fbpx
Bankir Mandiri kuasai direksi bank BUMN, ini strategi BMRI tak kekurangan talent

Bankir Mandiri kuasai direksi bank BUMN, ini strategi BMRI tak kekurangan talent


ILUSTRASI. The Bank Mandiri logo is seen on the top of an office tower in Jakarta, Indonesia September 8, 2017. REUTERS/Darren Whiteside

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Sebaran bankir PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kini merata, bahkan menguasai bank-bank milik negara alias bank BUMN. Sebut saja, orang nomer satu di bank yang terkumpul di himpunan bank-bank milik negara alias Himbara. Semuanya dikuasai oleh bankir dari Bank Mandiri.

PT Bank Negara Indonesia Tbk(BBNI) yang baru saja menggelar RUPSLB, menempatkan Royke Tumilaar dari Direktur Utama Bank Mandiri ke orang nomer satu di BBNI.

Tak sendirian, Royke bahkan mengajak empat bankir Mandiri lainnya yakni Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano Rumantir, Senior Executive Vice President Wholesale Risk Bank Mandiri David Pirzada, Senior Vice President SME Banking Muhammad Iqbal, dan Senior Vice President Strategy & Performance Management Bank Mandiri Novita Widya Anggraini ke Bank BNI (BBNI).

Lalu ada Dirut Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang juga dikuasai eks bankir Bank Mandiri Sunarso.  Ada Pahala Nugraha Mansury, Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang juga dari Bank Mandiri. Jika banyak bankir senior Bank Mandiri pindah, lantas bagaimana kendali BMRI ke depan?

 Direktur Kepatuhan dan SDM PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Agus Dwi Handaya memastikan bahwa Bank Mandiri tak akan kekurangan talent bankir terbaiknya. “Sekarang memang banyak talent kami keluar (bekerja di BUMN lain), tapi dari awal kami sudah siapkan suksesornya sebagai pengganti. Jadi setiap posisi sudah disiapkan 3-5 orang untuk menjadi suksesor,” ujar Agus

Upaya ini dilakukan Bank Mandiri jauh-jauh hari, seiring transformasi bisnis yang dilakukan bank milik negara ini. Ada empat strategi kunci dalam meningkatkan  dan menjaga kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

Model pengembangan SDM Bank Mandiri menyesuaikan perkembangan di era revolusi industri 4.0 “Bank Mandiri menerapkan empat strategi untuk mendidik  talenta-talenta yang ada agar menjadi figur yang mumpuni dan berkompetensi,” kata Agus dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (10/9)

Strategi pertama adalah dorongan natural agar SDM Bank Mandiri terbiasa menghadapi perubahan. Dorongan ini muncul sejak Bank Mandiri berdiri sebagai hasil merger dari empat bank, pada 2 Oktober 1998.

Pendirian Bank Mandiri sebagai universal banking membuat perseroan terus melakukan transformasi.  “Kondisi ini secara natural mendorong mindset Mandirian untuk terbuka dan terbiasa dengan perubahan, selalu berusaha mengadopsi best practices dibidangnya, bahkan berinovasi melahirkan future practices,” ujar Agus.

Kedua  disiplin. Kata Agus, Bank Mandiri secara disiplin melakukan dan menilai performa pekerja, yakni secara ketat menerapkan sistem manajemen performa (Performance Management System) karyawannya dengan berbasiskan penilaian  Key Performance Indicator (KPI). Hal ini mendorong pegawai Bank Mandiri untuk memiliki jiwa kompetisi tinggi.

Ketiga, budaya kerja dan kepemimpinan yang kuat jugamenjadi strategi Bank Mandiri  sehingga tidak kekurangan talenta-talenta terbaik. Hal inilah yang menyebabkan pekerja Bank Mandiri selalu berusaha keluar dari zona nyamannya, dan responsif menghadapi perubahan yang cepat terjadi.

“Di Mandiri sangat popular jargon:  tidak ada yang tidak bisa dilakukan Mandirian, hanya menghidupkan orang mati yang tidak bisa,” ujar Agung.

Jargon lain adalah Kapal sudah dibakar, pilihannya mati atau maju dan menang serta  eksekusi, eksekusi, eksekusi.

