fbpx

Bank Mandiri mengajukan tambahan kuota FLPP 1.000 unit lagi


ILUSTRASI. Masih ada sekitar 1.000 pengajuan KPR subsidi yang masuk ke Bank Mandiri.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Mandiri telah menyalurkan seluruh kuota kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiyaaan Perumahan (FLPP) yang diperoleh Bank Mandiri yakni 2.800 unit. Namun, masih ada sekitar 1.000 pengajuan KPR subsidi yang masuk ke bank dengan logo pita emas ini. Oleh karena itu, bank pelat merah ini tengah mengajukan penambahan kuota. 

EVP Consumer Loan Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, pihaknya mengajukan tambahan kuota lantaran ada beberapa bank juga yang belum menyerap jatah. “Di pipeline kami masih ada pengajuan 1.000 lagi. Itu sudha kita ajukan ke PPDPP sebulan yang lalu,” kata dia kepada Kontan.co.id, Jumat (20/11). 

Satyo bilang, masih banyaknya permintaan KPR FLPP ke Bank Mandiri lantaran saat ini sudah ada aplikasi Sikasep yang bisa digunakan calon pembeli rumah untuk menentukan rumah yang akan dibeli sekaligus memilih bank untuk memfasilitasi pembiayaannya. 

Ia menambahkan, Bank Mandiri bisa melakukan pembiayaan KPR subsidi itu tanpa harus melakukan perjanjian kerjasama (PKS) terlebih dahulu dengan pengembangnya selama bisa dilakukan jual putus atau sertifikat rumahnya sudah pecah. 

Baca Juga: Penyaluran dana FLPP di tengah pandemi justru melampaui target

Data Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), penyaluran FLPP per 18 November 2020 sudah melampaui target tahun ini dari sisi unit  yakni102.500 unit. Capaiannya menyentuh 102.665 unit dengan nilai Rp 10,52 triliun.

Namun, dari sisi nilai belum tercapai. Tahun ini anggaran FLPP mencapai Rp 11 triliun. “Sehingga masih ada dana FLPP sebesar 4,34% dari Rp 11 triliun. Sehingga kami optimistis di sisa tahun anggaran 2020 ini akan menyalurkan hingga 110.000-an unit atau secara tepatnya menurut perhitungan mencapai 107.600 unit rumah,” kata Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin.

Baca Juga: Optimis permintaan naik di 2021, BTN siap serap tambahan kuota FLPP

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Bank Mandiri ajak pebisnis belajar digital marketing


ILUSTRASI. Bank Mandiri berupaya mendorong kebangkitan UMKM dengan mengajak mereka beradaptasi di masa pandemi.

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berupaya mendorong kebangkitan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan mengajak mereka beradaptasi di masa pandemi. Terutama dengan memanfaatkan platform digital sebagai outlet penjualan.

“Sebagai agent of development, kami punya peran dalam pengembangan UMKM. Apalagi UMKM juga merupakan sektor yang terimbas pandemi kini,” kata Direktur Jaringan dan Retail Banking Aquarius Rudianto dalam webinar Digital Marketing: Strategi Mendapatkan Konsumen dan Meningkatkan Penjualan, Jumat (20/11).

Melalui kanal digital, Bank Mandiri berupaya mendorong pertumbuhan UMKM saat pandemi. Aquarius bilang, kini transaksi digital perseroan telah mencapai 1,7 miliar, sementara transaksi di e-commerce telah mencapai 146 juta sampai Oktober 2029. Kanal digital ini juga diharapkan bisa dimanfaatkan pelaku usaha, termasuk untuk mengajukan kredit secara daring

“Kalau mau pinjam Rp 100 juta, di Bank Mandiri dalam waktu maksimal 15 menit bisa sampai cair,” kata Aquarius saat menjelaskan tentang program Pinjaman Tanpa Ribet atau PINTAR.

Baca Juga: Perbankan kian getol mengais pendapatan non bunga

Apalagi kini bank berlogo pita emas ini juga memiliki Mandiri Dagang Untung (MDU) yang merupakan program pengumpulan poin dari transaksi dan penempatan dana yang dapat ditukarkan dengan hadiah langsung dengan mekanisme lelang, atau mekanisme lain yang ditetapkan bagi kluster pe-Dagang Bank Mandiri.

