fbpx

Jokowi Klaim Realisasi BLT Subsidi Gaji Pekerja 82 Persen



Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim realisasi penyerapan anggaran bantuan langsung tunai (BLT) atau subsidi gaji bagi pekerja tembus 82 persen. BLT subsidi gaji pekerja bergaji di bawah Rp5 juta masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Saya melihat realisasi anggaran beberapa program sudah berjalan dengan baik,” ujar Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas (ratas), Senin (23/11).

Selain BLT bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta, Jokowi bilang beberapa program bantuan lainnya sudah terealisasi di atas 50 persen. Salah satunya bantuan modal kerja kepada usaha mikro, yakni sebesar 79 persen.







“Saya kira terus didorong agar bisa membantu mendorong daya beli masyarakat,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Agung Galih Satwiko menyatakan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional baru sebesar Rp386,01 triliun per 11 November 2020. Angka itu baru menyentuh 55,5 persen dari pagu anggaran yang sebesar Rp695,2 triliun.

Menurutnya, realisasi terbesar berada di sektor UMKM yang sebesar Rp95,62 triliun atau 83,3 persen dari target. Sementara, pencairan terendah terjadi di sektor pembiayaan korporasi yang hanya Rp2 triliun atau 3,2 persen dari target.

Sementara, terdapat realokasi anggaran untuk beberapa sektor dalam program PEN. Salah satunya adalah sektor perlindungan sosial.

Awalnya, pemerintah hanya mengalokasikan dana untuk perlindungan sosial sebesar Rp203,9 triliun. Namun, dananya ditambah Rp30,43 triliun menjadi Rp234,33 triliun.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan anggaran kesehatan sebesar Rp9,71 triliun dari Rp87,55 triliun menjadi Rp97,26 triliun. Kenaikan anggaran juga diikuti dengan penambahan program dari enam program menjadi sembilan program.

Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan dana PEN tahun ini sebesar Rp695,2 triliun. Dana itu digelontorkan ke beberapa sektor.

Rinciannya, sektor kesehatan sebesar Rp97,26 triliun, perlindungan sosial Rp234,33 triliun, sektoral kementerian/lembaga (k/l) dan pemerintah daerah (pemda) sebesar Rp65,97 triliun.

Kemudian, insentif usaha sebesar Rp120,6 triliun, UMKM sebesar Rp114,81 triliun, dan pembiayaan korporasi sebesar Rp62,22 triliun.

[Gambas:Video CNN]

(aud/bir)






Source link

BLT Guru Honorer di Bawah Kemenag Belum Cair



Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian Agama (Kemenag) belum mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) berupa subsidi gaji kepada guru honorer di bawah kewenangannya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama M Zain mengatakan pihaknya akan segera mengeluarkan Surat Ketetapan terkait daftar guru honorer dan tenaga pengajar yang akan menerima Bantuan Subsidi Gaji (BSG) sebesar Rp1,8 juta.

“Kami usahakan November cair. Proses jalan terus karena kami tergesa dengan waktu. Dalam waktu dekat saya upayakan SK penetapan dan tentu yang kami tunjuk banknya harus buka rekening kolektif,” ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/11).







Rencananya, BLT tersebut akan diberikan kepada 637.408 guru dan tenaga kependidikan (GTK) pada jenjang madrasah dan Guru Agama Islam di sekolah umum yang berstatus honorer. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1,15 triliun.

Setelah ditetapkan bantuan, proses selanjutnya adalah pencairan anggaran dari Kementerian Keuangan ke DIPA Kementerian Agama.

“Masih ada proses administrasi penetapan SK setelah itu [roses pencairan karena uangnya sudah ada persediaan di Kemenkeu tapi harus jadi Dipa Kementerian. Saya bersyukur dapat persetujuan dari Kemenkeu pekan lalu,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencairkan BLT gaji guru honorer kepada 975 orang dari target 2 juta penerima.

[Gambas:Video CNN]

(hrf/sfr)






Source link

Pemerintah Siap Cairkan BLT Gaji Guru Honorer Rp5 T



Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah mengalokasikan Rp5,02 triliun untuk bantuan langsung tunai (BLT) gaji guru honorer. Hal itu dilakukan usai pemerintah menambah pagu perlindungan sosial pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 dari Rp203,9 triliun menjadi Rp234,33 triliun.

