fbpx
BRI Jauh Lebih Siap Hadapi PSBB Ketat DKI Jakarta Jilid 2

BRI Jauh Lebih Siap Hadapi PSBB Ketat DKI Jakarta Jilid 2


Jakarta, CNBC Indonesia– PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyatakan jauh lebih siap menghadapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat yang baru saja diterapkan kembali sejak Senin (14/09/2020). Perbankan jauh lebih siap menghadapi PSBB jilid dua ini karena aktivitas ekonomi masih berjalan, bukan berhenti sama sekali sepeti pada pertama kali.

“Setelah melewati PSBB yang pertama pada Maret April, PSBB ketat kedua ini sudah jauh lebih menyiapkan diri,” kata Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo, Selasa (15/09/2020).

Selain itu retriksi atau pembatasan yang sudah dilakukan untuk membatasi aktivitas dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Meskipun dia mengakui ada konsekuensi dari pembatasan tersebut pada aktivitas ekonomi.


“Secara internal masing-masing sudah menyiapkan diri, misalnya disinfektasi ruangan yang tempat layanan kantor cabang, WFH secara bergiliran, rapid test dan penanganan dengan penyediaan safe house. Sehingga kami pada PSBB tahap dua jauh lebih siap,” kata Haru.

Haru mengatakan setelah perusahaan tetap memprioritaskan kesehatan karyawan dan nasabahnya, baru setelahnya melakukan penyelamatan bisnis nasabahnya melalui berbagai program mulai dari yang paling kecil. Apalagi pandemi Covid-19 berbeda dengan krisis sebelumnya, kali ini berdampak pada semua level dan tingkat sosial, sehingga dampaknya pun dirasakan nasabah mikro.

Hingga Agustus 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi terhadap 2,9 juta nasabah dengan nilai berkisar Rp 189 triliun. Haru mengatakan BRI akan terus meneruskan aktivitas ini untuk mengurangi beban dari UMKM sehingga bisa digunakan untuk pengembangan bisnisnya, sehingga tidak melakukan penutupan usaha atau pemutusan hubungan kerja.

Bahkan untuk nasabah yang gagal, BRI membuka potensi untuk melakukan restrukturisasi kembali jika persyaratannya memungkinkan. Haru mengatakan perusahaan pun telah menyiapkan cadangan untuk kemungkinan tersebut.

“Ini harga sebuah krisis, dan ini harus dilakukan kalau kita punya pikiran positif semuanya akan kembali normal,” ujar Haru.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)




Source link

Faisal Basri Kritik Aturan Awal Pandemi: Bukan Tangani Corona

Faisal Basri Kritik Aturan Awal Pandemi: Bukan Tangani Corona


Jakarta, CNN Indonesia —

Faisal Basri, ekonom senior Indef, mengkritik aturan hukum yang muncul di awal pandemi yang dinilai tidak solutif dalam penanganan penyakit covid-19 atau virus corona.

Salah satunya, ia menyebutkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang disahkan menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona dan/atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional.

Menurut Faisal, payung hukum tersebut lebih condong mengamankan keuangan dan perbankan ketimbang masalah kesehatan.







“Perppu 1/2020 ini bukan tentang menangani covid-19 secara extraordinary (luar biasa). Melainkan, untuk mengantisipasi masalah covid-19 merembet ke sektor keuangan dan perbankan,” ujarnya dalam seminar nasional evaluasi 6 bulan, mengutip Antara, Sabtu (12/9) malam.

Padahal, seharusnya, pemerintah mengeluarkan regulasi yang dapat menangani covid-19 secara luar biasa. Misalnya, sambung dia, perppu agar alat pelindung diri (APD) bisa diproduksi oleh industri otomotif yang saat ini produksinya sedang anjlok.

“Macam-macam (perppu) yang semacam itu,” tegas Faisal.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, ia kembali mengkritisi struktur pejabat yang mengisi organisasi Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang dinilai condong pada penanganan perekonomian.

“Kita lihat ketuanya Menko Perekonomian. Kemudian, wakil ketua ada Menteri Keuangan. Lalu, ketua pelaksananya ada Menteri BUMN,” tutur dia.

Persoalan lain, Gugus Tugas Covid-19 yang sebelumnya bertanggung jawab langsung kepada Presiden, sekarang bertanggung jawab kepada Menteri BUMN.

