fbpx

Ini syarat dan bunga pinjaman modal tanpa agunan dari BNI


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID – PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 7,5 triliun hingga Juni 2020. Begini syarat dan bunga pinjaman modal tanpa agunan dari BNI.

Dikutip dari pemberitaan Kontan.co.id, 23 Juli 2020, realisasi tersebut belum mencapai separuh dari kuota KUR yang diperoleh bank pelat merah tersebut tahun ini, mencapai Rp 22 triliun.

Sejak awal pandemi Covid-19 sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tekanan yang membuat permintaan KUR lesu.

GM Divisi Bisnis Usaha Kecil-2 BNI Bambang Setyatmojo mengatakan, selama April dan Mei, banknya lebih fokus membantu meringankan beban pelaku UMKM lewat program restrukturisasi kredit.

KUR BNI atau Kredit Usaha Rakyat BNI adalah fasilitas kredit dari Bank Negara Indonesia untuk digunakan sebagai tambahan modal usaha produktif dalam bentuk Kredit Modal Kerja. Selain itu, nasabah BNI juga dapat menggunakan fasilitas kredit ini sebagai Kredit Investasi.

Baca Juga: Ada 6 produk fintech terbaru BRI, ini daftarnya

Syarat umum KUR mikro BNI

1. Kriteria pemohon:

  • Individu/perseorangan atau badan usaha. 
  • Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
  • Anggota keluarga dari karyawan / karyawati yang berpenghasilan tetap atau bekerja sebagai Tenaga kerja Indonesia (TKI).
  • TKI yang purna dari bekerja di luar negeri.
  • Pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang melakukan usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup.

Baca Juga: Menkop UKM ingatkan agar Banpres digunakan untuk usaha produktif

2. Perizinan usaha:

  • Individu/perseorangan atau Badan usaha perorangan : minimal Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) yang diterbitkan Pemerintah Daerah dan/atau surat keterangan usaha dari Kelurahan setempat atau surat izin lainnya.
  • Badan usaha diluar butir a di atas mengacu ketentuan BNI.

3. Kualitas Kredit Bank (jika ada) adalah lancar.

4. Pengalaman usaha minimal 6 (enam) bulan.

5. Usia pemohon (khusus untuk pemohon individu / perserorangan) minimal 21 tahun atau belum berusia 21 tahun tetapi sudah menikah.

6. Tidak sedang menerima kredit produktif dari Perbankan dan/atau tidak sedang menerima kredit program dari Pemerintah (kecuali KUR).

7. NPWP : Tidak disyaratkan.

8. Jaminan: Tidak diwajibkan jaminan tambahan.

Baca Juga: Walau tinggal hitungan bulan, BNI Syariah yakin target KUR terpenuhi

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Ekosistem Digital Bantu Percepatan Penanganan Covid-19


JawaPos.com – Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan manusia, termasuk cara bertransaksi. Untuk turut memutus mata rantai penyebaran virus melalui uang tunai, pemerintah menghimbau masyarakat untuk menggunakan metode pembayaran cashless (non-tunai).

Selain produk kartu debit dan kartu kredit, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah memiliki kartu uang elektronik atau biasa disebut TapCash sebagai alternatif pembayaran. Masyarakat tidak perlu menjadi nasabah untuk dapat menggunakan BNI TapCash.

Demikian penjelasan Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies di Jakarta, Jumat (20/11).

Corina mengatakan bahwa TapCash bisa didapatkan di toko retail mitra BNI seperti Alfamart, Indomaret, Circle K, official store TapCash di e-Commerce seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Dinomarket atau di vending machine yang tersebar di area transportasi. Hingga Oktober 2020, BNI sudah menerbitkan hampir 8 juta Kartu TapCash di seluruh Indonesia.