“Karena masyarakat khususnya kalangan bawah menghadapi tekanan yang luar biasa dengan PSBB, maka kami meningkatkan jumlah perlindungan sosial dengan sangat signifikan,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat bersama Komite IV DPD secara virtual pekan lalu.

Penyaluran BLT gaji guru honerer itu disalurkan melalui dua kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag). Rinciannya, bantuan gaji guru honorer sebesar Rp2,94 triliun di Kemendikbud dan Rp2,08 triliun Kemenag.







Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi kuota internet Kemendikbud Rp5,5 triliun, dan bantuan internet siswa, mahasiswa, dan guru Kemenag Rp1,16 triliun.

Rencananya, ada 1,63 juta guru honorer Kemendikbud dan 749,5 ribu guru honorer Kemenag yang disasar sebagai penerima bantuan.

Berdasarkan catatan Kemenag,  bantuan langsung tunai (blt) senilai Rp2,4 juta untuk guru honorer di lingkungannya tinggal menunggu lampu hijau dari Kementerian Keuangan.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) M Zain mengatakan saat ini data 745.415 guru honorer di Kemenag yang diajukan sebagai calon penerima BLT sebesar Rp2,4 juta telah divalidasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Ia berharap pencairan dapat segera berlangsung lantaran para tenaga pendidik di lingkungan Kemenag yang terdampak covid-19 sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)






Source link

Trik Raup Cuan Pakai BLT Subsidi Gaji Rp2,4 Juta



Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah tengah menjalankan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi gaji untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta. Tujuannya, untuk mengurangi beban ekonomi kalangan pekerja menengah di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Melalui program ini, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp2,4 juta kepada penerima dalam dua tahap, masing-masing Rp1,2 juta per pencairan. Apabila memenuhi kriteria, bantuan ini bisa langsung masuk rekening penerima.

Jika dilihat dari pagunya, nominal Rp2,4 juta mungkin tidak terlalu besar bagi pekerja bergaji Rp5 juta, karena belum mencapai setengahnya. Jumlahnya pun tak sebanding dengan ‘bonus’ dari perusahaan yang biasanya sebesar satu kali gaji.







Tapi, kalau dibilang sedikit, mungkin tidak juga. Pasalnya, dana Rp2,4 juta sebenarnya tetap bisa dimaksimalkan bila tepat mengelolanya.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho membagi kiat untuk memaksimalkan penggunaan dana tersebut. Menurutnya, prinsip penggunaan dana ini sebenarnya sama dengan gaji bulanan, meski datangnya secara tiba-tiba dan hanya sekali saja, sehingga tidak seperti gaji bulanan.

“Artinya bukan berarti karena ini bonus yang sekali datang, jadi dipakainya untuk foya-foya, untuk ‘jajan’ saja, dan lainnya. Jadi tetap harus bijak membelanjakan dan mengelolanya,” ujar Andi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/11).

Maka dari itu, buatlah prioritas penggunaan dana berdasarkan jenis kebutuhan. Mulai dari yang mendesak dan wajib hingga yang tidak terlalu penting. Berikut urutannya:

1. Penuhi kebutuhan harian

Menurut Andi, bantuan ini sejatinya merupakan tambahan dari pemerintah untuk mencukupi pengeluaran masyarakat kelas menengah di tengah pandemi. Dengan begitu, dana ini bisa digunakan pertama kali untuk memenuhi kebutuhan harian, seperti makan, minum, vitamin, dan lainnya.

“Jadi bisa untuk penuhi makan pokok sehari tiga kali, tapi mungkin tidak dengan foya-foya ya, order delivery ini itu, kurangi unsur mewahnya, apalagi hanya untuk beli kopi kekinian setiap hari, yang penting cukup dulu untuk makan,” ucap Andi.

Dana juga bisa digunakan untuk kebutuhan penunjang, misalnya membayar kuota internet. Maklum, saat ini masih banyak pekerja kelas menengah yang bekerja dari rumah (work from home/WFH). Begitu juga dengan kuota internet untuk anak yang belajar dari rumah.

