fbpx
DPK bank tumbuh lebih tinggi dari kredit, ini sebabnya

DPK bank tumbuh lebih tinggi dari kredit, ini sebabnya


ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi melalui ATM. KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dalam masa pandemi Covid-19, permintaan kredit memang melandai. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kredit perbankan per Agustus 2020 yang menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) cuma 1,04%.

Tetapi di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan tumbuh lebih tinggi yakni sebesar 11,64% secara year on year (yoy). Lebih baik ketimbang periode Juli 2020 yang kala itu disebut OJK tumbuh 8,53% secara tahunan.

Beberapa bankir yang dihubungi Kontan.co.id mengamini, peningkatan DPK memang tinggi. Selain karena tren menabung yang tinggi di tengah pandemi, hal ini juga disebabkan minimnya permintaan kredit. Walhasil, secara suplai pendanaan alias likuiditas saat ini bisa dikatakan ada di level paling longgar.

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri: Kredit perbankan hanya tumbuh 1,5% di 2020

PT Bank CIMB Niaga Tbk misalnya yang mencatatkan DPK Rp 203,98 triliun per Juli 2020, naik 18,51% dari periode sama setahun lalu yang sebesar Rp 172,12 triliun.

Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan menyebutkan, mayoritas penopang pertumbuhan tersebut tak terlepas dari kenaikan dana murah (CASA) yang juga sebesar 18%. Namun, pertumbuhan deposito cenderung melambat karena CIMB Niaga lebih fokus menjaring dana murah.

“Secara total, DPK kami tumbuh positif. Nasabah mungkin lebih nyaman ke tabungan daripada deposito karena lebih fleksibel dan banyak fasilitas lewat mobile banking,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (24/9) lalu.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) pun menyerukan hal senada. Walau tidak sederas industri, menurut Direktur Bank BTN Jasmin, per Agustus 2020 DPK BTN sudah naik 6,5%. Pertumbuhan itu didominasi dana murah yakni giro sebesar 15,5% yoy.

Malah bila dirinci, dari Juni 2020 ke bulan Agustus 2020 ada peningkatan cukup tinggi sekitar 9% dari Rp 226,32 triliun menjadi Rp 246,53 triliun. “Tren DPK di bulan eptember 2020 diperkirakan juga tetap naik,” kata Jasmin kepada Kontan.co.id, Jumat (25/9).

Walau punya potensi besar, bank bersandi bursa BBTN ini tidak ngotot menargetkan DPK jumbo tahun ini. Menurut Jasmin, DPK hanya ditargetkan tumbuh sekitar 7%-8% saja sepanjang tahun 2020. Ini karena BTN ingin memperbesar porsi dana murah (rasio CASA).

Menurut Jasmin, wajar kalau DPK tumbuh jauh melampaui pertumbuhan kredit. Sebab, kebanyakan nasabah atau debitur pastinya tengah mengerem kredit di masa pandemi. Walhasil, bisa dibilang dana-dana tersebut sedang diparkir di instrumen DPK, setidaknya sampai ekonomi stabil.

“Kami tidak mematok tinggi. Permintaan kredit juga masih jauh dari normal. Semoga tahun depan ekonomi kita membaik,” terangnya.

Baca Juga: Ini progres restrukturisasi kredit korporasi bank besar

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Salurkan dana PEN, bank syariah bidik tiga segmen berikut

Salurkan dana PEN, bank syariah bidik tiga segmen berikut


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tiga bank syariah milik entitas bank pelat merah masing-masing dapat penempatan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) masing-masing Rp 1 triliun. Selain segmen UMKM, dan komersial, bank syariah juga akan membidik segmen konsumsi. 

“Penempatan dana PEN kepada tiga bank syariah masing-masing senilai Rp 1 triliun. Sementara untuk empat BPD nilainya akan disesuaikan rencana bisnis, kapasitas, dan risiko,” kata Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto kepada Kontan.co.id, Jumat (25/9).

Asal tahu saja, ketiga bank syariah ini adalah Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah.

Andin menambahkan ada sejumlah pertimbangan mengapa Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu memutuskan untuk menempatkan dana PEN kepada tiga bank syariah tersebut.