(bir)





Source link

Pandemi Menghantam, Emiten Tetap Antre IPO Saham

Pandemi Menghantam, Emiten Tetap Antre IPO Saham


Jakarta, CNBC Indonesia- Sejak pandemi melanda tentu membuat perusahaan-perusahaan membutuhkan pendanaan baru untuk melonggarkan likuiditas perusahaan. Salah satu caranya dengan cara IPO atau Initial Public Offering atau menghimpun dana baru. Calon-calon emiten juga tidak segan-segan melakukan IPO di tengah kondisi pandemi.

Simak informasi selengkapnya di program Closing Bell CNBC Indonesia (Senin, 07/09/2020) berikut ini

 




Source link

Airlangga Hartarto Target Turunkan Covid-19 sebelum Coblosan

Airlangga Hartarto Target Turunkan Covid-19 sebelum Coblosan


JawaPos.com – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto punya target baru. Sebelum coblosan 9 Desember 2020, angka persebaran Covid-19 di beberapa provinsi harus turun.

Dari indikator warna yang semula merah menjadi kuning atau hijau.

Airlangga menjelaskan, pemerintah juga menyiapkan dana insentif daerah (DID) bagi pemda yang berhasil membuat daerahnya menjadi zona hijau. Insentif itu sedang dibahas Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Kesehatan.

Saat ini ada delapan daerah yang berada dalam kategori zona merah. Yakni, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Semarang, Banjar, Banjar Baru, Tabalong, Medan, dan Deli Serdang. ”Tentu hal yang perlu ditangani adalah di delapan daerah utama ini dipertimbangkan dibuatkan program DID yang memberikan insentif apabila daerah itu terkonversi dari kuning menjadi hijau,” ujarnya seusai rapat pleno di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (4/9).

Ketum Partai Golkar itu menjelaskan, perkembangan Covid-19 secara global mencapai 26.121.999 kasus, recovery rate 70,4 persen, dan jumlah kematian 864.618 di 215 negara terjangkit. Sementara itu, recovery rate Indonesia tercatat 71,5 persen. ”Recovery rate Indonesia lebih tinggi daripada global,” imbuh dia.

Baca juga: Sembilan Kota Miliki Kasus Aktif Covid-19 di Atas 1.000

Strategi penanganan Covid-19 yang terus menjadi perhatian adalah gerakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan 3T (test, trace, dan treat).

Selain itu, strategi untuk menurunkan tingkat kematian melalui peningkatan fasilitas dan kapasitas layanan kesehatan serta dukungan tenaga kesehatan. ”Kampanye masif gerakan 3M akan terus dilanjutkan,” tambah Airlangga.

Kampanye memakai masker yang awalnya dilakukan sampai 6 September 2020 akan diteruskan secara lebih masif. Sedangkan kampanye menjaga jarak dilaksanakan pada periode 7 September sampai 6 Oktober 2020. ”Lalu, kampanye mencuci tangan dilaksanakan mulai 7 Oktober hingga November 2020,” tegas Airlangga.

Kampanye parsial itu menindaklanjuti pertemuan yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka beberapa waktu lalu. Saat itu presiden meminta agar sosialisasi dilakukan satu per satu dan dimulai dengan kampanye pemakaian masker. Disusul kampanye jaga jarak dan cuci tangan. Presiden menjelaskan, salah satu yang menjadi perhatian dalam penanganan Covid-19 adalah angka kematian. Tingkat fatalitas Covid-19 di Indonesia masih tergolong besar meskipun pada awal bulan ini berada di angka 4,3 persen. ”Masih lebih tinggi dibandingkan dengan fatality rate global yang berada di angka 3,36 persen,” ujarnya.

Menurut Jokowi, perlu ada upaya keras untuk menekan tingkat fatalitas Covid-19. Karena itu, kelompok rentan dan kasus yang parah menjadi perhatian utama. Kasus-kasus berat langsung ditangani di RS. Kasus ringan dan sedang diisolasi di lokasi terpisah, seperti di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Satgas Covid-19 segera membuka Tower 4 dan 5 di kompleks Wisma Atlet Kemayoran untuk menjadi hunian (flat) bagi warga yang akan menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: 100 Dokter Gugur karena Covid-19, IDI Minta Diberi Perlindungan Ekstra

Rencana tersebut dilontarkan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Jumat (4/9). Hunian itu diperuntukkan warga yang tempat tinggalnya tidak memenuhi standar untuk menjalani isolasi mandiri.

Wisma Tower 4 dan 5 bisa dioperasikan Selasa (8/9). Doni berharap kebutuhan air dan listrik dapat disiapkan dengan baik sehingga Tower 4 dan 5 bisa segera dioptimalkan.

