fbpx

LPDP Bidik Kelola Dana Abadi Pendidikan Rp100 T pada 2025



Jakarta, CNN Indonesia —

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menargetkan dana abadi pendidikan bisa meningkat dari saat ini Rp51,12 triliun menjadi Rp100 triliun pada 2025

Direktur Utama LPDP Rionald Silaban mengungkapkan dana tersebut diharapkan dapat dikelola dengan maksimal untuk menjamin ketersedian berbagai macam layanan program pendidikan yang dapat digunakan antar generasi.

“Sampai saat ini kami laporkan bahwa LPDP berhasil memberikan beasiswa kepada 25.326 penerima beasiswa yang tersebar di berbagai negara untuk menempuh studi di berbagai bidang ilmu yang tentunya sangat diperlukan oleh Indonesia,” ujar Rionald dalam Studium Generale yang digelar LPDP, Senin (2/11).







Rionald melanjutkan sampai saat ini LPDP juga telah meluluskan 11.767 alumni penerima beasiswa yang siap mengabdi berkontribusi bagi Indonesia. Ke depannya, kata dia, program LPDP hanya akan diprioritaskan pada sektor yang dibutuhkan masyarakat dan mendukung terwujudnya nawacita.

Sementara itu, Ronald melaporkan tahun ini terdapat 1.659 penerima beasiswa yang terdiri 784 pria dan 875 wanita. “54 penerima beasiswa di antaranya akan melanjutkan studi jenjang doktor spesialis, 1.282 jenjang magister dan 323 akan melanjutkan jenjang doktoral,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan anggaran pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah. Sebagaimana diamanatkan konstitusi, pemerintah tetap konsisten mengalokasikan 20 persen dari APBN meskipun ekonomi sedang tertekan akibat pandemi covid-19.

“Anggaran pendidikan harus 20 persen dari APBN, no matter what. Artinya mau kondisi APBN lagi kempes, lagi besar, ekonomi menghadapi covid-19 itu tidak boleh dikompromikan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmen tersebut sejalan dengan keinginan Indonesia untuk memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat bersaing seperti negara lain.

Selanjutnya, Rionald memastikan pemberian LPDP terus diusahakan agar merata ke seluruh Indonesia. Tahun ini alokasi penerima beasiswa untuk wilayah Sumatera sebanyak 249 orang, Jawa 1.041 orang, Kalimantan 55 orang, Nusa Tenggara dan Bali 132 orang, Sulawesi 132 orang, Papua 30 orang, serta Maluku 28 orang.

Lebih lanjut, pemerintah juga sedang mengalokasikan anggaran untuk penyandang disabilitas, Indonesia timur, hingga anak-anak dari keluarga pra sejahtera.

“Mulai dari pendidik usia dini kita harus berpihak kepada keluarga miskin, make sure for the next generation-nya tidak miskin. Harus dipotong itu tali kemiskinan antar generasi,” tandas Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNN]

(hrf/sfr)





Source link

Solidaritas Ebamukai Kembalikan Uang Beasiswa Veronica Koman, Respons LPDP?

Solidaritas Ebamukai Kembalikan Uang Beasiswa Veronica Koman, Respons LPDP?


TEMPO.CO, Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP menanggapi kabar pengembalian dana beasiswa atas nama Veronica Koman. Kabar tersebut disampaikan oleh Veronica melalui surat elektronik kepada LPDP, Rabu, 16 September 2020.

“Pada Hari Rabu tanggal 16 September 2020, LPDP telah menerima email dari saudari Veronica Koman Liau (VKL) berisi pemberitahuan pembayaran pengembalian dana beasiswa atas nama VKL,” seperti dikutip dari keterangan resmi LPDP, Kamis, 17 September 2020.

LPDP menyatakan akan melakukan penelitian dan verifikasi atas transfer pengembalian dana beasiswa tersebut sebelum menetapkan bahwa tagihan kepada Veronica sudah lunas.

Sebelumnya LPDP meminta Veronica Koman untuk mengembalikan dana beasiswa sebesar Rp 773,8 juta. LPDP menilai Veronica tak memenuhi kontrak bahwa penerima beasiswa yang kuliah di luar negeri harus kembali ke Indonesia setelah selesai studi.

Veronica sebelumnya menyatakan telah kembali ke Indonesia pada September 2018 setelah menyelesaikan program Master of Laws di Australian National University. Menurut Veronica, Kementerian Keuangan mengabaikan fakta bahwa ia telah menunjukkan keinginan kembali ke Indonesia apabila tidak sedang mengalami ancaman yang membahayakan keselamatan dirinya.

Tagihan Veronica tersebut kemudian dibayar kontan oleh Tim Solidaritas Ebamukai untuk Veronica Koman. Mereka mengembalikan uang beasiswa LPDP Veronica Koman ke Kementerian Keuangan, Rabu, 16 September 2020. Pengembalian beasiswa itu diwakili oleh eks tahanan politik Ambrosius Mulait dan Dano Tabuni dan didampingi pengacara hak asasi manusia, Michael Hilman.

Tim Solidaritas Ebamukai awalnya hendak mengantarkan uang tersebut ke kantor LPDP. Direktur Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Markus Haluk mengatakan mereka telah melayangkan permohonan audiensi ke LPDP sejak dua hari lalu tapi belum ditanggapi.





Source link