fbpx

BRI Syariah (BRIS) segera penuhi ketentuan free float


ILUSTRASI. Petugas teller melayani nasabah di kantor cabnag BRI Syariah Kebun Jeruk Jakarta, Selasa (13/10).

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) selaku entitas penerima penggabungan usaha (surviving entity) dengan PT Bank Mandiri Syariah, dan PT Bank BNI Syariah menyatakan akan segera memenuhi ketentuan minimum saham publik (free float) pasca-merger rampung.

“Perseroan saat ini masih mengkaji untuk melakukan aksi korporasi terkait pemenuhan free float pada kesempatan pertama,” ungkap Direktur BRI Syariah Ngatari kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/11).

Meski demikian Ngatari bilang andai rencana tersebut terkendala akibat kondisi perekonomian, pandemi, atau hal lain, ketentuan free float paling lambat bakal dipenuhi perseroan dua tahun pascamerger.

Baca Juga: BRI Syariah Bidik Pertumbuhan Dana Murah Lewat Kerjasama dengan ITB

Porsi kepemilikan saham publik di BRI Syariah kini sebesar 18,47%, pascamerger kepemilikan publik bakal terdilusi hingga menjadi 4,4%, berada di bawah ketentuan free float sebesar 7,5%.

Sebelumnya Direktur Utama Bursa Inarno Djayadi menyebutkan, Bursa bisa memberikan relaksasi Buat emiten yang melakukan aksi korporasi dan membuat kepemilikan publik terpapas di bawah ketentuan free float.

“Biasanya kalau komposisi free float berada di bawah ketentuan akibat aksi korporasi, kami akan memberi relaksasi buat emiten memenuhinya kembali,” katanya kepada Kontan.co.id.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

BRI Syariah akan gelar RUPSLB bahas perubahan pengurus pada 5 November 2020

BRI Syariah akan gelar RUPSLB bahas perubahan pengurus pada 5 November 2020


ILUSTRASI. Pelayanan nasabah BRI Syariah

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 5 November 2020. Agenda rapat tersebut menetapkan perubahan susunan pengurus perseroan.

Berdasarkan keterbukaan BRIS di Bursa Efek Indonesia, Kamis (15/10), RUPSLB akan digelar di Hotel Ibis, Jakarta Pusat pukul 13.30.

Komisaris Utama BRIS Parmana Natatmadja telah menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatan di perseroan. Surat tersebut diterima BRIS pada 6 Oktotober 2020.

Baca Juga: Rencana merger bank syariah BUMN banjir dukungan

Mulyanto Rachmanto, Sekretaris Perusahaan BRIS mengatakan pengunduran diri tersebut dilakukan lantaran Parman telah diangkat Menteri BUMN sebagai komisaris PT Permodalan Nasional Madani (PNM) per 23 September 2020.

Ia diangkat jadi komisaris utama BRIS dalam RUPS tahunan perseroan tanggal 29 April 2019. “Namun hingga pemberitahuan pengunduran diri tersebut disampaikan, Parman belum efektif menjabat di BRIS karena belum mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).” tulis Mulyatno dalam keterbukaan di BEI

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link