2. Bayar utang

Nah, kalau kebutuhan harian sudah dipenuhi, dana ini bisa dipakai untuk pemenuhan kebutuhan mendesak lain seperti membayar utang. 

Meski bukan dana rutin yang diterima, bantuan ini bisa untuk memenuhi kewajiban angsuran pada bulan tersebut. Misalnya, untuk bayar cicilan kartu kredit hingga bila memungkinkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

3. Modal usaha

Bila kebutuhan harian dan utang sudah dipenuhi lalu masih ada sisa, Andi bilang, dana itu bisa digunakan untuk modal usaha. Namun jumlahnya perlu dicermati.

Ia memberi simulasi agar dana digunakan secara bertahap. Misalnya 30 persen dulu. Lalu kalau usaha memberi hasil yang cukup baik, bisa ditambahkan menjadi 50 persen hingga akhirnya dipakai semua.

“Tentunya usaha ini disesuaikan dengan kemampuan atau minat, kira-kira usaha apa? Kalau yang mau laku mungkin bisa yang tren juga, seperti frozen foods, masker, tanaman hias, dan lainnya, kebetulan modalnya tidak besar,” katanya.

Andi mengatakan alokasi dana BLT subsidi gaji untuk modal usaha ini sangat bermanfaat karena bisa memutar dana. Dengan begitu, nilainya bertambah dari pagu awal dan bisa memberi manfaat jangka panjang meski nominalnya tidak terlalu besar.

4. Investasi

Selain modal usaha, tentu dana BLT Subsidi gaji bisa digunakan untuk berinvestasi. Pilihan ini, menurutnya, tepat bagi orang-orang yang mungkin tidak terlalu percaya diri untuk mengelola bisnis baru, namun ingin dana berkembang.

Untuk pilihan instrumen investasi dengan pagu Rp2,4 juta beragam. Pertama, bisa coba ke deposito online dari bank. Instrumen ini cocok untuk orang dengan profil risiko konservatif dan mereka yang ingin menjadikan dana ini sebagai dana darurat karena terbilang cepat pencairannya.

“Cocok untuk dana darurat, kalau sekarang belum ada pengeluaran, bisa disimpan dulu, tapi cepat penarikannya dengan keamanan yang steady,” imbuhnya.

Kedua, logam mulia. Instrumen ini juga cocok untuk mereka yang konservatif. Tapi kalau bisa, kata Andi, lebih baik beli emas batangan, bukan online.

“Perlu pegang fisik untuk minimalisir risiko. Kalau emas online, lebih cocok kalau yang mau cicil belinya, top up. Tapi kalau sudah ada dananya, langsung beli saja,” tuturnya.

Ketiga, reksa dana. Andi bilang instrumen ini yang paling menjanjikan, khususnya reksa dana saham dan campuran. Keuntungannya, harga pembeliannya tidak terlalu besar seperti obligasi misalnya, tapi memberikan imbal hasil yang cukup menarik dalam jangka waktu pendek dan menengah sampai tiga tahun.

“Nilai aktiva akan tumbuh maksimal meski dengan nilai (awal) yang tidak terlalu besar, tapi bisa disisihkan untuk investasi. Bisa juga ke reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang kalau lebih konservatif dan belum siap hadapi turun naiknya bursa saham,” katanya.

Keempat, Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning Agustina Fitria menambahkan, dana Rp2,4 juta cocok juga dimasukkan ke instrumen investasi saham. Namun, saham yang dituju bukanlah saham blue chip atau berkapitalisasi besar.

“Tapi tidak apa, asal emitennya bagus track record-nya, bisa beli 100-1.000 lembar lumayan untuk awal investasi,” ucap Agustina.

Kelima, investasi sukuk tabungan. Agustina bilang surat utang pemerintah ini bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp1 juta, sehingga masih masuk untuk penerima BLT Subsidi Upah yang mendapat dana Rp2,4 juta.