Sementara itu, pendaftaran izin edar ramuan imunomodulator untuk pasien Covid-19 sudah berjalan setengah bulan lebih. Namun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda keluarnya izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko menuturkan, peneliti LIPI terus berkomunikasi dengan BPOM. ”Masih ada sebagian data yang harus diklarifikasi katanya,” tutur Handoko kemarin (6/9).

Dia menegaskan, yang diklarifikasi adalah data-data yang dilaporkan. Sampai saat ini, tidak ada instruksi dari BPOM untuk melakukan uji klinis ulang. Menurut Handoko, klarifikasi data itu penting karena terkait dengan kesimpulan ramuan obat yang diteliti tersebut sesuai klaim atau tidak.

Namun, Handoko tidak bersedia menyampaikan klaim-klaim ramuan obat itu. Dia meminta masyarakat menunggu hasil dari BPOM. ”Kita tidak buru-buru (sampaikan klaim, Red) supaya benar prosesnya dan tidak bikin heboh,” jelasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : dee/byu/tau/wan/c7/oni





Source link

Mentan Klaim Sektor Pertanian Tumbuh di Era Corona

Mentan Klaim Sektor Pertanian Tumbuh di Era Corona


Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim pertumbuhan (Produk Domestik Bruto/PDB) sektor pertanian meningkat 16,24 persen secara kuartalan dan 2,19 persen secara tahunan pada kuartal II 2020. Pertumbuhan naik di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Peningkatan pertumbuhan membuat kontribusi sektor pertanian ke perekonomian nasional mencapai 14 persen. Selain itu, sektor ini juga diklaim mampu menyediakan lapangan kerja bagi hampir separuh dari total penduduk Indonesia yang mencapai 268 juta orang.

“Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional,” ujar Syahrul saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri ke-35 Konferensi Regional Asia Pasifik (APRC) FAO, dikutip dari Antara, Jumat (4/9).


Di tingkat global, Syahrul menyatakan Indeks Ketahanan Pangan Global Indonesia turut meningkat dari peringkat 74 pada 2015 menjadi peringkat 62 pada 2019.

“Prevalensi stunting Indonesia juga mengalami penurunan dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 27,67 persen pada 2019,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syahrul mengungkapkan pemerintah akan terus berusaha menjaga ketahanan pangan. Caranya dengan meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan diversifikasi pangan lokal, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik, dan melakukan pengembangan pertanian modern.

Kementerian Pertanian juga telah meluncurkan Rencana Pembangunan Strategis (Renstra) 2020-2024 yang bertujuan mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern melalui penguatan ketahanan pangan dan daya saing produk pertanian.

Selain itu juga mempertahankan peran penting sektor pertanian dalam sektor pertanian berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan dan meningkatkan pendapatan untuk keluarga petani di tengah pandemi covid-19.

Sementara Direktur Jenderal FAO QU Dongyu mengingatkan agar para negara dan seluruh pihak terus meningkatkan ketahanan pangan di negara masing-masing. Pasalnya, pembatasan aktivitas ekonomi di tengah pandemi covid-19 berpotensi mengganggu rantai pasokan global.

[Gambas:Video CNN]

“Tindakan untuk mengendalikan wabah virus mengganggu rantai pasokan pangan global. Pembatasan pergerakan di perbatasan dan karantina wilayah menghancurkan mata pencaharian dan menghambat transportasi pangan bagi penduduk,” kata Dongyu.

Namun di sisi lain, kebutuhan pangan tetap meningkat di tengah pandemi covid-19. Belum lagi, para petani kecil dan pekerja di sektor pangan menggantungkan hidupnya di sektor ini.

“Kami perlu mengkaji kembali sistem pangan dan rantai nilai pangan. Kita harus lebih memanfaatkan inovasi dan teknologi pertanian yang ada, dan mempertimbangkan teknologi terbaru,” pungkasnya.

(uli/agt)





Source link

Erwin Aksa Positif Terjangkit Virus Corona

Erwin Aksa Positif Terjangkit Virus Corona


Jakarta, CNN Indonesia —

Komisaris Utama Bosowa Erwin Aksa mengumumkan dirinya positif terjangkit virus corona.

Dalam akun resmi Twitternya, Erwin membuat video singkat menjelaskan dirinya positif terkena virus corona dan mulai melakukan isolasi mandiri selama dua pekan ke depan.

Erwin mengungkap saat ini dirinya dalam kondisi sehat dan baik-baik tanpa gejala apapun. Sehingga, dia memutuskan untuk isolasi mandiri di rumah.


