fbpx

Jokowi Klaim Realisasi BLT Subsidi Gaji Pekerja 82 Persen



Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim realisasi penyerapan anggaran bantuan langsung tunai (BLT) atau subsidi gaji bagi pekerja tembus 82 persen. BLT subsidi gaji pekerja bergaji di bawah Rp5 juta masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Saya melihat realisasi anggaran beberapa program sudah berjalan dengan baik,” ujar Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas (ratas), Senin (23/11).

Selain BLT bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta, Jokowi bilang beberapa program bantuan lainnya sudah terealisasi di atas 50 persen. Salah satunya bantuan modal kerja kepada usaha mikro, yakni sebesar 79 persen.







“Saya kira terus didorong agar bisa membantu mendorong daya beli masyarakat,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Agung Galih Satwiko menyatakan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional baru sebesar Rp386,01 triliun per 11 November 2020. Angka itu baru menyentuh 55,5 persen dari pagu anggaran yang sebesar Rp695,2 triliun.

Menurutnya, realisasi terbesar berada di sektor UMKM yang sebesar Rp95,62 triliun atau 83,3 persen dari target. Sementara, pencairan terendah terjadi di sektor pembiayaan korporasi yang hanya Rp2 triliun atau 3,2 persen dari target.

Sementara, terdapat realokasi anggaran untuk beberapa sektor dalam program PEN. Salah satunya adalah sektor perlindungan sosial.

Awalnya, pemerintah hanya mengalokasikan dana untuk perlindungan sosial sebesar Rp203,9 triliun. Namun, dananya ditambah Rp30,43 triliun menjadi Rp234,33 triliun.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan anggaran kesehatan sebesar Rp9,71 triliun dari Rp87,55 triliun menjadi Rp97,26 triliun. Kenaikan anggaran juga diikuti dengan penambahan program dari enam program menjadi sembilan program.

Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan dana PEN tahun ini sebesar Rp695,2 triliun. Dana itu digelontorkan ke beberapa sektor.

Rinciannya, sektor kesehatan sebesar Rp97,26 triliun, perlindungan sosial Rp234,33 triliun, sektoral kementerian/lembaga (k/l) dan pemerintah daerah (pemda) sebesar Rp65,97 triliun.

Kemudian, insentif usaha sebesar Rp120,6 triliun, UMKM sebesar Rp114,81 triliun, dan pembiayaan korporasi sebesar Rp62,22 triliun.

[Gambas:Video CNN]

(aud/bir)






Source link

Dengan Syarat Beda, BLT Pekerja Tahap II Cair Akhir Pekan Ini



Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah menyatakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta tahap II akan dicairkan pada akhir pekan ini. Kepastian disampaikan  Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin Kamis (5/11) lalu.

“Rencana akhir pekan ini mulai gelombang kedua disalurkan,” katanya.

Sementara itu Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan penyaluran BLT pekerja tahap II ini berbeda dibandingkan dengan yang sebelumnya. Perbedaan terletak pada pemadanan data penerima.







“Tahap kedua ini yang berbeda karena harus atas rekomendasi dari KPK, kami harus memadankan data penerima program ini dengan wajib pajak karena di Peraturan Menteri, mereka yang dilaporkan upahnya di bawah Rp5 juta,” jelas Ida seperti dikutip dari rilis pada Jumat (6/11).

Ia menambahkan dengan perbedaan cara itu, nantinya pekerja formal atau yang terdaftar sebagai Wajib Pajak namun bergaji di atas Rp5 juta dinyatakan tidak berhak menerima bantuan.

Sejauh ini, Ida bilang pemadanan data penerima telah dirampungkan dan data telah diserahkan kepada BPJS ketenagakerjaan. Jika data tak bermasalah, kata Ida, Kemenaker bisa meneruskan ke proses selanjutnya yaitu melakukan transfer ke rekening para pekerja.