“Berbagai transaksi seperti membayar tarif kendaraan umum, jalan tol, parkir, berwisata, hingga berbelanja di mini market serta merchant-merchant lain yang telah bekerja sama dengan BNI, bisa dilakukan dengan TapCash. TapCash dapat menggantikan fungsi uang tunai sehingga transaksi dapat berlangsung dengan lebih mudah dan aman,” ujar Corina.

Demi memberikan lebih banyak kemudahan bagi penggunanya, BNI terus memperluas akseptasi TapCash ke seluruh pelosok negeri seperti Medan, Padang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado hingga Papua. Akseptasi TapCash di pelosok akan memudahkan penerapan salah satu protokol kesehatan yaitu pembayaran non-tunai di lokasi-lokasi wisata.

Corina menambahkan, “perluasan akseptasi transaksi tentunya harus diimbangi dengan perluasan akseptasi isi ulang (top-up). Pengguna dapat melakukan isi ulang melalui e-channel BNI, e-Wallet seperti LinkAja dan Gopay, serta e-Commerce seperti Shopee, Bukalapak, dan Blibli. Bahkan, TapCash juga telah dapat diisi ulang melalui aplikasi Jenius.”

“Segala kemudahan tersebut berhasil meningkatkan bisnis TapCash khususnya pada jumlah transaksi. Jumlah transaksi top up sampai dengan Oktober 2020 terdapat lebih dari 3,5 juta transaksi dimana jumlah tersebut meningkat sebesar 19,7% secara year on year (yoy). Selain itu, masyarakat dapat mengetahui info lengkap seputar TapCash baik akseptasi isi ulang, belanja, beragam desain, hingga berbagai program promo dapat dilihat di website TapCash.id,” tutup Corina.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

Semua BUMN Cabang Hong Kong Bakal Kumpul di Satu Gedung



Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) merasa tertantang dengan keberadaan kantor cabang di luar negeri, untuk mewujudkan Indonesia Incorporated yang menjadi cita-cita Kementerian BUMN.

Direktur Treasury & International PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Henry Panjaitan mengatakan ada dua proyek yang diusung oleh Himpunan Bank Negara (Himbara) terkait dengan keberadaan kantor cabang bank di luar negeri tersebut.

“Bank Mandiri untuk koordinator bank di London, dan Bank BNI untuk koordinator di Hong Kong,” ujarnya dalam NGOPI BUMN “BUMN Go Global, Indonesia Mendunia” secara virtual di Jakarta, Rabu (18/11/2020).


Menurutnya, saat ini Bank BNI Hong Kong sudah berada di satu gedung dengan Bank Mandiri. Tepatnya di Far East Finance Center, dan menduduki area yang terletak di GF seluas 1.800 m2. “Sementara bank Mandiri di lantai 7,” imbuhnya.

Sementara itu, Bank BRI juga berkantor tak jauh dari lokasi tersebut, tepatnya di Lippo Center bersama dengan perusahaan BUMN lain seperti Garuda dan anak usaha Pertamina, Tugu Insurance.

“Mau Signing sudah finalisasi draft MoU, idenya adalah semua BUMN Hong Kong Berkantor di gedung yang sama,” ujarnya.

Hal ini sesuai dengan apa yang menjadi tujuan Kementerian BUMN. Sekretaris Kementerian BUMN, Susyanto mengatakan Indonesia Incorporated adalah bagaimana menyatukan kekuatan BUMN di luar negeri agar menciptakan efisiensi operasional.

“Yang digambarkan masalah ini, Pertamina ada di beberapa negara. BNI, BRI, BUMN Karya juga ada di beberapa negara. Kenapa tak bisa satukan,” ujarnya.

Untuk itu dibuatlah MoU antara Kementerian BUMN dan kementerian Luar Negeri dalam mewujudkan hal ini. Dengan campur tangan Kemenlu, diharapkan hal-hal terkait ini bisa dilakukan.

