fbpx
Pandemi Menghantam, Emiten Tetap Antre IPO Saham

Pandemi Menghantam, Emiten Tetap Antre IPO Saham


Jakarta, CNBC Indonesia- Sejak pandemi melanda tentu membuat perusahaan-perusahaan membutuhkan pendanaan baru untuk melonggarkan likuiditas perusahaan. Salah satu caranya dengan cara IPO atau Initial Public Offering atau menghimpun dana baru. Calon-calon emiten juga tidak segan-segan melakukan IPO di tengah kondisi pandemi.

Simak informasi selengkapnya di program Closing Bell CNBC Indonesia (Senin, 07/09/2020) berikut ini

 




Source link

Gara-gara corona, premi asuransi jiwa diproyeksi turun sampai akhir tahun

Gara-gara corona, premi asuransi jiwa diproyeksi turun sampai akhir tahun


ILUSTRASI. asuransi jiwa

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis asuransi jiwa terkontraksi sejak awal tahun akibat pandemi corona (Covid-19). Akibatnya, pendapatan premi asuransi jiwa anjlok dan diperkirakan berlanjut sampai akhir tahun. 

“Prediksi ke depan penurunan tetap terjadi tapi tidak terlalu besar. Kami harap kinerja stabil untuk ke depan walaupun menurun,” kata Kepala Departemen Hubungan Internasional AAJI Nelly Husnayati dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (28/8).

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), premi industri asuransi jiwa melorot 10,69% secara year on year (yoy) per Juli 2020. Padahal Juni lalu turun lebih rendah atau 10,01% yoy.

Baca Juga: Banyak kasus gagal bayar asuransi, puluhan nasabah mengadu ke DPR

Menurutnya, penyebab penurunan karena kemampuan masyarakat untuk membeli produk asuransi di masa pandemi merosot. Khususnya produk asuransi dengan premi tinggi. 

Meski demikian, pendapatan premi industri akan membaik karena perekonomian mulai bergeliat. Hal ini akan berdampak pada perbaikan bisnis asuransi di kuartal ketiga dan keempat tahun ini. 

“Dari sisi positif, kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi kesehatan semakin meningkat. Kita sama – sama menyadari bahwa proteksi kesehatan itu penting di masa pandemi,” ungkapnya. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Bioskop Dibuka Lagi, Pemesanan Tiket Harus Lewat Online

Bioskop Dibuka Lagi, Pemesanan Tiket Harus Lewat Online


TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito merincikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dalam rencana pembukaan kembali bioskop.

Hal itu ditegaskan Wiku seusai pertemuan Satgas Penanganan Covid-19 dengan Pemerintah DKI Jakarta pada hari ini, Rabu, 26 Agustus 2020 yang membahas pembukaan kembali bioskop di wilayah Ibu Kota.

“Hasil kajian Tim Pakar dari sisi medis dan kesehatan masyakarat terhadap pembukaan kembali bioskop atau cinema, beberapa hal yang perlu diperhatikan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Salah satunya adalah memastikan antrean masuk dan keluar dari fasilitas bioskop dijaga dengan ketat dengan menjaga jarak yang baik, minimal 1,5 meter sehingga tidak ada kontak pengunjung.

“Demikian pula kesiapan dari penyelenggara, mereka harus dilatih dengan baik supaya dapat betul-betul memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat dan tertib selama dalam proses pembukaan bioskop,” katanya.

Satgas Nasional merekomendasikan pengunjung bioskop dengan usia rentang di atas 12 tahun dan di bawah 60 tahun. Di samping itu, syarat bagi penonton adalah tidak memiliki penyakit penyerta seperti jantung, kencing manis, paru-paru, ginjal atau penyakit imunitas rendah lainnya.

“Selain itu, dalam kondisi sehat, tidak ada gejala batuk, demam lebih dari 38 derajat Celcius, sakit tenggorokan, pilek atau flu, bersin, atau sesak napas. Dan itu harus dijalankan dengan protokol yang ketat,” kata Wiku.

Selama menonton, pengunjung tidak boleh makan dan minum serta selalu menggunakan masker dari sejak awal hingga selesai. Pembatasan waktu di dalam ruangan bioskop dijaga tidak lebih dari 2 jam.

Jarak antarkursi dilakukan dengan baik sehingga berjarak. Ini dilakukan untuk menghindari kontak antar pengunjung dan juga tidak ada kontak dengan petugas.

Pengamatan langsung untuk upaya disiplin semua pihak harus dilakukan dengan baik oleh petugas, seperti penggunaan masker selama berada di gedung bioskop.

Tim pakar menyarankan masker yang digunakan adalah masker dengan filtrasi setara atau lebih baik dari masker bedah. Ini digunakan untuk mengantisipasi penularan antar pengunjung.

“Pemesanan tiket dilakukan secara fisik melainkan dengan tiket online. Ini bertujuan juga untuk mempermudah pengecekan data untuk keperluan tracing apabila ditemukan kasus,” kata Wiku.

Melalui sejumlah rekomendasi tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 dan pemerintah daerah berharap pembukaan kembali bioskop dapat berjalan baik dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menerapkan protokol yang berlaku secara optimal sehingga risiko penularan dapat dihindari.





Source link