Dalam kesempatan serupa, Ndorokakung, seorang digital creator mengatakan, platform media sosial kimi juga dapat dimanfaatkan sebagai lapak dagang pelaku UMKM. Media sosial merupakan sumber informasi utama bagi masyarakat kini ehingga sangat bisa dimanfaatkan untuk berjualan. Meski demikian perlu strategi jitu untuk memanfaatkan media sosial buat memasarkan produk.

“Yang pertama adalah menetapkan tujuan, mau brand awareness, mau meningkatkan sales, atau mencari lead, atau apa. Kemudan KPI-nya apa, apakah mau meningkatkan trafict ke web, apakah lead atau sales, dan seterusnya,” jelas Ndorokakung.

Selanjutnya perlu menetapkan target pasar yaitu kalangan mana, usia, jenis kelamin, di perkotaan atau pedesaan. Ini akan menentunkan konten yang cocok untuk target marketnya. Kemudian, pelaku usaha juga perku cermat memilih platform.

“Apakah brand cocok menggunakan Tik-Tok misalnya, kita tahu Tiktok banyak digunakan anak muda, gen Z. Kedua konten mudah diakses, makin mudah diakses dan mudah disebarkan akan meningkatkan engagement,” lanjutnya.

Sementara Daniel Minardi, Head of Brand Management and Digital Product Sohpee Indonesia mengatakan, penting bagi para penjual menjelaskan secara detail produknya karena akan membangun kepercayaan konsumen.

“Ketika pembeli membaca, oh ini ternyata produknya seperti ini, dan ketika produk ini diterima, dan sesuai maka ini akan meningkatkan kepercayaan,” tambah Daniel. Ketika pembeli itu chat, maka sebenarnya secara intensi sudah cukup, mereka hampir membeli,” lanjutnya.

Secara marketing, kata Daniel, perlu juga memanfaatkan promosi di media sosial dan fitur-fitur promosi dalam e-commerce. Dainel memberi saran, para pemasar sejak awal menentukan chanel, misalnya toko online. Juga penting memperhatikan search engine optimization (SEO).

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Bank Mandiri: Bunga Deposito Masih Mungkin Diturunkan Lagi


TEMPO.CO, Jakarta – Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rudi As Aturridha menyampaikan Bank Mandiri secara rutin melakukan review suku bunga dana maupun kredit dengan mempertimbangkan suku bunga acuan dan suku bunga pasar, kondisi likuiditas, serta arah kebijakan pemerintah.

“Suku bunga deposito telah kami turunkan sebanyak 3 kali di tahun ini dan masih mungkin diturunkan kembali mengikuti perkembangan pasar,” katanya, Jumat 13 November 2020.

Kondisi likuiditas perbankan saat ini dinilai baik dengan pertumbuhan dana masyarakat cukup solid. Hal itu tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bank yang sebesar 12,88 persen secara tahunan (yoy) per September 2020 menjadi Rp6.651 triliun.

Angka pertumbuhan ini naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 11,64 persen yoy. Selain itu, rasio kredit terhadap simpanan atau loan deposit ratio/LDR melonggar dari 85,11 persen menjadi 83,16 persen pada bulan kesembilan tahun ini.

Pelaku industri perbankan pun masih optimistis tetap dapat terus menurunkan suku bunga dana dan menjaga kepercayaan nasabah, sambil mempertimbangkan penurunan ke suku bunga kreditnya. 

Rudi melanjutkan seiring penurunan biaya dana atau cost of fund (CoF), perseroan pun melihat suku bunga kredit masih berpotensi untuk diturunkan kembali mengikuti perkembangan pasar.





Source link

Bank Mandiri Salurkan Bansos di Provinsi Sumatera Utara


JawaPos.com – Kementerian Sosial bersama Bank Mandiri melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan dan Kabupaten Simalungun untuk memonitor pelaksanaan Program Pemerintah Bantuan Sosial Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST) di wilayah Penyaluran Bank Mandiri.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara tersebut, Bank Mandiri juga melakukan seremoni penyaluran bantuan tunai sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada e-warong agen Bansos Bank Mandiri.

