juga: Tengah hari, rupiah berotot ke level Rp 14.126 per dolar AS

“Memperhatikan peraturan dan ketentuan tersebut, diberitahukan pemberhentian sementara Wisto Prihadi dari jabatannya sebagai Direktur Kepatuhan,” tulis Aestika.

ia menambahkan pemberhentian telah dilakukan sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku dan berlaku efektif sejak 11 November 2020. Adapun perseroan menyatakan Direksi telah menunjuk Direktur Pengganti Direktur Kepatuhan.

Sementara sampai berita terbit BRI, dan OJK belum menjawab pertanyaan terkait dari Kontan.co.id.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Konsolidasi BRI, Pegadaian, dan PNM terus dimatangkan


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konsolidasi antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus dimatangkan. Rencananya, melalui konsolidasi itu akan dibentuk holding pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kabarnya, terdapat dua skema yang diajukan pemegang saham untuk meleburkan dua perusahaan pelat merah itu di bawah naungan BRI. Skema pertama, BRI mengakuisisi perusahaan tersebut. Skema kedua membentuk holding

Terkait rencana itu, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo, mengakui bahwa Pegadaian mendapatkan arahan terkait akuisisi. Namun rencana tersebut masih dalam proses kajian.

“Mungkin bisa diperjelas ke BRI. Kalau kami melihatnya ini masih dalam proses kajian,” kata Harianto, Jumat (13/11).

Baca Juga: Harga emas siang ini di Pegadaian, Jumat 13 November 2020

Seiring pematangan kajian pembentukan holding, Harianto menegaskan, Pegadaian akan tetap fokus untuk mengoptimalkan layanan sesuai rencana kerja yang ada.

Pada paparan kinerja Rabu (11/11) kemarin, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo bilang proses laporan keuangan telat dipublikasikan lantaran perseroan tengah menyiapkan aksi korporasi. Sayangnya ia enggan memberi penjelasan lebih lanjut.

“Audit ini dalam rangka untuk corporate action. Nanti pada saatnya kami share ke publik,” ungkapnya.

Sebenarnya rencana pembentukan holding ini telah mengemuka sejak awal tahun. Saat itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa akan melakukan sinergi antara BRI, Pegadaian, dan PNM.

Ini dilakukan lantaran ketiga perusahaan pelat merah tersebut punya amanat serupa dari Kementerian BUMN untuk menyalurkan pembiayaan ke segmen UMKM terutama mikro.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Permintaan KTA perbankan mulai bergairah


ILUSTRASI. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Setelah membatasi pemasaran produk kredit tanpa agunan (KTA) saat puncak pandemi virus corona (Covid-19) beberapa waktu lalu, kini sejumlah perbankan mulai berani bergerak. Selain karena pandemi Covid-19 yang mereda, ternyata permintaan terhadap KTA juga mulai tumbuh perlahan, lantaran bank juga masih sangat selektif menyalurkan produk ini.

“Permintaan sudah mulai ada, terutama dari nasabah existing, namun memang belum sebanyak sebelum pandemi, sehingga pertumbuhan keseluruhan masih negatif,” kata DIrektur Bisnis Konsumer PT Bank CIMB NIaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan kepada Rabu (11/11).

Segmen KTA juga sejatinya menjadi pemberat pertumbuhan kredit yang tercatat masih tumbuh 4,1% (yoy) menjadi Rp 54,82 triliun sampai akhir September 2020. Diperinci, KPR, dan KKB jadi penopang pertumbahan masing-masing7,9% (yoy), dan 7,0% (yoy). Sedangkan KTA negatif 10,2% (yoy), dan kartu kredit 4,4% (yoy).

Adapun sampai September 2020, portofolio KTA Bank CIMB Niaga tercatat senilai Rp 3,88 triliun. 

Baca Juga: CIMB Niaga (BNGA) bukukan laba Rp 1,9 triliun pada kuartal III 2020

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang sejak April 2020 menghentikan pemasaran produk KTA kini juga mulai kembali dibuka secara terbatas. Hanya kepada nasabah yang merupakan pegawai dengan fasilitas penggajian (payroll) via BCA. 