Baca Juga: Tiga bank syariah ini masing-masing dapat dana PEN sebesar Rp 1 triliun

Ini terkait rencana bisnis, kapasitas, dan risiko bank untuk melakukan ekspansi pembiayaan, menurunkan marjin, menjaga NPF, serta kontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Yang menarik. selain ke segmen UMKM dan komersial, tiga bank syariah tersebut juga akan menyalurkan dana menjadi pembiayaan ke segmen konsumsi.

“Kami sangat mendukung program PEN, dana akan kami salurkan menjadi pembiayaan untuk mendukung pelaku UMKM, maupun kebutuhan individu saat pandemi,” kata Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri Tony Eko Boy Subari dalam paparan virtual, Jumat (25/9).

Ia menambahkan, penempatan dana dalam bentuk deposito di perseroan juga tergolong murah, mengingat tingkat suku bunga yang hanya 2,82%, mengacu suku bunga Bank Indonesia tiga bulan (BI3MRR) sebesar 3,82% dikurangi 1%.

Makanya biaya dana perseroan diakuinya tak akan terkerek naik akibat penempatan dana PEN ini. 

Direktur Keuangan dan Operasional PT BNI Syariah Wahyu Avianto pun mengakui hal yang sama. “Cost of fund kami sudah cukup rendah pada kisaran 2,20%, namun masih ada deposito bagi hasil dengan tingkat di atas biaya dana kami,” katanya kepada Kontan.co.id secara terpisah.

Meskipun tingkat suku bunga penempatan lebih tinggi dari biaya dana perseroan, namun lantaran nilai penempatan yang tak signifikan dibandingkan dana pihak ketiga perseroan, biaya dana BNI Syariah juga ditaksir tak akan terkerek.

Entitas anak PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ini juga bakal menyalurkan pembiayaan dari dana PEN ke segmen konsumsi terutama untuk kebutuhan perumahan. 

“Dana Rp 1 triliun target leverage dua kali atau Rp 1 triliun. Rencana penyaluran pembiayaannya kepada segmen konsumsi terutama perumahan, sementara untuk segmen komersial untuk kebutuhan pembiayaan BUMN,” lanjut Wahyu.

Sementara Sekretaris Perusahaan PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) Mulyatno Rachmanto bilang, Rp 1 triliun dana PEN akan disalurkan menjadi pembiayaan kepada komunitas, dan para pelaku UMKM.  

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Penyaluran KUR mulai kencang di tiga bulan terakhir

Penyaluran KUR mulai kencang di tiga bulan terakhir


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejumlah bank sudah mulai kembali normal sejak tiga bulan terakhir setelah pelonggaran aktivitas ekonomi. Bahkan, ada yang mendapat tambahan kuota KUR tahun ini. Dengan melihat perkembangan belakangan, bank optimis bisa menyalurkan kuota yang sudah diperoleh.

Bank BNI tercatat telah menyalurkan KUR sebesar Rp 12,5 triliun hingga Agustus 2020. Itu sekitar 56,8% dari kuota yang diterima perseroan dari pemerintah tahun ini yakni Rp 22 triliun. Sebanyak 48% disalurkan ke sektor perdagangan dan 52% di sektor produksi yang sebagian besar merupakan pertanian. 

GM Divisi Bisnis Usaha Kecil-2 BNI Bambang Setyatmojo mengatakan, penyaluran KUR BNI sepanjang April -Juni atau masa shock Covid-19 sangat menurun akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, sejak Juli sudah kembali normal dimana peningkatannya empat sampai lima kali lipat dari masa shock tersebut.

Baca Juga: Bank mitra anyar dapat Rp 1 triliun dari dana PEN

“Dengan tren kenaikan dan dukungan dari pemerintah dalam menggerakkan ekonomi khususnya UMKM, BNI Optimis dapat menyalurkan seluruh kuota tahun ini,” katanya pada KONTAN, Kamis (24/9).

Guna mempercepat penyaluran KUR, BNI melakukan strategi  klastering, menggarap value chain debitur korporasi, bekerjasama dengan mitra offtaker dan mempermudah akses pembiayaan digital. Lalu, melakukan efisiensi dan akurasi proses melalui aplikasi digital BNI Move, aktif dalam program Digiku dan kerjasama dengan platform digital.

Sementara BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 76,68 triliun hingga akhir Agustus. Realisasinya  mencapai 54,6% dari kuota KUR yang diperoleh perseroan tahun ini sebesar Rp 140,2 triliun. 