Senior Vice President Government Project Bank Mandiri Nila Mayta D Rihandjani mengatakan, Bank Mandiri berkomitmen untuk mendukung keberlangsungan Program Pemerintah terutama dalam mengimplementasikan program-program kerakyatan yang digagas oleh Kementerian Sosial, khusus Program Keluarga Harapan, Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Penyaluran bantuan sosial ini menjadi bukti perhatian negara kepada masyarakatnya, terutama di tengah tekanan ekonomi yang terdampak pandemi Covid 19 ini. Kami berharap, dukungan Bank Mandiri ini dapat semakin memudahkan Keluarga Penerima Manfaat dalam mengakses bantuan sosial sehingga dapat cepat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan,” kata Nila saat mendampingi Menteri Sosial di Kabupaten Simalungun, Kamis (12/11).

Nila menambahkan, sebagai bentuk realisasi dukungan dalam pelaksanaan Program Bansos, pihaknya telah menyiapkan E-Warong & Agen Mandiri terbaik di setiap wilayah penyaluran Bansos Bank Mandiri.

Hasilnya, Bank Mandiri telah menyalurkan bantuan sosial kepada 3,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bagi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako di 319 Kota/Kabupaten dengan total nominal sampai dengan November 2020 sebesar Rp 6,25 triliun untuk Program Keluarga Harapan dan Rp 6,12 triliun bagi Program Bantuan Sembako di seluruh Indonesia. Adapun jumlah E-warong Agen Bansos yang terlibat dalam penyaluran ini mencapai 21.148 Agen.

Sedangkan untuk Kabupaten Simalungun di tahun 2020, Program Sembako telah disalurkan kepada 44.366 KPM senilai Rp 80,1 milyar dan untuk Program Keluarga Harapan telah disalurkan kepada 25.604 KPM senilai 21,8 milyar. Penyaluran bansos di Kabupaten Simalungun dilayani oleh 386 Agen penyalur Bansos.

Selain itu, Bank Mandiri juga menyalurkan Program Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 1,7 juta KPM dengan nilai sebesar Rp. 858 Milyar yang dilaksanakan pada bulan Agustus. Di Sumatera Utara BST disalurkan kepada 112.410 KPM di 13 Kabupaten senilai 56,2 miliar. Untuk Kab. Simalungun, BST telah disalurkan kepada 16.385 KPM senilai Rp. 8,2 miliar.

Di Provinsi Sumatera Utara, tercatat sebanyak total 2.394 Agen bansos terlibat pada penyaluran ini.

“Keberadaan Agen Mandiri E-warong menjadi solusi di tengah masyarakat dengan memberikan layanan keuangan tanpa kantor cabang. Agen Mandiri menjadi jembatan kepada masyarakat yang belum memiliki akses kepada layanan keuangan untuk transaksi perbankan terbatas. Agen – Agen ini telah kami berikan edukasi terkait dengan layanan keuangan sehingga para Agen Mandiri ini diharapkan dapat membantu meningkatkan literasi keuangan KPM. Hal ini sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk mendukung program inklusi keuangan,” lanjut Nila.

Selain itu salah satu sumbangsih dari Bank Mandiri adalah membantu usaha untuk E-Warong memperkuat lini usahanya. Sampai saat ini, jumlah E-Warong yang telah mendapat pinjaman KUR sebanyak 3.495 E-Warong senilai Rp 383,6 milyar.

“Dalam kegiatan kunjungan di Kabupaten Simalungun ini, kami juga menyerahkan secara simbolis Pinjaman KUR kepada dua E-Warong senilai total Rp350 juta dan dua KPM Graduasi senilai total Rp80 juta,” tutur Nila.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

Terungkap! Ini Cara Bank Mandiri Salurkan Bansos Secara Cepat



Jakarta, CNBC Indonesia– Kementerian Sosial bersama Bank Mandiri melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan dan Kabupaten Simalungun untuk memonitor pelaksanaan Program Pemerintah Bantuan Sosial Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST) di wilayah Penyaluran Bank Mandiri.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara tersebut, Bank Mandiri juga melakukan seremoni penyaluran bantuan tunai sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada e-warong agen Bansos Bank Mandiri.

Senior Vice President Government Project Bank Mandiri Nila Mayta D Rihandjani mengatakan, Bank Mandiri berkomitmen untuk mendukung keberlangsungan Program Pemerintah terutama dalam mengimplementasikan program-program kerakyatan yang digagas oleh Kementerian Sosial, khusus Program Keluarga Harapan, Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST).