“Tapi memang dua tahun tidak bisa diambil ya, hanya bisa dapat bunganya setiap bulan, baru setelah jatuh tempo bisa diambil,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)






Source link

Terungkap! Ini Cara Bank Mandiri Salurkan Bansos Secara Cepat



Jakarta, CNBC Indonesia– Kementerian Sosial bersama Bank Mandiri melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan dan Kabupaten Simalungun untuk memonitor pelaksanaan Program Pemerintah Bantuan Sosial Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST) di wilayah Penyaluran Bank Mandiri.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara tersebut, Bank Mandiri juga melakukan seremoni penyaluran bantuan tunai sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada e-warong agen Bansos Bank Mandiri.

Senior Vice President Government Project Bank Mandiri Nila Mayta D Rihandjani mengatakan, Bank Mandiri berkomitmen untuk mendukung keberlangsungan Program Pemerintah terutama dalam mengimplementasikan program-program kerakyatan yang digagas oleh Kementerian Sosial, khusus Program Keluarga Harapan, Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST).


“Penyaluran bantuan sosial ini menjadi bukti perhatian negara kepada masyarakatnya, terutama di tengah tekanan ekonomi yang terdampak pandemi Covid 19 ini. Kami berharap, dukungan Bank Mandiri ini dapat semakin memudahkan Keluarga Penerima Manfaat dalam mengakses bantuan sosial sehingga dapat cepat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan,” kata Nila saat mendampingi Menteri Sosial di Kabupaten Simalungun, Kamis (12/11/2020).

Nila menambahkan, sebagai bentuk realisasi dukungan dalam pelaksanaan Program Bansos, pihaknya telah menyiapkan E-Warong & Agen Mandiri terbaik di setiap wilayah penyaluran Bansos Bank Mandiri.

Hasilnya, Bank Mandiri telah menyalurkan bantuan sosial kepada 3,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bagi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako di 319 Kota/Kabupaten dengan total nominal sampai dengan November 2020 sebesar Rp 6,25 triliun untuk Program Keluarga Harapan dan Rp 6,12 triliun bagi Program Bantuan Sembako di seluruh Indonesia. Adapun jumlah E-warong Agen Bansos yang terlibat dalam penyaluran ini mencapai 21.148 Agen.

Sedangkan untuk Kabupaten Simalungun di tahun 2020, Program Sembako telah disalurkan kepada 44.366 KPM senilai Rp 80,1 milyar dan untuk Program Keluarga Harapan telah disalurkan kepada 25.604 KPM senilai 21,8 milyar. Penyaluran bansos di Kabupaten Simalungun dilayani oleh 386 Agen penyalur Bansos.

Selain itu, Bank Mandiri juga menyalurkan Program Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 1,7 juta KPM dengan nilai sebesar Rp 858 Milyar yang dilaksanakan pada bulan Agustus. Di Sumatera Utara BST disalurkan kepada 112.410 KPM di 13 Kabupaten senilai 56,2 miliar. Untuk Kab. Simalungun, BST telah disalurkan kepada 16.385 KPM senilai Rp. 8,2 miliar.

Di Provinsi Sumatera Utara, tercatat sebanyak total 2.394 Agen bansos terlibat pada penyaluran ini.

“Keberadaan Agen Mandiri E-warong menjadi solusi di tengah masyarakat dengan memberikan layanan keuangan tanpa kantor cabang. Agen Mandiri menjadi jembatan kepada masyarakat yang belum memiliki akses kepada layanan keuangan untuk transaksi perbankan terbatas. Agen – Agen ini telah kami berikan edukasi terkait dengan layanan keuangan sehingga para Agen Mandiri ini diharapkan dapat membantu meningkatkan literasi keuangan KPM. Hal ini sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk mendukung program inklusi keuangan,” lanjut Nila.

Selain itu salah satu sumbangsih dari Bank Mandiri adalah membantu usaha untuk E-Warong memperkuat lini usahanya. Sampai saat ini, jumlah E-Warong yang telah mendapat pinjaman KUR sebanyak 3.495 E-Warong senilai Rp 383,6 milyar.