Sampai September 2020 portofolio BCA di segmen ini mencapai Rp 2,84 trilin. Meski secara tahunan masih negatif 3,3% (yoy), namun dibandingkan kuartal sebelumnya sudah mulai terlihat pertumbuhan 3,0% (qtq).

“Kami mencermati, di tengah tantangan pandemi yang dinamis, permintaan kredit juga masih dalam tahap pemulihan,” ujar Direktur BCA Santoso Liem kepada Kontan.co.id. 

Sementara di bank pelat merah pertumbuhan KTA justru relatif masih baik. Maklum mereka biasa memasarkan produk ini kepada pegawai-pegawai perusahaan pelat merah pula. 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) misalnya sampai kuartal III-2020 portofolio KTA mencapai Rp 29,05 triliun dengan pertumbuhan 12,8% (yoy). Segmen ini menjadi penopang pertumbuhan kredit konsumer perseroan yang tumbuh 4,5% (yoy) menjadi Rp 87,41 triliun. 

“Produk payroll loan kami BNI Fleksi menjadi penopang pertumbuhan kredit konsumer (tanpa kartu kredit) yang tumbuh 8% (yoy). Ini telah melampaui target pertumbuhan kami sebesar 4%,” kata Direktur Konsumer BNI Corina Leyla kepada KONTAN. 

Ia menambahkan pemasaran BNI Fleksi memang difokuskan kepada para ASN, dan pegawai BUMN yang memiliki tingkat pensiun maupun pergantian pegawai yang rendah. Pun sasarannya kepada para pegawai level menengah atas.

Baca Juga: Kredit seret, bank pilih taruh dana di obligasi

Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Handayani pun setali tiga uang. Sampai akhir September KTA perseroan masih tumbuh 1,5% (yoy) menjadi Rp 101,0 triliun. Sekaligus menjadi penyumbang terbesar kredit konsumer perseroan Rp 142,5 triliun yang tumbuh 3,4% (yoy).

Selain secara konvensional, personal loan BRI via platform digital juga mencatat pertumbuhan yang baik sampai kuartal III-2020. Platform Ceria misalnya kini telah digunakan 10.414 nasabah dan memiliki portofolio Rp 20,1 miliar dengan sales volume Rp 52 miliar.

Sementara kerja sama BRI dengan Traveloka melaluia Traveloka Paylater kini telah digunakan 35.174 pengguna dengan portofolio Rp 211,3 miliar dan sales volume R 366,5 miliar. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Laba Bank BRI turun 43% jadi Rp 14,1 triliun di kuartal III


ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di kantor cabang BRI Tangerang Selatan, Jumat (23/10). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/23/10/2020.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan kinerja negatif pada kuartal III 2020. Laba bersih konsolidasi bank pelat merah ini mengalami penurunan sebesar 43,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).

Berdasarkan laporan keuangan yang terbitkan BRI, Rabu (11/11), perseroan hanya membukukan laba bersih konsolidasi Rp 14,11 triliun, turun dari Rp 24,78 triliun pada  September 2019. 

Baca Juga: OJK perpanjang relaksasi restrukturisasi pembiayaan, apa kata asosiasi?

Penurunan ini sejalan dengan penurunan net interest income atau pendapatan bunga bersih 6,2% dari Rp 69,86 triliun menjadi Rp 57,08 triliun. Beban pencadangannya juga mengalami kenaikan 22,5% dari Rp 15,1 triliun menjadi Rp 18,5 triliun. Beban lain-lain naik dari Rp 13,7 triliun menjadi Rp 16,7 triliun. 

Sementara pendapatan berbasis fee/ komisi dan administrasi mengalami kenaikan 16,4% YoY dari Rp 9,7 triliun menjadi Rp 11,3 triliun.

Penyaluran kredit BRI secara konsolidasi tercatat  Rp 934,12 triliun  atau mengalami pertumbuhan 3,5% dibandingkan Desember 2019 sebesar Rp 902,4 triliun dan tumbuh 3,4% dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp 903,14 triliun.

Baca Juga: Naik 22%, Mandiri Syariah kantongi laba Rp 1,07 triliun di kuartal III

Sementara Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,7% secara year toda date (ytd) menjadi  Rp 1.131,9 triliun dari Rp1.021,1 triliun. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Dongkrak pertumbuhan cash management, BNI dan BRI kembangkan fitur baru


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beberapa bank mengembangkan fitur layanan untuk memperbesar bisnis cash management. Misal, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) terus melakukan pengembangan fitur-fitur pada layanan pengeloaan kas atau cash management system (CMS) untuk mengakomodasi kondisi di masa post normal atau masa dimana masyarakat dipaksa berdamai dengan Covid-19.