Baca Juga: Hasil penjualan SR013 di Bank BRI capai Rp 3,5 triliun

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, realisasi KUR sejak Juni meningkat cukup besar yakni mencapai Rp 29,2 triliun. BRI memperoleh tambahan kuota KUR sebesar Rp 20 triliun tahun ini yang terdorong dari KUR mikro Rp 10 triliun dan KUR super mikro Rp 10 triliun. Awalnya perseroan hanya mendapat kuota Rp 120,2 triliun.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Mitra Gojek bisa dapat fasilitas KUR hingga Rp 10 juta berbunga 0% dari bank Himbara

Mitra Gojek bisa dapat fasilitas KUR hingga Rp 10 juta berbunga 0% dari bank Himbara


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kabar baik bagi para mitra Gojek. Gojek kini bisa memfasilitasi akses kredit usaha rakyat (KUR) kepada para mitra usaha. Para mitra GoJek bisa mengases KUR super mikro dengan suku bunga 0% dengan plafon pinjaman hingga Rp 10 juta.

Inisiatif subsidi dari Kementerian Koordinator Bidang  Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian) itu nantinya tetap disalurkan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Gojek mendukung proses seleksi awal melalui pre-screening calon debitur dari mitra usaha Gojek menggunakan beberapa kriteria dasar. Proses pengajuan pinjaman KUR itu akan ditindaklanjuti dengan analisa serta persetujuan akhir dari pihak Bank Himbara.

Kemudian calon debitur yang lolos tahap ini akan diajukan ke bank untuk proses penilaian dan analisa kredit sesuai prosedur. Jika terpilih sebagai debitur, maka bank akan melanjutkan proses penyaluran pinjaman langsung ke debitur yang bersangkutan.

Baca Juga: Mitra driver gojek kini merasa lebih aman, apa penyebabnya?

“Kredit dengan suku bunga 0% ini merupakan sebuah dukungan luar biasa pemerintah untuk UMKM dengan memberikan tambahan subsidi untuk para Penerima KUR dan calon Penerima KUR Super Mikro ini dan berkontribusi untuk pemulihan ekonomi nasional. Gojek akan menjangkau mitra usaha kami melalui kanal informasi resmi mitra usaha Gojek dan mendukung agar semakin banyak mitra UMKM yang dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk menjaga perputaran usaha,” ujar Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo dalam keterangan tertulis pada Rabu (23/9).

Fasilitasi penyaluran KUR ini merupakan kolaborasi antara Gojek dan Pemerintah serta Bank Himbara yang kesekian kali. Sebelumnya, Gojek juga telah menjadi mitra pilihan bank Himbara dan pemerintah melalui program Digital Kredit untuk UMKM (DigiKU) serta telah memfasilitasi mitra driver dengan pinjaman dana bunga ringan yang juga merupakan kolaborasi bersama Bank BRI.

Gojek juga membantu perluasan akses pasar para pelaku UMKM dan pasar tradisional, sekaligus mensukseskan program pemerintah seperti Gerakan #BanggaBuatanIndonesia (BBI) dan Toko Mitra Tani.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Kini OVO layani transaksi pembayaran digital langganan Disney+ Hotstar dan Spotify

Kini OVO layani transaksi pembayaran digital langganan Disney+ Hotstar dan Spotify


ILUSTRASI. Karyawan yang menjalani Kerja Dari Rumah (Work From Home) melakukan transaksi non tunai melalui aplikasi e-wallet di Tangerang Selatan./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/16/04/2020.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Visionet Internasional pemegang izin uang elektronik OVO mulai membidik transaksi pembayaran digital langganan Disney+ Hotstar dan Spotify. Hal ini seiring maraknya penggunaan dua platform hiburan digital itu di tengah pandemi.

OVO memfasilitasi metode pembayaran untuk langganan tahunan Disney+ Hotstar dengan biaya seharga Rp 199.000 per tahun. Kemudian juga memfasilitasi pembayaran sekali bayar untuk langganan Spotify, dimulai dari yang harian sebesar Rp 4.990 hingga maksimal 1 tahun sebesar Rp 499.900.

