fbpx
BRI Fasilitasi Kredit Modal Kerja Rekanan Kementerian Pertahanan RI

BRI Fasilitasi Kredit Modal Kerja Rekanan Kementerian Pertahanan RI


JawaPos.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk bersama Kementerian Pertahanan RI kembali memperkuat kerja sama terkait penyediaan fasilitas layanan keuangan. Kerja sama ini meliputi pemberian fasilitas kredit modal kerja dan/atau bank garansi kepada supplier/vendor/kontraktor rekanan Kementerian Pertahanan RI.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan antara Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal TNI Budi Prijono dengan Direktur Institutional & State Own Enterprise BRI Agus Noorsanto. Penandatanganan Kerja sama dalam rangka akselerasi penyerapan APBN Kementerian Pertahanan untuk pengadaan alat dan peralatan Pertahanan ini diselenggarakan di Gedung A.H. Nasution Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Rabu (23/9).

“Sebagai mitra utama, BRI siap memberikan dukungan layanan keuangan bagi Kemhan RI. Perjanjian kerja sama ini merupakan salah satu komitmen Bank BRI untuk memberikan layanan perbankan yang optimal untuk Kementerian Pertahanan RI,” ungkap Agus Noorsanto.

Melalui Perjanjian Kerja sama ini diharapkan antara Bank BRI dengan Kemhan RI dapat menciptakan kerja sama dalam berbagai bidang. Diataranya peningkatan penyerapan anggaran Kemhan RI, mempercepat proses dan prosedur pengadaan alat peralatan pertahanan, dukungan kepada industri pertahanan lokal, penggunaan produk dan jasa layanan perbankan, dan pemberian dukungan kepada Kemhan RI dalam menunjang program yang ada pada Kemhan RI.

Lewat kerja sama ini BRI memberikan fasilitas kredit modal kerja dan/atau bank garansi dengan berbagai kemudahan. Diantaranya kredit yang diberikan sangat ringan dan bersaing, pemberian fasilitas pembiayaan Pre Financing dan Post Financing, fleksibilitas bentuk kredit yang dapat menyesuaikan kontrak kerja, biaya kredit yang terjangkau, dan agunan tambahan yang minimal yaitu sebesar 30% dari plafond kredit.

“Fasilitas yang diberikan oleh BRI ini merupakan wujud nyata kerja sama berkelanjutan dengan Kementerian Pertahanan RI sekaligus keikutsertaan kami dalam memberikan layanan keuangan untuk kebutuhan pemerintah khususnya Kemhan RI. Ke depannya kami juga membuka komunikasi untuk kementerian lainnya mengenai kerja sama fasilitas layanan keuangan,” ungkap Agus Noorsanto.

Sebelumya BRI telah bekerja sama dengan Kemhan RI mengenai fasilitas layanan pembayaran gaji dan fasilitas pinjaman kepada pegawai dengan suku bunga yang kompetitif diantaranya adalah BRIGUNA, KPR BRI, dan KKB BRI. Selain itu BRI juga memberikan proteksi asuransi secara gratis kepada pegawai di lingkungan Kementerian Pertahanan RI pemegang tabungan Britama BRI berupa fasilitas Personal Accident tabungan Britama serta memberikan layanan pengelolaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan bagi pegawai untuk kesejahteraan pegawai setelah pensiun.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

BRI Jauh Lebih Siap Hadapi PSBB Ketat DKI Jakarta Jilid 2

BRI Jauh Lebih Siap Hadapi PSBB Ketat DKI Jakarta Jilid 2


Jakarta, CNBC Indonesia– PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyatakan jauh lebih siap menghadapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat yang baru saja diterapkan kembali sejak Senin (14/09/2020). Perbankan jauh lebih siap menghadapi PSBB jilid dua ini karena aktivitas ekonomi masih berjalan, bukan berhenti sama sekali sepeti pada pertama kali.