“Dengan menyatukan beberapa kantor cabang. Kalau itu sudah, mana-mana yang jadi kesempatan, membuka peluang pasar. Kami coba kumpulkan BUMN di mana kekuatan mereka dan pasar mana, kami sedang jajaki. Kalau sudah matang, kita bisa memasuki go global yang diinginkan. Investasi di luar negeri akan naik, dan branding Indonesia akan terwujud,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)




Source link

Dana Kelolaan BNI Asset Management Tumbuh 15 Persen


TEMPO.CO, Jakarta – BNI Asset Management (BNI AM) tetap mencetak pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar 15 persen selama pandemi Covid-19. Dana kelolaan perseroan bahkan bertahan di jajaran sepuluh besar perusahaan aset manajemen per Oktober 2020.

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati menyatakan bahwa BNI AM masih bisa mempertahankan posisinya dalam daftar 10 jajaran perusahaan aset manajemen di Indonesia dengan dana kelolaan per Oktober sebesar Rp 24,64 triliun. “BNI AM masih tetap mencatatkan pertumbuhan AUM sebesar 15 persen sejak awal tahun 2020 tidak terlepas dari dukungan investor serta sinergi dengan BNI sebagai induk dan seluruh anak perusahaan yang tergabung dalam grup BNI,” ungkapnya dalam acara webinar virtual bertajuk market outlook 2021 yang diselenggarakan oleh BNI AM, Selasa, 17 November 2020.

Presiden Direktur BNI Asset Management Putut Endro Andanawarih menilai mayoritas investor saat ini mulai masuk ke instrumen investasi karena banyak orang yang melakukan hal tersebut. Kebanyakan dari mereka juga saat ini masih menyimpan uangnya ke instrumen rendah risiko seperti deposito.

“Justru, kita harusnya sebagai investor sikapnya melakukan antisipasi ke depan atau berani dulu masuk [ke instrumen investasi berisiko],” ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Putut menyebut pasar modal saat ini didominasi investor ritel dalam negeri yang naik selama krisis. Dengan demikian, prospek pemulihan pasar bisa terjadi dalam waktu dekat.

Di sisi lain, investor juga disarankan untuk mulai menempatkan uangnya ke instrumen yang berbasis saham meskipun indeks masih dalam posisi terkoreksi. Cara yang bisa dilakukan investor adalah dengan menambah kepemilikan saham secara perlahan.

“Harusnya kalau kita pakai [tipe investasi] constant weight asset allocation, justru saat saham koreksi kita tambah porsi sahamnya,” katanya.

Ke depannya, ia melihat bunga deposito akan sulit meningkat akibat dari suku bunga bank sentral yang juga masih rendah. Alhasil, pertumbuhan dari instrumen investasi berisiko kemungkinan akan lebih cepat terjadi.

“Tetapi, biasanya, fenomenanya, kalau asing masuk [ke instrumen investasi saham], baru investor domestik masuk, setelah itu koreksi. Dan itu wajar karena mereka sudah take profit,” katanya.

BISNIS





Source link

Permintaan KTA perbankan mulai bergairah


ILUSTRASI. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Setelah membatasi pemasaran produk kredit tanpa agunan (KTA) saat puncak pandemi virus corona (Covid-19) beberapa waktu lalu, kini sejumlah perbankan mulai berani bergerak. Selain karena pandemi Covid-19 yang mereda, ternyata permintaan terhadap KTA juga mulai tumbuh perlahan, lantaran bank juga masih sangat selektif menyalurkan produk ini.

“Permintaan sudah mulai ada, terutama dari nasabah existing, namun memang belum sebanyak sebelum pandemi, sehingga pertumbuhan keseluruhan masih negatif,” kata DIrektur Bisnis Konsumer PT Bank CIMB NIaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan kepada Rabu (11/11).

Segmen KTA juga sejatinya menjadi pemberat pertumbuhan kredit yang tercatat masih tumbuh 4,1% (yoy) menjadi Rp 54,82 triliun sampai akhir September 2020. Diperinci, KPR, dan KKB jadi penopang pertumbahan masing-masing7,9% (yoy), dan 7,0% (yoy). Sedangkan KTA negatif 10,2% (yoy), dan kartu kredit 4,4% (yoy).