“Penyaluran bantuan sosial ini menjadi bukti perhatian negara kepada masyarakatnya, terutama di tengah tekanan ekonomi yang terdampak pandemi Covid 19 ini. Kami berharap, dukungan Bank Mandiri ini dapat semakin memudahkan Keluarga Penerima Manfaat dalam mengakses bantuan sosial sehingga dapat cepat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan,” kata Nila saat mendampingi Menteri Sosial di Kabupaten Simalungun, Kamis (12/11/2020).

Nila menambahkan, sebagai bentuk realisasi dukungan dalam pelaksanaan Program Bansos, pihaknya telah menyiapkan E-Warong & Agen Mandiri terbaik di setiap wilayah penyaluran Bansos Bank Mandiri.

Hasilnya, Bank Mandiri telah menyalurkan bantuan sosial kepada 3,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bagi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako di 319 Kota/Kabupaten dengan total nominal sampai dengan November 2020 sebesar Rp 6,25 triliun untuk Program Keluarga Harapan dan Rp 6,12 triliun bagi Program Bantuan Sembako di seluruh Indonesia. Adapun jumlah E-warong Agen Bansos yang terlibat dalam penyaluran ini mencapai 21.148 Agen.

Sedangkan untuk Kabupaten Simalungun di tahun 2020, Program Sembako telah disalurkan kepada 44.366 KPM senilai Rp 80,1 milyar dan untuk Program Keluarga Harapan telah disalurkan kepada 25.604 KPM senilai 21,8 milyar. Penyaluran bansos di Kabupaten Simalungun dilayani oleh 386 Agen penyalur Bansos.

Selain itu, Bank Mandiri juga menyalurkan Program Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 1,7 juta KPM dengan nilai sebesar Rp 858 Milyar yang dilaksanakan pada bulan Agustus. Di Sumatera Utara BST disalurkan kepada 112.410 KPM di 13 Kabupaten senilai 56,2 miliar. Untuk Kab. Simalungun, BST telah disalurkan kepada 16.385 KPM senilai Rp. 8,2 miliar.

Di Provinsi Sumatera Utara, tercatat sebanyak total 2.394 Agen bansos terlibat pada penyaluran ini.

“Keberadaan Agen Mandiri E-warong menjadi solusi di tengah masyarakat dengan memberikan layanan keuangan tanpa kantor cabang. Agen Mandiri menjadi jembatan kepada masyarakat yang belum memiliki akses kepada layanan keuangan untuk transaksi perbankan terbatas. Agen – Agen ini telah kami berikan edukasi terkait dengan layanan keuangan sehingga para Agen Mandiri ini diharapkan dapat membantu meningkatkan literasi keuangan KPM. Hal ini sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk mendukung program inklusi keuangan,” lanjut Nila.

Selain itu salah satu sumbangsih dari Bank Mandiri adalah membantu usaha untuk E-Warong memperkuat lini usahanya. Sampai saat ini, jumlah E-Warong yang telah mendapat pinjaman KUR sebanyak 3.495 E-Warong senilai Rp 383,6 milyar.

“Dalam kegiatan kunjungan di Kabupaten Simalungun ini, kami juga menyerahkan secara simbolis Pinjaman KUR kepada dua E-Warong senilai total Rp350 juta dan dua KPM Graduasi senilai total Rp80 juta,” tutur Nila

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)




Source link

Transaksi cash management Bank Mandiri tumbuh 24% yoy hingga September 2020


ILUSTRASI. pelayanan Bank Mandiri

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk terus melakukan inovasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis pengelolaan kas atau cash management system. Perbankan pelat merah ini terus melengkapi fitur-fitur baru dalam layanan pada bisnis tersebut. 

SVP Transaction Banking Wholesale Bank Mandiri Tri Nugroho mengatakan, perseroan telah melakukan perubahan platform cash management pada tahun ini  guna memudahkan nasabah melakukan transaksi dan didukung dengan fitur transaksi yang lengkap yang bisa diakses 24 jam. 

“Fitur baru yang ada pada cash management Bank Mandiri tahun ini adalah corporate card management dan merchant payment management,” kata Tri pada Kontan.co.id, Selasa (10/11).