[Gambas:Video CNN]

“Kami berharap mudah-mudahan program pemerintah ini memberikan manfaat kepada seluruh peserta BPJS ketenagakerjaan. Ini penyerahan tahap kedua. Alhamdulillah sudah 98,7 persen sudah tersalurkan kepada penerima program, dari 12,4 juta penerima subsidi gaji/upah,” ujarnya.

Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp30 triliun untuk menyalurkan BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta. Sejauh ini, dana sudah terserap 50 persen dari total, yakni Rp15 triliun.

(wel/agt)






Source link

BLT Bidik 12,4 Juta Pekerja, Kemenaker Pastikan Tepat Sasaran



Jakarta, CNN Indonesia —

Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antarlembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menyebut penerima Program Bantuan Subsidi Upah/Gaji menyasar 12,4 juta pekerja dari target 15,7 juta.

“[Dengan] Validasi ulang dalam 3 tahapan, hasil akhir 12,4 juta diserahkan ke Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Irvan dalam Dialog Produktif ‘Menuntaskan Penyaluran Bantuan Subsidi Upah’ di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Senin (26/10).

Validasi berlapis ini mulai dari perbankan, kriteria berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 14 Tahun 2020, dan data kepesertaan. Target yang ditetapkan untuk dijaring 15,7 juta.







Lalu data yang terkumpul hingga September 2020 sebanyak 14,8 juta data rekening. Dari 14,8 juta tersebut setelah divalidasi terkumpul 12,4 juta.

Keberadaan data yang tidak valid, kata dia, dilatarbelakangi sejumlah alasan. Seperti nomor rekening bank yang tidak aktif, duplikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan data yang berbeda antara NIK dengan nomor rekening, dan gaji di atas Rp5 juta.

Syarat Penerima BLT Pekerja

Berdasarkan Permen Ketenagakerjaan No. 14 Tahun 2020, penerima BLT Pekerja atau subsidi gaji/upah harus merupakan Warga Negara Indonesia, peserta BPJS Ketenagakerjaan per Juni 2020, memiliki gaji di bawah Rp5 juta, dan memiliki rekening bank yang aktif.

“Kami telah memiliki data-data peserta, data sudah ada, kecuali data nomor rekening bank yang aktif. Inilah yang kami kumpulkan dari posisi Agustus kemarin sampai akhir September 2020,” katanya.

Sementara itu, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan Aswansyah memastikan bahwa penyaluran subsidi gaji dilakukan secara tepat sasaran.

Untuk mengeceknya, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan pendataan di sejumlah daerah asal penerima subsidi gaji mulai dari di Cikarang, Indramayu, Mojokerto, Gresik, dan Pekalongan.

(ayo/fef)

[Gambas:Video CNN]





Source link

BPJS Ketenagakerjaan Kirim SMS ke Eks Peserta yang Berhak BLT

BPJS Ketenagakerjaan Kirim SMS ke Eks Peserta yang Berhak BLT


Jakarta, CNN Indonesia —

BPJS Ketenagakerjaan mengatakan pekerja yang sudah keluar dari kepesertaan masih berpeluang menerima bansos tunai (BLTpekerja senilai Rp600 ribu per bulan. Dengan catatan, mereka masih terdata sebagai anggota aktif per 30 Juni 2020.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan pihaknya telah mengirimkan pesan singkat atau SMS kepada pekerja yang sudah tidak menjadi peserta, namun masih berhak menerima BLT pekerja.

“Kepada  tenaga kerja yang non aktif setelah 30 Juni, yakni 1 Juli sampai September ini ternyata ada tenaga kerja yang mengundurkan diri dari BPJamsostek. Tapi saat 30 Juni kami turunkan mereka masih ter-capture, sehingga mereka masih bisa mendapat bantuan,” katanya dalam webinar Progress Bantuan Subsidi Upah, Selasa (8/9).