Terakhir, kuatnya penerapan praktik tata kelola korporasi atau Good Corporate Governance (GCG) di seluruh lini kerja Bank Mandiri. Penerapan GCG yang kuat di Bank Mandiri tak terlepas dari hasil introspeksi perseroan dari pengalaman mereka di masa-masa awal terbentuk. “Melalui proses refleksi, permasalahan-permasalahan tersebut kemudian membangkitkan dan membangun awareness organisasi Bank Mandiri dan Mandirian,” tuturnya.

Keempat hal itu yang menjadi dasar Bank Mandiri melakukan adaptasi dan pemenuhan kebutuhan di era revolusi industri 4.0.

Kata Agus, BMRI menyusun IT dan Digital Roadmap Capability untuk menjawab cepatnya perubahan kebutuhan industri. Sejumlah program akselerasi dilakukan demi menjaga dan meningkatkan kapabilitas pekerjanya di era kemajuan teknologi.

Antara lain memperbanyak penyaluran beasiswa bidang IT dan Digital bagi pekerjanya, hingga kerjasama dengan Apple Academy dan sejumlah perusahaan digital internasional. “Kami juga melakukan pengembangan talent dengan basis daily activity. Saat ini kami sedang mengembangkan super-apps dengan pendekatan agile team,” ujar dia.

Menurutnya,  model ini sangat baik karena disamping percepatan pengembangan apps lebih baik, juga bisa membekali talent kami. “Ini akan menjadi sarana talent kami untuk bisa learning by doing di bidang digital,” ujar Agus.

Dengan strategi tersebut, Bank Mandiri yakin tak akan kekurangan talenta-talenta terbaik di masa depan. Apalagi sudah sejak lama Bank Mandiri menerapkan sistem suksesi di setiap lini usaha perseroan.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Pacu Transaksi Online, Bank Mandiri Perkuat Layanan Perbankan Digital

Pacu Transaksi Online, Bank Mandiri Perkuat Layanan Perbankan Digital


JawaPos.com – Bank Mandiri terus memperkuat lini layanan dan produk perbankan digital untuk meningkatkan pemanfaatan dan membudayakan kebiasaan bertransaksi secara online di masyarakat, terutama di masa pandemi covid-19. Hasilnya, Juli 2020, Bank Mandiri mencatat adanya lebih dari 4,7 juta user dan e-channel yang telah terintegrasi dengan sistem pembayaran digital Bank Mandiri dengan jumlah transaksi sebesar 114,4 juta senilai Rp129,6 triliun.

Menurut Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi, inisiatif pengembangan layanan perbankan digital ini merupakan salah satu bentuk dukungan perseroan kepada agenda pemulihan ekonomi nasional, maupun lokal.

“Kondisi luar biasa akibat pandemi ini telah memaksa seluruh industri berinovasi dalam proses usaha mereka untuk bisa bertahan. Oleh karena itu, kami mengembangkan layanan perbankan digital ini tidak hanya untuk mendukung bisnis perseroan, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan inovasi para pelaku usaha,” kata Hery saat menyampaikan sambutan pada Diskusi Online mengenai Digitalisasi Sistem Pembayaran Jateng – DIY bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hemengku Buwono di Semarang, Rabu (9/9).

Dia mengungkapkan, Inisiatif digitalisasi layanan perbankan ini juga sejalan dengan visi Bank Mandiri untuk menjadi mitra finansial pilihan utama masyarakat Indonesia dengan bertransformasi menjadi modern digital bank terbaik yang dapat menghadirkan solusi perbankan digital yang handal dan simpel untuk berbagai kebutuhan nasabah.

“Dalam mengimplementasi inisiatif ini, kami tentu akan mengacu pada kearifan lokal agar dapat mendukung pengembangan industri potensial di masing-masing wilayah,” kata Hery.

Sementara itu, RCEO Bank Mandiri Region VII Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Dessy Wahyuni menambahkan, digitalisasi layanan perbankan yang telah dilakukan antara lain pada proses pembukaan rekening tabungan dan permohonan kredit. Selain mempercepat proses administrasi, hal ini juga memudahkan nasabah karena tidak harus mendatangi kantor cabang.

Melalui layanan pembukaan rekening tabungan online, Bank Mandiri mampu menerima rata-rata 2.000 rekening perharinya dengan kumulasi selama tahun 2020 mencapai 125 ribu rekening. Sedangkan melalui aplikasi Mandiri Pintar, pelaku usaha mikro kini dapat memperoleh pinjaman produktif dari Bank Mandiri hanya dalam waktu kurang dari 15 menit.

