fbpx
Hari Pelanggan Nasional, BCA terus hadirkan inovasi layanan bagi nasabah

Hari Pelanggan Nasional, BCA terus hadirkan inovasi layanan bagi nasabah


ILUSTRASI. Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bulan September menjadi momen istimewa bagi perusahaan/institusi dalam merayakan Hari Pelanggan Nasional, momen untuk mengapresiasi loyalitas pelanggan. Momen Hari Pelanggan Nasional menjadi pendorong semangat PT Bank Cental Asia Tbk (BCA) untuk terus menciptakan produk dan layanan berkualitas kepada nasabah yang tersebar di Tanah Air.

Pada akhir Juni 2020, BCA tercatat melayani 22,5 juta rekening nasabah dan memproses sekitar 30 juta transaksi setiap harinya didukung oleh 1.251 kantor cabang, 17.360 ATM, serta layanan internet & mobile banking dan contact center Halo BCA yang dapat diakses 24 jam.

Baca Juga: NIM perbankan anjlok gara-gara dua faktor ini, apa itu?

“Di Hari Pelanggan Nasional kali ini terasa berbeda dari tahun sebelumnya, biasanya kami menyapa nasabah di beberapa kantor cabang secara langsung, tahun ini kami tidak dapat menyapa secara langsung karena situasi pandemi Covid-19. Namun kami yakin bahwa rasa kebersamaan tetap terasa melalui komitmen kami untuk memberikan pelayanan perbankan secara optimal kepada nasabah di Tanah Air,” urai Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Minggu (6/9).

Jahja menambahkan, lebih dari 63 tahun BCA telah memberikan layanan transaksi finansial kepada nasabah dan kami menyadari bahwa kesetiaan nasabah menjadi salah satu kunci utama kesuksesan kami. Di tengah perkembangan era digital saat ini, penting bagi sebuah perusahaan untuk terus membangun inovasi yang diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat.

BCA senantiasa membangun inovasi terbaru dari segi produk dan layanan sehingga dapat mengimbangi kebutuhan nasabah di tengah tren digitalisasi yang saat ini berkembang. Sekitar 98% transaksi di BCA saat ini berlangsung secara digital.

Baca Juga: NIM perbankan melorot saat pandemi corona, ternyata ini pemicunya

BCA mencatatkan nilai transaksi mobile banking BCA tercatat mengalami pertumbuhan mencapai 30,4% YoY dan internet banking BCA tercatat tumbuh 5,7% YoY per semester I/2020.

Di masa pandemi Covid-19 ini, kami terus melakukan berbagai inisiatif pengembangan digital channel yang kami miliki untuk mendukung #BankingFromHome, kemudahan bertransaksi tanpa keluar rumah.

Jika tetap membutuhkan layanan cabang, Kantor Cabang BCA tetap beroperasi, dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk nasabah dan karyawan seperti wajib menggunakan masker, jaga jarak, cek suhu, dan melakukan sanitasi terhadap sarana dan infrastruktur di kantor cabang.

“Momentum Hari Pelanggan Nasional ini juga menjadi kesempatan untuk memotivasi seluruh karyawan agar dapat meningkatkan kepuasan dan kenyamanan nasabah,” terang Jahja.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Jika Rabobank Indonesia Merger dengan BCA Syariah, Begini Dampaknya

Jika Rabobank Indonesia Merger dengan BCA Syariah, Begini Dampaknya


TEMPO.CO, Jakarta-Pengamat perbankan syariah Irfan Syauqi Beik menilai langkah merger PT Bank Rabobank Internasional Indonesia dengan PT BCA Syariah  akan memberi dampak positif bagi industri.

“Bukan hanya untuk kedua bank tapi juga bagi perbankan syariah secara keseluruhan,” kata Irfan seperti dikutip Bisnis.com, Ahad, 30 Agustus 2020.