“Dalam kegiatan kunjungan di Kabupaten Simalungun ini, kami juga menyerahkan secara simbolis Pinjaman KUR kepada dua E-Warong senilai total Rp350 juta dan dua KPM Graduasi senilai total Rp80 juta,” tutur Nila

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)




Source link

Bansos Dianggap Tak Efektif Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi



Jakarta, CNN Indonesia —

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai bantuan sosial (bansos) yang dikucurkan oleh pemerintah tak efektif dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Meski realisasi program Perlindungan Sosial per 2 November telah mencapai Rp176,38 triliun atau 86,51 persen dari pagu Rp203,9 triliun, konsumsi rumah tangga (RT) masih terkontraksi sebesar 4,04 persen pada kuartal III lalu jika dibandingkan 2019.

Untuk kategori konsumsi makanan dan minuman selain restoran, pertumbuhan negatif masih terjadi yakni minus 0,69 meski telah diguyur bantuan sosial.







Artinya, kata Tauhid, masyarakat belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melihat realisasinya yang sudah besar dan anggaran yang juga jumbo namun tingkat konsumsi RT masih rendah membuat Tauhid berkesimpulan terdapat persoalan akurasi sasaran.

“Ada persoalan soal sasaran, data yang tidak benar, dan jumlah yang tidak memadai sampai jenis sembako yang menggeser pola perilaku konsumsi di tengah masyarakat. Ini yang menggerus hingga setengah dari penduduk tidak optimal memanfaatkan bantuan,” jelasnya dalam diskusi daring, Minggu (8/11).

Selain persoalan salah sasaran bansos untuk masyarakat menengah bawah, ia menilai masih konsumsi masyarakat pada kuartal III lalu masih rendah. Disebabkan oleh rendahnya kepercayaan konsumsi masyarakat menengah.

Menurut survei konsumen Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2020 tercatat sebesar 83,4, turun dari Agustus 2020 yaitu 86,9. Angka ini mencerminkan rendahnya kepercayaan konsumen yang berada di zona pesimis atau di bawah 100.

Tak hanya IKK, perbaikan konsumsi masyarakat menengah yang tercermin dari pertumbuhan transportasi dan komunikasi serta hotel dan restoran masih terkontraksi.

Untuk transportasi dan komunikasi, meski membaik namun pada kuartal III masih tercatat kontraksi sebesar 11,56 persen. Diikuti oleh pertumbuhan hotel dan restoran yang terkontraksi 10,9 persen untuk periode sama.

Ini artinya, masyarakat menengah masih enggan melakukan perjalanan dan konsumsi seperti normal.

“Faktor trust terhadap layanan transportasi, restoran, dan hotel dari konsumen kelas menengah belum timbul, mereka belum percaya. Ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen,” ucapnya.

(wel/bmw)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Realisasi Bansos Corona Jabar Tahap III Baru 48 Persen



Bandung, CNN Indonesia —

Penyaluran bantuan sosial (bansos) terdampak pandemi Covid-19 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tahap tiga masih berlangsung. Hingga Kamis (5/11), bansos yang telah dibagikan baru terealisasi 48 persen.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jabar Dodo Suhendar mengatakan terdapat kenaikan jumlah penerima bansos pada tahap III sebanyak 600 ribu menjadi 1,9 juta kepala keluarga.

Berdasarkan penyaluran sebelumnya atau tahap III, jumlah penerima bansos Pemprov Jabar hanya ada sebanyak 1,3 juta kepala keluarga untuk seluruh warga kabupaten/kota.







“Sasaran penerima ada lonjakan luar biasa. Berdasarkan data yang ada, yang paling banyak penerima itu ada di wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) dan Bandung raya,” kata Dodo dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (6/11).

Dodo mengungkapkan bansos Pemprov Jabar tahap III mulai didistribusikan sejak 27 Oktober 2020. Targetnya, penyaluran selesai pada 14 November mendatang.

“Tahap III ini dimulai pada 27 Oktober yang lalu dan mudah-mudahan lancar sampai 14 November. Total kemarin sore capaian penyaluran sudah 48 persen,” ucapnya.

Pada penyaluran tahap III ini, Dodo menjelaskan, terdapat perbedaan nilai uang tunai yang diberikan pada tahap sebelumnya. Kali ini, nilai yang diberikan sebesar Rp350 ribu dengan rincian Rp150 ribu uang tunai dan sisanya paket sembako.

“Besaran uang ini nantinya akan diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 55 tahun 2020 di mana pada tahap III beras 5 kg, gula satu kilogram, dan tidak ada terigu,” bebernya.

