fbpx

Hari I Buka, Penonton Bioskop di Bengkulu 300 Orang dari Kapasitas Studio 1.000


TEMPO.CO, Bengkulu -Manajemen Bencoolen Mall, salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bengkulu, mencatat sebanyak 300 orang tercatat membeli tiket bioskop XXI di hari pertama buka setelah sempat tutup selama delapan bulan sejak pandemi Covid-19

“Bioskop XXI di Benmall dibuka pertama setelah tutup sekian lama pada hari Sabtu kemarin dan penontonnya tercatat 300 orang, tapi itu masih sedikit kalau dibandingkan kapasitas studio kita yang mencapai seribu orang,” kata General Manajer (GM) Bencoolen Mall Irwan Saputra saat diwawancarai Senin, 16 November 2020.

Dibukanya kembali bioskop tersebut setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bengkulu melakukan pemeriksaan kesiapan penerapan protokol kesehatan di area bioskop seperti pengaturan bangku di dalam studio yang tak boleh berdempetan.

Irwan mengatakan pengelola bioskop juga telah membatasi penjualan tiket hanya 50 persen dari total kapasitas kursi per studio. Hal itu dilakukan untuk memberikan jarak antar penonton agar tidak berdempetan.

Selain itu, pengelola juga mengurangi waktu operasional bioskop dengan penayangan film terakhir pada pukul 20.00 WIB dari sebelumnya pukul 23.00 WIB.

“Setiap pengunjung yang masuk itu kita data dengan aplikasi agar ketika terjadi sesuatu kita bisa lakukan tracing dan juga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat seperti pemeriksaan suhu tubuh, wajib mencuci tangan dan menggunakan masker,” kata Irwan.

ANTARA





Source link

IndiHome Cinema Resmi Diluncurkan, Dukung Industri Film Tanah Air


TEMPO.CO, JakartaIndiHome TV milik PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom, resmi meluncurkan fitur terbaru mereka yang bernama IndiHome Cinema. Fitur baru ini diluncurkan untuk mendukung industri perfilman tanah air yang sedang menghadapi tantangan di masa pandemi Covid-19.

“Kami harap ini dapat menjadi wadah bagi pelaku industri kreatif perfilman Indonesia untuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Executive General Manager Divisi TV Video Telkom A.A. Gede Mayun Wirayuda dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa, 10 November 2020.

Baca Juga: Komut Telkom Rhenald Kasali: Kanal SEA Today Perbaiki Konten Indihome

Gede mengatakan bahwa beberapa tahun ini, industri film Indonesia terus mengalami perkembangan. Baik dari segi kualitas maupun minat penonton.

Akan tetapi, layar bioskop dan jam tayang yang tersedia masih terbatas. Apalagi di tengah masa pandemi Covid-19, membuat masyarakat harus menjaga jarak dan membatasi kerumunan.

Sehingga, kondisi ini berdampak besar pada kapasitas kursi bioskop. Sekalipun sudah menerapkan protokol kesehatan, masih ada masyarakat yang khawatir dan ragu untuk menonton di bioskop.

Inilah yang kemudian menjadi dasar bagi IndiHome TV untuk meluncurkan IndiHome Cinema. “Kami berikan sensasi menonton bioskop di rumah secara fleksibel,” kata Gede.

Nantinya, IndiHome akan menayangkan film-film terbaru, khususnya film Indonesia secara mudah, cepat, dan ekonomis. Gede juga mengatakan IndiHome Cinema ini tetap terbuka untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam penayangan film.

Dalam peluncuran ini, sudah ada mitra perdana penyedia film-film Indonesia di IndiHome Cinema, yaitu PT Kurnia Alam Semesta. Chief of Public and Corporate Communication Kurnia Alam Semesta yang juga aktor ternama, Teuku Rifnu Wikana, hadir dalam acara peluncuran ini.

Teuku mengatakan setiap tahun, ada sekitar 300 film yang diproduksi oleh ratusan rumah produksi di tanah air. Tapi, hanya setengah saja yang bisa tayang. “Lalu kemana lagi yang 150?” kata dia.

Padahal, banyak tenaga yang dicurahkan untuk proses pembuatan film. Sehingga, Teuku menilai keberadaan IndiHome Cinema ini akan memberikan ruang sineas yang bingung harus menayangkan film mereka di mana.

“Jadi ini seperti pintu gerbang untuk masa depan perfilman Indonesia,” kata pemeran film Laskar Pelangi ini.





Source link

Bioskop Dibuka Lagi, Pemesanan Tiket Harus Lewat Online

Bioskop Dibuka Lagi, Pemesanan Tiket Harus Lewat Online


TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito merincikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dalam rencana pembukaan kembali bioskop.

Hal itu ditegaskan Wiku seusai pertemuan Satgas Penanganan Covid-19 dengan Pemerintah DKI Jakarta pada hari ini, Rabu, 26 Agustus 2020 yang membahas pembukaan kembali bioskop di wilayah Ibu Kota.

“Hasil kajian Tim Pakar dari sisi medis dan kesehatan masyakarat terhadap pembukaan kembali bioskop atau cinema, beberapa hal yang perlu diperhatikan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Salah satunya adalah memastikan antrean masuk dan keluar dari fasilitas bioskop dijaga dengan ketat dengan menjaga jarak yang baik, minimal 1,5 meter sehingga tidak ada kontak pengunjung.

“Demikian pula kesiapan dari penyelenggara, mereka harus dilatih dengan baik supaya dapat betul-betul memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat dan tertib selama dalam proses pembukaan bioskop,” katanya.

Satgas Nasional merekomendasikan pengunjung bioskop dengan usia rentang di atas 12 tahun dan di bawah 60 tahun. Di samping itu, syarat bagi penonton adalah tidak memiliki penyakit penyerta seperti jantung, kencing manis, paru-paru, ginjal atau penyakit imunitas rendah lainnya.

“Selain itu, dalam kondisi sehat, tidak ada gejala batuk, demam lebih dari 38 derajat Celcius, sakit tenggorokan, pilek atau flu, bersin, atau sesak napas. Dan itu harus dijalankan dengan protokol yang ketat,” kata Wiku.

Selama menonton, pengunjung tidak boleh makan dan minum serta selalu menggunakan masker dari sejak awal hingga selesai. Pembatasan waktu di dalam ruangan bioskop dijaga tidak lebih dari 2 jam.

Jarak antarkursi dilakukan dengan baik sehingga berjarak. Ini dilakukan untuk menghindari kontak antar pengunjung dan juga tidak ada kontak dengan petugas.

Pengamatan langsung untuk upaya disiplin semua pihak harus dilakukan dengan baik oleh petugas, seperti penggunaan masker selama berada di gedung bioskop.

Tim pakar menyarankan masker yang digunakan adalah masker dengan filtrasi setara atau lebih baik dari masker bedah. Ini digunakan untuk mengantisipasi penularan antar pengunjung.

“Pemesanan tiket dilakukan secara fisik melainkan dengan tiket online. Ini bertujuan juga untuk mempermudah pengecekan data untuk keperluan tracing apabila ditemukan kasus,” kata Wiku.

Melalui sejumlah rekomendasi tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 dan pemerintah daerah berharap pembukaan kembali bioskop dapat berjalan baik dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menerapkan protokol yang berlaku secara optimal sehingga risiko penularan dapat dihindari.





Source link