fbpx

Dorong ekonomi mikro, Perbarindo gandeng intelektual muda


ILUSTRASI. Suasana booth Perhimpuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia dalam Inconesia Banking Expo, Sabtu (30/8). KONTAN/BAihaki/30/8/2014

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perhimpunan Bank Perkreditan Indonesia (Perbarindo) bersama dengan Asosiasi Program Diploma Keuangan dan Perbankan Indonesia (ADIKPI) mendorong peningkatan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM). 

Sinergi itu dilakukan melalui seminar online bertajuk Peran Intelektual Muda dan BPR/BPRS untuk Memajukan Sektor Ekonomi Mikro. Ini diselenggarakan sebagai perwujudan awal dari konsep “pernikahan massal” atau link and match antara kampus dan industri. Intelektual muda dan BPR/BPRS (Bank Perkreditan Rakyat/Bank Perkreditan Rakyat Syariah) disebut memiliki peran yang strategis dalam memajukan sektor ekonomi mikro di Indonesia. 

Ketua Umum DPP Perbarindo Joko Suyanto mengatakan, industri BPR/BPRS tetap komit menjadi pengungkit ekonomi mikro Indonesia meski dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19.  Buktinya, BPR/BPRS tetap melaksanakan fungsi intermediasi berupa penyaluran dana dalam bentuk kredit.  “Penyaluran dana oleh industri BPR/BPRS dalam bentuk kredit tumbuh 3,8 % atau Rp 110 triliun pada Agustus 2020. Dan sebagian besar dari jumlah itu digunakan untuk pembiayaan UMKM di seluruh Indonesia,” ungkap Joko dalam press rilis, Kamis (5/11).

Baca Juga: Kurs dollar-rupiah di BRI hari ini Kamis 5 November, simak sebelum tukar valas

Aset industri BPR tumbuh sebesar 3,87 % menjadi Rp 148 triliun. Sementara dari sisi penghimpunan dana (tabungan dan deposito), masing-masing mampu tumbuh 1,52% dan 4,17 % dengan total dana yang dihimpun sekitar Rp 101 triliun.  Namun, Joko mengatakan saat ini investasi dalam peningkatan pengetahauan, keterampilan, dan kesehatan SDM Indonesia belum optimal. Ini yang menjadi tantangan industri BPR/BPRS. 

Sementara pembangunan sumber daya manusia yang unggul menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan SDM, terutama di sektor ekonomi dan keuangan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang penuh ketidakpastian. Sementara Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK Ahmad Soekro Tratmono menyambut baik sinergisitas antara dunia pendidikan dan industri jasa keuangan. Menurutnya sinergi yang dilalukan Perbarindo dan Adikpi merupakan langkah positif untuk membangun produktivitas yang tinggi. 

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong terwujudnya link and match antara perguruan tinggi dan industri dengan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. “Selama ini keluhan dari pengguna lulusan perguruan tinggi adalah pada soft skill dan bukan pada hard skill,” jelas Wikan. 

Oleh karena itu, kompetensi harus dipastikan tercipta di dalam paket pertama pernikahan massal antara kampus dan industri yaitu menyangkut kurikulum dan bagaimana proses pembelajarannya. 

Baca Juga: Bank Banten akan rights issue dengan target dana Rp 3,04 triliun, demi penuhi modal

Adikpi menyambut baik kebijakan Direktorat Pendidikan Vokasi tentang “perkawinan massal” antara kampus dan industri. “Kita tahu bahwa kebijakan ini sangat esensial, karena kebijakan ini mendorong kampus untuk lebih adaptif terhadap dinamika dan perubahan kebutuhan industri yang sangat cepat dalam era revolusi 4.0, terlebih pada sektor keuangan dan perbankan,” ungkap Ketua Umum Adikpi Dede Suryanto.

Di sisi lain, terkait dengan peningkatan kompetensi mahasiswa, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyediakan program magang bagi mahasiswa yang terangkum dalam Program Peningkatan Kapabilitas SDM dalam Bidang Perbankan dengan Mitra Perguruan Tinggi. “Program ini terbuka bagi seluruh kampus dan mahasiswa yang ada. Selain itu LPS juga rutin mengadakan seminar-seminar di kampus. Kami juga membuka diri untuk menjadi dosen tamu bagi kampus-kampus,” terang Kepala Divisi Transformasi LPS Ary Rismy.

 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Ini kronologi dan kejanggalan raibnya dana nasabah Rp 1 miliar di BPR Salatiga


ILUSTRASI. Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah. Nasabah BPR di Salatiga kehilangan dana Rp 1 miliar yang disimpannya. Banyak kejanggalan dari kronologis raibnya dana. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj.

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Daniel Suyoko, warga Salatiga, Jawa Tengah harus kehilangan dana Rp 1 miliar yang disimpan di sebuah Bank Perkreditan Rakyat ( BPR) di wilayah Salatiga. Alasan BPR tempat Daniel menyimpan dana lantaran tak tercatat dalam sistem.

Tak terima dengan alasan itu, Daniel pun melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Salatiga. Apalagi, kata Daniel, ada kesan BPR tersebut melimpahkan masalah ke karyawannya yang kini juga raib.