Di samping itu, Bank Mandiri juga telah mengembangkan sejumlah platform perbankan digital seperti Mandiri Debit, Mandiri Kartu Kredit, Mandiri Emoney, Mandiri Online, Mandiri Internet Bisnis, Mandiri EDC dan Ecommerce, QRIS, Virtual Account, Mandiri ATM sampai dengan Mandiri Agen.

Bahkan, tambah Dessy, pihaknya juga telah mengembangkan produk DIGIRESTO dan DIGIRETAIL yang dapat digunakan oleh pelaku usaha pemilik resto dan toko retail yang tentunya sangat simple karena cukup menggunakan platform Whatsapp.

Dia mencontohkan implementasi perbankan digital yang dilakukan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta antara lain melalui penempatan alat pembayaran online untuk penerimaan tiket masuk, parkir dan wahana seperti EDC, QR static/dynamic dan e-commerce di 28 tempat wisata, termasuk Candi Borobudur, Candi Prambanan, Lawang Sewu, Kebun Binatang Gembiraloka, Jogja Bay, Jepara Ocean Park, dan Borobudur International Golf.

Selain itu, alat pembayaran online Bank Mandiri juga telah digunakan di 536 hotel serta 1.334 restoran di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Penetrasi alat pembayaran Bank Mandiri juga telah masuk ke layanan publik lainnya seperti rumah sakit, supermarket, jasa transportasi, tempat ibadah serta stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU),” kata Dessy.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

Geliat Bank Mandiri Layani Pelanggan

Geliat Bank Mandiri Layani Pelanggan


JawaPos.com – Setiap tanggal 4 September 2020 kita memperingati Hari Pelanggan. Banyak program yang dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, termasuk Bank Mandiri.

Di Hari Pelanggan, Bank Mandiri memiliki sejumlah program agar lebih mendekatkan layanan dan menjawab kebutuhan nasabah. Salah satunya, seluruh Kantor Cabang Bank Mandiri serentak mengemas program untuk menyapa nasabah di wilayah masing-masing, baik membagikan suvenir berisi hand sanitizer dan face shield, buket bunga yang berisi masker dan coklat, pemberian diskon Rp150.000,- bagi nasabah kartu kredit Bank Mandiri yang bertransaksi di Tokopedia pada 4-10 September, hingga Harpelnas Challenge yang dapat diikuti seluruh nasabah perseroan melalui Instagram pada 1-11 September.

“Hari Pelanggan Nasional merupakan momentum yang digunakan oleh Bank Mandiri untuk membangun kedekatan dengan nasabah. Keberhasilan Bank Mandiri sampai saat ini tentu saja karena dukungan nasabah. Oleh karena itu Bank Mandiri senantiasa berusaha memahami kebutuhan nasabah dan terus menerus melakukan inovasi untuk meningkatkan layanan kepada nasabah,” ujar Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi.

Bank Mandiri, lanjut Hery, memastikan bahwa kebutuhan dan kepuasan pelanggan akan tetap menjadi pilar utama perseroan dan menjadi salah satu pilar budaya kerja Bank Mandiri. Bahkan, di tengah era pandemi saat ini Bank Mandiri tetap berusaha menghadirkan layanan yang terbaik bagi nasabah, baik secara langsung di kantor Cabang maupun secara online melalui beberapa channel yang dimiliki oleh Bank Mandiri. Pesan yang ingin disampaikan Bank Mandiri spesial di Hari Pelanggan Nasional ini yaitu bagaimana memberikan pelayanan terbaik dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang ada,” tutur Hery.

Seiring dengan berkembang behaviour baru di masyarakat dimana transaksi berkembang ke arah contactless dan cashless, Bank Mandiri juga melakukan transformasi digital untuk semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan.

Mandiri peka terhadap perubahan ini, dengan memaksimalkan layanan online dalam menerapkan pola bisnis baru dan interaksi dengan customer, melalui pemanfaatan perkembangan teknologi informasi.

Salah satunya adalah melalui digitalisasi proses pembukaan rekening tabungan dan permohonan kredit. Selain mempercepat proses administrasi, hal ini juga memudahkan nasabah karena tidak harus mendatangi kantor cabang.