Selain itu, pada bansos tahap III juga ada perbedaan soal bungkus bantuan. Jika semula menggunakan kardus, kali ini akan diberikan dengan menggunakan tas kain.

Total penerima bansos Pemprov Jabar tahap III mencapai 1.907.274 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS). Sebanyak 45,1 persen penerima bansos ada di kawasan Bodebek dan Bandung raya.

Wilayah Bodebek meliputi Kota/Kab Bogor, Kota/Kab Bekasi, Kota Depok sebanyak 359.567 KRTS. Sementara, Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat ada 499.046 KRTS.

[Gambas:Video CNN]

Daerah paling banyak menerima bansos, yakni Kota Bandung 9,88 persen. Kemudian, Kabupaten Bandung (9,26 persen), Kabupaten Bogor (7,55 persen), Kabupaten Bandung Barat (6,32 persen).

Selanjutnya, Kabupaten Garut (5,65 persen). Sementara, daerah paling sedikit, yakni Kabupaten Pangandaran dengan jumlah 0,15 persen dari total KRTS Jabar.

(hyg/sfr)






Source link

Mensos: Hingga 3 November, Dana Perlindungan Sosial Terserap 87,4 Persen


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengatakan dana pemulihan ekonomi nasional atau PEN untuk program perlindungan sosial hingga 3 November 2020 telah terserap 87,44 persen. Realisasi penyaluran anggaran ini setara dengan Rp 112,7 triliun dari total pagu Rp 128,9 triliun.

“Program-program perlindungan sosial yang sifatnya program reguler dan diperluas atau program-program baru semua bisa terselenggara karena kerja sama yang baik antara kementerian/lembaga dan pemda,” tutur Juliari dalam konferensi pers yang disiarkan virtual, Rabu, 4 November 2020.

Berdasarkan rinciannya, program keluarga harapan atau PKH telah tersalurkan sebesar 100 persen untuk 10 juta keluarga penerima manfaat atau KPM dengan total anggaran Rp 36,71 triliun. Program reguler yang semula disalurkan per tiga bulan tersebut, selama pandemi diubah skemanya menjadi per bulan.

Kemudian, anggaran bansos beras terserap 62,47 persen atau sebesar Rp 3,29 triliun dari dana Rp 5,26 triliun. Bansos beras diberikan kepada 20 juta KPM yang 10 juta di antaranya juga memperoleh bantuan PKH.

Meski anggaran belum terserap seluruhnya, realisasi fisik penyaluran beras sudah rampung pada pekan lalu. “Ini lebih cepat dari target,” tutur Juliari.





Source link

Jabar Salurkan Bansos Tahap III Hari Ini hingga 13 November



Bandung, CNN Indonesia —

Bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahap III mulai digulirkan secara serentak ke 27 kabupaten/kota pada hari ini, Selasa (27/10). Pendistribusian dijadwalkan berlangsung selama 18 hari ke depan hingga 13 November 2020.

Total jumlah penerima bansos Pemprov Jabar ini mencapai 1.907.274 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS). Sebanyak 45,1 persen penerima bansos ada di kawasan Bodebek dan Bandung Raya.

Wilayah Bodebek meliputi Kota/Kab Bogor, Kota/Kab Bekasi, Kota Depok sebanyak 359.567 KRTS. Sementara, Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat ada 499.046 KRTS. 







Daerah paling banyak menerima bansos, yakni Kota Bandung 9,88 persen. Disusul Kabupaten Bandung (9,26 persen), Kabupaten Bogor (7,55 persen), Kabupaten Bandung Barat (6,32 persen).

Kemudian, Kabupaten Garut (5,65 persen). Sementara, daerah paling sedikit, yakni Kabupaten Pangandaran dengan jumlah 0,15 persen dari total KRTS Jabar.   

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta pimpinan lain memantau langsung hari pertama penyaluran bansos ini.

Gubernur memilih meninjau di Kabupaten Garut dengan melepas keberangkatan para pengemudi motor dari PT Pos Indonesia (Persero) yang menuju ke rumah-rumah penerima bansos. 