“Saya juga ingin mengimbau kepada teman-teman dapat semakin menjaga interaksi, melaksanakan protokol kesehatan yang ada dan melakukan cek kesehatan,” cuitnya, Kamis (3/9).

Dia pun mengimbau kepada semua orang agar rutin melakukan test secara mandiri agar dapat melakukan tindakan preventif.

Seperti diketahui, selain menjabat sebagai Komut Bosowa, Erwin pun menduduki posisi Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang Konstruksi dan Infrastruktur.

[Gambas:Video CNN]

(age)





Source link

Konferensi FAO, Menteri Pertanian Tawarkan 4 Prioritas di Masa Normal Baru

Konferensi FAO, Menteri Pertanian Tawarkan 4 Prioritas di Masa Normal Baru


TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Pertanian mengusulkan peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan pangan dan sistem logistik, serta pengembangan pertanian modern dalam memperkuat ketahanan pangan di era normal baru.

“Untuk menopang ketersediaan pangan bagi semua di era normal baru, kami mengembangkan seperangkat kebijakan yang disebut ‘4 Cara Bertindak’,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo, dalam keterangan persnya, Kamis, 3 September 2020.

Empat prioritas itu disebut sebagai upaya Indonesia memperkuat ketahanan pangan dan sistem pangan di masa pandemi Covid-19. Syahrul menyampaikan empat prioritas itu dalam Konferensi Regional Asia Pasifik (APRC) FAO ke-35 yang dihadiri 46 menteri pertanian di Asia Pasifik.

Menurut Syahrul, meski terjadi perlambatan ekonomi akibat pandemi, PDB Indonesia di sektor pertanian tahun ini meningkat 2,19 persen. Sementara pertumbuhan di sektor pertanian mencapai pertumbuhan sektor pertanian sebesar 16,24 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Dia menjelaskan, terlepas dari kemunduran global dalam pencapaian SDG, peringkat ketahanan pangan Indonesia dalam indeks keamanan global meningkat dari peringkat 74 pada 2015 menjadi peringkat 62 di 2019.

Sementara prevalensi stunting pada 2018 menurun dari 30,8 persen menjadi 27,67 persen di 2019. Syahrul menyerukan kepada peserta konferensi untuk memperkuat kolaborasi dan mendukung FAO “hand in hand” melalui kerja sama Selatan-Selatan dan kerja sama Triangular.

“Indonesia, ia berujar, siap berbagi pengalaman dengan setiap negara untuk berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG),” ujar dia, seperti disampaikan dalam konferensi virtual itu.

Inisiatif kerja sama tersebut menargetkan mereka yang paling rentan. Terutama di kelompok populasi, wilayah, dan negara yang lebih miskin. Yang berbasis pada bukti lapangan dan memanfaatkan analisis komprehensif menggunakan data dan informasi geo-spasial multidimensi.

Direktur Jenderal FAO QU Dongyu dalam pidatonya dari Roma, mengatakan dampak negatif terkait pandemi dirasakan di seluruh sistem pangan. “Tindakan untuk mengendalikan wabah virus mengganggu rantai pasokan pangan global,” kata Dongyu.

Menurutnya pembatasan pergerakan di perbatasan dan penguncian menghancurkan mata pencarian dan menghambat transportasi pangan penduduk. Kehilangan dan pemborosan pangan meningkat.

“Petani membuang bahan pangan yang mudah rusak, dan banyak orang di pusat kota berjuang mendapatkan makanan segar.”

Dongyu menekankan bahwa petani kecil dan keluarganya, pekerja pangan di semua sektor, dan mereka yang hidup di ekonomi yang bergantung pada komoditas dan pariwisata sangat rentan.

“Mereka sangat membutuhkan perhatian kita. Kita perlu mengkaji kembali sistem pangan dan rantai nilai pangan,” kata dia. “Kita harus lebih memanfaatkan inovasi dan teknologi pertanian dan mempertimbangkan teknologi terbaru.”

Dalam Konferensi Regional FAO kali ini, “Hand in Hand” menjadi salah satu bahasan utama. Inisiatif itu berfokus pada peningkatan kerja sama dan dukungan terhadap potensi daerah tertinggal, serta penduduk yang rentan.