“Kehadiran OVO sebagai metode pembayaran pada platform Disney+ Hotstar dan Spotify, diharapkan dapat mempermudah para pengguna kami untuk melakukan pembayaran langganan pada kedua platform tersebut. Sekaligus, sebagai wujud dukungan OVO kepada masyarakat yang menerapkan protokol kesehatan dengan tetap di rumah, tidak bepergian kecuali untuk hal penting,” ujar Harumi Supit, Head of Corporate Communications OVO dalam keterangan tertulis pada Rabu (23/9). 

Baca Juga: Inilah daftar perusahaan & organisasi yang beri bantuan Covid-19, pornhub termasuk

Harumi menambahkan kehadiran Disney+ Hotstar dan Spotify di dalam ekosistem OVO, tentunya akan memudahkan proses langganan untuk kedua platform tersebut bagi para pengguna. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia dalam mencari maupun menikmati hiburan secara aman dan nyaman dari rumah.

Lanjutnya, masa-masa pandemi yang menyulitkan dan penuh ketidakpastian ini mendorong OVO untuk terus beradaptasi dan mendengarkan kebutuhan pengguna, merchant maupun mitra, dengan memastikan strategi dan inovasi perusahaan yang sesuai untuk menghadapinya. Salah satunya adalah dengan memperhatikan hal-hal apa yang sekiranya diperlukan oleh pengguna selama di rumah, yaitu kebutuhan akan hiburan.

Sebelumnya, OVO telah banyak berkolaborasi dengan mitra lain yang bergerak di bidang hiburan, namun seiring dengan perkembangan industri ini dan banyak platform yang terus bermunculan, membuat OVO senantiasa menjalin kolaborasi dengan mitra terkait untuk memperluas ekosistemnya. Sekaligus, menekankan komitmennya untuk memperluas penerimaan OVO sebagai metode pembayaran yang mudah, aman, dan dapat digunakan dimana saja.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

FinCen Files sebut dua bank BUMN terlibat transaksi mencurigakan, ini kata Himbara

FinCen Files sebut dua bank BUMN terlibat transaksi mencurigakan, ini kata Himbara


ILUSTRASI. Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso yang juga Ketua Himbara jelaskan keterlibatan dua bank BUMN dalam transaksi mencurigakan yang disebut FinCen Files.

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Financial Crimes Enforcement Network  (FinCen) melaporkan bocoran data seputar aliran dana mencurigakan yang keluar masuk melalui perbankan di Indonesia.

Mengutip laman International Consorsium of Investigative Journalism (ICIJ), Selasa (22/9/, FinCen File mencatat ada sebanyak 496 transaksi mencurigakan yang mengalir ke dan keluar dari Indonesia dan dilakukan 19 bank.

Total transaksi dana masuk dan keluar dari Indonesia mencapai US$ 504,65 juta atau sekitar Rp 7,41 triliun. Perinciannya: dari uang masuk ke Indonesia senilai US$ 218,49 juta, adapun dana yang ditransfer ke luar Indonesia US$ 286,16 juta.

Dari 19 bank itu, ada dua bank milik negara yang terlibat transaksi yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia  Tbk (BBNI).

Masih dari data yang sama, Bank Mandiri (BMRI) tercatat melakukan transaksi masuk dan keluar dana di Indonesia sebanyak 111 transaksi. Uang keluar dari Indonesia lewat Bank Mandiri sebesar US$ 250,39 juta, sementara yang masuk US$ 42,33 juta

Adapun BNI (BBNI) ada dua transaksi dengan perincian adalah uang keluar US$ 10,21 juta, dan yang masuk ke BNI sebesar US$ 428,052 juta.

KONTAN sudah menghubungi petinggi Bank Mandiri dan juga Bank BNI terkait transaksi mencurigakan tersebut. Hanya saja, sampai tulisan ini naik, pertanyaan KONTAN belum dijawab.

Baca Juga: Sejumlah bank di Indonesia disebut dalam laporan FinCEN, ini kata OJK

Tapi jawaban datang dari Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Sunarso. Sunars  mengatakan, pelaporan transaksi nasabah bank di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (UU APU PPT).

Aturan tersebut mengatur bahwa penyedia jasa keuangan wajib menyampaikan laporan transaksi keuangan yang memenuhi kriteria tertentu. “Termasuk transaksi keuangan mencurigakan (suspicious transaction) kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),” ujar Sunarso dalam keterangan resmi, Selasa (22/9).