Adapun sampai September 2020, portofolio KTA Bank CIMB Niaga tercatat senilai Rp 3,88 triliun. 

Baca Juga: CIMB Niaga (BNGA) bukukan laba Rp 1,9 triliun pada kuartal III 2020

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang sejak April 2020 menghentikan pemasaran produk KTA kini juga mulai kembali dibuka secara terbatas. Hanya kepada nasabah yang merupakan pegawai dengan fasilitas penggajian (payroll) via BCA. 

Sampai September 2020 portofolio BCA di segmen ini mencapai Rp 2,84 trilin. Meski secara tahunan masih negatif 3,3% (yoy), namun dibandingkan kuartal sebelumnya sudah mulai terlihat pertumbuhan 3,0% (qtq).

“Kami mencermati, di tengah tantangan pandemi yang dinamis, permintaan kredit juga masih dalam tahap pemulihan,” ujar Direktur BCA Santoso Liem kepada Kontan.co.id. 

Sementara di bank pelat merah pertumbuhan KTA justru relatif masih baik. Maklum mereka biasa memasarkan produk ini kepada pegawai-pegawai perusahaan pelat merah pula. 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) misalnya sampai kuartal III-2020 portofolio KTA mencapai Rp 29,05 triliun dengan pertumbuhan 12,8% (yoy). Segmen ini menjadi penopang pertumbuhan kredit konsumer perseroan yang tumbuh 4,5% (yoy) menjadi Rp 87,41 triliun. 

“Produk payroll loan kami BNI Fleksi menjadi penopang pertumbuhan kredit konsumer (tanpa kartu kredit) yang tumbuh 8% (yoy). Ini telah melampaui target pertumbuhan kami sebesar 4%,” kata Direktur Konsumer BNI Corina Leyla kepada KONTAN. 

Ia menambahkan pemasaran BNI Fleksi memang difokuskan kepada para ASN, dan pegawai BUMN yang memiliki tingkat pensiun maupun pergantian pegawai yang rendah. Pun sasarannya kepada para pegawai level menengah atas.

Baca Juga: Kredit seret, bank pilih taruh dana di obligasi

Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Handayani pun setali tiga uang. Sampai akhir September KTA perseroan masih tumbuh 1,5% (yoy) menjadi Rp 101,0 triliun. Sekaligus menjadi penyumbang terbesar kredit konsumer perseroan Rp 142,5 triliun yang tumbuh 3,4% (yoy).

Selain secara konvensional, personal loan BRI via platform digital juga mencatat pertumbuhan yang baik sampai kuartal III-2020. Platform Ceria misalnya kini telah digunakan 10.414 nasabah dan memiliki portofolio Rp 20,1 miliar dengan sales volume Rp 52 miliar.

Sementara kerja sama BRI dengan Traveloka melaluia Traveloka Paylater kini telah digunakan 35.174 pengguna dengan portofolio Rp 211,3 miliar dan sales volume R 366,5 miliar. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

BNI Fokus Pemberdayaan UMKM Go Ekspor


JawaPos.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bersinergi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan dukungan bagi pelaku UMKM khususnya yang merupakan binaan Kementerian Perdagangan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN).

Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Jenderal PEN Kemendag Kasan dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (5/11).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, dan Kepala Disperindag Cirebon Maharani Dewi.

Agus Suparmanto menerangkan bahwa pemerintah telah merilis 8 cara untuk mendongkrak ekspor bagi UMKM. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan daya saing produk, penguatan produk dalam pemenuhan standar internasional, pelatihan bagi eksportir baru, khususnya UMKM, relaksasi kebijakan ekspor-impor, kemudahan pengajuan Surat Keterangan Asal (KSA) ekspor melalui penerapan affect nature dan stamp, meningkatkan fasilitas perdagangan melalui automatic authentication, memfasilitasi pembiayaan ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan peningkatan fasilitas dan layanan informasi promosi ekspor, business matching, pemanfaatan TEI, peningkatan penguatan perdagangan dalam negeri.