Baca Juga: Kuartal III 2020, Mandiri Syariah catat laba lebih dari Rp 1 triliun

Sejalan dengan inovasi yang dilakukan tersebut, volume transaksi bisnis cash management Bank Mandiri mengalami kenaikan 24% per September 2020 dibandingkan tahun lalu di periode yang sama tahun lalu (yoy) . Begitu pula dengan pendapatan komisi atau fee based income (FBI) dari bisnis ini tumbuh 11% yoy. 

Tri bilang, kenaikan frekuensi transaksi ini didorong oleh peningkatan transaksi e-commerce dan wallet yang tumbuh selama masa pandemi virus corona (Covid-19).

Seiring dengan kebutuhan nasabah akan transaksi yang lebih efisien melalui e-channel dan kondisi pandemi yang membuat nasabah memilih work from home (WFH), terdapat kenaikan akuisisi nasabah pengguna cash management Bank Mandiri hampir 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu. 

Total nasabah pengguna layanan ini  mencapai 482.000 nasabah. Ada pertambahan 33.000 nasabah sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Tren transaksi remitansi Bank Mandiri mulai meningkat di bulan September-Oktober


ILUSTRASI. Kantor Bank Mandiri

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih menghadapi perlambatan bisnis remitansi sepanjang tahun. Hal tersebut terjadi karena adanya pandemi virus corona (Covdi-19).

Namun, transaksi pengiriman uang lintas negara di bank pelat merah ini mulai mulai mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.

Hingga Oktober 2020, jumlah transaksi remitansi ritel di Bank Mandiri mengalami penurunan sebesar 10% secara year on year (yoy) untuk transaksi outgoing atau  pengiriman uang dari dalam negeri (Indonesia) ke bank luar negeri dan transaksi incoming turun 40% yoy.

Meski begitu, volume transaksinya justru mengalami peningkatan sebesar 3% untuk transaksi outgoing dan 5% untuk transaksi incoming secara yoy.

Evi Dempowati,  SVP Retail Deposit Product & Solution Bank Mandiri mengatakan, tren transaksi remitansi pada periode September-Oktober telah meningkat jika dibandingkan  periode terendah di tahun 2020 yang terjadi pada bulan April -Mei 2020.

Baca Juga: OJK akan perpanjang relaksasi restrukturisasi, begini tanggapan asosiasi pembiayaan

“Transaksi incoming memang cenderung stagnan di semua koridor, namun untuk transaksi outgoing terjadi peningkatan khususnya untuk tujuan negara Singapura, China, dan Hongkong,” jelas Evi pada Kontan.co.id, Selasa (10/11). 

Bank Mandiri telah mengantongi pendapatan komisi  atau fee based income (FBI) sekitar Rp 100 miliar dari bisnis remitansi hingga September 2020. Itu turun sebesar 10% dari periode yang sama tahun lalu.

Dengan melihat perkembangan transaksi hingga Oktober, Bank Mandiri optimis akan terus terjadi peningkatan transaksi sampai akhir tahun. Dengan begitu penurunan FBI dari  bisnis ini bisa ditahan hanya sekitar 10% saja. Lebih rendah dari proyeksi sebelumnya dengan penurunan 15%-20%.

Untuk mendorong pertumbuhan bisnis remitansi dalam jangka panjang, Bank Mandiri menargetkan inovasi digital dan perbaikan sistem. Sehingga nasabah dapat mengakses layanan remitansi tidak hanya melalui cabang namun juga secara mobile. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

OJK, Bank Mandiri dan BPD Siap Pulihkan Ekonomi NTB



Jakarta, CNN Indonesia —

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk siap membantu ekonomi Nusa Tenggara Barat dengan menggandeng BPD NTB Syariah.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, bersama Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi dan Dirut BPD NTB Syariah Kukuh Rahardjo.

Ketiganya bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah membahas upaya pemulihan ekonomi Nusa Tenggara Barat dari dampak pandemi Covid – 19.







“Pertemuan ini untuk melihat ruang-ruang yang OJK bersama industri jasa keuangan bisa bantu ekonomi NTB bangkit, karena dampak pandemi ini harus diatasi dengan kebijakan yang tidak biasa,” kata Wimboh dalam pertemuan yang digelar di kawasan wisata Mandalika, Lombok, Minggu (8/11).

Menurutnya, pemulihan ekonomi nasional bisa dipercepat dengan mendorong bergeraknya perekonomian di daerah yang masih memiliki banyak potensi sektor ekonomi untuk dikembangkan.