Berdasarkan UU APU PPT tersebut, direksi, komisaris, pengurus atau pegawai pihak pelapor dilarang memberitahukan kepada pengguna jasa atau pihak lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Dilarang memberitahukan dengan cara apa pun, mengenai laporan transaksi keuangan mencurigakan yang sedang disusun atau telah disampaikan kepada PPATK,” ujar dia.

Baca Juga: Himbara berkomitmen laporkan transaksi mencurigakan

Bank-bank milik negara (Himbara) juga berkomitmen untuk memenuhi kewajiban pelaporan kepada regulator, termasuk ke PPATK.

“Kami  memastikan bahwa seluruh transaksi perbankan mengikuti ketentuan otoritas, baik Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PPATK, serta selaras dengan international best practices dari Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF),” ujar Sunarso.

Berdasarkan FinCen Files, seluruh transaksi  mencurigakan tersebut diproses melalui 4 bank yang berbasis di Amerika Serikat, yakni The Bank of New York Mellon sebanyak 312 transaksi, Deutsche Bank AG (49 transaksi), Standard Chartered Plc (116 transaksi), dan JP Morgan Chase & Co (19 transaksi).

Keempat bank tersebut kemudian melaporkan aktivitas mencurigakan kepada  FinCen.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Ini empat fokus pengembangan keuangan syariah menurut OJK

Ini empat fokus pengembangan keuangan syariah menurut OJK


ILUSTRASI. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut perkembangan industri perbankan syariah semakin cepat. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya jumlah lembaga keuangan syariah.

Menurut catatan OJK di sektor perbankan saat ini sudah terdapat 14 bank umum syariah (BUS), 20 unit usaha syariah (UUS) dan 162 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Selain itu, aset keuangan syariah di Tanah Air juga terus tumbuh.

Per Juli 2020 nilai aset keuangan syariah sudah mencapai Rp 1.639,08 triliun, naik sebesar 20,61% secara year on year (yoy) dengan market share 9,68%.

Baca Juga: Ketua OJK: Ada 4 kunci pengembangan industri keuangan syariah

“Hal ini menunjukkan bahwa keuangan syariah memiliki daya tahan dan semangat yang tinggi untuk dapat bertahan,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam Webinar di Jakarta, Senin (21/9).

Wimboh menambahkan, dalam masa pandemi ini bisa menjadi momentum bagi kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah untuk dapat mengambil peran lebih besar dalam proses pemulihan ekonomi nasional.

Untuk itu OJK punya empat area pengembangan syariah ke depan yang bakal difokuskan regulator. Pertama, membangun sinergi dan integrasi ekonomi dan keuangan syariah dalam suatu ekosistem ekonomi syariah yang lengkap.

Antara lain ada empat sektor yang disasar, semisal pelaku industri halal di bidang makanan, fesyen, kosmetik dan kesehatan, pariwisata, media dan marketplace halal. Lalu islamic social finance, organisasi kemasyarakatan berbasis agama, hingga institusi, otoritas dan asosiasi.

Area kedua yang disinggung OJK yakni penguatan kapasitas industri keuangan syariah. Menurut Wimboh, industri keuangan syariah memang sudah cukup banyak berikut dengan variasi produknya. Tetapi, saat ini di Indonesia belum ada lembaga keuangan syariah yang besar.

“Di industri perbankan misalnya. Kita belum memiliki bank syariah yang besar di BUKU IV, apalagi di industri keuangan non-bank,” terangnya.

Untuk itu, sebagai regulator pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan skala ekonomi industri keuangan syariah melalui peningkatan nominal modal minimum maupun akselerasi konsolidasi.

Fokus ketiga adalah dengan membangun permintaan (demand) terhadap keuangan syariah. Hal ini mengacu pada tingkat literasi yang masih rendah, yakni hanya 8,11%.

Baca Juga: Hingga Juli 2020, aset keuangan syariah tembus Rp 1.639,08 triliun

Lalu inklusi keuangan syariah masih 9,1% sangat rendah dibandingkan konvensional. Padahal dari segi jumlah, Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Fokus ke-empat dan terakhir tentunya mendorong adaptasi digital yang lebih masih untuk mendongkrak pasar ekonomi dan keuangan syariah.

