fbpx

Pasar Ritel China Diproyeksi Tembus US$6 Triliun Tahun Ini



Jakarta, CNN Indonesia —

Pasar ritel China diproyeksi tembus US$6 triliun hingga akhir tahun nanti. Hal ini disampaikan Presiden China Xi Jinping mengutip proyeksi berbagai organisasi di dunia terhadap bisnis ritel Negeri Tirai Bambu.

Menurut Xi, proyeksi skala bisnis ritel yang besar tersebut karena adopsi paradigma perdagangan internasional ke sistem perekonomian China.

“Diproyeksikan, oleh banyak institusi internasional, bahwa pasar retail China akan mencapai ukuran US$6 triliun pada tahun ini,” ujar Xi lewat video conference pada pembukaan Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), Kamis (19/11).







Lebih lanjut, Xi mengaku China tak mau menutup diri dari pasar global, melainkan membuka diri terhadap kerja sama yang memperkuat sirkulasi pasar domestik dan internasional.

Dia yakin perkembangan paradigma ini akan membantu China dalam mewujudkan potensi pasar raksasa yang dimilikinya. Sebagai gambaran, China memiliki populasi sebesar 1,4 miliar jiwa dengan PDB per kapita mencapai US$10 ribu.

Tak heran, Xi optimistis China mampu menjadi ekonomi terbesar dunia menggeser Amerika Serikat (AS). Dia juga bersumpah akan menjadikan negaranya sebagai pusat atau titik poros perdagangan bebas global.

Dia juga berjanji terbuka untuk berdagang dan melawan segala upaya yang dilakukan sejumlah pihak untuk memisahkan ekonomi China dengan dunia.

Di kesempatan sama, meski dihantam oleh pandemi covid-19, Xi menyebut importasi barang China telah kembali ke level normal atau setara dengan jumlah impor tahun lalu.

Perekonomian China mulai bergairah, dia membeberkan pada September lalu, Beijing berhasil memboyong 22 ribu perusahaan dari 148 negara dalam acara China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) yang dihelat September lalu baik online maupun offline.

“Tak lama yang lalu, China International Import Expo berhasil digelar di Shanghai. Sebanyak 124 negara dan wilayah ikut berpartisipasi. Area pameran semakin diperluas, lebih banyak kerja sama diteken mencapai US$72,62 miliar,” tutupnya.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)






Source link

23 Persen Penjualan Menurun Selama Covid-19



Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian Koperasi dan UKM menyebut survei yang dilakukan pihaknya menunjukkan bahwa penjualan ‘wong cilik’ atau UKM merosot hampir 23 persen akibat pandemi covid-19.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Simanungkalit menyebut survei juga menemukan sebanyak 20 persen pelaku UMKM mengalami hambatan distribusi dan 19,39 persen mengaku kesulitan permodalan.

Lalu, sebanyak 18,87 persen dari pelaku usaha yang mengikuti survei menyebut bahwa kesulitan mendapatkan bahan baku, diikuti keluhan terhambatnya produksi oleh 18,83 persen partisipan.







“Untuk itu dibutuhkan terobosan di masa pandemi agar bisa bangkit sebagai roda ekonomi, kami mendorong usaha kecil termasuk di daerah melakuakn divesifikasi dengan adaptasi new normal dan terhubung digitalisasi,” katanya pada pembukaan Indonesia Digital Tradeshow 2020 pada Selasa (17/11).

Victoria bilang bahwa hasil survei yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB) juga mencermati hal serupa. Dalam survei tersebut ditemukan hampir 50 persen pelaku UMKM berhenti berproduksi akibat pandemi.

Survei ADB yang melibatkan 500 pelaku UMKM ini juga menemukan 60 persen pelaku UMKM mengurangi karyawannya selama pandemi.

Yang tak kalah mengkhawatirkannya, 88 persen mengaku tidak punya kas atau tabungan karena terbatasnya akses ke pembiayaan formal.

“39 persen UMKM menggantungkan pinjamannya ke saudara dekat dan lebih dari 60 persen usaha mikro dan kecil mengurangi karyawan khususnya sektor manufaktur,” imbuhnya.

Di kesempatan sama, dia menyoroti ketimpangan antara kontribusi pelaku UMKM dan korporasi terhadap PDB Nasional. Dia bilang 99,9 persen dari total usaha di Indonesia berupa UMKM, pun mampu menyerap 97 persen angkatan kerja, namun kontribusi terhadap total PDB hanya sekitar 61 persen.

Sisanya, berasal dari korporasi atau usaha besar yang hanya 0,01 persen dari total jumlah usaha di dalam negeri.

“Untuk itu perlu kerja sama berbagai pihak untuk meningkatkan kontribusi UMKM untuk naik kelas menjadi usaha menengah bahkan besar,” tutupnya.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)






Source link

Pengusaha Pariwisata Minta Anies Cabut PSBB Transisi DKI



Jakarta, CNN Indonesia —

Visit Wonderful Indonesia (VIWI Board) selaku himpunan 18 asosiasi industri pariwisata nasional meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang saat ini masih berlaku.

