fbpx

Pemerintah Siap Cairkan BLT Gaji Guru Honorer Rp5 T



Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah mengalokasikan Rp5,02 triliun untuk bantuan langsung tunai (BLT) gaji guru honorer. Hal itu dilakukan usai pemerintah menambah pagu perlindungan sosial pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 dari Rp203,9 triliun menjadi Rp234,33 triliun.

“Karena masyarakat khususnya kalangan bawah menghadapi tekanan yang luar biasa dengan PSBB, maka kami meningkatkan jumlah perlindungan sosial dengan sangat signifikan,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat bersama Komite IV DPD secara virtual pekan lalu.

Penyaluran BLT gaji guru honerer itu disalurkan melalui dua kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag). Rinciannya, bantuan gaji guru honorer sebesar Rp2,94 triliun di Kemendikbud dan Rp2,08 triliun Kemenag.







Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi kuota internet Kemendikbud Rp5,5 triliun, dan bantuan internet siswa, mahasiswa, dan guru Kemenag Rp1,16 triliun.

Rencananya, ada 1,63 juta guru honorer Kemendikbud dan 749,5 ribu guru honorer Kemenag yang disasar sebagai penerima bantuan.

Berdasarkan catatan Kemenag,  bantuan langsung tunai (blt) senilai Rp2,4 juta untuk guru honorer di lingkungannya tinggal menunggu lampu hijau dari Kementerian Keuangan.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) M Zain mengatakan saat ini data 745.415 guru honorer di Kemenag yang diajukan sebagai calon penerima BLT sebesar Rp2,4 juta telah divalidasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Ia berharap pencairan dapat segera berlangsung lantaran para tenaga pendidik di lingkungan Kemenag yang terdampak covid-19 sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)






Source link

BLT Rp2,4 Juta Guru Honorer Kemenag Tinggal Tunggu Kemenkeu



Jakarta, CNN Indonesia —

Pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp2,4 juta untuk guru honorer di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tinggal menunggu lampu hijau dari Kementerian Keuangan.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) M Zain mengatakan saat ini data 745.415 guru honorer di Kemenag yang diajukan sebagai calon penerima BLT sebesar Rp2,4 juta telah divalidasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).







“Saat ini, hasil validasi BPJS sedang diajukan ke Kementerian Keuangan untuk mendapatkan bantuan subsidi gaji,” ujar M Zain kepada CNNIndonesia, Selasa (03/11).

Menurut Zain, bersamaan dengan pengajuan hasil validasi BPJS ke Kemenkeu, pihak Inspektorat Jendral Kemenag selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) juga melakukan review sebagai bagian dari pengawasan internal.

Ia berharap pencairan dapat segera berlangsung lantaran para tenaga pendidik di lingkungan Kemenag yang terdampak covid-19 sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah. “Mungkin pekan ini terlalu cepat, barangkali mulai pekan depan pencairannya,” ucap Zain.

[Gambas:Video CNN]

Berikut rekap hasil validasi BPJS:

1. Guru Raudlatul Athfal (RA) /Madrasah (543.928)
2. Guru Pendidikan Agama Islam (93.480)
3. Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam atau PTKI (17.476)
4. Ustadz Pendidikan Diniyah Formal atau PDF/ Satuan Pendidikan Muadalah atau SPM (2.111)
5. Dosen Ma’had Aly (532)
6. Tenaga Kependidikan RA/Madrasah (73.714)
7. Tenaga Kependidikan PTKI (7.444)
8. Guru Pendidikan Keagamaan Kristen (2.134)
9. Guru Pendidikan Keagamaan Katolik (2.005)
10. Guru Pendidikan Keagamaan Hindu (1.618)
11. Guru Pendidikan Keagamaan Buddha (832)
12. Guru Pendidikan Keagamaan Khonghucu (141)

Pemerintah memperluas progtam Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp2,4 juta atau program subsidi upah dari yang awalnya diberikan ke pekerja bergaji di bawah Rp5 juta ke guru honorer di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Rencananya, ada 1,63 juta guru honorer Kemendikbud dan 749,5 ribu guru honorer Kemenag yang disasar sebagai penerima bantuan.

Ia menambahkan perluasan tersebut tak akan menambah beban anggaran negara. Pasalnya, alokasi awal BLT program subsidi gaji sebesar Rp37,87 triliun diprediksi hanya akan terealisasi sebesar Rp31,2 triliun.

Artinya, masih ada anggaran sebesar Rp6,67 triliun yang bisa digunakan untuk perluasan program

(hrf/agt)





Source link