fbpx

Per September, Bank Kalsel Sukses Lampaui Target Bisnis 2020



Jakarta, CNBC Indonesia- Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan mampu mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi. Dirut Kalsel, Agus Syabarrudin menyebutkan target posisi aset, DPK hingga pertumbuhan kredit dan laba per September 2020 sudah melebihi target Rencana Bisnis BPR (RBB).

Agus Syabarrudin menyebutkan, capaian positif Bank Kalsel ini tidak lepas dari strategi BPD bersama Pemerintah Daerah dalam pembiayaan sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi daerah. Seperti apa strategi Bank Kalsel menghadapi pandemi? Selengkapnya saksikan dialog Maria Katarina dengan Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin dalam Closing Bell,CNBC Indonesia (Senin, 26/10/2020)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Bank Kalsel Telah Lampaui RBB 2020 di September



Jakarta, CNBC Indonesia– Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) telah mencapai Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun ini meski di tengah tantangan Covid-19. Bahkan laba Bank Kalsel diproyeksikan bisa naik dua kali lipat pada akhir tahun.

“Saya sangat yakin di 2020 ini akan ditutup dengan peningkatan kinerja bisnis yang jauh lebih baik, karena dari target RBB sudah dipenuhi semua. Selain itu bisa lebih dari dua kali lipat laba tahun lalu bisa juga, ROE juga sudah 14,6% artinya sudah sangat menarik bagi investor,” kata Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin kepada CNBC Indonesia, Senin (26/10/2020).

Hingga September secara pertumbuhan aset Bank Kalsel telah tumbuh sekitar 11,95% dari RBB yang ditetapkan sudah 104%. Sementara dari Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 18,09% (year to date/ytd) dan secara RBB sudah tercapai 109%. Penyaluran kredit tumbuh 6,5%, dengan pencapaian terhadap RBB 102%, dan laba tumbuh 15,6% ytd secara RBB 114%


Agus mengatakan November menjadi waktu bagi perbankan untuk menyusun rencana bisnis bank. Bank Kalsel melihat potensi segmentasi ekonomi masih harus dijaga terutama yang mempengaruhi hidup orang banyak, seperti sektor ketahanan pangan.

“Industri masih seksi untuk dikembangkan dan bisa menjadi penopang kebangkitan ekonomi, jangan sampai ekonomi sudah makanan susah. Sektor pengadaan air, kesehatan dan bagus untuk kita jaga, kita cari sektor yang bisa menjadi penjaga pemulihan ekonomi nasional,” kata dia.

Agus juga mengatakan Bank Kalsel telah mempersiapkan diri untuk perubahan sehingga bisa setara dengan perbankan nasional dari sisi digital banking. Pihaknya tengah menyiapkan pergantian core banking system, dengan begitu Bank Kalsel siap menghadapi perubahan ke depannya.

“Cara seperti ini kami sudah siap kalau bisa menjadi tetangga ibu kota negara, karena bank kami sudah siap seperti melayani bank himbara dan bank swasta nasional,” ujar Agus.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)




Source link