“Pandemi ini telah mempercepat proses digitalisasi di dalam ekosistem ekonomi syariah. Dalam rangka memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat yang semakin go-digital di era new normal ini,” pungas Wimboh.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Penerbitan kartu debit GPN sedang seret, ini penyebabnya

Penerbitan kartu debit GPN sedang seret, ini penyebabnya


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penerbitan kartu debit berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) perbankan diakui bankir sedang seret. Hal ini lagi-lagi diakibatkan pandemi Covid-19 yang membuat pembukaan rekening baru tergolong sepi. Sebab, dengan adanya pembatasan wilayah untuk meredam penyebaran Covid-19 membuat kapasitas operasional kantor cabang berkurang. 

Meski begitu, bankir tetap percaya diri penerbitan kartu GPN akan tetap tinggi. Lantaran, sejauh ini realisasinya sudah cukup membahagiakan. Ambil contoh di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang per akhir Agustus 2020 lalu mencatat sudah ada 1,4 juta kartu GPN yang diterbitkan perseroan. 

Menurutnya, dibandingkan dengan periode setahun sebelumnya, posisi ini meningkat 333,11 ribu kartu. “Saat Covid-19 seperti ini memang pembukaan rekening yang ke cabang agak menurun. Kami fokus mendorong transaksi non tunai lewat mobile banking, internet banking atau cash management,” ujar Direktur Distribution and Retail Funding Bank BTN Jasmin kepada Kontan.co.id, Minggu (20/9). 

Baca Juga: Penyaluran KUR telah mencapai Rp 107,28 triliun hingga pertengahan September 2020

Adapun, peningkatan kartu GPN di perseroan juga didorong oleh pembukaan rekening payroll melalui program BTN Solusi yang difokuskan untuk instansi atau lembaga. 

Di sisi lain, dalam praktiknya perseroan tentu selalu menawarkan terlebih dahulu kartu debit GPN setiap pembukaan rekening baru. Kemudian, sedangkan kartu switching asing seperti VISA dan Mastercard akan diberikan sesuai permintaan nasabah. “Kalau nasabahnya minta akan kami kasih semisal untuk transaksi online. Bisa juga memilih salah satu,” sambungnya. 

Sementara itu, per Agustus 2020 total kartu debit yang sudah diterbitkan BTN jumlah mencapai 5,09 juta kartu. Itu artinya, sudah lebih dari 27,37% dari total kartu debit keluaran BTN merupakan kartu berlogo Garuda Merah alias GPN. 

Serupa, Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Hery Gunardi mengatakan saat ini jumlah kartu GPN di perseroan sudah mencapai 5,1 juta kartu atau hampir 55% dari total kartu yang beredar sejak peluncuran di tahun 2018 silam. “Sejak peluncuran Mandiri Debit GPN tahun 2018, kartu ini mendapat respon yang positif dari nasabah,” kata Hery. 

Baca Juga: BI diprediksi akan menahan suku bunga acuan di level 4,00% hingga akhir 2020

Dia juga menambahkan, sejatinya keunggulan dari kartu GPN dibandingkan dengan switching asing adalah adanya biaya administrasi per bulan-nya lebih murah.  

Sementara itu, untuk mendorong peningkatan pemilik kartu debit GPN, Bank Mandiri terus menginformasikan fitur dan benefit kartu GPN kepada nasabah saat pembukaan rekening. Sekaligus didukung oleh infrastruktur seperti ATM dan EDC Bank Mandiri yang sudah dapat dipakai untuk bertransaksi menggunakan kartu debit GPN. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Pefindo beri peringkat idAA+ untuk surat utang Bank Permata

Pefindo beri peringkat idAA+ untuk surat utang Bank Permata


ILUSTRASI. Kredit korporasi Bank Permata: Layanan nasabah di Bank Permata, Jakarta, Jumat (12/9). PermataBank menjadi lead mandate arranger saat menyalurkan kredit sebesar Rp300 miliar dari total Rp650 Miliar yang disalurkan kepada Andalan Finance. Hingga Akhir Seme

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAA+ untuk Obligasi Subordinasi Berkelanjutan PT Bank Permata Tbk (Bank Permata) II tahap I tahun 2013 senilai Rp 860 miliar yang akan jatuh tempo pada 24 Desember 2020. 

Pefindo menyatakan, surat utang tersebut akan dilunasi menggunakan dana internal. Per 31 Agustus 2020, bank membukukan aset likuid dengan jumlah yang memadai yakni sebesar Rp 48,8 triliun. 