“Setelah melewati PSBB yang pertama pada Maret April, PSBB ketat kedua ini sudah jauh lebih menyiapkan diri,” kata Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo, Selasa (15/09/2020).

Selain itu retriksi atau pembatasan yang sudah dilakukan untuk membatasi aktivitas dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Meskipun dia mengakui ada konsekuensi dari pembatasan tersebut pada aktivitas ekonomi.


“Secara internal masing-masing sudah menyiapkan diri, misalnya disinfektasi ruangan yang tempat layanan kantor cabang, WFH secara bergiliran, rapid test dan penanganan dengan penyediaan safe house. Sehingga kami pada PSBB tahap dua jauh lebih siap,” kata Haru.

Haru mengatakan setelah perusahaan tetap memprioritaskan kesehatan karyawan dan nasabahnya, baru setelahnya melakukan penyelamatan bisnis nasabahnya melalui berbagai program mulai dari yang paling kecil. Apalagi pandemi Covid-19 berbeda dengan krisis sebelumnya, kali ini berdampak pada semua level dan tingkat sosial, sehingga dampaknya pun dirasakan nasabah mikro.

Hingga Agustus 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi terhadap 2,9 juta nasabah dengan nilai berkisar Rp 189 triliun. Haru mengatakan BRI akan terus meneruskan aktivitas ini untuk mengurangi beban dari UMKM sehingga bisa digunakan untuk pengembangan bisnisnya, sehingga tidak melakukan penutupan usaha atau pemutusan hubungan kerja.

Bahkan untuk nasabah yang gagal, BRI membuka potensi untuk melakukan restrukturisasi kembali jika persyaratannya memungkinkan. Haru mengatakan perusahaan pun telah menyiapkan cadangan untuk kemungkinan tersebut.

“Ini harga sebuah krisis, dan ini harus dilakukan kalau kita punya pikiran positif semuanya akan kembali normal,” ujar Haru.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)




Source link

Transformasi Bikin Investor Ritel BRI Melesat 6 Kali Dalam Dua Tahun

Transformasi Bikin Investor Ritel BRI Melesat 6 Kali Dalam Dua Tahun


JawaPos.com – Transformasi yang tengah dilakukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 2016 mendapat respon positif di mata investor. Tercatat investor ritel saham BBRI melesat tumbuh 6 (enam) kali lipat dalam dua tahun terakhir.

Direktur Utama BRI Sunarso saat PUBEX LIVE BRI 2020 di Jakarta (27/8) mengungkapkan, di tengah kondisi yang sangat menantang ini, strategi BRI tetap diarahkan untuk mewujudkan visi perusahaan di tahun 2022 yaitu menjadi“The Most Valuable Bank di Asia Tenggara dan Home to The Best Talent”.

“Untuk mencapai visi tersebut, sejak tahun 2016, kami telah memulai proses transformasi yang kami namakan BRIVolution yang berorientasi pada transformasi digital dan culture dengan fokus pertumbuhan pada segmen mikro, kecil dan konsumer peningkatan profitabilitas pada segmen korporasi serta peningkatan sinergi Perusahaan Anak,” ujar Sunarso.

Sunarso menambahkan bahwa krisis yang terjadi akibat pandemi saat ini menjadi akselerator transformasi yang tengah dilakukan perseroan. “Maka krisis ini juga ada hikmahnya, yaitu sebagai pemercepat transformasi digital BRI. Karena kita memang bener-bener cara kerjanya berubah, yang tadinya kerja di kantor tatap muka, kemudian menjadi online, maka itu butuh perubahan cara kerja, melalui digitalisasi. Dan itu kebetulan sudah kami lakukan” urainya.

Sunarso menjelaskan sampai dengan saat ini, BBRI konsisten mampu memberikan value bagi pemegang saham. Sejak IPO di tahun 2003, harga saham BRI telah memberikan return kepada para pemegang saham sebesar 69x.