Ia menjelaskan SMS tersebut berisi link unik yang hanya bisa diakses secara personal oleh penerimanya. Selanjutnya, link tersebut berisi sejumlah verifikasi data pribadi penerima bantuan mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, NIK, hingga nomor rekening.

Ia mengimbau kepada penerima SMS untuk memastikan pengirimnya adalah BPJS Ketenagakerjaan. Jika sudah dipastikan, maka mereka dapat melakukan verifikasi data sesuai dengan link yang dikirim.

“Kami inisiatif mengirim kabar gembira itu bagi tenaga kerja yang sudah keluar tapi masih berhak mendapatkan bantuan, sehingga kami kirimkan SMS itu. Setelah terima SMS itu kami minta melakukan konfirmasi,” jelasnya.

Ia menuturkan BPJS Ketenagakerjaan telah mengirim sebanyak 398.126 SMS kepada penerima bantuan. Dari jumlah SMS terkirim, sebanyak 32 persen atau 130.969 sudah berhasil terkonfirmasi.

BPJS Ketenagakerjaan telah mengantongi 14,5 juta rekening pekerja dari perusahaan. Setelah proses validasi berlapis, sebanyak 11,7 juta rekening telah lolos validasi untuk selanjutnya diserahkan secara bertahap kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pemerintah telah menyalurkan BLT kepada 3,69 juta pekerja bergaji di bawah Rp5 juta per 7 September 2020. Penyaluran itu meliputi tahap pertama dan kedua.

Ia merincikan penyaluran tahap pertama sebanyak 2,31 juta penerima, atau 92,42 persen dari total data tahap I yang diserahkan BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 2,5 juta. Kemudian, tahap kedua sebanyak 1,38 juta atau 46,20 persen dari total data 3 juta.

“Karena proses secara bertahap tentu ada teman-teman yang sampai sekarang gelombang 1,2, dan 3 belum terbawa, mungkin gelombang berikutnya. Saya mohon sabar karena ini prinsipnya kehati-hatian sehingga saya mohon bersabar,” katanya.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/bir)





Source link

BLT Rp600 Ribu untuk 3 Juta Pekerja Mulai Cair Hari Ini

BLT Rp600 Ribu untuk 3 Juta Pekerja Mulai Cair Hari Ini


Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bantuan langsung tunai (BLT) Rp600 ribu untuk 3 juta pekerja bergaji di bawah Rp5 juta mulai cair Jumat (4/9).

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menyatakan pencairan dilakukan setelah pihaknya menyelesaikan check list data 3 juta pekerja calon penerima BLT tersebut.

“Alhamdulillah hari ini dari Kami di Kemnaker telah selesai melakukan check list data calon penerima subsidi tahap II. Saat ini pihak Kemnaker telah memproses ke KPPN. Kemudian ke bank penyalur dan segera dilakukan transfer kepada penerima bantuan,” kata Ida dalam pernyataan yang dikeluarkannya, Jumat (4/9).


Pemerintah menggelontorkan pekerja bagi Rp600 ribu bagi 15,7 juta pekerja bergaji di bawah Rp5 juta demi membantu mereka menghadapi tekanan ekonomi akibat virus corona.

Bantuan juga diberikan demi mendorong ekonomi yang pada kuartal II 2020 kemarin minus 5,32 persen.

Bantuan digelontorkan dalam beberapa gelombang. Untuk gelombang I, pencairannya sudah mulai dilakukan sejak pekan lalu kepada 2,5 juta pekerja.

Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan per hari ini, realisasi penyaluran bantuan sudah berhasil dilakukan ke 2,3 juta pekerja.

Ida menargetkan BLT dapat disalurkan kepada penerima secara keseluruhan target pada pertengahan September 2020. Oleh karena itu, dia meminta kerja sama baik BPJamsostek, perusahaan, mau pun pekerja untuk melaporkan data pekerja yang berhak menerima bantuan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(aud/agt)





Source link