Melalui layanan pembukaan rekening tabungan online, Bank Mandiri mampu menerima rata-rata 2.000 rekening perharinya dengan kumulasi selama tahun 2020 mencapai 125 ribu rekening. Sedangkan melalui aplikasi Mandiri Pintar, pelaku usaha mikro kini dapat memperoleh pinjaman produktif dari Bank Mandiri hanya dalam waktu kurang dari 15 menit.

Strategi digital Bank Mandiri juga direalisasikan melalui penambahan fitur yang bisa dinikmati nasabah ritel pada aplikasi Mandiri Online. Saat ini Mandiri Online memiliki fitur transaksi yang lengkap seperti pemindahbukuan, transfer antar bank, pendaftaran pembayaran secara auto-debit, top-up e-money di smartphone Android maupun iOS, LinkAja dan uang elektronik lain, serta sudah terkoneksi dengan lebih dari 1,800 rekanan untuk melayani berbagai transaksi pembayaran ke merchant e-commerce, transportasi online, termasuk pembayaran tagihan rutin seperti listrik, air, pajak dan BPJS Kesehatan.

Sampai dengan Juni 2020, aplikasi Mandiri Online memiliki user aktif sebanyak 3,8 juta nasabah, dengan total frekuensi transaksi mencapai 200 juta transaksi dan nilai transaksi finansial sebesar Rp459 triliun, meningkat dari periode Juni 2019 yang tercatat sebesar 128 juta transaksi dengan nilai transaksi finansial Rp320 triliun.

Kedepannya, lanjut Hery, akses terhadap layanan Bank Mandiri akan semakin terbuka karena Bank Mandiri akan merilis berbagai layanan finansial untuk diakses melalui mandiri API Portal.

“Transformasi yang kami lakukan, merupakan salah satu upaya kami dalam meningkatkan layanan bagi nasabah Bank Mandiri,” kata Hery.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

Ini kata ekonom soal boyongan bankir Mandiri ke BNI

Ini kata ekonom soal boyongan bankir Mandiri ke BNI


ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Bank BNI Jakarta, (12/7). BNI ditunjuk sebagai salah satu bank presepsi pengelola dana repatriasi dari tax amnesty. Melalui kebijakan tax amnesty dana yang akan masuk ke Indonesia (repatriasi) dari luar negeri bisa mencapai Rp 1.000 t

Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID –JAKARTA. Perombakan susunan manajemen PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Rabu lalu (2/9) menyedot perhatian publik. Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham BNI, merombak besar-besaran manajemen BNI. 

Tercatat, ada delapan posisi direksi BNI yang dirombak. Dari jumlah itu, ada lima direktur baru BNI yang berasal dari PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Kelima direktur baru BNI yang berasal dari Bank Mandiri itu adalah Royke Tumilaar yang didapuk menjadi Direktur Utama BNI menggantikan Herry Sidharta. 

Lalu, ada Silvano Winston Rumantir, yang ditunjuk menjadi Direktur Corporate Banking BNI. Selain itu ada Muhamad Iqbal yang dipercaya menduduki posisi Direktur Bisnis UMKM BNI. Ada pula Novita Widya Anggraini yang mengemban amanah sebagai Direktur Keuangan BNI. Serta, David Pirzada sebagai Direktur Manajemen Risiko BNI. 

Muhammad Doddy Arifianto, Ekonom dari Universitas Bina Nusantara (Binus) menyatakan, masuknya lima bankir Bank Mandiri ke susunan direksi BNI harus dilihat secara objektif. 

Doddy membenarkan, biasanya pimpinan bank BUMN dilakukan secara rotasi antar sesama bankir pelat merah. Dalam penempatan direksi sebuah perusahaan BUMN, pemerintah sebagai pemegang saham pasti melakukan proses seleksi yang ketat.

Ada tim seleksi yang mempertimbangkan seseorang layak dipilih menjadi pimpinan di sebuah BUMN. Tentu, kata Doddy, kualifikasi yang dimiliki bankir dari bank BUMN selain Mandiri juga masuk dalam pool tim seleksi manajemen BNI. 

Hal itu, mulai dari kompetensi, skill, jaringan, wawasan, integritas, dan lain sebagainya menjadi kriteria utama yang diseleksi oleh tim tersebut. “Saya yakin, semua itu menjadi pertimbangan utama Menteri BUMN, yang notabene juga merupakan profesional businessman,” ujar Doddy kepada Kontan.co.id, Sabtu (5/9). 