IHSAN RELIUBUN





Source link

Erick Thohir Patok 70 Persen Penduduk Dapat Vaksin Corona

Erick Thohir Patok 70 Persen Penduduk Dapat Vaksin Corona


Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah menargetkan dapat memberikan vaksin covid-19 kepada 70 persen penduduk Indonesia secara massal pada 2021. Itu berarti, sebanyak 161 juta orang penduduk ditargetkan menerima vaksin dengan asumsi jumlah penduduk 230 juta.

“Kita dengan penduduk 230 juta, kami baru memfokuskan untuk mendapatkan 70 persen,” ujar Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir, usai rapat bersama IDI dan PPNI, Kamis (3/9).

Jumlah tersebut, kata dia, mengecualikan penduduk dengan usia 18 tahun. Pasalnya, pemerintah belum melakukan uji coba klinis kepada penduduk usia tersebut.


Selain itu, penduduk usia 18 tahun dinilai memiliki daya tahan tubuh sangat bagus.

“Tapi, bukan berarti nanti generasi muda dikorbankan, bukan. Ini nanti ada yang melintir generasi muda dikorbankan,” ujarnya.

Pemberian vaksin nantinya, lanjut Erick, akan dilakukan oleh 1,5 juta dokter, perawat, dan bidan. Dalam hal ini, pemerintah akan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mendapatkan data tenaga kesehatan tersebut.

Termasuk penentuan kriteria dokter, perawat, dan bidan yang akan melakukan imunisasi.

“Ini menjadi kekuatan kami untuk nanti melakukan imunisasi massal atau vaksinasi massal awal tahun yang kami usahakan lebih cepat lagi kalau bisa. 1,5 juta ini yang harus mendapatkan vaksin duluan karena beliau ini yang terdepan,” ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Erick yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu menargetkan program imunisasi massal bisa dilakukan awal 2021 mendatang. Untuk pengadaan vaksin covid-19 ini pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp18 triliun.

Saat ini, pemerintah terus mengembangkan vaksin baik secara mandiri maupun kerja sama dengan pihak asing. Misalnya, PT Bio Farma (Persero) tengah melakukan uji coba tahap ketiga vaksin covid-19. Perusahaan BUMN kesehatan itu bekerja sama dengan produsen vaksin asal China, Sinovac dalam pengembangan vaksin.

Lalu, PT Kimia Farma (Persero) dan PT Indo Farma (Persero) dengan perusahaan teknologi kesehatan asal Uni Emirat Arab, G42. Secara mandiri, Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin Merah Putih oleh LBME Eijkman.

(agt)





Source link

Bangun Ekosistem Digital, BRI Pertegas Posisi Fokus di Segmen UMKM

Bangun Ekosistem Digital, BRI Pertegas Posisi Fokus di Segmen UMKM


JawaPos.com – Melalui ekosistem digital, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mempertegas posisinya sebagai bank yang fokus pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tranformasi digital yang dilakukan oleh BRI merupakan upaya menjawab kebutuhan masyarakat atas layanan keuangan yang mudah, accessible dan terintegrasi.

Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo mengatakan dalam membangun ekosistem digital, BRI menerapkan dua strategi inisiatif, yakni digitize dan digital. Misi digitize yakni bagaimana BRI mengeksploitasi dari bisnis yang ada memanfaatkan teknologi supaya lebih efisien dan produktif. Adapun digital, terkait menciptakan produk dengan fokus pada customer centric, inovasi dan customer experience yang lebih baik.

“Dengan digital ini sebenarnya kita diminta berfikir sangat berorientasi pada nasabah untuk bisa men-deliver value dan menciptakan value. Misalnya dengan BRIMobile, ini sudah menjadi super apps, pertumbuhan dan pemanfaatannya luar biasa dalam beberapa bulan terakhir. Dari sisi produktivitas melayani nasabah juga meningkat,” ujar Indra dalam diskusi virtual pada acara Special Dialogue di IDX Channel bertema Tantangan dan Inovasi Industri di Tengah Pandemi.

Dengan layanan digital, pembiayaan nasabah yang tadinya membutuhkan waktu dua pekan, kini menjadi lebih singkat yakni dua hari. Disamping itu, dengan adanya digital lending prosesnya hanya dua menit. Dalam pengajuan dan penyaluran kredit ini, BRI sudah menerapkan proses yang fully digital, salah satunya menggunakan biometri. “Kami juga membantu bagaimana pertumbuhan dari transaksi micro payment bisa ditumbuhkan, di mana kegiatan-kegiatan transaksi sudah dimudahkan dengan digital,” papar Indra.