Pertemuan dengan Gubernur NTB ini merupakan rangkaian kunjungan Ketua Dewan Komisioner OJK untuk melihat langsung kondisi perekonomian daerah dan mendiskusikan program-program pemulihan ekonomi yang bisa dilakukan OJK bersama Pemda dan Industri Jasa Keuangan.

Sebelumnya pada Jumat dan Sabtu kemarin, Wimboh Santoso melakukan pertemuan dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Labuan Bajo, NTT dan Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar.

Wimboh menawarkan perekonomian NTB bisa didorong dengan membangun kluster-kluster ekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan dan bisa menarik perhatian sektor jasa keuangan seperti perbankan ataupun pasar modal.

Membangun Ekosistem

Dirut BPD NTB Syariah mengatakan selama ini OJK sudah secara rutin memberikan dukungan terhadap upaya BPD NTB Syariah dalam menggerakkan perekonomian melalui berbagai program UMKM di sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan dan peternakan.

“Selama ini memang ada keterbatasan dalam menampung produk-produk yang dihasilkan karena belum ada ekosistem yang dibangun,” katanya.
Dirut Bank Mandiri mengatakan siap memberikan likuiditas yang dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian NTB, khususnya di KUR dan pendanaan jangka panjang untuk membangun industri sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Gubernur NTB Zulkiflimansyah menyambut baik kesiapan OJK, Bank Mandiri dan BPD NTB Syariah karena sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat NTB yang sudah dijalankan dalam berbagai program pembangunan seperti pengembangan Bumdes dan kawasan pangan.

“Mudah-mudahan dengan tawaran OJK ini kualitas ekonomi NTB semakin baik dan warga NTB bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” kata gubernur.

Hingga 5 Agustus 2020 realisasi kebijakan restrukturisasi kredit di NTB sudah mencapai Rp1,35 triliun untuk 23.045 debitur Bank Umum. Sementara debitur BPR yang mendapatkan restrukturisasi 5.157 debitur dengan nilai Rp252,66 miliar. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan di NTB sudah diberikan kepada 50.888 kontrak dengan nilai Rp1,38 triliun.

(asa)

[Gambas:Video CNN]






Source link

OJK dan Bank Mandiri Janji Bantu Pemulihan Ekonomi NTB Akibat Covid-19


TEMPO.CO, Mataram – Bertemu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika Lombok Tengah, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, dan Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo membahas upaya pemulihan pemulihan ekonomi di NTB dari dampak pandemi Covid – 19.

Wimboh Santoso menawarkan perekonomian NTB bisa didorong dengan membangun kluster-kluster ekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan dan bisa menarik perhatian sektor jasa keuangan seperti perbankan ataupun pasar modal.

Pertemuan ini untuk melihat ruang-ruang yang OJK bersama industri jasa keuangan bisa bantu ekonomi NTB bangkit. ”Karena dampak pandemi ini harus diatasi dengan kebijakan yang tidak biasa,” kata Wimboh Santoso, dalam pertemuan yang digelar Ahad 8 Nopember 2020.

Menurut Wimboh, pemulihan ekonomi nasional bisa dipercepat dengan mendorong bergeraknya perekonomian di daerah yang masih memiliki banyak potensi sektor ekonomi untuk dikembangkan.

Gubernur NTB Zulieflimansyah menyambut baik kesiapan OJK, Bank Mandiri dan BPD NTB Syariah karena sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat NTB yang sudah dijalankan dalam berbagai program pembangunan seperti pengembangan Bumdes dan kawasan pangan. ”Mudah-mudahan dengan tawaran OJK ini kualitas ekonomi NTB semakin baik dan warga NTB bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” kata Zulkieflimansyah

Hingga 5 Agustus 2020 realisasi kebijakan restrukturisasi kredit di NTB sudah mencapai Rp1,35 triliun untuk 23.045 debitur bank umum. Sementara debitur BPR yang mendapatkan restrukturisasi 5.157 debitur dengan nilai Rp252,66miliar. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan di NTB sudah diberikan kepada 50.888 kontrak dengan nilai Rp1,38triliun.

Secara nasional kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK pada Maret lalu telah berhasil menjaga stabilitas sektor jasa keuangan. Hingga 5 Oktober 2020  realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan mencapaiRp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri dari 5,88juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69triliun.