Menurut dia, jika rencana merger tersebut direalisasikan, maka ekspansi pasar perbankan syariah diyakini bakal lebih agresif pascapandemi Covid-19. Kondisi ini akan akan sangat membantu pengembangan individu bank tersebut dan industri perbankan syariah secara keseluruhan,” kata Irfan. 

Irfan menilai Rabobank adalah bank yang memiliki jaringan yang cukup luas dan masih mampu untuk dipertahankan, bahkan dikembangkan kembali oleh BCA Syariah. Adapun  BCA Syariah sudah diperkuat dengan modal yang cukup oleh induknya, yakni PT Bank Central Asia Tbk., sehingga akan membantu ekspansi pembiayaan khususnya pada kuartal keempat tahun ini. “Timing-nya sudah sangat tepat. Tinggal nanti operasional ekspansi pembiayaannya saja seiring dengan pemulihan ekonomi nasional akhir tahun,” ujar dia. 

Wakil Ketua Harian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Founder Karim Consulting Adiwarman Karim, Adiwarman A. Karim juga berpendapat serupa. “Tahun 2021 diperkirakan prospek perbankan syariah membaik. Setahu saya ada 9 inisiatif yang melibatkan 21 bank, sehingga dampak positifnya kami harap akan dirasakan pada 2021,” katanya. 

Rencana merger ini beredar menyusul disetujuinya akuisisi Rabobank oleh BCA dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BCA pada akhir Juli 2020. Selanjutnya, BCA tengah dalam proses pengajuan persetujuan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jika proses ini lancar, akuisisi diharapkan dapat dilakukan pada September 2020. Setelah itu, dilanjutkan dengan merger antara Rabobank dengan BCA Syariah.

BISNIS.COM

 





Source link

BCA Akan Merger Rabobank dengan BCA Syariah Awal 2021

BCA Akan Merger Rabobank dengan BCA Syariah Awal 2021


TEMPO.CO, Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk atau BCA menyampaikan rencana lanjutan setelah mengakuisisi PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank).

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan perusahaan memiliki rencana untuk merger Rabobank dengan PT Bank BCA Syariah awal 2021. Proses lanjutan ini sebagai bagian dari rencana perseroan untuk membesarkan bisnis anak usahanya, BCA Syariah, melalui strategi pertumbuhan organik maupun anorganik.

Dia menampik rencana lanjutan ini untuk bersaing dengan BUMN yang juga berencana akan melakukan merger bank syariah yang menjadi anak usaha bank BUMN.

“Kebetulan momentumnya ketemu untuk anorganik. Ini yang kita rencanakan dengan BCA Syariah,” katanya dalam pubex live ID, Jumat, 28 Agustus 2020.

Vera menambahkan saat ini fokus perseroan menyelesaikan proses akuisisi Bank Rabobank. Setelah RUPSLB yang digelar akhir Juli kemarin menyetujui rancangan akuisisi atas saham Rabobank, selanjutnya perseroan dalam proses pengajuan persetujuan ke regulator yakni Otoritas Jasa Keuangan.

BCA dan entitas anak PT BCA Finance berencana membeli masing-masing 3,72 juta lembar saham dan 1 lembar saham dari para pemegang saham Rabobank yang mewakili 100 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor pada Rabobank.

Jika proses ini lancar, katanya, maka perseroan berharap akuisisi dapat dilakukan pada September 2020 dan akan dilanjutkan untuk proses merger Rabobank dengan BCA Syariah.

Menurutnya, jika semua proses berjalan lancar, maka merger dapat dilakukan pada awal tahun depan. Lebih lanjut, permodalan BCA Syariah setelah merger dapat mencapai Rp 2 triliun.

“Modal Rabobank di posisi Juni di kisaran Rp 384 miliar per Juni 2020. Awal tahun ini, kita juga baru menambah modal ke BCA Syariah Rp 1 triliun,” katanya.

BISNIS





Source link