“Kita berharap hal tersebut dapat memberikan peluang bagi UMKM agar ekspor Indonesia dapat kembali pulih dan tumbuh,” ujarnya.

Sis Apik Wijayanto mengatakan bahwa berkat kerjasama tersebut, para pelaku UMKM binaan untuk mendapat pembinaan, akses informasi dan ekspor, serta dukungan permodalan dari BNI sehingga UMKM dapat produktif dan terus berkembang. Pengembangan yang diharapkan tidak hanya meliputi skala usaha, melainkan memiliki nilai tambah dan orientasi ekspor. Selain momen penandatangan MoU, dalam kegiatan tersebut juga diikuti dengan kegiatan lain, diantaranya penyerahan simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI kepada UMKM binaan, pengarahan Menteri Perdagangan, sarasehan, factory visit, serta pelepasan ekspor Cirebon ke kancah Global.

“Ini akan menjadi titik balik positif serta memberi dampak yang luas bagi UMKM, memberi akses kemudahan berupa produk perbankan baik pinjaman (KUR) maupun layanan perbankan digital seperti QR Code, EDC, dan lainnya. Dalam kata lain, melalui program ini UMKM dibekali capability untuk memiliki nilai tambah dan kompetitif agar dapat menembus pasar ekspor,” ujar Sis Apik.

Disamping dengan pembinaan dan pendampingan bagi UMKM, BNI terus mendorong geliat UMKM dengan dukungan melalui digitalized loan process (BNI Move) yang mampu memberdayakan UMK agar dapat naik kelas dan bernilai tambah. Berbasis smart database system, BNI Move memberikan feed ke user aplikasi yakni tenaga pemroses BNI di seluruh nusantara sehingga proses kredit dapat tersampaikan, termonitor, dan dijalankan dengan baik. Dengan BNI Move, aplikasi pintar yang mudah dalam genggaman proses kredit semakin mudah dan cepat.

Sis Apik Wijayanto juga menyebutkan bahwa kerjasama tersebut merupakan sinergi dari BNI selaku BUMN yang selalu berada di samping pemerintah untuk menyukseskan program-program yang ada.

“Setelah sebelumnya kami bersama Kementerian Perdagangan sehati dalam menggaungkan program ‘Bangga Buatan Indonesia’ serta dukungan UMKM di Semarang dan Yogyakarta, kini kami hadir, dan akan kembali bersinergi pada kesempatan berikutnya untuk tujuan yang baik, tidak hanya sekedar bermuatan ekonomi atau finansial, tetapi memiliki tujuan sosial dan humanis. Dengan komitmen ini kami harap BNI bisa berkontribusi lebih nyata untuk memajukan UMKM nasional ke kancah global,” tutupnya.

BNI tetap berkomitmen penuh dalam mendukung program pemerintah khususnya sektor ekonomi dan pemberdayaan UMKM. BNI secara konsisten menjalankan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta stimulus bagi nasabah peminjam terdampak Covid – 19 untuk merestrukturisasi ekonomi kecil & mikro, melakukan pendampingan, digitalisasi perbankan, digitalisasi proses kredit, hingga inisiasi program-program terkait. Untuk penguatan sektor riil, hingga periode 31 Oktober 2020 BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 17,02 triliun kepada 191.127 debitur.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

Keren Nih, BNI Buka Program Magang Karyawannya ke Luar Negeri


JawaPos.com – Menjadi bankir, bisa jadi merupakan mimpi sebagian orang. Lalu bagaimana jika selain menjadi bankir, diajak juga magang di luar negeri? Ini tentu menjadi idaman lebih banyak lagi para pencari kerja muda saat ini. Pengalaman menjadi bankir muda sekaligus berkesempatan magang di kantor – kantor cabang di luar negeri kini dapat menjadi kenyataan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

Perusahaan satu ini membuka Overseas Branch Internship Program bagi karyawannya yang lolos seleksi untuk magang di salah satu dari kantor cabang internasionalnya, yaitu Singapura, Tokyo, Hong Kong, London, New York, atau Seoul.