Beberapa fitur baru yang sudah dikembangkan BNI diantaranya global transactional banking, online registration dari BNIDirect, pengembangan API corporate, serta digital tax atau pembayaran pajak untuk fintech dan e-commerce internasional melalui kanal Cash Management BNI.

Pemimpin Divisi Jasa Transaksional BNI Agung Kurniawan mengatakan, saat ini BNI juga telah memulai pengembangan transaksi trade secara online melalui BNIDirect.

“Ke depannya, kami berencana untuk mengembangkan fungsi otomasi untuk pengembangan ekosistem pada platform. Sehingga akan memudahkan nasabah-nasabah melakukan transaksi melalui Cash Management BNI, yaitu BNIDirect, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” katanya kepada Kontan.co.id, Senin (9/11).

Dengan pengembangan fitur-fitur tersebut, BNI memperkirakan pendapatan komisi atau fee based income (FBI) dari layanan CMS bisa tumbuh 13,5% sampai dengan akhir tahun.

Baca Juga: Luncurkan fitur baru, BNI prediksi pendapatan cash management tumbuh 13,5% di 2020

Agung bilang, melalui fitur-fitur unggulan Cash Management BNI maka masyarakat akan lebih mudah melakukan transaksi-transaksi perbankan di mana saja.

Per September 2020, volume transaksi layanan pengelolaan kas BNI masih tumbuh cukup baik yakni 10% menjadi Rp 2.500 triliun. In tercermin dari solidnya pertumbuhan giro BNI pada periode itu yang tercatat tumbuh 34%.

Namun, pendapatan BNI secara keseluruhan dari layanan ini masih turun. Penyebabnya, lantaran proyek-proyek baru di masa Covid-19 mengalami penurunan. Sedangkan produk cash management lain tetap bertumbuh, seperti transaksi yang berkaitan dengan payment, collection dan liquidity management.

Kenaikan FBI dari transaksi itu ditandai dengan pendapatan dari Payment Point Online Bank (PPOB) atau layanan pembayaran online selama tagihan 24 jam dan bill payment sebesar  Rp 190 miliar per September 2020 atau tumbuh 6% dari periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). “Inovasi baru yang sudah dilakukan kami harapkan akan meningkatkan pertumbuhan FBI hingga Desember 2020,” ujar Agung.

Sementara hingga kuartal III 2020, BNI telah berhasil melakukan penambahan sejumlah 14.995 nasabah baru sebagai pengguna Cash Management BNI. Itu tumbuh  43%  secara YoY. Sehingga total pengguna layanan pengelolaan kas BNI per September 2020 mencapai 68.361 nasabah atau bertambah 73,5% dari September 2019.

BRI

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga terus melakukan pengembangan fitur-fitur baru pada layanan CMSnya. Adapun yang sudah dikembangkan dari Januari-September tahun ini diantaranya mass billing payment dan virtual account.

Lalu BRI melengkapi fitur liquidity management untuk korporasi, penyempurnaan sistem host to host (H2H) dengan beberapa klien korporasi, forex, bank garansi dan trade finance online, serta pengembangan API untuk memudahkan nasabah bertransaksi dari sistem internal mitra.

Dengan pengembangan fitur-fitur anyar itu, pendapatan yang diperoleh BRI dari bisnis pengelolaan kas itu berhasil tumbuh. Aestika Oryza Gunarto, Sekretaris Perusahaan BRI mengatakan, fee based income (FBI) dari CMS per September 2020 meningkat 30,3% YoY

Volume transaksinya juga meningkat sebesar 9% di tengah pandemi ini. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya utilitas fitur outgoing payment dan liquidity management. “Sampai akahir tahun, kami proyeksi FBI CMS akan naik 38% dengan volume transaksi mencapai Rp 2.765 triliun,” kata Astika, Selasa (10/11).