Di masa pandemi saat ini, menurut Indra, BRI fokus mendukung kegiatan-kegiatan produktif di masyarakat melalui cara-cara baru seperti misalnya digitalisasi pasar melalui pengembangan web pasar yang saat ini sudah hadir di 4.300 pasar tradisional. Inovasi ini memudahkan pedagang pasar tetap produktif di masa pandemi, masyarakat bisa berbelanja dari rumah dan kemudian diantar oleh kurir.

Untuk mengembangkan segmen ultra mikro misalnya, BRI juga mengoptimalkan pengembangan BRIBrain. Inovasi tersebut merupakan platform yang menyimpan, memproses dan mengkonsolidasikan informasi dari berbagai aliran data. Platform ini menjadi ‘otak’ bagi BRI untuk mengambil keputusan dalam bentuk BRIScore dengan tepat dan presisi.

Dengan BRIBrain memungkinkan BRI meluncurkan produk-produk digital baru yang telah disempurnakan dan menjadi produk digital terdepan di segmennya. Untuk itu, BRI terus memperkuat infrastruktur digital dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (Machine Learning). Pemrosesan Big Data melalui Machine Learning saat ini dirasakan manfaatnya di berbagai lini bisnis. Saat ini, BRIBrain dimanfaatkan untuk semua produk digital lending BRI di antaranya PINANG, CERIA, dan KUR e-Commerce.

Optimalisasi big data menjadi arah BRI untuk memperlancar dan mempercepat penyaluran kredit maupun berbagai stimulus pemerintah secara tepat sasaran kepada UMKM. Data terkait UMKM menjadi penting guna mendukung pemulihan ekonomi nasional mengingat segmen ini menjadi backbone ekonomi Indonesia.

Melalui berbagai inovasi, lanjut Indra, BRI ingin bergerak lebih cepat dan menjangkau semakin banyak masyarakat. “Karena kita sadar ke depan mantranya adalah kecepatan, siapa yang cepat dia makan yang lambat. BRI membangun open innovation ecosystem, berpartner dengan excellent menggunakan open banking, yang memungkinkan BRI berkolaborasi secara masif dengan partner-partner baru,” tutup Indra.

Editor : Mohamad Nur Asikin





Source link

Maskapai Scoot Buka Rute Penerbangan Jogja-Semarang-Singapura

Maskapai Scoot Buka Rute Penerbangan Jogja-Semarang-Singapura


TEMPO.CO, Jakarta – Maskapai berbiaya murah (low cost carrier/LCC) Scoot, akan membuka rute penerbangan langsung ke Singapura dari dua destinasi baru di Indonesia, yakni – Yogyakarta (YIA) dan Semarang (SRG). Dua rute baru itu  masing-masing akan beroperasi mulai 29 September 2020 dan Oktober 2020.

Chief Commercial Officer Scoot Calvin Chan menjelaskan,  penerbangan ke dua destinasi tersebut sudah dapat dipesan melalui situs resmi, aplikasi seluler, dan agen perjalanan terdaftar. Untuk mengantisipasi perubahan rencana perjalanan penumpang karena Covid-19, maskapai juga memperpanjang kebijakan gratis stu kali perubahan tanggal penerbangan untuk pemesanan baru sampai akhir November 2020.

Menurut Calvin, Yogyakarta akan menjadi destinasi baru yang pertama mulai beroperasi, dengan penerbangan perdana pada 29 September 2020. Sementara dari Semarang, jadwal tentatif pada Oktober 2020.

“Jadwal dapat berubah tergantung kebijakan regulator dan perkembangan Covid-19. Rute baru, yang akan dioperasikan oleh kelompok pesawat berbadan sempit [narrow-body] Airbus A320 milik Scoot, diambil alih dari maskapai satu grup, SilkAir yang diumumkan pada November 2018,” jelasnya melalui siaran pers, Rabu 2 September 2020.

Selain itu, pada bulan ini juga, anak usaha Singapore Airlines itu juga akan kembali terbang dari Pekanbaru dan Palembang ke Singapura. Rute ini akan kembali dilayani pada 17 September 2020 dan 22 September 2020. Sebelumnya, penerbangan  dihentikan sementara sejak Maret 2020 karena pandemi Covid-19.

Sebelumnya, penerbangan dari Singapura ke Surabaya juga sudah mulai beroperasi pada Juli 2020. Pembukaan rute-rute penerbangan ini untuk melayani penumpang yang harus melakukan perjalanan penting, seperti repatriasi, dan perjalanan dinas.

BISNIS

Baca juga: Genjot Pariwisata, Maskapai dan Perhotelan Obral Paket Murah – Aman





Source link