Sejatinya cabang-cabang BNI pada dasarnya selama ini telah digunakan sebagai training ground, bukan hanya untuk internal pegawai BNI, bahkan juga eksternal yang bukan pegawai BNI. Beberapa mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri sering belajar dengan melakukan proses magang di overseas branches BNI.

Overseas Branches Internship Program bagi pegawai BNI telah berjalan dari tahun 2017 dan saat ini semakin diintensifkan, serta akan dilaksanakan secara berkesinambungan, namun tentunya menyesuaikan kondisi pandemi Covid yang terjadi secara global. Overseas Branch Internship Program ini sejalan dengan langkah Kementerian BUMN dalam 365 Hari Untuk Indonesia dengan terus mendorong BNI untuk Go Global.

Bagi BNI, Overseas Branch Internship Program perlu dilakukan dalam rangka membentuk talent berprestasi optimal dan berwawasan Global. Melalui program ini, para BNI Hi-Movers (sebutan karyawan BNI) diharapkan dapat memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai International Banking serta memiliki net working yang luas. Bisnis International Banking ini perlu diperkuat karena menjadi salah satu strength point dan competitive advantage BNI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.

“BNI berkomitmen untuk Go Global, sehingga pengembangan kapasitas sumber daya manusianya juga diarahkan pada peningkatan literasi International Banking. Melalui Program Overseas Branch Internship ini, kami akan memiliki Pipeline Talent dalam bidang International Banking. Program ini juga menjadi sarana pengembangan pegawai, serta menjadi sarana retensi pegawai yang High-Potential,” ujar Direktur Human Capital dan Kepatuhan BNI Bob Tyasika Ananta di Jakarta, akhir pekan lalu.

BNI menerapkan persyaratan yang cukup ketat bagi pegawainya yang ingin lolos seleksi menjadi peserta Program Overseas Branch Internship, yaitu pegawai yang memiliki kinerja diatas rata-rata dan berpotensi tinggi. Pada saat melaksanakan program internship ini, para peserta selain melakukan proses belajar akan mendapatkan penugasan untuk memberikan gagasan inovasi terhadap proses bisnis di cabang tersebut. Diharapkan gagasan ini dapat membantu proses improvement yang senantiasa harus dilakukan.

Program Overseas Branch Internship merupakan salah satu langkah yang diterapkan BNI dalam pengembangan Talent Management – nya. Rangkaian program Talent Management ini menjadi bagian dari implementasi 6 nilai utama “AKHLAK” yang diterapkan oleh Menteri BUMN RI Erick Tohir. Dimana Talent Management BNI ini memenuhi salah satu dari nilai utamanya, yaitu Kompeten.

Nilai Utama Kompeten ini merupakan upaya terus menerus untuk meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab berbagai tantangan dan perubahan, termasuk kompetensi persaingan bisnis secara global. Upaya ini yang akan mewujudkan BUMN sebagai mesin penyedia talenta, terlebih talenta dengan kompetensi global.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

Mudahkan Transaksi Bilateral, BNI Layani LCS


JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan Jepang telah mengimplementasikan rencana penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian perdagangan bilateral dan investasi langsung (Local Currency Settlement) antara kedua negara tersebut.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjadi satu-satunya bank asal Indonesia yang ditunjuk oleh dua otoritas keuangan sekaligus, yaitu oleh Bank Indonesia maupun oleh Kementerian Keuangan Jepang sebagai Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).