Doddy menambahkan, keberadaan bankir-bankir Bank Mandiri di sejumlah perusahaan BUMN maupun swasta, sejatinya sudah ada sejak dahulu. Sejak tahun 2006, kata dia, sejumlah bankir Bank Mandiri sudah dipakai di berbagai entitas bisnis sebagai tenaga profesional. 

Bahkan, banyak bank-bank kecil juga dipimpin mantan bankir Bank Mandiri. Artinya, sejak dulu bankir Bank Mandiri memiliki skill, kapabilitas dan integritas yang mumpuni untuk menjadi pimpinan di sebuah lembaga, baik di entitas perbankan maupun non bank. 

Sejatinya, kata Doddy, integritas dan kapablitas tersebut juga dimiliki oleh bankir BUMN lainnya.”Ini kan kembali ke garis tangan person bankir itu sendiri. Kebetulan, memang lima bankir Bank Mandiri yang terpilih menjadi direksi BNI. Jadi kenapa mesti diributkan?” imbuh Mantan Direktur Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut. 

Selain itu, sambung Doddy, sejumlah mantan bankir Mandiri yang masuk ke sejumlah perusahaan pelat merah, juga tidak sepenuhnya mengawali karirnya di Bank Mandiri. Contohnya Pahala Mansyuri, Direktur Utama Bank BTN. Sebelumnya, Pahala juga pernah berkarir sebagai konsultan dan selanjutnya berkarir di Pertamina dan Garuda Indonesia.

Beberapa bankir Mandiri yang menjadi petinggi di lembaga pemerintahan, juga tidak murni berkarir di Bank Mandiri. Mereka hanya berlabuh di Bank Mandiri selama beberapa tahun. Sebelumnya justru mereka berkiprah di lembaga keuangan swasta. 

Doddy mencontohkan mantan bankir Bank Mandiri yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN, yakni Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo. “Jadi jangan ada sentimen ke lembaga tempat mantan bankir itu berkarir sebelumnya. Seharusnya, rotasi ini bisa memacu bankir lain, agar bisa menjadi besar seperti bankir Bank Mandiri” tegas Doddy.

BNI go global

Lalu, apakah dengan masuknya bankir Bank Mandiri ke manajemen BNI akan mewujudkan rencana pemerintah untuk membawa BNI go global? Menurut Doddy, ada beberapa faktor untuk mencapai ke tujuan itu.

Pertama, pencapaian bisnis perusahaan bukan hanya semata-mata berasal di pimpinan. Memang, seorang pemimpin yang akan men-drive tujuan organisasinya ke depan. Tapi, ada yang lebih penting lagi dari itu, yakni semua orang yang ada di organisasi tersebut mendukung atau tidak pencapaian yang dicanangkan oleh pimpinannya. 

Karena, kata dia, yang namanya manajemen hanya berisi sekitar 10-12 orang. Tapi, yang menjalankan bisnis seluruhnya adalah sumber daya manusia (SDM) atau karyawan yang ada di perusahaan tersebut. 

Kedua, bisa atau tidak strategi bisnis yang dijalankan itu inovatif atau mampu bersaing dengan yang lainnya. Sebab, perbankan merupakan salah satu industri yang kompetisinya sangat ketat. 

Ketiga, tepat atau tidaknya eksekusi kebijakan bisnis yang diambil manajemen untuk meraih laba perusahaan. Tentu, dalam hal ini faktor luck atau keberuntungan juga dalam menjalankan keputusan bisnis.

Nah, kalau dilihat dari sisi manajerial para bankir Mandiri yang masuk ke BNI, Doddy optimistis, bank pimpinan Royke Tumilaar itu bisa melangkah lebih jauh lagi dari posisi saat ini.

Alasannya, selain nama besar Bank Mandiri, rekam jejak Royke diyakini mampu membuat BNI mendapat kepercayaan dunia global. “Profil direktur utama baru di BNI adalah bankir yang telah berkarir di industri perbankan selama lebih dari 20 tahun. Kemampuannya tidak perlu diragukan lagi,” tandas Doddy.

Pendapat senada disampaikan Piter Abdullah, Direktur Riset Center on Reforma Economics. Dia menilai, pergantian manajemen di tubuh perusahaan BUMN memang hal yang lumrah. Sebagai pemegang saham, pemerintah memiliki kewenangan merombak susunan manajemen perusahaan BUMN. 