“Sebagian besar sudah berproses di bantuan ketiga ini. Sementara, per hari ini sesuai rencana. Bantuan keempat nanti akan mengakhiri (disalurkan di akhir tahun), karena ekonomi sekarang sudah membaik. Jadi ekonomi Jawa Barat sudah bergerak di 60 persen,” ujar Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).

Bansos ini, kata Emil, hanya diberikan dalam keadaan darurat seperti saat situasi pandemi covid-19. Oleh karena itu, dia berharap ekonomi Jabar terus bergerak hingga 90 persen, sehingga tahun depan sudah tidak ada lagi penerima bansos.

“Mudah-mudahan, sisa waktu di November sampai Desember mendekati 80 persen sampai 90 persen. Artinya, kalau sudah angka itu, maka ekonomi sudah normal lagi asal disiplin (protokol kesehatan),” terang dia.

“Saya doakan ekonomi Garut juga terus membaik, sehingga awal tahun depan sudah tidak ada bansos lagi. Karena yang namanya bansos itu adalah darurat, pada saat betul-betul darurat bansos masuk,” katanya melanjutkan.

Sementara itu, jumlah nominal bansos tahap tiga sebesar Rp350.000 dari semula Rp500.000. Rincian Rp100.000 tunai dan Rp250.000 berupa sembako. Sembako tersebut terbungkus dalam satu kantong tas kain berdesain batik.

Koordinator Sub Divisi Logistik Sri Endang Marwati menjelaskan nomimal bansos tahap tiga berkurang karena ada penambahan KRTS dari asalnya 1,3 juta menjadi 1,9 juta. Di satu sisi APBD Provinsi makin terbatas. “Cost (biaya) juga bertambah,” tutur Sri.

Sri menambahkan Pemprov Jabar dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memanfaatkan aplikasi Pikobar dalam proses pembersihan data, sehingga tidak akan ada data ganda atau KRTS yang menerima bansos dua kali.

“Untuk tahap tiga ini kita sudah bekerja sama dengan BPKP untuk cleansing data. Dengan Pikobar juga sudah melakukan 23 proses cleansing, sehingga data yang tahap tiga ini insyaallah sesuai dengan yang kita harapkan. Jadi tidak ganda atau dobel penerima,” katanya.

[Gambas:Video CNN]

(hyg/bir)





Source link

Imbau Berbelanja UMKM, Ridwan Kamil Minta Kelas Menengah Tak Menabung Dulu


TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kelas menengah di Indonesia agar rajin berbelanja di masa pandemi Covid-19 demi perbaikan perekonomian yang terpukul pandemi Covid-19. “Ini tidak mempromosikan pemborosan, ini adalah menolong UMKM yang hampir mati, dan mau tutup, dan mau PHK. Nah supaya tidak terjadi krisis ekonomi berkepanjangan, yang (kelas) menengah atas silahkan (belanja),” kata dia, di Bandung, Senin, 26 Oktober 2020.

Ridwan Kamil mengatakan, kelas menengah yang rajin belanja diyakininya akan membantu perbaikan ekonomi Indonesia. “Saya himbau agar kelas menengah atas itu rajin belanja. Sekarang itu indeks tabungannya masih terlalu tinggi,” kata dia. 

Ridwan Kamil mengatakan, kelas menengah atas yang memilih menyimpan uangnya, menahan berbelanja berpengaruh pada roda perekonomian. Dorongan konsumsi kelas menengah, diyakininya bakal memutar roda perekonomian.

“Kenapa perdagangan menurun, karena menengah ke bawah tidak mampu membeli, maka kita sudah berikan dengan bansos dan tunai. Nah menengah atas terlalu banyak menyimpan uang, sehingga itu juga memberatkan perbankan  yang harus membayar bunga dan lain-lain dalam jangka panjang,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil meminta agar belanja kelas menengah atas itu dilakukan dengan pembelian produk UMKM. “Kelompok menengah atas saya  himbau untuk rajin belanja ke warung, untuk membeli baju di UMKM, segala rupa dibelanjakan. Jangan nabung dululah perintah Pak Gubernur. Nanti kalau situasi normal lagi, mesin sudah normal lagi, maka di seimbangkan lagi gaya hidupnya,” kata dia.





Source link