fbpx
Harga emas mentereng, gadai emas di bank syariah kebanjiran peminat

Harga emas mentereng, gadai emas di bank syariah kebanjiran peminat


ILUSTRASI. Pegawai melakukan transaksi gadai emas dengan nasabah di Kantor Mandiri Syariah, Kuningan, Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.

Reporter: Annisa Fadila | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Produk gadai emas di sejumlah bank syariah pun kebanjiran peminat. Ini lantaran harga emas yang sedang tinggi. Apalagi dalam kondisi ekonomi yang sulit ini, tak sedikit yang menggadaikan emas untuk menutup kebutuhan.

Contohnya di PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah). Hingga Juni 2020, Mandiri Syariah mencatat total baki debet produk berbasis emas dan gadai tumbuh 21% year on year menjadi Rp 3,28 triliun.

Group Head Pawning Mandiri Syariah Ivan Baruna menyebutkan, gadai emas di Mandiri Syariah menerima emas berupa batangan mapun perhiasan. Nilai pembiayaan gadai yang diperoleh nasabah disesuaikan dengan nilai taksiran bank pada saat transaksi.

Baca Juga: Harga emas naik, tabungan emas Pegadaian diminati

“Sebelum nasabah memilih program ini, tentu akan dikenakan biaya tambahan seperti biaya admin dan ujrah. Untuk biaya administrasi, kisaran Rp 25.000 – Rp 125.000, sementara ujrah kurang lebih Rp 24.000 per bulan,” kata Ivan.

Adapun financing to value (FTV) yang ditetapkan Mandiri Syariah untuk gadai emas ada dua. Pertama, FTV emas perhiasan sebesar 80%. Kedua, FTV emas lantakan berkisar 95%.

Kenaikan gadai emas juga terjadi di PT Bank Syariah Bukopin (Bukopin Syariah). Bank ini mencatat, sampai saat ini dana yang disalurkan perusahaan melalui program gadai emas mencapai Rp 750 juta.

Corporate Secretary Bank Syariah Bukopin Evi Yulia Kurniawati menyatakan, untuk gadai emas nilai FTV di Bukopin maksimal 80% dari nilai objek gadai.

“Memang dalam prosesnya, nasabah akan dikenakan biaya tambahan lain seperti biaya ujrah (imbalan) dan administrasi. Biaya admin sendiri Rp 25.000, sedangkan ujrah sebesar 1% – 2% per bulan dari harga standar taksiran emas,” ujar Evi kepada Kontan.co.id (26/8).

Kendati demikian, Evi mengaku omzet pertumbuhan gadai emas di Bukopin Syariah belum tumbuh signifikan. Sebab, Bukopin Syariah masih memerlukan perbaikan proses maupun aktivitas pemasaran, bahkan struktur organisasi internal.

Baca Juga: Harga emas Antam turun Rp 10.000 jadi Rp 1.011.000 per gram pada Rabu (26/8)

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Merger bank BUMN Syariah bakal jadi bank kelas kakap

Merger bank BUMN Syariah bakal jadi bank kelas kakap


ILUSTRASI. Suasana di salah satu bank syariah di Jakarta, Jumat (29/5). Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengatakan bank syariah cenderung menanggung risiko yang lebih kecil saat pandemi covid-19 bila dibandingkan dengan kondisi bank konvensional. Konsep

Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Rencana Kementerian BUMN untuk melakukan penggabungan atau merger bank syariah yang merupakan anak-anak usaha bank berplat merah masih berlanjut. Jika tidak ada aral melintang, merger ini akan selesai pada awal tahun 2021 mendatang.

Bank Syariah Mandiri (BSM) selaku anak usaha dari Bank Mandiri mendukung penuh rencana merger ini. Toni EB Subari, Direktur Utama Mandiri Syariah mengatakan, rencana merger ini merupakan hal menarik yang akan membuat pangsa pasar bank syariah semakin besar.

Baca Juga: Meski ditekan pandemi, laba Bank Syariah Mandiri masih naik 30,5% di semester I

Dalam hitungan kasar, Toni mengatakan, jika empat bank syariah milik pemerintah ini berhasil merger maka aset yang akan dimiliki mencapai Rp 207 triliun. Tentunya, potensi memperkuat pembiayaan dan pendanaan akan semakin besar.

“Jika bank syariah dari BUMN ini merger maka akan masuk dalam kelompok 10 bank besar secara nasional,” katanya, Selasa (25/8).

Untuk itu, BSM akan mendukung rencana pemegang saham ini, salah satunya dengan terus melakukan komunikasi dengan Kementerian dan pemegang saham.

Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan, rencana merger ini berpotensi untuk meningkatkan penetrasi bank syariah di tanah air.

Baca Juga: Ini penyebab NPL bank besar meningkat meski sudah gelar program restrukturisasi

Saat ini, pangsa pasar bank syariah hanya 8,5%-9%, atau ketinggalan jauh dengan bank syariah dari negara tetangga seperti Malaysia yang mencapai 40%-50%.

Sejauh ini, tujuan pemegang saham untuk mengawinkan anak-anak usaha di bidang perbankan syariah ini agar mereka dapat tumbuh lebih solid dan sejajar dengan perbankan lainnya. Apalagi, Indonesia punya pasar syariah dan industri halal yang sangat luas.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link