Kunjungan di NTB ini merupakan rangkaian kunjungan Ketua DewanKomisioner OJK untuk melihat langsung kondisi perekonomian daerah dan mendiskusikan program-program pemulihan ekonomi yang bisa dilakukan.

Direktur Utama  Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan siap memberikan likuiditas yang dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian NTB. ”Khususnya KUR dan pendanaan jangka panjang untuk membangun industri sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ujarnya.

Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo mengatakan selama ini OJK sudah secara rutin memberikan dukungan terhadap upaya Bank NTB Syariah dalam menggerakkan perekonomian melalui berbagai program UMKM di sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan dan peternakan. “Selama ini memang ada keterbatasan dalam menampung produk-produk yang dihasilkan karena belum ada ekosistem yang dibangun,” ucapnya.

sebelumnya, Jum’at 6 Nopember 2020, Wimboh Santoso melakukan pertemuan dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat di Labuan Bajo, NTT dan Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar.





Source link

OJK, Bank Mandiri dan BPD NTB Syariah Siap Bantu Pemulihan Ekonomi NTB


JawaPos.com – Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, bersama Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi dan Dirut BPD NTB Syariah Kukuh Rahardjo melakukan pertemuan dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah membahas upaya pemulihan ekonomi Nusa Tenggara Barat dari dampak pandemi Covid – 19.

“Pertemuan ini untuk melihat ruang-ruang yang OJK bersama industri jasa keuangan bisa bantu ekonomi NTB bangkit, karena dampak pandemi ini harus diatasi dengan kebijakan yang tidak biasa,” kata Wimboh dalam pertemuan yang digelar di kawasan wisata Mandalika, Lombok, Minggu (8/11).

Menurutnya, pemulihan ekonomi nasional bisa dipercepat dengan mendorong bergeraknya perekonomian di daerah yang masih memiliki banyak potensi sektor ekonomi untuk dikembangkan.
Pertemuan dengan Gubernur NTB ini merupakan rangkaian kunjungan Ketua Dewan Komisioner OJK untuk melihat langsung kondisi perekonomian daerah dan mendiskusikan program-program pemulihan ekonomi yang bisa dilakukan OJK bersama Pemda dan Industri Jasa Keuangan.

Sebelumnya pada Jumat dan Sabtu kemarin, Wimboh Santoso melakukan pertemuan dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Labuan Bajo, NTT dan Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar.

Wimboh Santoso menawarkan perekonomian NTB bisa didorong dengan membangun kluster-kluster ekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan dan bisa menarik perhatian sektor jasa keuangan seperti perbankan ataupun pasar modal.

Dirut BPD NTB Syariah mengatakan selama ini OJK sudah secara rutin memberikan dukungan terhadap upaya BPD NTB Syariah dalam menggerakkan perekonomian melalui berbagai program UMKM di sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan dan peternakan.

“Selama ini memang ada keterbatasan dalam menampung produk-produk yang dihasilkan karena belum ada ekosistem yang dibangun,” katanya.

Baca juga: OJK Dorong Pemulihan Ekonomi NTT di Masa Pandemi

Dirut Bank Mandiri mengatakan siap memberikan likuiditas yang dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian NTB, khususnya di KUR dan pendanaan jangka panjang untuk membangun industri sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” katanya.

Gubernur NTB menyambut baik kesiapan OJK, Bank Mandiri dan BPD NTB Syariah karena sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat NTB yang sudah dijalankan dalam berbagai program pembangunan seperti pengembangan Bumdes dan kawasan pangan.

“Mudah-mudahan dengan tawaran OJK ini kualitas ekonomi NTB semakin baik dan warga NTB bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” kata Gubernur.

Hingga 5 Agustus 2020 realisasi kebijakan restrukturisasi kredit di NTB sudah mencapai Rp1,35 triliun untuk 23.045 debitur Bank Umum. Sementara debitur BPR yang mendapatkan restrukturisasi 5.157 debitur dengan nilai Rp252,66 miliar.Sedangkan restrukturisasi pembiayaan di NTB sudah diberikan kepada 50.888 kontrak dengan nilai Rp1,38 triliun.

Secara nasional kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK pada Maret lalu telah berhasil menjaga stabilitas sektor jasa keuangan. Hingga 5 Oktober 2020 realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan mencapai Rp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69 triliun.

 

Saksikan video menarik berikut ini:





Source link