Sebagai bank yang fokus terhadap International Banking, BNI turut berkomitmen untuk mendorong peningkatan investasi sebagai bagian dari program 365 Hari Untuk Indonesia dari Kementerian BUMN. Upaya tersebut dilakukan dengan menciptakan ekosistem investasi yang sehat dengan ditunjang oleh kemudahan layanan BNI.

Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, salah satu tujuan dari langkah tersebut adalah agar masing-masing negara bisa menggunakan kuotasi nilai tukar secara langsung. Dengan demikian, transaksi LCS akan dapat mengurangi risiko terkait fluktuasi nilai tukar yang mungkin terjadi saat setelmen dan turut menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah.

“Bagi para pelaku pasar, seperti misalnya investor dari Jepang, transaksi LCS menjadi salah satu opsi baru dalam transaksi yang lebih mudah dan aman,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (31/10).

Melalui keberadaan Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI di Tokyo dan Osaka, BNI telah memiliki rekening special purpose non-resident account (SNA) Yen Jepang (JPY) di bank ACCD Jepang dan begitu pula sebaliknya. “Investor Jepang yang hendak berinvestasi di Indonesia juga dapat membuka rekening sub-SNA IDR di BNI,” imbuhnya.

Corina juga mengatakan, sebagai bank ACCD, BNI berpeluang untuk menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) serta mendiversifikasikan produk dan layanannya kepada para nasabah internasional tersebut.

Adapun produk dan layanannya adalah seperti pembukaan rekening giro dan cash management, foreign exchange (forex), penerbitan letter of credit (L/C), pemberian fasilitas modal kerja, penyediaan informasi tentang kondisi perekonomian, iklim investasi, hingga menyelesaikan perizinan, serta relokasi usaha di Indonesia.

“Saat ini, di Indonesia terdapat lebih dari 1.500 perusahaan yang merupakan bagian dari investasi Jepang dengan bentuk joint venture atau anak perusahaan. Perusahaan-perusahaan tersebut sebagian besar adalah nasabah Bank Pembangunan Daerah di Jepang (Japan Regional Banks/JRB) yang berinvestasi di Indonesia. Sebagian besar merupakan perusahaan berbasis teknologi,” ujarnya.

JRB tersebut tidak memiliki kantor cabang di Indonesia. Sehingga BNI memanfaatkan kondisi tersebut dengan memberikan pelayanan perbankan lengkap bagi JRB beserta nasabah JRB di Indonesia, termasuk transaksi LCS. Diharapkan akan lebih banyak investor yang berinvestasi di Indonesia berkat kemudahan LCS tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Romys Binekasri, ARM





Source link

Mudahkan Transaksi Bilateral, BNI Layani LCS



Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan Jepang telah mengimplementasikan rencana penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian perdagangan bilateral dan investasi langsung (Local Currency Settlement) antara kedua negara tersebut.

Untuk itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjadi satu-satunya bank asal Indonesia yang ditunjuk oleh dua otoritas keuangan sekaligus, yaitu oleh Bank Indonesia maupun oleh Kementerian Keuangan Jepang sebagai Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).

Sebagai bank yang fokus terhadap international banking, BNI turut berkomitmen untuk mendorong peningkatan investasi sebagai bagian dari program 365 Hari Untuk Indonesia dari Kementerian BUMN. Upaya tersebut dilakukan dengan menciptakan ekosistem investasi yang sehat dengan ditunjang oleh kemudahan layanan BNI.


Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, salah satu tujuan dari langkah tersebut adalah agar masing-masing negara bisa menggunakan kuotasi nilai tukar secara langsung. Dengan demikian, transaksi LCS akan dapat mengurangi risiko terkait fluktuasi nilai tukar yang mungkin terjadi saat settlement dan turut menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.