Adapuan jumlah penggunan CMS BRI hingga September 2020 meningkat 18% menjadi 26.000 klien. Itu terdiri dari 1.400 nasabah korporasi , 4.200 klien kementerian dan lembaga, dan sisanya klien komersial dan ritel.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

BNI dan BRI kembangkan fitur baru untuk dorong pertumbuhan cash management


ILUSTRASI. Beberapa bank besar terus melakukan pengembangan fitur-fitur pada layanan pengeloaan kas atau cash management system (CMS)

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) terus melakukan pengembangan fitur-fitur pada layanan pengeloaan kas atau cash management system (CMS) untuk mengakomodasi kondisi di masa post normal atau masa dimana masyarakat dipaksa berdamai dengan Covid-19.

Beberapa fitur baru yang sudah dikembangkan BNI diantaranya global transactional banking, online registration dari BNIDirect, pengembangan API corporate, serta digital tax atau pembayaran pajak untuk fintech dan e-commerce internasional melalui kanal Cash Management BNI.

Pemimpin Divisi Jasa Transaksional BNI Agung Kurniawan mengatakan, saat ini BNI juga telah memulai pengembangan transaksi trade secara online melalui BNIDirect.

“Ke depannya, kami berencana untuk mengembangkan fungsi otomasi untuk pengembangan ekosistem pada platform. Sehingga akan memudahkan nasabah-nasabah melakukan transaksi melalui Cash Management BNI, yaitu BNIDirect, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” katanya kepada Kontan.co.id, Senin (9/11).

Dengan pengembangan fitur-fitur tersebut, BNI memperkirakan pendapatan komisi atau fee based income (FBI) dari layanan CMS bisa tumbuh 13,5% sampai dengan akhir tahun.

Baca Juga: Luncurkan fitur baru, BNI prediksi pendapatan cash management tumbuh 13,5% di 2020

Agung bilang, melalui fitur-fitur unggulan Cash Management BNI maka masyarakat akan lebih mudah melakukan transaksi-transaksi perbankan di mana saja.

Per September 2020, volume transaksi layanan pengelolaan kas BNI masih tumbuh cukup baik yakni 10% menjadi Rp 2.500 triliun. In tercermin dari solidnya pertumbuhan giro BNI pada periode itu yang tercatat tumbuh 34%.

Namun, pendapatan BNI secara keseluruhan dari layanan ini masih turun. Penyebabnya, lantaran proyek-proyek baru di masa Covid-19 mengalami penurunan. Sedangkan produk cash management lain tetap bertumbuh, seperti transaksi yang berkaitan dengan payment, collection dan liquidity management.

Kenaikan FBI dari transaksi itu ditandai dengan pendapatan dari Payment Point Online Bank (PPOB) atau layanan pembayaran online selama tagihan 24 jam dan bill payment sebesar  Rp 190 miliar per September 2020 atau tumbuh 6% dari periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). “Inovasi baru yang sudah dilakukan kami harapkan akan meningkatkan pertumbuhan FBI hingga Desember 2020,” ujar Agung.

Sementara hingga kuartal III 2020, BNI telah berhasil melakukan penambahan sejumlah 14.995 nasabah baru sebagai pengguna Cash Management BNI. Itu tumbuh  43%  secara YoY. Sehingga total pengguna layanan pengelolaan kas BNI per September 2020 mencapai 68.361 nasabah atau bertambah 73,5% dari September 2019.

BRI

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga terus melakukan pengembangan fitur-fitur baru pada layanan CMSnya. Adapun yang sudah dikembangkan dari Januari-September tahun ini diantaranya mass billing payment dan virtual account.

Lalu BRI melengkapi fitur liquidity management untuk korporasi, penyempurnaan sistem host to host (H2H) dengan beberapa klien korporasi, forex, bank garansi dan trade finance online, serta pengembangan API untuk memudahkan nasabah bertransaksi dari sistem internal mitra.

Dengan pengembangan fitur-fitur anyar itu, pendapatan yang diperoleh BRI dari bisnis pengelolaan kas itu berhasil tumbuh. Aestika Oryza Gunarto, Sekretaris Perusahaan BRI mengatakan, fee based income (FBI) dari CMS per September 2020 meningkat 30,3% YoY

Volume transaksinya juga meningkat sebesar 9% di tengah pandemi ini. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya utilitas fitur outgoing payment dan liquidity management. “Sampai akahir tahun, kami proyeksi FBI CMS akan naik 38% dengan volume transaksi mencapai Rp 2.765 triliun,” kata Astika, Selasa (10/11).