Ketua VIWI Board Hariyadi Sukamdani menilai peraturan yang ditentukan pemerintah pusat dan daerah mengalami pelanggaran yang cukup banyak. PSBB transisi DKI secara de facto tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Tentunya, kami sebagai pelaku usaha sektor pariwisata melihat dengan kondisi seperti itu dan tidak ada tindakan tegas dari pemerintah untuk mengoreksi dari pelanggaran tersebut. Menyikapi itu, kami meminta Gubernur DKI Jakarta agar mencabut PSBB, serta tidak memberlakukan PSBB kembali,” ujarnya mengutip Antara, Senin (16/11).







Dengan demikian, lanjut Hariyadi, aktivitas usaha dapat berjalan seperti pada kondisi normal, termasuk juga kegiatan di sektor pariwisata.

“Artinya, tidak ada pembatasan kapasitas dan juga tidak ada pembatasan jam operasional,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan pengusaha pariwisata akan tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan covid-19, meski nantinya tidak diberlakukan PSBB.

Toh, sektor usaha pariwisata selama ini diklaim taat dan patuh menerapkan protokol kesehatan normal baru.

Sebagai sektor yang memberi kontribusi kepada negara melalui pajak, Hariyadi meminta pemerintah seharusnya memberikan kelonggaran untuk berusaha.

[Gambas:Video CNN]

(bir)






Source link

Bisnis Ikan Cupang dan Tanaman Monstera di Masa Pandemi, Untung atau Buntung?


TEMPO.CO, Jakarta – Tren tanaman hias jenis monstera dan ikan cupang meruak saat masa pandemi Covid-19. Sejumlah orang memutuskan membuka bisnis tanaman dan ikan hias ini lantaran melihat adanya ceruk bisnis yang menarik.

Lantas, apakah bisnis ikan cupang dan monstera menguntungkan saat krisis berlangsung?

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan bisnis tanaman monstera dan ikan cupang di tengah pandemi bisa menjadi salah satu alternatif yang menguntungkan bagi pekerja bergaji minimalis. Sebab, bisnis ini akan memberikan imbal balik dalam waktu yang cepat.

“Cupang atau tanaman monstera saat sudah berumur beberapa bulan, misalnya enam bulan, sudah kelihatan hasilnya dan bisa dijual,” ujar Ibrahim saat dihubungi pada Senin, 26 Oktober 2020.

Ibrahim mengatakan keuntungan yang didapat dari hasil penjualan bisa mencapai lebih dari 100 persen. Apalagi, ia meyakini ikan cupang dan monstera bisa lebih cepat dijual di masa-masa sekarang selagi masyarakat banyak menghabiskan waktu di rumah.





Source link

Omnibus Law Dorong Produktivitas Manufaktur

Omnibus Law Dorong Produktivitas Manufaktur



Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keberadaan Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) penting dalam perkembangan manufaktur di Indonesia. Ia mengatakan UU Ciptaker bisa mendorong produktivitas industri manufaktur.

“Semua ini pada dasarnya kami ingin mendorong produktivitas, yang pada gilirannya sangat penting ya agar produk-produk kita itu mempunyai daya saing yang lebih tinggi dan yang lebih kuat,” ujar Agus dalam konferensi pers virtual tentang UU Ciptaker, Rabu (7/10).

Ia menuturkan sektor ketenagakerjaan dan manufaktur terkait satu sama lain, ibarat saudara kembar. Jika, sektor ketenagakerjaan baik, maka sektor manufaktur ikut berkembang, begitu pula sebaliknya.







“Kami bisa lihat dari penjelasan para menteri bahwa justru UU Ciptaker ini membuat sektor tenaga kerja itu bisa terjamin lebih baik. Jadi, kalau sektor tenaga kerja baik tentu akan mendukung sektor industri manufaktur dan juga sebaliknya,” ucapnya.

Ia mengungkapkan terdapat 16 pasal dalam 9 klaster di UU Ciptaker yang berkaitan langsung dengan perindustrian. Sebanyak 16 pasal tersebut memberikan setidaknya 5 manfaat bagi sektor perindustrian.

Pertama, UU Ciptaker memberikan kemudahan bagi sektor manufaktur mendapat bahan baku dan bahan penolong. Hal ini dinilai penting untuk menjamin investasi dan proses produksi berjalan dengan baik.

Kedua, UU Ciptaker meningkatkan pembinaan dan pengawasan lembaga penilaian kesesuaian. Ketiga, UU Ciptaker mengatur industri strategis.

Keempat, UU Ciptaker mengatur peran serta masyarakat dalam pembangunan industri. Kelima, UU Ciptaker menentukan tata cara pengawasan dan pengendalian usaha industri dan usaha kawasan industri.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/age)





Source link