“Kami akan memantau posisi aset likuid bank, khususnya selama masa penyebaran Covid-19 ini untuk memastikan kesiapan pembayaran surat utang yang akan jatuh tempo tersebut,” kata Pefindo, dalam keterangan resmi, Jumat (18/9).

Baca Juga: Surat utang Bank BRI raih peringkat triple A dari Pefindo

Menurut Pefindo, efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan.  “Kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia adalah sangat kuat,” terangnya. 

Adapun tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

Menurut Pefindo, Bank Permata merupakan salah satu leading commercial bank di Indonesia. Sebesar 89,12% saham dimiliki oleh Bangkok Bank yang memiliki peringkat BBB+ atau stabil dari Standard & Poor’s. Sementara 10,88% saham dimiliki oleh publik. 

Hingga 30 Juni 2020, perusahaan memperkerjakan 7.190 karyawan untuk menawarkan produk dan jasa perusahaan kepada para nasabah.

Baca Juga: Jelang jatuh tempo, Pefindo tegaskan peringkat idA1+ untuk surat utang SMF

Perusahaan juga memiliki 309 kantor cabang, 16 mobile branches, dan 965 unit ATM milik sendiri, yang terkoneksi secara on-line dengan 6 jaringan ATM gabungan dengan jumlah lebih dari 100.000 unit. 

 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Bank DKI raih penghargaan BUMD Marketeers Award

Bank DKI raih penghargaan BUMD Marketeers Award


ILUSTRASI. Aplikasi JakOne Mobile

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank DKI meraih tiga penghargaan sekaligus pada BUMD Marketeer Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Mark Plus Inc.

Ketiga penghargaan tersebut mencakup predikat sebagai the most promising company in entrepreneurial SOE (Gold), Marketing 3.0 (Gold) dan Strategic Marketing (Bronze) pada BUMD Marketeers Award yang diselenggarakan oleh Markplus.

Adapun penghargaan tersebut diterima secara virtual oleh Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi pada Sabtu, (19/9).

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mewakili Manajemen Bank DKI  mengucapkan terima kasih atas apresiasi penghargaan yang telah diberikan.

Baca Juga: Bank DKI kucurkan kredit ke UMKM Jakpreneur

Penghargaan ini menjadi penanda kepercayaan pemangku kepentingan termasuk nasabah yang kian meningkat kepada Bank DKI.

Lebih lanjut ia menyampaikan walaupun pandemi terus berlanjut, kami tidak berhenti untuk berinovasi dalam menciptakan produk dan layanan perbankan yang memudahkan nasabah dan masyarakat Jakarta.

“Penghargaan ini merupakan perwujudan dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya sebagai pemegang saham Bank DKI,” kata Herry dalam keterangannya.

Selain itu Herry juga menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi Bank DKI untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah melalui layanan perbankan digital seperti JakCard dan JakOne Mobile.

Melalui perbankan digital, pemasaran produk yang selama ini dilakukan di kantor layanan, juga dapat dilakukan melalui aplikasi JakOne Mobile, dimana nasabah dapat melakukan pembukaan rekening tabungan ataupun deposito dengan menggunakan JakOne Mobile.

Untuk penyaluran kredit, Ban DKI juga terus melakukan pemasaran secara digital melalui aplikasi e-form dimana calon debitur dapat mengajukan permohonan secara online.

Selain itu, Herry menyebut Bank DKI juga berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan UMKM di DKI Jakarta melalui penyaluran kredit.

Bank DKI berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut setelah melalui proses penjurian dari para juri yang berasal dari anggota Jakarta Chief Marketing Officer (CMO) Club, Indonesia Marketing Association dan International Council for Small Business di Indonesia.

Baca Juga: Gandeng Bank DKI, SMF salurkan pembiayaan KPR Syariah Rp 500 miliar

Proses penjurian dilakukan secara daring (online) karena mempertimbangkan situasi pandemi COvi-19. Selain penjurian, tahapan sosialiasi proses pelaksanaan awarding serta pengisian formulir juga dilakukan secara daring.

Sebelumnya, Bank DKI juga meraih penghargaan sebagai BUMD terbaik Top of The Top dan Top BUMD 2020 Bintang Lima di Top BUMD Awards 2020 dari Top Business dan Institut Otonomi Daerah.

Pada kesempatan tersebut Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa juga mendapatkan penghargaan sebagai Top CEO BUMD 2020.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link