“Dan sudah menjadi tugas saya sebagai CEO BRI, untuk terus men-create dan mendeliver value secara sustainable bagi seluruh stakeholders, terutama shareholders dan masyarakat, dengan tetap fokus di segmen UMKM khususnya mikro,” pungkas Sunarso.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

Bangun Ekosistem Digital, BRI Pertegas Posisi Fokus di Segmen UMKM

Bangun Ekosistem Digital, BRI Pertegas Posisi Fokus di Segmen UMKM


JawaPos.com – Melalui ekosistem digital, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mempertegas posisinya sebagai bank yang fokus pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tranformasi digital yang dilakukan oleh BRI merupakan upaya menjawab kebutuhan masyarakat atas layanan keuangan yang mudah, accessible dan terintegrasi.

Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo mengatakan dalam membangun ekosistem digital, BRI menerapkan dua strategi inisiatif, yakni digitize dan digital. Misi digitize yakni bagaimana BRI mengeksploitasi dari bisnis yang ada memanfaatkan teknologi supaya lebih efisien dan produktif. Adapun digital, terkait menciptakan produk dengan fokus pada customer centric, inovasi dan customer experience yang lebih baik.

“Dengan digital ini sebenarnya kita diminta berfikir sangat berorientasi pada nasabah untuk bisa men-deliver value dan menciptakan value. Misalnya dengan BRIMobile, ini sudah menjadi super apps, pertumbuhan dan pemanfaatannya luar biasa dalam beberapa bulan terakhir. Dari sisi produktivitas melayani nasabah juga meningkat,” ujar Indra dalam diskusi virtual pada acara Special Dialogue di IDX Channel bertema Tantangan dan Inovasi Industri di Tengah Pandemi.

Dengan layanan digital, pembiayaan nasabah yang tadinya membutuhkan waktu dua pekan, kini menjadi lebih singkat yakni dua hari. Disamping itu, dengan adanya digital lending prosesnya hanya dua menit. Dalam pengajuan dan penyaluran kredit ini, BRI sudah menerapkan proses yang fully digital, salah satunya menggunakan biometri. “Kami juga membantu bagaimana pertumbuhan dari transaksi micro payment bisa ditumbuhkan, di mana kegiatan-kegiatan transaksi sudah dimudahkan dengan digital,” papar Indra.

Di masa pandemi saat ini, menurut Indra, BRI fokus mendukung kegiatan-kegiatan produktif di masyarakat melalui cara-cara baru seperti misalnya digitalisasi pasar melalui pengembangan web pasar yang saat ini sudah hadir di 4.300 pasar tradisional. Inovasi ini memudahkan pedagang pasar tetap produktif di masa pandemi, masyarakat bisa berbelanja dari rumah dan kemudian diantar oleh kurir.

Untuk mengembangkan segmen ultra mikro misalnya, BRI juga mengoptimalkan pengembangan BRIBrain. Inovasi tersebut merupakan platform yang menyimpan, memproses dan mengkonsolidasikan informasi dari berbagai aliran data. Platform ini menjadi ‘otak’ bagi BRI untuk mengambil keputusan dalam bentuk BRIScore dengan tepat dan presisi.

Dengan BRIBrain memungkinkan BRI meluncurkan produk-produk digital baru yang telah disempurnakan dan menjadi produk digital terdepan di segmennya. Untuk itu, BRI terus memperkuat infrastruktur digital dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (Machine Learning). Pemrosesan Big Data melalui Machine Learning saat ini dirasakan manfaatnya di berbagai lini bisnis. Saat ini, BRIBrain dimanfaatkan untuk semua produk digital lending BRI di antaranya PINANG, CERIA, dan KUR e-Commerce.

Optimalisasi big data menjadi arah BRI untuk memperlancar dan mempercepat penyaluran kredit maupun berbagai stimulus pemerintah secara tepat sasaran kepada UMKM. Data terkait UMKM menjadi penting guna mendukung pemulihan ekonomi nasional mengingat segmen ini menjadi backbone ekonomi Indonesia.