“Bagi para pelaku pasar, seperti misalnya investor dari Jepang, transaksi LCS menjadi salah satu opsi baru dalam transaksi yang lebih mudah dan aman. Melalui keberadaan Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI di Tokyo dan Osaka, BNI telah memiliki rekening special purpose non-resident account (SNA) Yen Jepang (JPY) di bank ACCD Jepang dan begitu pula sebaliknya. Investor Jepang yang hendak berinvestasi di Indonesia juga dapat membuka rekening sub-SNA IDR di BNI,” ujar Corina seperti dikutip dari keterangan resmi perusahaan pada Sabtu (31/10/2020).

Corina juga mengatakan, sebagai bank ACCD, BNI berpeluang untuk menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) serta melakukan diversifikasi produk dan layanannya kepada para nasabah internasional tersebut. Adapun produk dan layanannya adalah seperti pembukaan rekening giro dan cash management, foreign exchange (forex), penerbitan letter of credit (L/C), pemberian fasilitas modal kerja, penyediaan informasi tentang kondisi perekonomian, iklim investasi, hingga menyelesaikan perizinan, serta relokasi usaha di Indonesia.

“Saat ini, di Indonesia terdapat lebih dari 1.500 perusahaan yang merupakan bagian dari investasi Jepang dengan bentuk joint venture atau anak perusahaan. Perusahaan-perusahaan tersebut sebagian besar adalah nasabah Bank Pembangunan Daerah di Jepang (Japan Regional Banks/JRB) yang berinvestasi di Indonesia. Sebagian besar merupakan perusahaan berbasis teknologi,” jelasnya.

Menurutnya, JRB tersebut tidak memiliki kantor cabang di Indonesia, sehingga BNI memanfaatkan kondisi tersebut dengan memberikan pelayanan perbankan lengkap bagi JRB beserta nasabah JRB di Indonesia, termasuk transaksi LCS. Diharapkan akan lebih banyak investor yang berinvestasi di Indonesia berkat kemudahan LCS tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

(wia)




Source link

​Cara mudah buka rekening BNI secara online


ILUSTRASI. Dua orang pengunjung menunjukkan aplikasi New BNI Mobile Banking yang diluncurkan pada acara Soundfest di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/ama.

Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID – Cara buka rekening BNI secara online bisa dilakukan dengan mudah. 

Kini pembukaan rekening BNI Taplus dan BNI Taplus Muda dapat dilakukan secara digital melalui BNI Mobile Banking tanpa perlu datang ke cabang.

Layanan tersebut ditujukan untuk calon nasabah yang belum pernah memiliki rekening BNI.

Salah satu kemudahannya yakni setelah melakukan pembukaan rekening BNI secara online bisa langsung digunakan untuk transaksi menggunakan BNI Mobile Banking. 

Baca Juga: BNI perkuat layanan digital di tengah pandemi

Cara buka rekening BNI secara online

Cara buka rekening BNI online

Berikut cara buka rekening BNI secara online dirangkum dari laman resmi perseroan: 

  • Download aplikasi BNI Mobile Banking. 
  • Buka Aplikasi BNI Mobile Banking, apabila Anda nasabah baru anda dapat melanjutkan dengan klik “Buka Rekening BNI”. 
  • Mulai buka tabungan digital dengan klik “Daftar”.
  • Siapkan e-KTP serta NPWP (bila ada)
  • Input kode referal (untuk pembukaan rekening tabungan dengan promo). 
  • Input data diri hingga menyelesaikan proses video banking. 
  • Anda akan mendapatkan nomor rekening dan nomor kartu debit virtual. 
  • Segera aktivasi BNI mobile banking untuk bisa melakukan transaksi. 

Apabila anda telah melakukan pengisian data dan belum sempat melakukan video banking, anda dapat melanjutkan proses pembukaan tabungan dengan klik “mulai”. Lalu mengisi kode referensi.

Petugas BNI akan tersedia pada setiap hari pada pukul 06.00 – 22.00 WIB. Kode refrensi akan berlaku 24 (dua puluh empat) jam.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link