Hanya saja, Piter mengingatkan, menjadikan BNI untuk go global, bukanlah hal mudah. Banyak tantangan yang harus dilalui oleh perbankan nasional di luar negeri. Maklum, perbankan merupakan bisnis yang syarat regulasi. 

Jika masuk ke negara lain, bank kita harus mengikuti aturan main regulator di negara tujuan. Selain itu, secara sistem, perbankan di dalam negeri dinilai belum efisien secara operasional.

“Perbankan kita memang bisa mendapatkan keuntungan yang besar sekali di Indonesia karena didukung oleh sistem kebijakan yang unik,” kata Piter kepada Kontan.co.id, Jumat (4/9).

Kesulitan perbankan nasional bersaing di luar negeri, juga dikarenakan kebijakan suku bunga di Tanah Air  yang terlalu tinggi dibandingkan negara lain.

“Dengan suku bunga tinggi, bagaimana mau bersaing dengan bank lokal di luar negeri? Ini salah satu tantangan yang dihadapi oleh manajemen baru BNI untuk bisa mewujudkan go global,” tutup Piter.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Mandiri Sosialisasikan Digital Entrepreneurship di Kampus

Mandiri Sosialisasikan Digital Entrepreneurship di Kampus


JawaPos.com – Bank Mandiri berharap dapat mendukung dunia pendidikan, terutama Perguruan Tinggi, dalam menghasilkan output unggulan untuk kebangkitan Indonesia. Untuk itu, perseroan mensosialisasikan berbagai peluang dan tips berwirausaha digital atau digital entrepreneurship kepada berbagai Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia salah satunya Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang, NTT.

Bekerjasama dengan perusahaan anak Mandiri Capital Indonesia, sosialisasi bertajuk Mandiri Entrepreneurship Day itu diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira terhadap kemajuan teknologi digital dan peluang bisnis di era revolusi 4.0.

Vice President Area Kupang Regional XI Bank Mandiri Hermawan Handoyo Widodo mengatakan, pihaknya ingin membangkitkan semangat mahasiswa untuk menciptakan lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terkini.

“Program tersebut merupakan wujud komitmen kami untuk memberikan edukasi dan inspirasi kepada generasi muda agar mereka dapat memupuk jiwa wirausaha, mengasah kompetensi dan berani dalam mengembangkan bisnis di era digital. Dengan demikian, mahasiswa dapat mencapai kemandirian finansial dan dalam jangka panjang berkontribusi pada penciptaan ekosistem kewirausahaan yang berkualitas,” katanya.

Dia menambahkan, keterlibatan MCI dalam event ini dikarenakan perusahaan yang menjadi innovation arm Bank Mandiri itu telah berinvestasi di 13 perusahaan fintech, antara lain Amartha, Halofina, Investree, PrivyID, Gojek, Mekari, Crowde, dll. Melalui investasi ini, MCI telah membantu membawa inovasi ke dalam Mandiri Group sehingga terjadi peningkatan strategic partnership antara startup dengan Mandiri Group.

Sejalan dengan event ini, Bank Mandiri juga tengah menggelar proses pendaftaran Kompetisi Kewirausahaan Wirausaha Muda Mandiri yang dimulai pada awal bulan ini untuk mendapatkan generasi muda visioner yang akan memperoleh program pendampingan dan uang pembinaan. Dimulai sejak 2007, ajang kompetisi kewirausahaan ini telah membina ribuan wirausaha muda, termasuk mahasiswa dan alumni.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Mandiri juga menyepakati pemberian dukungan solusi berbasis digital untuk mendukung kemudahan layanan transaksi dan efisiensi pengelolaan keuangan kepada Universitas Katolik Widya Mandira. Inisiatif Ini sejalan dengan roadmap Bank Mandiri untuk mengakselerasi digitalisasi layanan perbankan secara bertahap.

Hermawan Handoyo Widodo mengatakan, produk Mandiri Education Solutions (MES) ini akan memudahkan proses transaksi serta memudahkan proses rekonsiliasi melalui berbagai solusi antara lain Mandiri Education Portal (MEP) Recon dan Mandiri Budget Allocation System (MBAS), serta mendukung cashless society dan akses non transactional (access gate, absensi, parkir, dsb) dengan menggunakan ID Card cobranding mandiri emoney dan QR code LinkAja untuk metode pembayaran melalui QRIS.