Melalui berbagai inovasi, lanjut Indra, BRI ingin bergerak lebih cepat dan menjangkau semakin banyak masyarakat. “Karena kita sadar ke depan mantranya adalah kecepatan, siapa yang cepat dia makan yang lambat. BRI membangun open innovation ecosystem, berpartner dengan excellent menggunakan open banking, yang memungkinkan BRI berkolaborasi secara masif dengan partner-partner baru,” tutup Indra.

Editor : Mohamad Nur Asikin





Source link

PGN Gaet BRI Tingkatkan Fleksibelitas Pembayaran Tagihan Gas Pelanggan

PGN Gaet BRI Tingkatkan Fleksibelitas Pembayaran Tagihan Gas Pelanggan


JawaPos.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam Pembiayaan Tagihan Pemakaian Gas Pelanggan PGN. Kerja sama yang dilaksanakan sebagai bentuk upaya PGN dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sektor industri, (31/8).

Direktur Komersial PGN Faris Aziz berharap, kerja sama antara PGN dan Bank BRI dapat memberikan benefit yang berkelanjutan bagi seluruh pihak. Dikarenakan melalui kerjasama ini, pelanggan PGN dapat memanfaatkan fleksibilitas dari fasilitas pembiayaan Bank BRI untuk pembayaran tagihan gas, baik menggunakan skema pra bayar, maupun pasca bayar.

“Fasilitas pembiayaan tagihan gas merupakan kerja sama PGN dengan Bank BRI dapat memudahkan pelanggan industri PGN untuk melakukan pembayaran tagihan pemakaian gas, serta memfasilitasi mereka apabila terjadi kendala pembayaran akibat perbedaan arus kas,” ujar Faris.

“Dampak Covid-19 cukup signifikan pada berbagai industri, tidak terkecuali indutri yang menjadi pelanggan PGN, sehingga perlambatan demand. Namun, berdasarkan informasi dari front liner kami, Pelanggan kami tetap berkomitmen untuk terus menggunakan gas bumi dengan volume yang akan kembali meningkat, sejalan dengan pulihnya perekonomian. Hal ini yang juga mendasari kami untuk terus meningkatkan layanan gas bumi, salah satunya melalui kerjasama ini,” jelas Faris.

Lebih lanjut, Faris menjelaskan, dengan situasi ekonomi yang sempat menurun akibat dari pandemi Covid-19, PGN dan BRI sepakat untuk memberikan situmulus untuk pelanggan gas sektor Industri dalam rangka pemulihan ekonomi. Dari kerjasama ini, diharapakan pelanggan PGN juga dapat melakukan restrukturisasi keuangan dan kembali bertumbuh setelah pandemi Covid-19 usai.

Faris menambahkan, seiring bertumbuhnya pelanggan industri, PGN berupaya untuk terus melakukan layanan terbaik yaitu dengan membangun infrastruktur serta melakukan penyaluran gas bumi.

Pada tahun 2018, PGN meluncurkan produk yang bernama Sinergi untuk keperluan energi pelanggan Industri dan Komersial. PGN terus mengupayakan peningkatan layanan pemanfaatan gas bumi yang terintegrasi dan handal.

PGN juga memberikan fleksibilitas pemakaian gas di atas nilai kontrak yang sewaktu-waktu diperlukan oleh pelanggan, melalui fasilitas Spot Gas dan fleksibiltas pengaturan pemakaian gas untuk beberapa lokasi industri pelanggan dalam satu grup perusahaan yang berada dalam satu jaringan operasional pipa PGN melalui fasilitas Multi Destinasi.

“Sebagai subholding gas bumi, PGN berkomitmen untuk terus melakukan upaya peningkatan nilai tambah pemanfaatan gas bumi bagi pelanggan, melalui program produk dan layanan baik yang berasal dari inisiatif PGN maupun kerjasama dengan badan usaha lain,” tutup Faris.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link