Adapuan jumlah penggunan CMS BRI hingga September 2020 meningkat 18% menjadi 26.000 klien. Itu terdiri dari 1.400 nasabah korporasi , 4.200 klien kementerian dan lembaga, dan sisanya klien komersial dan ritel.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Lupa username atau password internet banking BRI? Ini yang harus dilakukan

Lupa username atau password internet banking BRI? Ini yang harus dilakukan


ILUSTRASI. Seorang pensiunan PNS memperlihatkan kartu debit Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang baru diterimanya oleh petugas bank di Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/4/2020). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/hp.

Reporter: Virdita Rizki Ratriani | Editor: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID – Password dan username adalah komponen penting bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi melalui internet banking BRI. 

Namun, terkadang nasabah lupa akan username atau password internet banking BRI mereka. Padahal, adanya internet banking memudahkan nasabah BRI untuk bertransaksi tanpa perlu ke luar rumah. 

Seperti melakukan transfer, pembayaran, dan pembelian. Selain itu, nasabah juga bisa melakukan top up saldo di beberapa layanan dompet digital dengan mudah melalui internet banking BRI. 

Ada cara mudah yang bisa dilakukan saat nasabah lupa username atau password internet banking BRI. 

Baca Juga: Kurs dollar-rupiah di BRI hari ini Jumat 9 Oktober, simak sebelum tukar valas

Yang harus dilakukan saat nasabah lupa username/password internet banking BRI

Ilustrasi BRI

Dirangkum dari laman resmi BRI, ini yang harus dilakukan saaat nasabah lupa password atau username internet banking BRI:

1. Jika nasabah lupa password tetapi sudah terdaftar layanan financial dan masih ingat User ID dan email internet banking, maka:

  • Masuk ke halaman Internet Banking BRI yaitu ib.bri.co.id
  • Klik tulisan lupa password yang ada di bawah tulisan Norton
  • Ikuti langkah selanjutnya

Baca Juga: Ada bunga deposito 5,75%, lihat daftar bunga deposito akhir pekan di sini

2. Jika nasabah lupa password tetapi belum terdaftar layanan financial atau tidak ingat User ID dan email internet banking, maka:

Nasabah dapat mengunjungi unit kerja BRI terdekat untuk melakukan reset password dengan membawa dokumen berupa:

  • Buku Tabungan
  • Kartu ATM dan KTP yang berbasis NIK

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

BRI targetkan lelang KPR Rp 350 miliar-Rp 400 miliar tahun ini

BRI targetkan lelang KPR Rp 350 miliar-Rp 400 miliar tahun ini


ILUSTRASI. Aestika Oryza Gunarto, Sekretaris Perusahaan BRI

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tetap melakukan lelang terhadap aset-aset kredit pemilikan rumah (KPR) macet yang sudah hapus buku. Namun, produktivitas lelang KPR bank ini turun karena pandemi Covid-19.

Aestika Oryzaaa, Sekretaris Perusahaan BRI mengatakan, pandemi berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat sehingga berdampak pada produktivitas lelang yang dilakukan BRI apabila dibandingkan dengan kondisi normal.  “Hingga Agustus 2020, nilai agunan KPR yang sudah berhasil dijual atau dilelang sebesar Rp 60 miliar,” kata Aestika kepada Kontan.co.id baru-baru ini.

Sementara sampai akhir tahun, BRI menargetkan lelang agunan KPR bisa mencapai Rp 350 miliar – Rp 400 miliar. Untuk mencapai itu, BRI melakukan sejumlah strategi seperti pemasaran agunan lelang secara online (website dan aplikasi Info Lelang BRI), menggelar webinar dengan Investor dan nasabah prioritas, pembuatan katalog agunan yang disebarkan ke seluruh unit kerja BRI, dan koordinasi dengan lembaga lelang.

Namun, BRI terus berupaya menjaga kualitas aset KPR agar tidak banyak yang berujung macet sehingga menambah aset yang harus dilelang. Untuk menjaga NPL, kata Aestika, BRI membentuk task force penanganan NPL di Kanwill dan Kanca BRI selindo dan mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link