“Sinergi ini merupakan bentuk semangat dan dukungan yang berkelanjutan dari Bank Mandiri serta Perguruan Tinggi untuk bersama-sama memajukan Negeri,” katanya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

Bank Mandiri Kenalkan Cara Baru Bayar Pakai Direct Debit

Bank Mandiri Kenalkan Cara Baru Bayar Pakai Direct Debit


JawaPos.com – Bank Mandiri terus berinovasi untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan nasabah saat transaksi online di aplikasi mobile. Kali ini, Bank Mandiri mengenalkan mandiri direct debit yang merupakan produk terbaru alat pembayaran non tunai berbasis kartu debit berlogo GPN dan Visa.

Dengan mandiri direct debit, nasabah yang sering bertransaksi di aplikasi Lazada, Tokopedia dan LinkAja bisa melakukan pembayaran berbagai transaksi langsung dari aplikasi tersebut. Integrasi dengan aplikasi lain pun saat ini sedang dilakukan sehingga fitur ini nantinya akan tersedia di berbagai aplikasi e-commerce, uang elektronik, dan aplikasi digital lainnya.

“Kita bicara tentang kepraktisan atau kemudahan buat nasabah. Dengan Direct Debit, nasabah bisa menyelesaikan pembayaran dengan lebih praktis kerena tidak perlu keluar dari aplikasi untuk top up wallet ataupun transfer ke ATM. Nasabah juga bisa mengatur limit belanja kartu di masing-masing aplikasi, jadi bisa lebih fleksibel dalam mengontrol pengeluaran,” kata SVP Digital Banking Bank Mandiri Sunarto Xie.

Dalam 1 bulan sejak peluncuran, nilai transaksi mandiri direct debit sudah menembus Rp 5 Milyar dengan capaian jumlah transaksi lebih dari 30 ribu transaksi. Nilai ini diproyeksikan akan semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya adopsi transaksi secara digital di Indonesia.

“Untuk dapat menikmati fitur ini, nasabah bisa memilih pembayaran dengan kartu debit saat checkout. Lalu, daftarkan kartu debit mandiri debit GPN ataupun Visa yang dimiliki dengan input nomor dan masa berlaku kartu. Kartu yang sudah terdaftar di aplikasi bisa digunakan kembali tanpa perlu input ulang nomor kartu setiap kali transaksi,” jelas Sunarto.

Kemudian, nasabah perlu memasukkan kode OTP yang dikirimkan ke nomor telepon genggam yang sudah terdaftar. Terakhir, nasabah bisa mengatur limit transaksi harian sesuai kebutuhan  di masing-masing aplikasi yang telah bekerja sama dengan Bank Mandiri.

“Transaksi ini aman karena nomor kartu yang tersimpan disamarkan. Selain itu, setiap transaksi memerlukan kode OTP atau One Time Password yang hanya dikirimkan ke nomor telepon genggam yang sudah terdaftar. Nomor OTP ini rahasia dan khusus untuk nasabah, bahkan pegawai bank pun tidak bisa mengetahui OTP ini,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa metode bayar terbaru ini hadir untuk melengkapi solusi digital Bank Mandiri yang sebelumnya telah diintegrasikan dengan beberapa aplikasi mobile seperti top-up dan cek saldo mandiri e-money, serta digital lending. Rangkaian solusi digital tersebut juga akan terus disosialisasikan kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kehadiran inovasi ini sejalan dengan salah satu dari 4 strategi pengembangan digital Bank Mandiri, yaitu leverage digital ecosystem. Melalui strategi ini, Bank Mandiri akan hadir di aplikasi digital yang rutin nasabah pakai sehingga bisa lebih dekat ke nasabah,” kata Sunarto.

Sunarto mengungkapkan bahwa 4 strategi pengembangan digital Bank Mandiri, atau four-pronged strategy, adalah pendekatan yang dipilih perseroan dalam membangun perbankan digital ke depan. Ke-empat strategi tersebut yaitu digitize internal platform, develop digital-native products, modernize distribution channels, dan leverage digital ecosystem.