Merunut cerita Daniel yang dilansir dari kompas.com, (28/10) kasus ini  berawal saat Daniel menyimpan uang sebesar Rp 1,25 miliar di BPR tersebut. 

Baca Juga: Waspadai penipuan modus social engineering, kasus nasabah Jombang contohnya

Namun, ketika hendak mengambil dana miliknya, Daniel menyebut, salah seorang karyawan yang berinisial SAS di BPR tersebut menyarankan dirinya ntuk mengambil dananya secara bertahap. 

Pada tanggal 20 Mei 2019, Daniel pun lantas  menarik dana miliknya Rp 250 juta dibantu oleh SAS, meski SAS sejatinya sudah keluar dari pekerjaannya pada Oktober 2018. 
Menurut kuasa hukum Daniel, Emanuel Kristian Zebua, saat itu kliennya mendapatkan buku tabungan baru dari SAS dengan saldo Rp 1 miliar. 
“Namun saat akan diambil, oleh seorang karyawan diminta mengambil bertahap. Akhirnya yang diambil Rp 250 juta pada 20 Mei 2019, sehingga saldo masih Rp 1 miliar,” jelasnya usai melapor di Mapolres Salatiga, Rabu (28/10). 

Semakin aneh, meski SAS sudah keluar dari BPR, SAS masih bisa mengeluarkan buku tabungan resmi dari BPR lengkap dengan nomor dan cap stempel. Bahkan buku tabungan tersebut juga diakui resmi dikeluarkan oleh BPR tersebut. 

Baca Juga: Kronologi uang nasabah bank sebesar Rp 44 juta raib dalam 11 menit

“Anehnya, meski sudah keluar dari pekerjaannya pada Oktober 2018, SAS bisa mengeluarkan buku tabungan resmi dari BPR. Di buku itu ada nomor buku, cap stempel, dan tanda tangan. Buku ini diakui resmi dan asli keluaran BPR,” kata Zebua. 

Hanya saja,  saat Daniel hendak meminta rekening koran, ia persulit oleh pihak bank. Ketika Daniel kemudian mendapatkan rekening korannya, Daniel menemukan ada tarikan dana antara Rp 1,5 juta hingga Rp 50 juta. Padahal Daniel sama sekali tidak pernah mengambil uang tersebut. 

“Di rekening koran tersebut, ada tarikan uang beberapa kali antara Rp 1,5 juta sampai Rp 50 juta. Tapi di buku tabungan tidak tercatat adanya transaksi, lalu siapa yang mengambil uang itu, karena klien kami tidak pernah mengambil,” jelas William Paais, anggota kuasa hukum Daniel. 

Ia mengatakan, BPR dinilai tidak memiliki iktikad baik karena permasalahan tersebut dilimpahkan ke mantan karyawannya, SAS. Sementara SAS saat ini tidak diketahui keberadaannya. 

“Kami tidak pernah berhubungan dengan karyawan karena klien kami menabung di BPR. Pihak BPR melimpahkan semua keadaan ini ke SAS yang saat ini keberadaannya tidak diketahui,” jelasnya.

Ia menduga ada pola sistemik yang dilakukan di BPR tersebut. Selain melapor ke polisi, pihaknya juga melaapor ke Otoritas Jasa Keuangan di Solo. 

“Kami menduga ada pola sistemik seperti ini yang merugikan nasabah. Tidak mungkin kalau hanya seorang bisa mengeluarkan buku tabungan, mengambil uang, dan memproses berkas-berkas perbankan. Kejadian ini juga sudah kami laporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo,” kata William. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kronologi Raibnya Dana Rp 1 Miliar Milik Nasabah BPR di Salatiga, Tidak Tercatat di Sistem”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2020/10/28/18480041/kronologi-raibnya-dana-rp-1-miliar-milik-nasabah-bpr-di-salatiga-tidak?page=all#page2.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

OJK Cabut Izin Usaha BPR Brata Nusantara

OJK Cabut Izin Usaha BPR Brata Nusantara


ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Brata Nusantara, yang beralamat di Jalan Terusan Cibaduyut Nomor 12 B, Kabupaten Bandung. Pencabutan izin usaha ini sesuai Keputusan Anggota Dewan Komisioner (KADK) Nomor KEP-141/D.03/2020 tanggal 30 September 2020. 

Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Triana Gunawan mengatakan, pencabutan izin usaha BPR Brata Nusantara dilakukan lantaran sampai batas waktu yang ditentukan, pengurus dan pemegang saham tidak mampu melakukan upaya penyehatan yang diminta OJK untuk keluar dari status BPR Dalam Pengawasan Khusus (BDPK).

BPR Brata Nusantara sejak 6 Juli 2020 telah ditetapkan dalam BDPK  dikarenakan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) di bawah ketentuan OJK yang berlaku yaitu minimum 12%. 

“Kondisi itu disebabkan karena kelemahan pengelolaan oleh manajemen BPR Brata Nusantara yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian dan pemenuhan asas perbankan yang sehat,” kata Triana dalam keterangan resminya, Rabu (30/9). 

Baca Juga: OJK panggil fintech P2P lending dengan rasio pinjaman bermasalah di atas 8%

Dengan pencabutan izin usaha PT BPR Brata Nusantara, selanjutnya LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009.

OJK mengimbau nasabah PT Bank Perkreditan Rakyat Brata Nusantara agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPR dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link