“Penerapan four-pronged strategy ini diharapkan dapat mendukung pencapaian visi Bank Mandiri untuk menjadi mitra finansial utama terpilih bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

Bikin belanja online makin gampang, Bank Mandiri kenalkan pembayaran via direct debit

Bikin belanja online makin gampang, Bank Mandiri kenalkan pembayaran via direct debit


ILUSTRASI. Petugas teller melayani nasabah di Kantor Cabang Utama (KCU) Bank Mandiri Bintaro Tangerang Selatan

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk terus berinovasi untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan nasabah saat transaksi online di aplikasi mobile. Kali ini, Bank Mandiri mengenalkan Mandiri Direct Debit yang merupakan produk terbaru alat pembayaran non tunai berbasis kartu debit berlogo GPN dan Visa.

Dengan Mandiri Direct Debit, nasabah yang sering bertransaksi di aplikasi Lazada, Tokopedia dan LinkAja bisa melakukan pembayaran berbagai transaksi langsung dari aplikasi tersebut. Integrasi dengan aplikasi lain pun saat ini sedang dilakukan sehingga fitur ini nantinya akan tersedia di berbagai aplikasi e-commerce, uang elektronik, dan aplikasi digital lainnya.

“Kita bicara tentang kepraktisan atau kemudahan buat nasabah. Dengan Direct Debit, nasabah bisa menyelesaikan pembayaran dengan lebih praktis kerena tidak perlu keluar dari aplikasi untuk top up wallet ataupun transfer ke ATM. Nasabah juga bisa mengatur limit belanja kartu di masing-masing aplikasi, jadi bisa lebih fleksibel dalam mengontrol pengeluaran,” kata SVP Digital Banking Bank Mandiri Sunarto Xie dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (26/8).

Baca Juga: Ada rencana merger, total aset bank syariah BUMN Rp 245,8 triliun per Juni 2020

Dalam satu bulan sejak peluncuran, nilai transaksi Mandiri Direct Debit sudah menembus Rp 5 miliar dengan capaian jumlah transaksi lebih dari 30.000 transaksi. Nilai ini diproyeksikan akan semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya adopsi transaksi secara digital di Indonesia.

“Untuk dapat menikmati fitur ini, nasabah bisa memilih pembayaran dengan kartu debit saat checkout. Lalu, daftarkan kartu debit mandiri debit GPN ataupun Visa yang dimiliki dengan input nomor dan masa berlaku kartu. Kartu yang sudah terdaftar di aplikasi bisa digunakan kembali tanpa perlu input ulang nomor kartu setiap kali transaksi,” jelas Sunarto.

Kemudian, nasabah perlu memasukkan kode OTP yang dikirimkan ke nomor telepon genggam yang sudah terdaftar. Terakhir, nasabah bisa mengatur limit transaksi harian sesuai kebutuhan  di masing-masing aplikasi yang telah bekerja sama dengan Bank Mandiri.

“Transaksi ini aman karena nomor kartu yang tersimpan disamarkan. Selain itu, setiap transaksi memerlukan kode OTP atau One Time Password yang hanya dikirimkan ke nomor telepon genggam yang sudah terdaftar. Nomor OTP ini rahasia dan khusus untuk nasabah, bahkan pegawai bank pun tidak bisa mengetahui OTP ini,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa metode bayar terbaru ini hadir untuk melengkapi solusi digital Bank Mandiri yang sebelumnya telah diintegrasikan dengan beberapa aplikasi mobile seperti top-up dan cek saldo mandiri e-money, serta digital lending. Rangkaian solusi digital tersebut juga akan terus disosialisasikan kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kehadiran inovasi ini sejalan dengan salah satu dari empat strategi pengembangan digital Bank Mandiri, yaitu leverage digital ecosystem. Melalui strategi ini, Bank Mandiri akan hadir di aplikasi digital yang rutin nasabah pakai sehingga bisa lebih dekat ke nasabah,” kata Sunarto.

Baca Juga: NPL Perbankan Hingga Akhir Tahun 2020 Diprediksi Lebih Tinggi dari Ekspektasi

Sunarto mengungkapkan bahwa empat strategi pengembangan digital Bank Mandiri, atau four-pronged strategy, adalah pendekatan yang dipilih perseroan dalam membangun perbankan digital ke depan. Ke-empat strategi tersebut yaitu digitize internal platform, develop digital-native products, modernize distribution channels, dan leverage digital ecosystem. 

“Penerapan four-pronged strategy ini diharapkan dapat mendukung pencapaian visi Bank Mandiri untuk menjadi mitra finansial utama terpilih bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link